
"Celyn!" pekik Aby sembari tersungkur ke belakang saking kagetnya. Untung ad Kenjo dan Calvin yang menahan tubuhnya, sehingga dia tidak terjatuh.
Aby terpaku seperti orang bodoh, dengan tubuh gemetar.
"By, Aby kamu kenapa? sadar, By!" Kenjo menepuk-nepuk pipi Aby untu menyadarkan pria itu.
"Ken, ini benaran atau hanya mimpi? tolong bangunkan aku, Ken!" desis, Aby lirih dengan tatapan kosong.
"By, sadar! ini benaran dan bukan mimpi!" bentak Kenjo sambil mengguncang-guncang tubuh, Aby.
"Ba-bagaimana bisa dia? Ja-jadi anak yang dikandung Celyn benaran anakku?"Suara Aby terdengar bergetar, antara bahagia dan haru bercampur menjadi satu.
"Ken, Cal, Ce- Celyn benar-benar hamil anakku." Aby berbicara terbata-bata dengan cairan bening yang menetes dari sudut matanya.
"Iya, By. Keputusanmu untuk menikahi Celyn sangat tepat." Kenjo menepuk pundak Aby dengan senyuman di bibirnya. Entah kenapa ada setitik cairan bening juga yang keluar dari sudut matanya, demikian juga halnya dengan Calvin.
"Kenapa aku bodoh? kenapa, hah?! padahal anak-anakku, sudah memberikan aku tanda, dengan aku muntah-muntah, dan berhenti tiba-tiba, ketika Celyn ada di dekatku. Kenapa aku tidak menyadari hal itu? aku memang bodoh, bodoh! " Aby memukul kepalanya sendiri, mengusap wajahnya kasar dan menarik kasar rambutnya sendiri.
"Kamu tidak bodoh, By. Stop menyalahkan diri sendiri! Seandainya kami pun di posisi kamu, mungkin kami juga tidak akan menyadarinya. Sekarang yang penting, pilihan kamu untuk menikahinya sudah tepat." Calvin buka suara, menenangkan, Aby.
"Aku hanya tidak sanggup membayangkan, seandainya aku tidak menikahinya dan dia benar-benar dikirim ke luar negri. Aku masih ingat jelas, ekspresi kebingungannya ketika mendengar kalau dia hamil. Kalian tidak melihat dia menangis, sampai bersumpah, Ken, Cal, tapi aku melihatnya! Aku melihat bagaimana dia sempat dimarahi oleh Papa Rio dan tante Jasmine." Aby kini sudah tidak memperdulikan imagenya lagi. Kini dia tidak malu lagi untuk menangis.
Aby tidak sanggup dan tidak ingin membayangkan seandainya dia tidak memutuskan untuk menikah dengan Celyn saat itu.
"Sudah! kamu jangan menangis lagi! yang penting sekarang kamu sudah tahu. Dan sekarang tugas kamu adalah membahagiakannya." Kenjo menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu dengan lembut.
"Ini semua gara-gara Shasa si wanita ****** itu! aku akan membuat perhitungan dengannya. Dan aku juga tidak akan membiarkan Gilang bebas begitu saja." tekad Aby, sembari mengepalkan kedua tangannya, kencang dan rahang yang mengeras disertai sorot mata yang sangat tajam, penuh amarah.
"Aby, sekarang sebaiknya kamu segera temui Celyn dan ngomong yang sebenarnya. Bawa barang bukti itu juga, sekalian! Dan kamu harus semakin memperketat keamanan Celyn." celetuk Calvin.
"Astaga! Celyn ada di butik, aku harus segera ke sana, sebelum Gilang dan Shasa, melaksanakan rencana mereka." Aby berlari keluar disusul oleh Kenjo dan Calvin.
__ADS_1
Sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu, Aby memutar kembali badannya dan menoleh ke arah Yuda.
"Om, Yuda! kamu batalkan kerjasama dengan GA, group milik Gilang dan akuisisi perusahaan itu segera! buat dia kehilangan segala-galanya, sampai dia tidak memiliki apapun lagi!" Aby kembali berlari keluar setelah mendengar Yuda menyanggupi perintahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Celyn yang masih kesal dengan Aby, suaminya karena marah tidak jelas tadi pagi, memilih untuk mengabaikan perintah suaminya untuk tidak pergi kemana-mana. Dia lebih memilih untuk menyibukkan diri di butik miliknya.
Berkali-kali dia melirik ke arah ponselnya, untuk melihat apakah suaminya itu menghubunginya atau tidak.
Sesuai dengan apa yang dia pikirkan, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan melihat kalau suaminya itu sedang memanggil.
"Hmm, aku tidak usah angkat deh! biar dia tahu kalau aku lagi kesal. Sekali-sekali aku menunjukkan kekesalanku, nggak papa kan? gumam Celyn tersenyum, merasa menang.
Ponselnya berdering dan Celyn kembali harap-harap cemas, menunggu apakah Aby akan menghubunginya kembali atau tidak.
Ponselnya kembali berdering dan lagi-lagi Celyn tidak mau menjawab, malah menjulurkan lidahnya ke arah ponselnya.
"Bu, Celyn. Maaf aku disuruh Pak Aby untuk menjemput dan membawa anda ke suatu tempat," tiba-tiba seorang laki-laki berbadan tegap muncul, mengagetkan Celyn.
"Kamu siapa? apa benar suamiku menyuruhmu untuk menjemputku?" kening Celyn naik sedikit ke atas, menatap curiga pada pria itu.
"Aku bodyguard yang selama ini, diperintahkan oleh Tuan Aby untuk menjaga anda, Bu."
"Apa kamu ada buktinya?" tanya Celyn yang tidak mau percaya begitu saja.
"Ada, Bu! ini dia buktinya," pria itu menunjukkan bukti, tentang history chatnya dengan Aby suaminya, yang semuanya berisi laporan tentang Celyn.
Manik mata Celyn berembun, terharu, tidak menyangka kalau di balik sikap cueknya Aby, ternyata suaminya itu selalu memikirkan keamanannya.
"Hmm, baiklah! aku percaya. Ya udah ayo, bawa aku ke suamiku!" ujar Celyn riang.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aby yang tidak mendapat jawaban dari Celyn istrinya semakin merasa khawatir.
"Bagaimana ini? dia tidak menjawab teleponku. arghhh!" Aby menggusak rambutnya dengan kasar.
"Mungkin ponselnya di silent jadi tidak dengar, kamu tenang saja." Kenjo berusaha menenangkan.
"Tapi, perasaanku benar-benar nggak enak, Ken." Aby mengungkapkan apa yang dia rasakan
"Tenang saja! mungkin itu hanya perasaanmu saja. Jadi jangan berlebihan!" kali ini Calvin yang buka suara, dan diangguki kepala oleh Kenjo.
Aby meraih ponselnya dari dalam saku dan berinisiatif ingin menelepon bodyguard yang ditugaskan untuk mengawasi Celyn. Akan tetapi sebelum dia menekan nomor sang Bodyguard itu, bodyguard itu sendiri yang meneleponnya
"Halo, ada apa? apa ada yang terjadi pada Celyn?" cecar Aby, tidak sabaran.
"Ibu Celyn tidak ada di tempatnya, Tuan, Roni juga tidak ada." Sang Bodyguard menyebut nama rekannya yang lain.
"Bagaimana bisa?" tanya Aby dengan wajah yang semakin panik.
"Tadi aku menitipkan sebentar pada Roni, sementara aku pergi ke toilet sebentar Tuan, ketika aku kembali, Roni Sudah tidak ada demikian juga dengan Ibu Celyn. Mobil yang sering kami pakai juga tidak ada, Tuan," terdengar suara yang gemetar dari ujung sana.
"Brengsek! sepertinya Roni berkhianat! Sekarang kamu tunggu aba-aba dariku. Aku akan cek kemana Roni membawa istriku, setelah itu aku akan menghubungi kamu kembali." Aby memutuskan panggilan tanpa menunggu jawaban dari sang Bodyguard.
"Ada apa By?" tanya Kenjo, khawatir.
"Sepertinya Celyn dalam bahaya, Roni membawanya pergi tanpa sepengetahuan rekannya,"
"Jadi, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Kenjo.
"Mobil itu, aku lengkapi dengan GPS demikian juga dengan ponsel Celyn. Aku akan coba cek dulu, GPSnya ke arah mana Roni membawa Celyn.
__ADS_1
tbc