
Saat tiba di apartemen milik Al, Laila nampak terkejut dengan bingung. Pasalnya apartemen Al,sudah bersih dan kinclong.
Kalau bersih seperti ini,mulai darimana aku ngerjainnya? Masa sih,Al yang bersihin ini semua. Batin Laila,ia terlihat mondar-mandir sambil membawa kemoceng. Ia hanya mendengus kesal, pasalnya apartemen Al benar-benar bersih.
Al,hanya menatap dari kejauhan. Ia tersenyum kecil,karena Laila kebingungan.
"Al, kenapa apartemen milikmu tanpa debu sama sekali? Apa ada seseorang yang membersihkan nya,aku bingung lo. Mau bersihin yang mana,karena sudah bersih,rapi dan kinclong. Harum lagi,". Ucap Laila, terlihat kesal. Ia menghampiri Al,yang bersandar di sofa.
"Aku belum mandi, Lai. Bagaimana kalau kamu,mandiin aku". Kedip mata Al, sedikit nakal. "santai dulu lah, duduk manis di dekatku. lihatlah di meja,ada beberapa minuman dan cemilan untukmu".
"Ogah,bukan muhrim...!!!". Tegas Laila,ia duduk di sofa. "aku ke sini,mau bersih-bersih Al. bukan santai-santai, menghabiskan cemilan yang kau beli".
"Ya udah,kita nikah aja. Biar halal Laila,kan bisa setiap hari kamu mandiin aku". Kini Al,menggoda Laila. "Bagaimana,aku nurut kok. anteng aja,kaya bayi di mandiin"
Laila,hanya tersipu malu-malu. Pipinya merona merah seperti tomat masak,ia tersenyum kecil. "Ogah banget,nikah sama kamu. Masa tunangan dengan orang,nikah sama aku. Apa kata orang nanti, bisa-bisa harga diriku hancur berkeping-keping".
"Nikah diam-diam kan bisa, Lai. Cukup Tuhan,kau dan aku yang tau". Kini Al, cekikikan tertawa. Aku bakalan mengumumkan bahwa dirimu adalah istriku,jika antara kau dan aku benar-benar menikah.
"Iiissshhh...gak lucu banget,kamu cocok lo sama Emily. Aku setuju kalian menikah,". Ucap Laila,ia tersenyum manis. Sabar Laila,demi rencana mu. kau harus sekuat mungkin, menahan rasa sesak ini.
Al, mendengar ucapan dari Laila. Membuat hatinya, tiba-tiba kesal. "Tidak usah membahas tentang itu,saat kita berdua Laila". Kenapa Laila, membahas tentang ini. bikin mood hilang, apakah dia cemburu.
__ADS_1
"Kenapa Al, sebenernya aku tidak enak hati. Aku seorang perempuan,masuk di apartemen milik mu. Apa lagi kamu, tunangan perempuan lain. Takutnya orang-orang sekitar, memikirkan hal yang tidak baik". Ucap Zahra, sebenarnya dia enggan ke tempat Al. Namun demi balas budi, terpaksa harus pergi.
Entah kenapa, Al merasa tak nyaman dengan perkataan Laila. Awalnya dia tersenyum senang, karena bisa berduaan dengan Laila. Tapi, Laila malah membahas tentang pertunangannya dengan Emily. Tiba-tiba perasaannya terasa hambar,hilang seketika mood bersama Laila. Aku kira kau cemburu Laila, ternyata memikirkan perasaan orang lain.batin Al,ia sedikit kecewa dengan sikap Laila.
Maafkan aku,Al. Mungkin kau marah,karena aku membahas tentang ini.batin Laila,ia merasa tak nyaman dengan tatapan Al. "Sebenarnya ada yang aku katakan kepadamu,".
Al, langsung menoleh ke arah Laila. "Katakanlah,apa yang kau ingin katakan". Jawab Al,dengan dingin.
"Kau marah kepadaku,saat membahas tentang ini". Tanya Laila,namun Al tersenyum kecil.
"Kenapa kau membahas tentang ini, apakah kamu cemburu Laila? Apa kamu menyukaiku, mencintaiku? Katakanlah, sejujurnya ". Ucap Al,ia langsung meninggikan suaranya.
Laila, terkejut mendengar ucapan Al. Namun, ia teringat sesuatu yang membuat dirinya untuk tidak mengakui sebenarnya. "Tidak,aku tidak pernah mencintaimu dan menyukaimu Al. Kau tahu, jika aku menyukai dan mencintai seseorang hanya Ustadz Zulkifli. Memang beberapa hari lalu, Hafizah memintaku untuk menerima lamaran untuk Suaminya. Tapi,aku meminta waktu. Mungkin besok aku,akan menjawab nya". Ucap Laila, begitu tenang. Namun di dalam hatinya, begitu sakit. Ia sekuat mungkin, menahan air matanya agar tidak lolos.
Mendengar jawaban dari Laila, seketika hati Al hancur berkeping-keping. Dadanya begitu sesak untuk bernafas, seakan-akan jantungnya berhenti berdetak. "Ka-kau bersedia untuk menjadi madunya, Hafizah. Sebesar itukah cintamu Laila,kepasa Ustadz Zulkifli. sehingga mau menjadi istri keduanya,sampai kau tidak memperdulikan omongan orang lain"
"Iya, cintaku sangat besar Al. Biarkanlah orang-orang sekitar, menganggap bahwa diriku perempuan bodoh. Tapi,kami saling mencintai dan menyayangi. Kenapa, kamu tidak terima.hemmm...". Tanya Laila,ia mendelik ke arah Al.
Apakah aku,jujur saja Kepada Laila? Jika aku sudah lama menyukainya dan mencintainya. Apakah sudah saatnya, untuk melepaskan dirinya dan membiarkan dia menggapai cintanya itu. Sanggup kah aku, kehilanganmu Laila. Batin Al,ia mengepalkan kedua tangannya. Hatinya memanas, ingin sekali meluapkan emosi yang sudah menggebu-gebu.
"Aku jujur Laila,pertama kali aku melihatmu dan detik ini juga. Aku sangat mencintaimu dan menyukaimu,tapi sekuat mungkin menahan rasa ini untukmu. Kau tahu, Laila? Bagaimana caranya,agar aku bisa memilikimu". Al, semakin menghimpit tubuhnya Laila. Kenapa kau tega melakukan ini, Laila. tak sadarkah,jika aku sangat mencintaimu. setega inikah,kau menyakitiku karena kau tak pernah merasakan cintaku padamu.
__ADS_1
Laila,hanya diam dan menatap setiap manik-manik mata Al. Maafkan aku, Al. Maaf,ini semua demi kebaikan bersama.
"Tapi,aku sadar Laila. Cinta tak bisa di paksakan, walaupun melakukan apapun untuk kebahagiaannya. Jika dia tidak mencintaimu, lepaskan. Begitu juga aku,yang mencintaimu cukup lama dan memendam rasa. Aku do'akan semoga kamu bahagia bersamanya,mulai detik ini. Kita jangan pernah berbicara lagi,anggap saja tidak saling mengenal satu sama lain . Aku benar-benar kecewa kepadamu, Laila. Kau perempuan bodoh,yang pernah aku temui. Pergilah, sekarang juga. Aku sangat membenci mu, Laila". Al, mendorong tubuh Laila. Ia sedikit terhayung ke samping, untuk Laila secepatnya menyeimbangi tubuhnya agar tak jatuh.
Laila,hanya menutup mulutnya saat Al mengungkapkan isi hatinya selama ini. aku juga mencintaimu sangat mencintaimu, Al. tapi,aku terpaksa melakukan hal ini. maafkan aku,tidak bisa memperjuangkan cinta kita. aku harap kita sama-sama, mengikhlaskan perasaan ini.
Entah kenapa,rasa cinta dan kasih sayangnya untuk Laila. berubah rasa benci yang begitu besar. Al, langsung membalikkan badannya tak ingin menoleh ke arah Laila.
Begitu juga Laila,ia tersenyum dan menangis. akhirnya rencana darinya, berjalan dengan lancar. Ia langsung mengambil tas dan berlari ke luar apartemen milik Al. Di balik pintu apartemen, Laila menangis kesegukan.
Hatinya begitu sakit,saat Al membentak keras kepadanya dan sedikit mendorong tubuhnya. Kini Laila,sadar bahwa cinta dan kasih sayang untuknya sudah berubah rasa benci.
Laila, terpaksa melakukan hal ini. Karena seseorang yang sudah mengancam dirinya, sehingga tak bisa berkutik apapun lagi.
Laila, berjalan menuju lift dengan langkah gontai sambil menangis.
Sedangkan Al, mengobrak-abrik isi apartemennya. Tangannya mengeluarkan darah segar, terkena pecahan kaca. "Aaaaaaakkkk....Laila...!!! Aku sangat membenci dirimu, Laila". Teriak Al, begitu keras.
Prankkkk... prankkkk....
Barang-barang berhamburan karena Al,ia melempiaskn amarahnya dan rasa sakit di hatinya. Air mata seorang pria, akhirnya lolos juga. Al, berlutut di lantai dan mengusap wajahnya dengan kasar. "Aaaaaaahhhh.....aku kecewa Kepadamu, Laila". Sorotan mata Al, memerah manahan rasa amarahnya.
__ADS_1