
Tia keluar dari ruangan Aby dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya. Dia tidak tahu lagi mau mengatakan apa.
Kini dia hanya bisa menyesali kebodohannya. Bagaimana bisa dia berpikir untuk menggoda Aby dan bersaing dengan Celyn yang notabene jauh segalanya di atasnya.
Kini karena kebodohannya dia harus kehilangan pekerjaan yang paling diinginkan oleh banyak orang.
Tia berjalan dengan gontai keluar dari perusahaan yang telah memberikan dia dan keluarganya kehidupan yang layak, setelah dia menerima pesangon yang cukup besar dan gajinya untuk bulan ini dari bagian keuangan. Sebelum benar-benar pergi, dia kembali menatap Bagaskara Company untuk terakhir kalinya. Dia menghela napasnya dengan panjang, mengingat hal bodoh yang baru saja dia lakukan.
Flashback On
Tia keluar dari ruangan Aby dengan wajah yang ditekuk. Kemudian dia melangkah turun ke lobi sambil tetap membawa bungkusan rujak di tangannya. Setelah di bawah kemudian dia menghempaskan rujak yang baru saja dia beli ke dalam tong sampah. Kenapa? karena sebenarnya, Tia sudah memiliki rencana licik untuk menjerat Aby. Rujak yang dia beli sudah dia campur dengan sesuatu yang bisa memancing libido seseorang. Akan tetapi rencananya gagal karena Celyn muncul dan membawa apa yang diinginkan oleh atasannya itu.
"Kenapa sih, rencanaku selalu gagal? Ibu Celyn punya ilmu telepati mungkin ya? kenapa dari dulu dia selalu muncul, ketika aku sudah merencanakan sesuatu pada Pak Aby?" Tia menggerutu dalam hati dengan ekspresi wajah yang sangat kesal.
"Kali ini aku tidak bisa gagal lagi, aku harus bisa membuat wanita itu keluar dari ruangan Pak Aby." gumam Tia, yang bisa didengar oleh seseorang yang berdiri persis di belakangnya.
Kemudian Tia meraih ponselnya, dan terlihat menelepon seseorang, dan laki-laki di belakangnya, memasang telinga dengan baik-baik. Terdengar jelas kalau Tia meminta tolong pada temannya, agar berpura-pura datang ke butik Celyn dan menyuruh temannya itu, untuk meminta bertemu langsung dengan Celyn.
"Apa lihat-lihat?!" bentak Tia pada pria yang sedang menguping pembicaraannya, yang tidak dia sadari adalah, salah satu anak buah Aby.
Setelah Tia kembali masuk, pria tadi langsung menghubungi rekannya yang bertugas untuk mengawasi butik istri tuannya, dan memerintahkan untuk menagkap basah teman Tia dan memaksa untuk mengaku.
Flashback Off
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu terus berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa kandungan Celyn sudah memasuki usia 7 bulan. Perut Celyn membuncit seperti sedang mengandung 9 bulan, karena di dalam rahim Celyn ada dua nyawa yang sedang bertumbuh, sehingga Aby sendiri yang kadang merasa sesak jika melihat Celyn berjalan.
"Kamu di rumah saja, ya, jangan kemana-mana dan jangan capek-capek!" pesan Aby ketika hendak berangkat kerja pagi ini.
"Apa ke butik saja tidak boleh, Kak?" tanya Celyn yang memang merasa sangat bosan berada di rumah terus.
"Tidak usah! biarkan asisten kamu aja yang mengurus butik kamu. Lihat tuh perut kamu, sudah kaya balon, aku aja takut kalau tiba-tiba itu meletus." ucap Aby apa adanya, tapi dianggap ledekan oleh Celyn.
"Apa aku terlihat jelek sekarang?" tanya Celyn dengan wajah sendu sambil mematut dirinya di depan cermin.
Aby sontak menatap Celyn yang berdiri di depan cermin. "Emang ada yang bilang, kalau kamu cantik selama ini?" ucap Aby, menggoda, ingin melihat ekspresi wajah Celyn yang cemberut. Karena melihat wajah cemberut wanita itu, merupakan kesenangan sendiri baginya.
__ADS_1
"Ada, Kak. Adrian bilang aku cantik, dulu Kak Gilang juga bilang aku cantik, Kak Calvin juga __"
"Udah, data sensus penduduknya? kalau udah aku mau pergi, bilang saja, kalau hampir semua laki-laki bilang kamu cantik." Aby beranjak pergi sambil membanting pintu, hingga Celyn terjengkit kaget.
"Kenapa dia marah? salahku apa?" bisik Celyn bingung
Sementara itu, Aby berpapasan dengan Adrian adiknya yang sepertinya hendak berangkat kuliah.
"Pagi, Kak Aby!" sapanya dengan tidak lupa tersenyum.
"Kamu jangan puji kakak iparmu cantik lagi, awas kamu!" bukannya membalas sapaan Adrian, Aby malah membentak, hingga membuat Adrian melongo, bingung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aby terlihat berkali-kali melihat ponselnya, bimbang hendak menelepon Celyn atau tidak. Ada sedikit penyesalan di dalam hatinya kenapa tadi dia berangkat kerja, tidak dengan cara yang benar, hanya karena kesal mendengar banyak laki-laki yang memuji istrinya itu.
"Kenapa dengan aku? apa aku cemburu? apa ini yang dinamakan cinta?" bisik Aby pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan Aby sontak mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang sedang memanggilnya.
"Iya Cel, ada apa? kamu ngapain telpon aku jam segini? aku lagi banyak pekerjaan." ucapanya beruntun tanpa memberikan kesempatan si penelepon untuk berbicara.
Aby menghela napas kesal, merasa Celyn tidak mengindahkan perkataannya.
"Dasar keras kepala! udah dibilang dirumah saja, tetap aja maksa ingin keluar." batin Aby, kesal.
"Ya udah, tidak apa-apa! kalian semua tetap awasi dia, jangan sampai lengah!" pungkas Aby.
"Baik, Tuan!"
Aby meletakkan kembali ponselnya di atas meja, setelah panggilannya sudah terputus.
Dia kembali fokus memeriksa berkas-berkas yang butuh tanda tangannya.
"Masuk!" serunya dari dalam, begitu mendengar suara ketukan dari pintu.
Suara pintu yang dibuka seseorang tidak membuat dia mengalihkan tatapannya dari berkas-berkas yang ada di depannya.
__ADS_1
"Hai, Sob, lagi sibuk ya?" tanya suara yang baru masuk, yang ternyata adalah Kenjo dan Calvin, sahabatnya..
" seperti yang kalian berdua lihat. Ada apa datang ke sini? kalian tidak punya pekerjaan ya?" tanya Aby, menyindir.
"Justru kita ke sini mau bicara kerja sama Sob. gini nih, tadi perusahaan Morgan, perusahaan raksasa dari luar negri yang mengajukan kerja sama. Aku ragu menerimanya, takut tidak bisa aku handle sendiri. Jadi aku datang ke sini mau menawarkan kamu agar kita berkolaborasi untuk menerima tawaran perusahaan itu bagaimana?" tanya Kenjo dengan raut wajah penuh harap.
Aby menghela napasnya dengan cukup panjang, dan meletakkan penannya kembali di atas meja. Kemudian dia menatap Kenjo yang juga tengah menatapnya.
"Ken, kenapa kamu selalu tidak percaya diri? kamu mengatakan kalau kamu ingin membuat perusahaan kamu semakin besar, tapi kenapa begitu mendapat penawaran yang sangat langka ini kamu bimbang untuk menerimanya? kenapa kamu tidak percaya pada dirimu sendiri?" suara Aby terdengar sangat kesal. Bagaimana tidak? sebenarnya, perusahaan Morgan mengajukan kerja sama dengan Bagaskara Company, tapi Aby menolak dan diam- diam justru merekomendasikan perusaahan Kenjo. Karena dia tahu dan percaya kalau Kenjo mampu menanganinya. Dan dia ingin Kenjo berhasil menjadi pengusaha hebat, sehingga tidak merasa insecure dengan Anin lagi.
"Tapi, aku __"
"Tidak ada tapi-tapi! justru ini momen langka yang harus segera kamu manfaatkan dengan baik. Kalau kamu berhasil menangani ini, aku yakin, kedepannya akan banyak perusahaan-perusahaan dari luar yang akan mengajak kamu kerja sama. Kamu tenang saja, aku dan Calvin akan selalu ada di belakang, membantumu jika kamu memerlukan, betul tidak Cal?"
Calvin menganggukkan kepalanya, menyetujui pendapat Aby.
"Ken, yakinlah pada kemampuan dirimu sendiri. Jadikan seseorang sebagai motivasi kamu untuk semakin mengembangkan usaha kamu, Anin misalnya." Kali ini Calvin buka suara, dan Kenjo mangut-mangut, mengerti.
"Baiklah! aku bisa, aku pasti bisa!" semangat Kenjo membara, begitu mengingat wajah kekasihnya, Anin.
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang diketuk dari luar, menghentikan pembicaraan 3 pria itu.
"Masuk!" teriak Aby dari dalam.
"Ada apa, Om Yuda?" tanya Aby ketika melihat, kalau yang barusan datang adalah Yuda, asisten pribadinya.
"Pak Aby, di bawah ada pria yang ingin bertemu dengan kamu. Katanya dia sangat penting."
"Siapa?" tanya Aby dengan kening yang berkerut.
"Katanya dia seorang dokter, dan namanya dokter Iqbal. Katanya ada sesuatu yang sangat penting yang ingin dia kasih tahu padamu," kata Yuda lagi.
"Hmm, apa ya? Ok lah, suruh resepsionis mengantarkan dia ke ruanganku!"
"Baik, Pak!". Yuda memutar badannya, dan beranjak keluar dari ruangan Aby.
Tbc
__ADS_1
Masih ada yang ingat siapa Dokter Iqbal? masih dong 😁😁😁
Jangan lupa, buat like, vote dan komennya ya gais. Thank you, 🙏😍