Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Bulan Madu.


__ADS_3

Hari yang dinanti sudah tiba. Setelah menempuh jarak sekitar hampir 8 jam karena harus transit dulu dari negara Singapura, rombongan Aby sudah tiba di tempat mereka akan berbulan madu, yaitu Maldives atau orang Indonesia sering menyebutnya Maladewa.


Sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol di Samudra Hindia. Maldives sudah terkenal wisata pantainya di dunia. Selain itu, berbagai hotel dan penginapan yang menghadap ke laut juga gak kalah memukau.



Dari badara udara international Velana, mereka semua langsung menuju resort mewah yang akan mereka tempati selama berada di Maldives.


"Kamu kenapa diam saja, Sayang?" tanya Aby pada Celyn ketika melihat wanita itu yang hanya diam saja.


"Aku memikirkan si kembar Sayang.Baru saja kita pergi, aku sudah merindukan mereka. Apa tidak apa, kita meninggalkan mereka?"


Aby, tersenyum, ketika mengetahui penyebab istrinya tidak ceria.


"Kamu jangan terlalu berpikiran yang tidak-tidak. Bukannya mama sudah mengatakan akan menjaga baby Arick dan Arend dengan baik? Kamu juga sudah menyiapkan ASI selama kita berada di sini kan? Jadi, sekarang lepaskan semua beban kamu, dan nikmati bulan madu kita Sekarang,"


Celyn tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil merebahkan kepalanya di dada suaminya itu.


"By, kenapa sih kita tidak menggunakan private jet keluargamu? kalau kita menggunakan itu, kita pasti sudah berada di penginapan sekarang." celetuk Calvin tiba-tiba. Sungguh merusak suasana romantis, memang.


"Hmm, aku hanya ingin merasakan lama-lama berada di pesawat komersil biasa. Bukannya kamu juga menikmatinya?" jawab Aby, datar.


"Menikmati apanya? tidur lama-lama di dalam pesawat, iya." Tapi, kan lebih menikmati lagi, kalau lama-lama ada di kamar?" ujar Calvin yang tingkat kemesumannya semakin tinggi mengarah ke akut, semenjak merasakan untuk pertama kalinya saat itu.


Mereka akhirnya tiba di Vella private island. Resort yang akan mereka tempati selama buln madu. Hari sudah malam ketika mereka sampai di sana.



Mereka langsung disambut dan diantar ke kamar masing-masing. Celyn sangat takjub melihat kamar mereka yang sangat besar, dan sudah didekor dengan begitu indah. Hal yang sama juga terjadi di kamar dua pasangan lainnya, yaitu Kenjo dan Anin serta Calvin dan Cantika.



Dari balik kaca kamar mereka, Celyn melihat pemandangan keluar, dimana kamar mereka juga ada memiliki kolam renang yang langsung mengahadap ke laut.



Aby menghampiri Celyn dan memeluk wanita itu dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak wanitanya itu.


"Kamu suka, Sayang?" dengan ekor matanya, Celyn melirik ke arah Aby dan tersenyum manis.

__ADS_1


"Tentu saja aku suka. Ini benar-benar amazing." sahut Celyn dengan manik mata yang berbinar.


"Kamu tahu kenapa aku memilih Maldives sebagai destinasi bulan madu kita?"


Celyn menggelengkan kepalanya.


"Karena aku tahu, kalau kamu ingin sekali ke Maldives untuk berbulan madu," sahut Aby yang membuat netra Celyn membesar dengan sempurna.


Dia sontak berbalik dan menatap Aby suaminya yang kini tengah tersenyum padanya.


"Darimana kamu tahu kalau aku ingin ke sini? aku kan tidak pernah memberitahukanmu?"


"Tentu saja aku cari tahu dari mama Jasmine." sahut Aby tanpa menanggalkan senyuman dari bibirnya. Tanpa menunggu lagi, Aby pun mendaratkan bibirnya ke bibir merah milik istrinya.


Ciuman yang tadinya penuh perasaan kini berubah menjadi menuntut lebih. Detik berikutnya kamar itu terdengar suara decapan yang bisa memancing libido.


Aby mendorong pelan tubuh istrinya ke atas ranjang dan mulai melakukan aksi yang sama sekali tidak bisa ditolak oleh Celyn. Segala sudut kamar itu kini dipenuhi dengan suara-suara desa*han, di saat mereka berdua melakukan penyatuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kamar lain yaitu di kamar pengantin baru, yang belum merasakan surganya dunia, siapa lagi mereka kalau bukan Kenjo dan Anin.


Tubuh Anin menegang di saat Kenjon hendak menancapkan tonggak kehidupan, ke arah lahan berbentuk segitiga milik Anin.


"Rileks, Sayang! kamu tenang saja, aku akan pelan-pelan." desis Kenjo berbisik dengan nada sensual di telinga wanita itu.


"Sa-sakit!" rintih Anin ketika Kenjo menekan juniornya, hendak menerobos inti Anin. Kenji sontak me* ***** bibir wanitanya agar Anin rileks dan tidak terlalu merasakan sakit.


Anin seketika memekik kesakitan ketika Kenjo akhirnya berhasil menerobos lapisan legit milik Anin. Anin memekik kesakitan sedangkan Kenjo memekik nikmat, karena miliknya seakan sedang dipijit sekarang.


Hanya sebentar Anin merasakan sakit, setelah itu, rasa sakitnya melebur berganti dengan rasa nikmat di saat keduanya mencapai puncak dan Kenjo menyemburkan cairan cintanya ke rahim Anin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di kamar Aby dan Kenjo. Di kamar Calvin dan Cantika , hal yang sama juga terjadi. Bahkan keduanya dari begitu tiba sudah mulai beraksi, dan sekarang sudah merupakan ronde kedua.


"Sayang, udah ya? aku capek banget dan udah ngantuk," ucap Cantika di saat mereka baru saja mengalami pelepasan.


Calvin tersenyum dan mengecup puncak kepala,istri kecilnya itu.

__ADS_1


"Ya udah, untuk malam ini, udahan. Kamu istirahatlah.". Calvin menarik tubuh polos istrinya dan membenamkan kepala wanita itu ke dadanya. Benar saja, tidak perlu menunggu lama, napas Cantika sudah terdengar teratur pertanda kalau wanita itu sudah berada di alam mimpi.


"I love you, Sayang!" bisik Calvin seraya mendaratan bibirnya kembali di puncak kepala wanita itu. Kemudian dia pun ikut memejamkan matanya dan tertidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kembali ke Jakarta.


Kalau di Maldives sudah pukul 9 malam, di Indonesia bagian barat masih pukul 11 malam. Karena perbedaan waktunya Jakarta lebih cepat dua jam dari Maldives.


Tampak seorang pemuda yang terlihat sangat frustasi, siapa lagi dia, kalau bukan Adrian. Adrian baru saja mengungkapkan perasaannya pada gadis yang lebih tua dari nya


satu tahun. Siapa lagi, dia kalau buka Reyna. Alasannya sangat klise, karena dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan pria itu dan bahkan dengan santainya gadis itu mengatakan kalau dirinya sudah memiliki seorang kekasih, yang sangat dia cintai.


"Rico, temani aku ke bar!" ucap Adrian.


"No! kamu mau dihajar sama Om Ardan dan Kak Aby. Kamu jangan cari masalah deh!" tolak Rico, mentah-mentah.


"Kalau kamu tidak mau, aku akan pergi sendiri. Aku tau tidak butuh kamu.". Adrian melangkah, hendak masuk ke dalam mobilnya. Rico dengan sigap langsung, menahan tubuh Adrian.


"Please jangan ke sana, Yan! Jangan karena kamu patah hati, kamu merusak tubuhmu sendiri." Rico berusaha mencegah Adrian.


"Kamu tenang saja! aku masih waras. Aku hanya butuh ketenangan, malam ini."


"Tapi gak harus ke bar, bego!"


"Jadi kemana lagi, hah?!


"Ke laut. Kamu ceburin diri kamu di sana! pasti kamu bisa tenang, karena sudah let me go."


"Ide yang bagus. Aku akan ke sana sekarang!" ucap Adrian sambil masuk ke dalam mobilnya.


"Adriannnnn! aku hanya bercanda bego!" Rico mengejar mobil Adrian yang melesat meninggalkan dirinya


Tbc


Maaf ya, segini aja dulu! karena aku benar-benar gak kuat ngelanjutinnya. Aku lagi demam, kepalaku benar2 sakit seperti di timpukin batu.


Mudah-mudahan nanti sore udah baikan, biar aku bisa lanjut menulis. Love you all

__ADS_1


__ADS_2