Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Istriku lebih segalanya dari anda


__ADS_3

"Om Yuda, hari ini kita akan kemana saja?" tanya Aby, pada asisten pribadi yang sudah sangat setia itu. Pria yang tidak mau memanfaatkan kekayaan yang dimiliki oleh kakak iparnya Bagas. Walaupun sebenarnya Bagas sudah menawarkan dirinya untuk mengelola salah satu anak perusahaannya.


"Hari ini kita akan bertemu klien dari negara tetangga kita, Singapura, untuk membicarakan penanaman investasi yang jumlahnya sangat fantastis ke perusahaan kita. sahut pria itu sambil memberikan dokumen yang diperlukan untuk pertemuan nanti.


"Hmm, jam berapa itu, Om dan dimana?"


"Jam 11 pagi ini, di Raffles hotel, Pak."


Aby melirik ke arah jam tangannya, "Hmm, sekarang sudah jam 9.30, ke sana butuh waktu sekitar 30 menitan. Jadi kita berangkat jam 10 lewat 15 menit saja, Om. Jam segitu, jalanan juga tidak akan macet."


"Baik, Pak Aby!" Yuda, memutar badannya, kemudian, mengayunkan kakinya melangkah keluar dari ruangan atasannya itu.


Sepeninggal Yuda, Aby langsung memeriksa dan mempelajari dokumen yang diberikan oleh Yuda, tadi dan dia benar-benar sangat tertarik dengan kerja sama yang ditawarkan oleh investor luar itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aby dan Yuda terlihat sudah duduk di sebuah kursi di restoran hotel Raffles, menunggu datangnya klien.


Hanya menunggu sekitar 5 menit, klien yang akan ditemui oleh Aby ternyata seorang wanita yang usianya masih muda. Yang sepertinya seusia dengan dirinya.


Aby sebenarnya paling tidak suka jika berurusan dengan seorang perempuan, apalagi terlihat wanita itu, berpenampilan sangat menggoda dengan pakaian yang sangat ketat membalut di tubuhnya. Dua bongkahan padat di dadanya juga hampir melompat ke luar.


"Apa anda untusan dari JLK group? kenapa bukan Tuan Jason yang langsung datang? " tanya Aby dengan bahasa Inggris yang fasih, tanpa berbasa-basi.


"Iya, anda benar sekali, Tuan. Namaku, Emma. Tuan Jason tidak bisa datang, karena ada hal penting yang harus dikerjakannya dan tidak bisa ditinggal. Apa anda ini Tuan Aby?" tanya wanita itu dengan gaya yang menggoda.


"Iya, itu saya! silahkan duduk, madam!" ujar Aby yang membuat bibir wanita itu melengkung ke bawah, kesal dipanggil madam. Sedangkan Yuda, berdehem untuk menahan tawa.


"Oh, please jangan panggil saya madam. Aku masih muda. Mungkin kita seumuran. Apa saya terlihat lebih tua?" ujar wanita itu sambil menyibakkan rambutnya, membuat Aby merasa jengah, ingin segera beranjak dari tempat itu.

__ADS_1


"Oh, iya kah? saya kira anda wanita yang sudah berusia sekitar 10 tahun lebih tua dari saya. Maaf kalau begitu?" ucap Aby, yang sedikit mengandung sindiran yang sarkas


"Anda bisa saja, Pak Aby." ucap wanita itu, sambil menyilangkan kakinya, sehingga paha putihnya benar-benar terpampang nyata.


"Hmm, baiklah! bolehkah kita memulai pembahasan kerja samanya, Nona Emma?" tanya Aby yang benar-benar ingin urusannya cepat selesai dengan wanita itu.


"Kenapa harus terburu-buru, Tuan Aby? masih banyak waktu. Kita berbincang-bincang dulu sebentar."


"Maaf, Nona. Saya tidak punya cukup banyak waktu, untuk membicarakan hal, di luar dari pekerjaan." ujar Aby tegas.


"Tuan Aby, anda jangan terlalu serius. Anda tenang saja. JLK group pasti akan berinvestasi dengan anda. Kita membicarakan hal lain saja dulu," wanita yang bernama Emma itu, masih berusaha untuk merayu Aby.


"Kalau begitu, maaf! saya tidak sempat untuk mendengar, celotehan anda. Kalau anda mau berbicara silahkan berbicara sendiri, saya akan datang kembali, jika anda sudah siap untuk membahas Kerja sama." Aby berdiri dan hendak melangkah meninggalkan wanita itu.


"Baiklah, Tuan Aby. Kita bahas kerjasamanya sekarang saja," ucap wanita itu akhirnya.


"Sial, sepertinya dia tidak tertarik padaku? dia ini tidak normal mungkin, masa wanita secantik dan seseksi aku, dia tidak tertarik sama sekali." Emma, menggerutu di dalam hati.


"Hmm, aku sangat tertarik, Madam ...."


"Kok madam lagi sih Pak Aby." ucap wanita itu dengan memasang ekspresi wajah yang pura-pura sedih.


"Mm, maaf, Nona Emma. Saya lupa kalau anda ini masih muda." ucap Aby, dengan menekan kata lupa. Kalau ditelaah dengan teliti, pastilah wanita itu, bisa mengerti kalau Aby tengah menyindirnya. Akan tetapi, sepertinya otak wanita itu tidak berpikiran seperti itu. Dia justru terlihat tersenyum sekarang. Senyum yang membuat Aby semakin muak.


"Baiknya, kita harus melakukan tanda tangan kontrak setelah kita sudah sepakat untuk bekerja sama, bukanya begitu, Nona Emma?" imbuh Aby kembali, ingin cepat-cepat meninggalkan tempat itu.


"Kenapa harus buru-buru sekali Tuan Aby? masalah tanda tangan, itu masalah yang sangat gampang. Kita baiknya makan siang dulu, bagaimana?" tanya wanita itu, dengan sengaja membusungkan dadanya.


"Maaf, kalau untuk hal ini, saya sama sekali tidak bisa. Karena saya tidak terbiasa makan dengan wanita lain selain mama, adik Perempuanku, dan istriku." tegas Aby, mulai jelas-jelas memperlihatkan rasa muaknya.

__ADS_1


"What? jadi anda sudah beristri? kenapa anda tidak mengatakannya dari tadi?" ucap Emma dengan nada dan ekspresi sedikit kecewa.


"Apa saya punya kewajiban untuk memberitahukan detail informasi tentang diriku, pada anda, Nona Emma? saya rasa itu sangat tidak penting, karena itu di luar dari pekerjaan dan kita tidak mempunyai hubungan dekat, dan tidak akan pernah dekat selain hubungan pekerjaan," tegas Aby, yang membuat wanita bernama Emma itu tersenyum kecut.


"Maaf, Tuan Aby kalau anda merasa tidak nyaman dengan ucapanku. Aku hanya tidak menyangka, kalau anda sudah menikah. Penampilan anda sama sekali tidak menampakkan, kalau anda pria beristri."


"Oh, emang menurut anda penampilan pria beristri itu bagaimana? apakah harus memiliki perut yang buncit, rambut klimis baru terlihat sebagai pria beristri? asisten saya ini juga, sudah beristri, tapi penampilannya tidak seperti yang anda maksudkan itu." ujar Aby dengan nada datar dan dingin.


"Pak Aby, aku izin ke toilet dulu ya," bisik Yuda, dan Aby menganggukkan kepalanya.


"Tuan Aby, sekarang kita tinggal berdua saja. Aku rasa anda tadi, berpura-pura tidak tertarik dengan saya, karena ada asisten anda di antara kita. Tuan, saya sangat tertarik dengan anda, kalau anda mau menghabiskan malam nanti denganku, aku akan membujuk tuan Jason, untuk menambah jumlah investasi ke perusahaanmu dengan jumlah dua kali lipat dengan yang ditawarkan tadi, bagaimana?" goda Emma dengan mengerlingkan matanya ke arah Aby.


"Wah wah, anda benar-benar mengagumkan, Nona Emma," Aby berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Emma menyunggingkan senyuman manisnya, merasa kalau Aby benar-benar tidak bisa menolak pesonanya.


"Tentu saja, saya mengagumkan, Tuan Aby. Anda nanti akan tambah kagum, jika sudah merasakan permainan ranjangku, yang saya yakini lebih hebat dari istri anda."


Aby mengepalkan kedua tangannya dengan kencang, rahangnya mengeras mendengar wanita di depannya, itu merendahkan istrinya.


Aby berdiri dari tempat dia duduk dan mencondongkan sedikit tubuhnya ke arah Emma.


"Apa anda tahu, maksud saya dengan yang mengagumkan pada diri anda?"


"Apa, Tuan," desis Emma dengan nada yang sensual.


"Kebodohan anda yang mengagumkan! nih, aku tidak butuh investasi dari perusahaan anda." Aby meraih surat kontrak itu, merobek-robeknya lalu melemparkannya ke wajah wanita itu.


"Aku harap aku tidak akan melihat wajah anda lagi. Asal kamu tahu, istri saya jauh melebihi anda. Bahkan untuk dibandingkan dengan istriku, anda itu tidak layak sama sekali. Karena seujung kukupun anda tidak ada apa-apanya dibandingkan istriku. Bukan hanya istriku, untuk dibandingkan dengan mamaku pun anda tidak layak. Mama saya masih jauh lebih cantik dan lebih muda dari anda." ucap Aby, sarkastik. Kemudian Aby memutar tubuhnya dan hendak mengayunkan kakinya. Akan tetapi dia berbalik lagi dan kembali menatap Emma dengan tajam.

__ADS_1


"Ingat, masalah hari ini akan aku laporkan pada Tuan,Jason" tegas Aby, yang membuat wajah wanita itu berubah pucat.


Tbc


__ADS_2