
"Siapa kalian? Mana Laila" bentak Al,ia terkejut melihat ada dua orang keluar dari rumah Laila.
"Siapa kamu? Kami keluarga Laila". Jawab Lilis, dengan nada tinggi. Tampan sekali,siapa pria ini? kenapa mencari Laila.
"Aku adalah kakak kandung ibunya Laila,siapa kamu". Tanya bu Ati. "kami tidak tahu,dimana Laila? dia pergi dan membawa tas lumayan besar ".
Ternyata mereka keluarga Laila,lalu kemana laila? Apa dia ke rumah,Aaahh...sial. batin Al,ia meninggalkan perkarangan rumah Laila. "Ck, payah". decaknya Al.
"Ehhh...siapa kamu? Kenapa kamu pergi" teriak Lilis,yang tak di hiraukan Al. "Siapa bu, kelihatan kaya deh. Mana tampan sekali,apa jangan-jangan kekasihnya Laila".
"Bisa jadi, baguslah kalau itu kekasihnya Laila. Terus menikah,kita bisa menumpang hidup secara gratis kepadanya". Ide bu Ati.
"Emang Laila mau,bu? Sedangkan kita,sangat buruk memperlakukan ibunya dulu. Sehingga mereka kabur kesini dan hidupnya malah enak". Gerutu Lilis, dengan kesal
"Kita lihat saja nanti, Laila itu bakalan tunduk sana ibu". Senyum merekah bu Ati,sudah pasti keponakannya itu kau menuruti perkataannya.
Al,yang tergesa-gesa menuju ke rumah ustadz Zulkifli. Ia berteriak-teriak memanggil Ustadz Zulkifli dan istrinya. Tak memperdulikan orang-orang sekitar,tengah berbisik-bisik kenapa Al sampai berteriak-teriak seperti itu.
"Ustadz Zulkifli, Hafizah....keluar kalian, Ustadz Zulkifli, Hafizah....!!!" Al, berteriak-teriak beberapa kali. "Ouy,keluar kalian".
Sontak ustadz Zulkifli dan Hafizah, terkejut mendengar memanggil nama mereka. Saat ini mereka tengah,makan siang bersama.
Ustadz Zulkifli, tergesa-gesa keluar rumah dan menemui Al. Hafizah,juga menyusul suaminya keluar.
"Ada apa Al? Kenapa berteriak-teriak, tenangkan dirimu. Lihatlah orang-orang sekitar, melihatmu". Ustadz Zulkifli, mencoba menenangkan pikiran Al.
"Aku tidak perduli,dimana Laila? Dimana kalian menyembunyikan dirinya". Tanya Al, seandainya tidak memandang seorang ustadz. Mungkin Al,sudah mencekram kerah bajunya.
"Laila? Kami tidak tahu,ada apa dengan Laila". Ustadz Zulkifli,juga terkejut mendengar ucapan Al. Kenapa Al, terlihat begitu marah? lalu ada apa dengan Laila,apa dia terjadi sesuatu lagi.
"Ck,tidak usah berbohong kepadaku. Kalian kan menyembunyikan Laila,dia menerima lamaran mu. Sudah punya istri,masih menginginkan wanita Lain". Decak Al, dengan emosi.
__ADS_1
"Astagfirullah, kenapa seorang Ustadz melakukan hal itu,". bisik lainnya.
"Pasti istrinya yang membuat ulah lagi". sahut ibu-ibu lainnya.
"sudah pasti, kasian sekali Laila. selalu di usik Hafizah". timpal lainnya, beberapa orang-orang sekitar nampak membicarakan mereka.
Orang-orang sekitar juga, berbisik-bisik satu sama lain. seorang Ustadz,bisa melakukan hal tercela seperti itu. Sontak membuat ustadz Zulkifli,merasa malu mendengar perkataan Al. "Aku berani sumpah,aku tidak tahu dimana Laila? Kapan aku melamar Laila,aku punya istri Al. Tidak ada niatan aku menikah lagi,kau jangan menuduhku macam-macam,". Ustadz Zulkifli,juga emosi mendengar atas tuduhan Al. Astagfirullah,tenangkan hatimu Zulkifli. jangan terbawa emosi,istighfar...anggap saja ini adalah ujian hidupmu.
"Jangan sok tidak tahu, ustadz. Istrimu yang mendatangkan diri,ia melamar Laila untukmu dan Laila menerima lamaran itu". Kata Al, tersenyum smrik.
"Bohong,". Sahut Hafizah, langsung. "Laila, tidak menerima lamaran dariku. Dia menolaknya,". kenapa Al, menuduh ku seperti ini. Apa yang terjadi,apa jangan-jangan Laila sengaja membuat masalah lagi.
"Ck, manusia ular berhati licik. Kau kira aku tidak tahu ha? Jangan-jangan kau,yang sudah menyembunyikan dia". Al, mencekram lengan Hafizah. Kalau tidak memandang istri seorang Ustadz, sudah aku penggal kepalanya.
Sehingga Hafizah, meringis kesakitan. "Hafizah,apa lagi yang kau perbuat ha? Belum cukupkah yang dulu,". Bentak ustadz Zulkifli,dadanya naik turun. Nafasnya sudah tak beraturan, matanya memerah manahan emosi.
"Mas,aku benar-benar tidak tahu? Dimana laila,aku hanya bertemu beberapa hari lalu. Seterusnya aku tidak tahu,mas". Jawab Hafizah,air matanya luruh sudah."lepaskan Al,aku benar-benar tidak tahu. aku memang datang kepadanya, meminta maaf dan melamar dia untuk suamiku. tapi,dia menolaknya tidak mau menjadi maduku,".
"Lepaskan istriku,Al. Aku tahu,dia tak berbohong. Kami tidak tahu dimana Laila". Ustadz Zulkifli, melemahkan suaranya.
Al, melepaskan cengkraman tangan Hafizah dengan tatapan tajam. "Kau tanya saja dengan keluarganya, bukankah mereka tinggal di rumah Laila". Kata Hafizah,ia menjauhkan diri dari Al.
"Tidak ada,aku sudah kesana. Aku minta maaf, sudah melakukan kegaduhan. Tapi,jika benar kalian melakukan hal ini. Ingat, aku tidak akan melepaskan kalian". Seringai tajam Al,ia langsung meninggalkan perkarangan rumah ustadz Zulkifli.
Semuanya gara-gara Laila, habislah sudah. Suamiku,akan marah besar lagi kepadaku. Batin Hafizah, tangannya sudah gemeteran. "Maafkan aku,mas". Lirihnya. "Aku berani sumpah,tidak menyembunyikan Laila".
"Lupakanlah,ayo masuk". Ustadz Zulkifli,menarik lengan Hafizah. "Maafkan aku". Setidaknya aku melemah dulu Kepada, Hafizah. siapa tahu,aku mendapatkan informasi tentang Laila darinya.
Mendengar ucapan kata maaf dari sang suami, Hafizah mendongakkan kepalanya ke atas. "Terimakasih,mas. Aku sangat mencintaimu". Hafizah, memeluk erat tubuh suaminya. Pasti ada sesuatu,kenapa dia tiba-tiba melemah seperti ini.
"Hafizah,jangan memelukku di sini. Malu, diliat orang". Kekehnya ustadz Zulkifli, tersenyum kecil.
__ADS_1
Hafizah,merasa hatinya berbunga-bunga bercampur aduk. Ia hanya tersipu malu-malu, Hafizah menyadari bahwa sang suami benar-benar mencintainya. Namun di sisi lain, Hafizah masih meragukan perasaan suaminya terhadap Laila. maafkan aku,mas. hatiku masih ragu Kepadamu. kau telah menghancurkan kepercayaan ini, begitu juga dirimu yang sudah kecewa kepadaku.batin Hafizah,ia tersenyum getir.
Sedangkan Al, berkeliling mencari keberadaan Laila. Ia juga beberapa kali menghubungi teman-temannya dan anak buahnya namun nihil. Nomor ponselnya Laila,juga tidak aktif dan tidak dapat di lacak lagi.
"Laila,hanya dekat dengan Shelly. Tapi,kata Shelly dia tidak tahu. Sepertinya aku tahu,harus kemana.sedangkan dia,hanya berekspresi biasa saja. Aaahhh. Ternyata kau di sana Laila,". Al, langsung menuju tempat lokasi dimana Laila berada.
********
Sedangkan di tempat lain. Laila dan Shelly, tengah buru-buru untuk kabur. Masalahnya mereka sudah curiga,jika Al akan datang ke rumahnya.
"Kita kemana Shelly,kenapa Al tiba-tiba mencariku. Apa jangan-jangan aku ketahuan, habislah aku". Laila,panik dan ketakutan.
Shelly, langsung menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Baru beberapa menit, mereka di hadang beberapa mobil di tengah jalan. Shelly, menghentikan mobilnya. saat ingin mundur, ternyata di belakang juga ada mobil yang sudah menjaga agar tidak kabur kemana-mana.
"bagaimana ini,kita tidak bisa kemana-mana,". Shelly,juga merasa ketakutan.
"ya Allah, bagaimana ini? kemana kita kabur". Laila,nampak ketakutan. beberapa orang keluar dari mobil, berpakaian serba hitam dan menggunakan topeng tengkorak.
"Laila,aku takut". Shelly dan Laila, merasakan amat sangat takut.
"bagaimana ini, mereka ke sini". Laila, memeluk tubuh Shelly, dengan erat.
para pria bertopeng tersebut, mengeluarkan sesuatu dari tasnya. seperti benda suntikan,lalu mencari celah agar bisa di masukkan ke dalam mobil Shelly.
"Asap apa ini,uhukk...uhukkk...kenapa kepalaku tiba-tiba pusing,". ucap Laila,ia menahan kepalanya dan menggelengkan juga
"Ada apa ini,kenapa aku melihat buram. shhhh....". lirih Shelly,lalu dia ambruk tak sadarkan diri. begitu Laila,juga tak sadarkan diri.
Asap kecil masuk ke dalam mobil lama-lama semakin besar. sepertinya mereka membius Laila dan Shelly. begitu mudah mereka membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh Laila dan Shelly.
Salah satu pria bertopeng tersebut, menelpon seseorang sepertinya menelpon Tuannya.
__ADS_1