Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Kenapa kamu tidak mau?


__ADS_3

"Celyn tidak perlu dikirimkan ke luar negri, Om Tante, biarkan aku yang akan menikahinya dan menjadi ayah dari anak yang dikandungnya," terdengar suara yang muncul tiba-tiba dari arah belakang mereka.


Jasmine dan Rio sontak menoleh ke arah suara , dan mereka begitu terkesiap kaget melihat sosok pria yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"A-Aby! seru Rio dan Jasmine bersamaan.


"Iya, Tan, Om ini aku." Sahut Aby, santai.


"Kenapa kamu bisa ada di sini dan apa maksud perkataanmu ingin menikahi Celyn?" Rio, menatap Aby dengan tatapan penuh tanda tanya.


Flashback On


Aby yang terus-terusan merasa mual dan tidak bisa fokus melakukan pekerjaannya lagi, akhirnya memutuskan untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit.


Ketika dia hendak menuju ruangan poly dokter umum, dia melihat Jasmine dan Celyn keluar dari ruangan itu dengan raut wajah sedih. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak jadi periksa dan malah memutuskan untuk mengikuti kedua wanita berbeda usia itu.


"Poly kandungan? siapa yang lagi hamil? tidak mungkin tante Jasmine hamil lagi kan?" batin Aby, penasaran.


Beruntungnya hari itu poly kandungan sepi, tidak terlihat ada orang yang sedang mengantri di luar. Jadi, Aby leluasa menguping di depan pintu.


Kedua netranya membesar dengan sempurna begitu mendengar suara dokter yang mengatakan kalau Celyn sedang mengandung, dan Celyn berusaha menyangkal tidak percaya. Dan bahkan berani bersumpah kalau dia tidak pernah melakukan hubungan intim dengan laki-laki manapun.


Ketika dokter mengatakan kalau di dalam rahim Celyn ada dua jiwa baru yang sedang tumbuh, entah kenapa ada perasaan menghangat yang muncul di dalam hatinya. Bukan sekedar hangat, tapi tiba-tiba ada rasa bahagia yang muncul.


"Tapi, siapa yang menghamili Celyn? apa dia juga korban seperti mama dulu?" bisik Aby pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Aby sontak menjauh dari pintu dan menutupi wajahnya ketika mendengar kalau Jasmine dan Celyn akan keluar dari ruangan itu.


Jelas terlihat ada dua raut wajah yang berbeda dari dua wanita, ibu dan anak itu. Jasmine dengan wajah murka dan Celyn dengan wajah sedih. Entah kenapa, ada perasaan sedih yang timbul di hati Aby ketika melihat wajah sedih Celyn.


"Mas, kamu segera pulang! ada hal penting yang harus dibicarakan, Sekarang ya, bukan nanti!" terdengar suara Jasmine, yang Aby yakini sedang menelepon Om Rio.


Entah apa yang membuat Aby, memilih untuk tidak melanjutkan memeriksa dirinya dan lebih memilih untuk mengikuti Jasmine dan Celyn pulang.


Sesampainya di kediaman Rio, Aby lebih memilih untuk berhenti agak jauh dari rumah Rio dan menunggu di dalam mobil sampai Rio datang.


Begitu dia melihat Rio datang dan masuk ke dalam rumah, Aby juga masuk ke pekarangan rumah itu.


Aby mendengar jelas semua perdebatan yang terjadi di dalam rumah, di mana Celyn kekeh dan bahkan sampai bersumpah kalau dirinya tidak tahu menahu tentang kehamilannya. Hal itu, membuat Aby semakin yakin kalau apa yang menimpa Celyn, sama dengan Amanda mamanya.


Aby berdiri begitu lama di depan rumah, berpikir tindakan apa yang akan dia lakukan. Aby menarik napasnya dalam-dalam, kemudian mengembuskan napasnya kembali keluar.


Flashback Off


"Om, aku tidak punya maksud apa-apa. Aku murni hanya ingin menolong. Setidaknya Celyn tidak mengalami hal seperti yang dialami oleh mama, dan anak yang dikandung oleh Celyn memiliki identitas," terang Aby, menjelaskan maksud dan tujuannya.


Rio menghela napasnya dengan panjang, dan menatap manik mata Aby, yang terlihat tidak ada keraguan di manik mata itu.


"Aby, kami menghargai keinginanmu, Nak. Tapi maaf kami tidak bisa mengorbankan kebahagiaanmu, hanya karena ingin menutupi aib Celyn. Biarlah Celyn tetap aku kirim ke luar negri." tolak Rio, tegas.


"Om, tapi aku serius bukan main-main. Tenang saja Om, tidak ada kebahagiaan yang aku korbankan di sini. Aku sudah mengenal Celyn dari kecil, dan aku sudah tahu bagaimana dirinya. Justru kalau aku tidak menikahinya padahal aku jelas tahu apa yang terjadi, hidupku tidak akan bahagia, karena dilingkupi dengan rasa bersalah seumur hidup," Aby tetap kekeh pada keinginannya, membuat Rio dan Jasmine saling silang pandang, bingung antara masih menolak atau menyetujui permintaan Aby.

__ADS_1


"Aby, bagaimana bisa kamu menerima anak yang bukan darah dagingmu? dan apa kamu tidak memandang rendah pada Celyn?" terlihat jelas kalau Rio masih ragu-ragu dengan permintaan Aby.


"Om, bukannya aku sudah mengatakan kalau aku sudah mengenal Celyn dari kecil? jadi aku tahu kalau dia hanya korban di sini, sama seperti mama. Selama kita masih bisa membantu, kenapa tidak? dan masalah darah daging seperti yang Om katakan, aku berjanji akan menganggap anak yang dilahirkan Celyn nanti, darah dagingku sendiri." ucap Aby, mantap tanpa keraguan.


"Aby, pernikahan ini bukan hal main-main. Ini sangat serius. Kamu boleh mau menikahi Celyn? tapi bagaimana dengan papamu dan mamamu? apa mereka nanti setuju, mempunyai menantu yang sudah hamil di luar nikah, dan bukan darah dagingmu?" Jasmine yang dari tadi diam saja, akhirnya buka suara, dan terlihat Rio menganggukkan kepalanya.


"Om, Tan, apa kalian meragukan sahabat kalian sendiri? sudah berapa lama kalian bersahabat?"


"Ini bukan soal persahabatan, By. Ini soal __"


"Tenang aja, Om. Aby yakin, papa sama Mama akan mengerti dan setuju. Aku rasa Om sama Tante sudah mengenal bagaimana karakter mama dan papa." Aby menyela ucapan Rio.


"Baiklah! kalau begitu Om setuju. Terima kasih sudah mau membantu Celyn." ucap Rio tulus dengan manik mata yang sudah berembun. Sementara itu, Jasmine yang terharu, tidak bisa berkata apa-apa lagi, dan tanpa terasa setitik butiran cairan bening keluar dari sudut matanya dan dia buru-buru menyekannya.


"Tapi, maaf. Celyn yang tidak setuju!" Celyn yang dari tadi ternyata sudah mencuri dengar pembicaraan orangtuanya dan Aby tiba-tiba sudah berdiri di anak tangga dan menolak permintaan Aby.


Rio dan Jasmine menatap ke arah Celyn dengan tatapan yang sukar untuk dibaca.


"Tapi kenapa, Nak? Aby __"


"Om, maaf. Biarkan aku bicara berdua dulu dengan Celyn!" Aby menyela ucapan Rio dan berjalan menghampiri Celyn yang menatapnya dengan tatapan sendu ingin menangis.


Aby, meraih tangan Celyn dan mengajaknya ke taman belakang untuk berbicara empat mata.


"Kenapa kamu tidak mau? apa itu karena Kenjo?

__ADS_1


Tbc


Mohon tinggalin jejaknya dong Gais. Like, vote dan komen. Kasih hadiah juga boleh!😁😁😁🙏


__ADS_2