Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Bangunlah Sayang!


__ADS_3

"Bagaimana istriku, Dok?" desak Aby, tidak sabar, demikian juga dengan yang lainnya.


"Hmm, Pak Aby, pertama-tama aku mau mengucapkan selamat, karena anda sudah menjadi seorang ayah dari dua orang putra. Anak-anak Bapak ___"


"Jadi istriku bagaimana?!" bentak Aby, dengan suara yang menggelegar, merasa kesal dengan jawaban Dokter Sinta yang tidak sesuai dengan yang dia inginkan.


"Tenang, Pak Aby! aku belum selesai bicara." sahut Dokter Sinta, sabar. Maklum dengan sikap Aby yang emosional.


"Tenang dulu, Nak! tunggu sampai Dokter Sinta selesai bicara," ucap Amanda, sambil mengelus-elus dada Aby, menenangkan putranya itu.


"Pak Aby, Kami sudah melakukan sesuai dengan permintaan anda untuk menyelamatkan ibunya. Akan tetapi, kedua anak bapak ternyata sangat kuat dan berhasil diselamatkan. Mengenai Ibu Celyn, untuk sekarang keadaannya belum bisa kami katakan baik-baik saja, karena dia belum sadarkan diri, tapi yang jelas, kami bisa pastikan kalau Ibu Celyn selamat. Kalau dalam waktu 2 jam nanti dia belum sadar, kemungkinan Ibu Celyn akan koma." Terang dokter Sinta, yang membuat perasaan Aby tidak menentu dan belum sepenuhnya tenang, sebelum keadaan Celyn benar-benar baik-baik saja.


"Selamat ya, Nak! Kamu harus yakin kalau Celyn akan baik-baik saja," ucap Amanda sambil memeluk Aby, diikuti dengan yang lainnya. Akan tetapi, Aby belum bisa sepenuhnya untuk tersenyum, karena separuh jiwanya masih belum sadar.


"Dimana anak-anak saya, Dok?" tanya Aby,lirih.


"Kedua anak Pak Aby, ada di ruangan NICU dan harus masuk inkubator dulu, karena mereka terlahir prematur.Tapi, kalau, Pak Aby berkenan, kami mau mengajak anda untuk melakukan skinship atau skin to skin contac. Karena ini sangat berguna buat perkembangan mereka. Bayi prematur akan lebih mungkin hidup dan bertahan saat ia bersentuhan kulit dengan orang yang dicintainya. Kehangatan kulit akan membuat bayi prematur mampu bertahan dengan baik. Selain itu, kasih sayang tulus dari seseorang yang memeluknya akan membuat bayi prematur menjadi lebih tenang dan tumbuh serta berkembang dengan lebih baik., Mari Pak, ikut saya!" Dokter Sinta, berjalan mendahului Aby, dan Aby mengekor dari belakang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Itu anak-anak, Pak Aby!" Dokter Sinta menunjuk ke arah dua bayi yang tubuhnya sangat kecil sedang tertidur lengkap dengan dipasangkan sebuah selang yang masuk melalui mulut.


Manik mata Aby, seketika penuh dengan cairan bening yang sudah siap ditumpahkan, begitu melihat tubuh kedua anaknya yang sangat kecil.

__ADS_1


"Kenapa harus dipasang selang itu, Dok? anak-anak saya tidak ada masalah kan?" tanya Aby, khawatir.


"Oh anak-anak, Pak Aby tidak ada masalah apa-apa. Hanya berat badan saja yang kurang Kalau untuk selang itu, itu namanya orogastric tube (OGT) Pak Aby. Dan selang OGT ini digunakan untuk membantu mengeluarkan udara dari perut bayi." Jelas, Dokter Sinta, dengan seulas senyuman di bibirnya.


Aby mengembuskan napas lega, mendengar penjelasan Dokter Sinta.


"Pak Aby, bisa kemejanya dibuka? dan pakai ini!"


Aby membuka kemejanya, sehingga tubuhnya yang atletis terlihat dengan jelas. Kemudian dia memakai pakaian steril yang dadanya tetap terbuka dan tidak lupa untuk memakai penutup kepala.


Aby berbaring di atas ranjang, kemudian Dokter Sinta meletakkan salah satu bayi itu ke dada sebelah kiri dan satu lagi ke dada sebelah kanan. Karena tubuh kedua anak laki-lakinya begitu kecil, keduanya bisa muat di dada, Aby yang bidang.


Manik mata Aby yang tadinya hanya berkaca-kaca, kini tanpa permisi, cairan bening berhasil lolos keluar dari kedua mata Aby, ketika kedua anaknya sudah berada tepat di dadanya. Dan terlihat kedua bayi itu menggeliat, merasa hangat ketika kulit mereka bersentuhan dengan kulit sang ayah.


"Nak, kalian tahu, mama kalian adalah wanita yang hebat. Sanggup berjuang untuk membuat kalian bisa melihat dunia ini. Dan kalian berdua juga anak-anak yang hebat sama seperti mama. Kalian berdua harus selalu sehat dan kuat, agar bisa membantu papa untuk menjaga mama. Doakan ya Nak, agar mama sadar dan bisa kembali bersama kita." ucap Aby dan bayi-bayi itu menggeliat, seperti mendengar ucapan papahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aby kembali bergabung bersama yang lainnya setelah melakukan skinship dengan kedua anaknya selama lebih kurang 20 menit.


Wajahnya memang belum bisa menunjukkan kalau pria itu sudah baik-baik saja, tapi setidaknya wajahnya tidak semurung tadi.


"Bagaimana keadaan Celyn? apa dia sudah sadar?" hal pertama yang Aby tanyakan begitu bertemu dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Belum! kamu sabar ya! bagaimana dengan kedua anakmu? apa mereka baik-baik saja? Jasmine balik bertanya, dan yang lainya, antusias ingin mendengar jawaban dari Aby.


"Mereka baik-baik saja, hanya tubuh mereka yang sangat kecil, jadi butuh perawatan intensif dan belum bisa dibawa pulang, sampai mereka benar-benar siap untuk dibawa pulang, " sahut Aby.


Ketika melihat dokter Sinta datang menghampiri, Aby langsung menghambur mendekati dokter itu.


"Dok, apa aku bisa melihat istriku sekarang?"


"Tentu saja boleh, Pak! mari ikut saya!" Dokter Sinta, membuka pintu, dan mempersilahkan Aby dan yang lainnya untuk masuk.


Air mata Aby langsung keluar tanpa permisi begitu melihat wajah Celyn yang sangat pucat, dan mata yang masih setia terpejam.


"Sayang, bangun Sayang. Kamu bisa dengar aku kan? kalau bisa, ayo bangun! kita harus membesarkan anak kita sama-sama," Aby menggenggam erat tangan Celyn dan membawa tangan itu ke bibirnya, mengecup dengan lama.


Semua orang yang ada di ruangan itu merasa terharu melihat rasa cinta yang tidak pernah Aby tunjukkan selama ini.


"Sayang, kamu pasti kuat. Kamu tahu, anak-anak kita sangat kuat sama sepertimu. Dan suatu saat mereka pasti sangat bersyukur bisa lahir dari rahim seorang ibu seperti kamu. Makanya kamu harus bangun ya?" lagi-lagj Aby mengajak Celyn untuk berbicara. Tapi sama sekali belum ada respon sama sekali.


"Sayang, kamu mau, mendengar kalau aku sudah mencintaimu kan? kalau mau, kamu harus bangun dulu. Aku akan mengungkapkan kalau aku mencintaimu, sebanyak yang kamu mau. Kalau kamu mau, setiap hari aku akan mengatakan kalau aku mencintaimu, bukan hanya mencintaimu, tapi sangat, sangat mencintaimu. Jadi, kamu harus bangun!" ucap Aby seperti sikapnya yang selalu memaksa.


Disaat Aby menyelesaikan ucapannya, tangan Celyn yang tidak berada di dalam genggaman Aby, menunjukkan respon dengan bergerak beberapa kali.


"Lihat! tangan Kak Celyn tadi bergerak!" teriak Rico tiba-tiba.

__ADS_1


__ADS_2