
"Buruan Dok, kita lakukan proses inseminasi ya sekarang!" Titah Shasa, sambil mendaratkan tubuhnya duduk di depan Dokter Iqbal, SpOG.
"Inseminasi apa, Nona? bukankah tadi sudah kita lakukan?" kening Dokter Iqbal berkerut, bingung.
"Apanya yang sudah? aku bahkan baru saja datang." suara Shasa mulai meninggi.
"Tunggu! siapa nama anda, Nona?" tanya dokter itu lagi dengan perasaan yang was-was.
"Aku Shasa, orang yang akan melakukan proses bayi inseminasi."
Dokter Iqbal terkesiap kaget dengan bola mata yang membesar dengan sempurna.
"Ja-jadi, jika anda Nona Shasa, pada wanita siapa yang telah aku lakukan inseminasi tadi?" ucap dokter itu dengan jantung yang berdetak kencang.
Brakk ...
Shasa menggebrak meja dengan sangat keras.
" Apa?! Dokter jangan bercanda sekarang! ke rahim siapa Spe**rma itu anda masukkan?" kemarahan Shasa sudah sampai ke ubun-ubun.
"Maaf Nona Shasa, aku tadi mengira wanita itu adalah anda, karena __"
"Bagaimana bisa anda mengira kalau dia adalah aku, hah?! pekik Shasa, murka.
"Anda jangan menyalahkanku, Nona Shasa. Ini murni kesalahan anda. kenapa anda baru datang sekarang, sedangkan perjanjiannya 2 jam yang lalu? dan kenapa anda menyuruh suami kamu yang mengantarkan sample sper**manya, dan malah bukan anda? Jadi bagaimana aku bisa mengenali wajah anda?" Dokter Iqbal melakukan pembelaan, tidak mau disalahkan.
"Dia bukan suamiku. Dan itu bukan sper**manya,"
Jawaban Shasa membuat Dokter Iqbal mengerutkan keningnya. "Jadi, kalau bukan punya laki-laki itu, jadi punya siapa?" alis Dokter Iqbal bertaut tajam, menatap Shasa, curiga.
"Anda tidak perlu tahu, karena itu bukan urusan anda. Yang jelas aku kecewa dengan anda, Dokter Iqbal, harusnya kamu tanya dulu siapa nama wanita itu?baru melakukannya proses inseminasinya."
"Bagaimana aku bisa tanya dia, Nona? dia setelah masuk ke ruangan ini langsung pingsan. Aku mengira, dia pingsan karena gugup akan melakukan proses inseminasinya," jelas Dokter Iqbal, tidak mau disalahkan
"Lagian, aku merasa tidak perlu bertanya lagi, karena aku sudah mengosongkan jadwal di jam itu, hanya untuk melakukan proses inseminasi ini. Jadi, aku mengira yang masuk ke ruanganku, ya pasti wanita yang bernama Shasa. Jadi yang salah di sini adalah anda, kenapa tidak datang tepat waktu. Pria yang mengantarkan sampel sper**ma itu juga mengatakan kalau anda menginginkan proses inseminasi langsung begitu anda datang. Jadi begitu wanita itu datang, ya aku langsung eksekusi," sambung Dokter Iqbal kembali, tegas.
"Arghh, anda benar-benar ... aku tidak tahu lagi mau mengatakan apa lagi, anda sudah menggagalkan semua rencanaku." Shasa mengepalkan kedua tangannya di depan wajah Dokter Iqbal.
"Itu salah anda, bukan salahku. Dari cara anda yang begini, aku yakin kalau anda punya niat buruk pada seseorang yang baik, makanya Tuhan menggagalkan rencana anda. Dan aku bersyukur, aku tidak memasukkan sample Sper**ma itu pada anda." ketus Dokter Iqbal.
__ADS_1
"Brengsek!" umpat Shasa, seraya berlalu keluar dari Dokter Iqbal.
Sepeninggal Shasa, Dokter Iqbal menghela napas dengan panjang, membayangkan wajah cantik wanita yang rahimnya telah diisi dengan sper**ma seseorang.
"Bagaimana nasib dia nanti kalau dia hamil? dia pasti jadi bahan gunjingan orang. Dan dia pasti bingung bagaimana dia bisa hamil," batin Dokter Iqbal yang langsung dipenuhi oleh rasa bersalah.
"Kalau sample itu bukan milik pria yang menyerahkannya padaku, jadi sample Sper** ma itu itu milik siapa?" lagi-lagi Dokter Iqbal, bermonolog pada dirinya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Shasa berjalan di koridor sebuah apartemen dengan wajah yang memerah. Aura wajahnya tampak sangat gelap, sehingga senyuman enggan untuk mampir di bibir wanita itu.
Tanpa menekan bel, Shasa langsung bisa membuka pintu apartemen, karena dia memang sudah hapal dengan kode password untuk masuk ke unit apartemen itu.
"Gilaaaang, dimana kamu?!" teriak Shasa begitu masuk ke dalam apartemen itu.
"Hei, Sayang. Bagaimana, apa prosesnya berjalan lancar? apa kamu merindukanku?" sahut Gilang yang baru muncul dari kamar, setelah mendengar teriakan Shasa.
"Apanya yang lancar, hah?! Dokter bangsat itu, salah orang. Dia malah memasukkannya sampel sper**ma Ardan pada wanita lain,"
Pria bernama Gilang itu terkesiap dan langsung menarik tubuh Shasa untuk duduk di sofa.
"Bagaimana bisa? aku mengingat dengan jelas, kalau aku mengatakan sample itu harus dimasukkan ke rahim wanita yang bernama Shasa." ucap Gilang sengit.
"Berarti itu mutlak kesalahan kamu. Lagian kenapa kamu bisa terlambat sih? kamu kemana saja?" cecar Gilang, dengan kesal.
"Arghh, kenapa kamu jadi ikutan menyalahkanku? aku sudah pusing, jadi jangan kamu membuat aku semakin pusing!" Shasa memekik kesal seraya menatap tajam ke arah Iqbal.
"Uluh ... uluh, maaf, Sayang. Kamu jangan cemberut gitu dong. Lagian aku sudah bilang, biar aku saja yang membuat kamu hamil, dan kamu bisa mengatakan kalau itu anaknya Aby. Tapi, kamu mau benar-benar mengandung anaknya, dan tidak mau menerima saranku."
"Kamu gila ya? apa kamu pikir Aby itu orang bodoh yang bisa percaya begitu saja? dia pasti tes DNA, dan selama tes DNA nya belum keluar, dia pasti mengawal ketat proses tes DNA, itu, dan kita tidak punya celah untuk memanipulasi hasilnya. Lagian kitakan sudah berjanji kalau kita tidak akan memiliki ikatan apa-apa. Ingat, kita ini hanya partner dalam se*x tidak lebih." Terang Shasa dengan nada sengit.
"Iya, iya aku ingat kok. Udah kamu jangan marah-marah ya!" Gilang mengelus-elus pundak Shasa dengan lembut.
"Apa kamu masih bisa mendekati dia, seperti kemarin dan mencuri sample Sper**ma dia lagi?" pinta Shasa dengan wajah yang memelas, memohon.
"Aku tidak mau mengambil resiko lagi, Sayang. Aku yakin kalau sekarang dia pasti sudah curiga, kenapa dia bisa tertidur kemarin." tolak Gilang seraya menggelengkan kepalanya.
"Aku yakin dia tidak akan curiga, Sayang. Kamu bisa mengatakan alasan yang sama, untuk membicarakan kembali kerja sama yang kemarin, lalu kamu buat dia tertidur lagi, baru kamu ambil lagi sample Sper**manya dari buah Za**kar nya itu." usul Shasa.
__ADS_1
"Hmm, nanti aku pikirkan. Tapi sekarang aku menginginkan tubuhmu lagi, Sayang." Ucap Gilang dengan tangan yang sudah masuk ke dalam gaun yang dipakai oleh Shasa dan memainkan jarinya di daerah inti Shasa, sehingga membuat Shasa melenguh sambil menggigit bibirnya sendiri, dan kini diapun menginginkan lebih.
"Baiklah,sepertinya aku juga memerlukan hal ini, untuk membuat otakku kembali segar." desis Shasa, di sela-sela desa**hannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku pulang!" seru Celyn dengan wajah yang pucat, ketika memasuki rumahnya.
"Kamu kenapa, Sayang? kenapa wajah kamu pucat begitu?" Jasmine, meraih pundak putrinya lalu membantu Celyn untuk duduk.
"Aku tidak apa-apa, Ma. Aku cuma merasa kepalaku sangat pusing." sahut Celyn dengan seulas senyuman di bibirnya.
"Apa kita perlu ke dokter?" tampak rasa khawatir di wajah Jasmine.
Celyn menggelengkan kepalanya , tanpa menanggalkan senyuman di bibirnya.
"Tidak perlu, Ma. Tadi Celyn sudah dari dokter." ucap Celyn, menenangkan Jasmine mamanya.
Jasmine menghela napas, lega. Kemudian dia menyugar rambut putrinya itu dengan lembut.
"Jadi apa kata Dokter?" tanya Jasmine, penasaran.
"Aku, juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, karena begitu aku masuk ke ruangan dokter itu, aku tiba-tiba pingsan. Aku juga tidak tahu pasti, ke ruangan dokter apa aku masuknya. Yang aku tahu begitu aku siuman, aku sudah berada di ruangan pasien. Aku mau nanya apa yang terjadi, tidak ada siapapun di ruangan itu, akhirnya aku memutuskan untuk pulang," terang Celyn dengan Lugas.
"Hmm, ya udah! mungkin kamu hanya kelelahan saja, dan tekanan darah kamu rendah. Jadi sekarang kamu masuk aja ke kamarmu dan istrirahat." ucap Jasmine.
"Iya, Ma. mungkin juga. Sekarang perutku, rasanya juga tiba-tiba kram Ma. Itu kenapa ya?" Celyn meringis dengan tangan yang menyentuh bawah perutnya.
"Itu tidak apa-apa, mungkin kamu bekerja terlalu berat jadi perutmu sedikit turun. Nanti di kamar, kamu bisa naikkan kakimu ke atas, saja. Lama-lama pasti baikan.
"Baik, Ma! aku masuk kamar ya?" Celyn mengayunkan langkahnya dan masuk kedalam kamarnya, setelah Jasmine menganggukkan kepalanya, mengiyakan.
Tbc
Jreng-jreng ada apa dengan Celyn?🤔
Please untuk tetap meninggalkan jejak ya gais. Like, vote dan Komen. Thank you
__ADS_1
Shin Se Kyung as Celyn