
"Oh ya, boleh aku mengelus perutmu?" tanya Aby yang merasa tiba-tiba ingin mengelus perut Celyn.
Celyn bergeming, tidak bisa berkata-kata. Tapi kepalanya, mengangguk pertanda kalau dia mengizinkan Aby untuk mengelus perutnya.
Aby tersenyum lebar, senyum yang tidak pernah Celyn lihat selama dia mengenal Aby. Dengan semangat, Aby mencondongkan tubuhnya ke arah Celyn, kemudian dia mengelus perut itu, dan menempelkan telinganya ke perut wanita itu, berusaha untuk mendengar detak jantung si janin, tapi yang dia dengar malah degup jantung Celyn yang berdetak sangat cepat.
Aby mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Celyn yang wajahnya terlihat tegang dan seperti menahan napas.
"Kenapa kamu tegang seperti itu? dan apa itu tadi? apa itu detak jantungmu atau janin kamu?" tanya Aby,serius tapi terkesan meledek buat Celyn.
"K-kakak jangan meledekku!" Celyn memalingkan wajahnya yang sudah memerah.
"Siapa yang meledek? aku nanyanya serius." alis Aby bertaut pertanda kalau memang dia tidak ada niat untuk meledek.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aby kembali serius, berkutat memperhatikan layar laptop di depannya. Sementara itu Celyn yang tidak diizinkan untuk pergi, tampak terlelap di atas sofa. Jas yang dipakai oleh Aby juga kini sudah terbalut dengan sempurna menutupi tubuh Celyn yang gaunnya sempat sedikit tersingkap tadi
Tok ... tok
"Masuk! seru Aby dari dalam.
"Ha ...!" Suara Kenji berhenti di udara ketika melihat Aby memberi syarat untuk diam, menggunakan jari telunjuknya.
"Celyn, kenapa dia ada di sini?" tanya Kenjo dengan mata yang membesar melihat Celyn yang terlelap. Matanya langsung menangkap pemandangan pada tempat makanan yang sudah tersusun rapi di atas meja.
"Hai, Sob! tiba-tiba Calvin yang baru muncul, menyapa dengan suara yang sedikit kencang, dan Aby terlambat untuk memberikan isyarat untuk diam. Beruntungnya Celyn tidak merasa terganggu sama sekali.
" Ups, Ma-maaf!" ucap Calvin sambil meringis.
"Ada yang mau kamu jelaskan, By?" suara Kenjo terdengar datar dan sorot matanya, menuntut
"Kalian berdua tunggu di sini dulu! nanti aku akan jelaskan. Aku mau pindahin Celyn dulu ke dalam kamar," ucap Aby.
"Biarkan aku saja!" ucap Kenjo yang langsung melangkah, mendekati Celyn, dan bersiap untuk mengangkat tubuh mungil Celyn.
__ADS_1
"Jangan menyentuhnya! biarkan aku mengangkat tubuh calon istriku sendiri.". Kenjo mengurungkan niatnya mendengar suara Aby, yang sangat dingin. Dia juga terkesiap kaget dan sontak menatap Aby dengan tatapan bingung.
"Calon istri?" gumam Calvin, yang sama kagetnya dengan Kenjo.
Aby mengayunkan kakinya, melangkah menghampiri Celyn, dan dengan hati-hati, dia mengangkat tubuh gadis itu, yang sepertinya tidak merasa terganggu sedikitpun.
Aby membaringkan tubuh Celyn dengan hati-hati dan menutup tubuh wanita itu dengan selimut. Kemudian dia beranjak keluar untuk menemui dua sahabatnya, yang sedang menunggu penjelasan darinya.
"Jelaskan sekarang! apa maksud perkataanmu?" aura Kenjo benar-benar sangat dingin dan tatapannya sangat tajam ke arah Aby.
"Aku dan Celyn akan menikah 4 hari lagi," ucap Aby santai, dan tegas.
"Hah? 4 hari lagi? kenapa bisa? kamu tidak sedang mempermainkannya kan?" tanya Kenjo, menuntut.
Aby merespon ucapan Kenjo dengan sorot mata yang sangat tajam, seperti pisau yang siap menghujam jantung. Dia merasa tidak senang dengan ucapan Kenjo yang secara tidak langsung, mengklaim dirinya seakan-akan suka mempermainkan wanita.
"Apa maksudmu? sudah berapa lama kamu mengenalku? apa menurutmu aku tipe laki-laki yang suka mempermainkan wanita?"
Kenjo terdiam tidak mampu untuk menjawab. Dia menarik napas dan mengembuskannya kembali ke udara. "Maaf, bukan itu maksudku, aku hanya merasa hal ini, sangat aneh, dan terkesan terburu-buru. Apa yang sebenarnya terjadi?"
Aby pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya menimpa Celyn dan alasan kenapa dia mau menikah dengan Celyn, hanya untuk bisa menutupi aib Celyn dan membuat anak yang dikandung Celyn itu tidak merasakan hal yang pernah dia rasakan.
"Maaf, kalau kesannya aku merebut dia darimu. Tapi percayalah, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku ___"
"Kenapa kamu harus meminta maaf! justru aku salut dan berterima kasih padamu, karena tulus menerima Celyn. Aku yang harusnya minta maaf padamu, Karena hampir mencurigaimu yang tidak-tidak," sahut Kenjo, dengan seulas senyuman yang tersemat di bibirnya. Sorot mata yang tadinya tajam, kini sudah kembali ke posisi normal bahkan manik mata itu sekarang memancarkan kekaguman.
"Apa kamu tidak marah? apa kamu tidak mencintai Celyn?" tanya Aby, menyelidik.
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu? aku dan Celyn tidak punya hubungan apa-apa. Aku murni menganggap dia adikku saja. Dan itu sudah berlangsung mulai dari kita kecil. Katanya dia ingin memiliki seorang kakak, seperti Anin, yang bisa perhatian kepadanya. Awalnya dia berharap itu kamu, tapi kamu sepertinya selalu menghindarinya." jelas Kenjo, membuat Aby tercenung mengingat sikapnya dulu pada Celyn.
"Awalnya juga ingin membicarakan hal ini padamu, dan memintamu untuk menikahinya. Akan tetapi dia mengatakan kalau kalian tidak punya hubungan apa-apa, dan dia mengatakan kalau kamu mempunyai seseorang yang kamu suka,"
"Apa?!" pekik Kenjo, tiba-tiba berdiri dengan raut wajah yang panik.
"Ada apa? kenapa kamu bisa sepanik itu?" kening Aby naik ke atas, menatap penuh selidiki pada reaksi Kenjo yang berlebihan.
__ADS_1
"Apa dia mengatakan siapa gadis yang aku suka?" Kenjo menghela napas lega, ketika Aby menggelengkan kepalanya.
"Emangnya siapa gadis itu? kenapa kamu tidak cerita pada kami?" tanya Aby, ingin tahu. Beda dengan Calvin yang menanggapinya biasa saja, seolah-olah dia tidak tertarik untuk mengetahui siapa wanita yang disukai oleh Kenjo.
"Hmm, paling itu Anin." celetuk Calvin yang langsung mendapat tatapan yang berbeda dari kedua sahabatnya, Aby dengan tatapan penuh tanya, sedangkan Kenjo dengan tatapan ingin membunuh.
Aby kembali mengalihkan tatapannya ke arah Kenjo yang langsung berpura-pura fokus pada ponselnya.
"Hah? kamu suka adikku, Ken?" tanya Aby, dengan ekor mata yang sedikit naik ke atas, menyelidik.
"Lupakan! kamu jangan dengar kata Calvin. Sekarang, bagaimana persiapan pernikahanmu? apa ada yang perlu kami bantu? Kenjo sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Semuanya sudah diatur sama mama dan Tante Jasmine. Jadi kalian tidak ada yang perlu kalian bantu."Jawab Aby, sejenak melupakan keingintahuannya tentang siapa wanita yang disukai oleh Kenjo.
"Oh," Kenjo dan Calvin mangut-mangut mengerti.
"Apa pernikahanmu dan Celyn akan disembunyikan?" tanya Kenjo.
"Tidak! buat apa disembunyikan? aku menikah bukan untuk main-main, jadi tidak ada gunanya disembunyikan. Oh ya, aku akan melaksanakan resepsi hari itu juga." pungkas Aby.
"Tapi, yang jadi masalah sekarang, siapa yang membuat Celyn hamil? apa kalian tidak punya keinginan untuk menyelidikinya?" celetuk Calvin tiba-tiba.
"Sangat susah! Sebenarnya aku sudah berniat untuk menyelidikinya. Tapi, karena aku tidak punya clue untuk memecahkan misteri ini, aku kesusahan untuk menyelidikinya, karena Celyn sendiri juga tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi,"
"Tapi, bagaimana suatu saat ayah dari bayi yang dikandung Celyn datang kembali? apa kamu akan menyerahkan mereka pada pria itu?"
"Itu semua tergantung Celyn. Karena semua pilihan ada padanya. Kalau Celyn memilih pria itu, karena pria itu ayah dari anak yang dikandungnya, aku bisa apa? setidaknya aku sudah melakukan yang terbaik." Ucap Aby, lirih. Tiba-tiba merasa sedih membayangkan seandainya yang diucapkan Kenjo itu terjadi.
"Tapi, kamu tenang saja, karena aku yakin, kalau Celyn akan tetap memilihmu, seandainya pria itu muncul. Kenapa? karena pria yang dia cintai itu, Kamu!"
Aby sontak membesarkan matanya, menatap Kenjo dengan tatapan kurang percaya atas ucapan yang baru saja dilontarkan oleh sahabatnya itu.
"Aku? Celyn mencintaiku?"
Tbc
__ADS_1