ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Sebuah Ancaman


__ADS_3

"Arkana Syehan". Gumam Al,saat pintu rapat terbuka lebar terlihat sesosok pria yang pernah di hati Laila. Yaitu Arkana, seorang ahli waris tunggal di keluarga Syehan. Kebetulan sekali, perusahaan Syehan bekerjasama dengan perusahaan ZA. Yang di pimpin oleh Zense Alvaro dan jatuh ke tangan anaknya Al Negredo.


"Maaf,atas keterlambatan datang". Ucap Arkana,ia duduk yang sudah di persilahkan oleh Al.


Ternyata dia,mantan kekasihnya Laila. Ck,dia tidak apa-apanya dibandingkan dengan ku. sangat jauh, sudah pasti Laila,akan memilih diriku.batin Al,ia tersenyum smrik dan menatap tajam ke Arkana.


"Tidak masalah Pak Arkana, waktu kita masih banyak". Senyum smrik Al,ia sengaja meletakkan ponselnya di meja. Tentu dengan layar menyala, terlihat jelas wallpaper ponselnya adalah gambar Laila.


Ternyata memang benar,atas rumor beredar. jika tatapan Tuan Al, begitu tajam dan menakutkan.batin Arkana,gugup dan takut itulah yang di rasakan olehnya.


Sontak membuat Arkana, melirik ke arah ponsel Al. Bukankah,itu gambar Laila? Kenapa ada di wallpaper ponselnya Tuan Al? Jangan-jangan, mereka memiliki hubungan. Tidak, mungkin beda orang.batin Arkana, ia tersenyum kecil.


"Kenapa pak Arkana, bolehkah aku melihat perjanjian kerjasama kita dari Anda". Pinta Al,ia menyunggingkan senyumnya. Aku yakin,kau pasti terkejut melihat wallpaper ponselku. Pasti Arkana, tengah sibuk menerka-nerka apa benar. gambar tersebut adalah Laila,batin Al. Tentu saja,kau cemburu bukan.


Al,sengaja membuat Arkana gelisah dan dia memberikan maps kepada Al. Sesekali dia melirik ke arah ponselnya Al, untuk memastikan bahwa gambar itu benar-benar Laila. Terlihat gerak-geriknya Arkana, membuat Al terkekeh dalam hatinya.


"Aku lihat Anda, dari tadi melihat ponselku. Ada apa,apa ada sesuatu". Tanya Al, walaupun sebenarnya dia tahu apa yang di pikirkan Arkana. Membuat Arkana, menjadi gelabakan karena ketahuan melirik ponselnya.


"Maaf, Tuan Al. Bukan maksudku, lancang terhadap Anda. Tapi, wallpaper ponsel Anda. Seseorang yang saya kenal, namanya Laila". Jawab Arkana, sedikit keberanian untuk menyatakan tentang wallpaper ponselnya Al. semoga saja,aku tidak menyinggung perasaan Tuan Al.

__ADS_1


"Benarkah,hemm...bisa jadi orang yang sama, sebentar aku memperhatikan gambar lainnya. Namanya juga sama, Laila". Al, mengambil ponselnya dan memperlihatkan gambar Laila yang lain.


Benar,ini tidak salah lagi. Ini benar-benar Laila,apa hubungannya Tuan Al dan Laila.batin Arkana, matanya memerah manahan rasa cemburunya. "Benar,dia orang yang saya kenal. Tapi,apa hubungannya Anda dan Laila. Anda,tidak macam-macamkan".


"Saya tidak macam-macam,pak Arkana. Laila adalah tunangan saya, walaupun belum di umumkan dan masih di rahasiakan". Jawab Al,ia menyunggingkan senyumnya. Al, sengaja memberitahu hubungan mereka,agar Arkana tidak mengharapkan lebih kepada Laila.


Tidak,ini tidak mungkin. Kenapa bisa,kenapa sainganku seberat ini.batin Arkana. "Oh, selamat atas pertunangan Anda dan teman saya. Dia adalah teman saya, waktu sekolah dulu". Arkana,tidak menceritakan tentang masa lalunya bersama Laila.


"Sama-sama, do'akan semoga tidak ada yang mengganggu hubungan antara kami". Senyum smrik Al. Walaupun kau,tidak memberitahu kepada ku tentang masa lalu kalian. Tapi,aku sudah tahu sebelum Laila mengatakannya.


Tidak mungkin,jika Tuan Al sampai tahu tentang masa lalu kami. Setahuku, seorang Al tidak mungkin mencari informasi sejauh ini.batin Arkana. "Iya,Tuan. Baiklah,kita melanjutkan kontrak kerja sama antara kita. Saya, sangat beruntung sekali bisa bekerjasama dengan perusahaan Anda. Bahkan, perusahaan lainnya juga berlomba-lomba untuk bekerjasama. Sungguh keberuntungan bagi ku, untuk kali ini". Arkana, tersenyum kecil. Ck,aku akan berdoa semoga hubungan antara kalian. akan berakhir, secepat mungkin kalau bisa.


Hampir dua jam lebih, mereka mengadakan rapat. Arkana,merasa lega karena terlepas dari Al. Fiuuhh, akhirnya aku lepas dari tegangan yang kuat dari Tuan Al.batin Arkana.


"Sial, aku harus menemui Laila. Dia adalah milikku, tidak akan pernah bisa lepas dariku". Arkana, langsung menancapkan gas mobilnya dan meninggalkan perusahaan Al.


Sedangkan Al,juga meninggalkan perusahaannya. Ia berniat untuk menemui Laila,ia tahu jika Arkana menemui tunangannya itu.


********

__ADS_1


Di tempat lain, Laila tengah menikmati sarapan siangnya.


"Laila". Ucap seseorang wanita yang tengah berdiri di sampingnya.


Laila, menoleh ke arah wanita itu. "Emily,". Kenapa Emily,ke sini? Apa dia ingin bertemu dengan ku,tapi apa.


"Aku boleh duduk,". Tanya Emily,yang langsung di angguki oleh Laila. "Baguslah, aku ingin berbicara satu hal kepadamu". Terlihat Emily, menyunggingkan senyumnya.


"Tumben sekali,kau ingin berbicara denganku. Ada apa, jangan membuatku merasa penasaran". Tanya Laila, ia sedikit gugup. Tidak mungkin,bukan? Jika Emily,tahu hubungan antara aku dan Al. Bukankah,kami sudah menyembunyikan hubungan kami.


"Yaahhh...aku hanya ingin memperingati dirimu, mungkin kau tahu. Jika aku dan Al, tunangan kami sudah berakhir dan lebih menyedihkan lagi. Aku menikah dengan pria lain,karena alasan yang sangat kuat dan kau tidak perlu tahu itu". Ucap Emily,ia menatap tajam ke arah Laila.


"Lalu,apa hubungannya dengan ku? Kenapa kau menemaniku, bukankah antara kita tidak memiliki apa-apa lagi". Kata Laila,ia mencoba sesantai mungkin.


"Al adalah milikku dan tidak bisa di miliki oleh siapapun. Apa lagi dirimu,aku akan melakukan apapun itu. Ingatlah Laila,jangan coba-coba mendekati Al atau menggodanya. Aku tak segan-segan, menghancurkan hidupmu. Bahkan,aku sangat mudah. Menghilangkan nyawamu, kenapa kau takut? Aku memiliki banyak uang,jadi aku bisa melakukan apapun. Termasuk Al, membenci dirimu. Aku lihat-lihat,kamu masih perawan. Bagaimana, keperawanan itu di renggut secara paksa. Aku yakin,Al akan membenci dirimu". Emily, mencoba mengancam dan menakuti Laila.


Mata Laila, mulai berkaca-kaca saat mendengar perkataan Emily. Begitu mudahnya,dia melakukan hal se keji itu tanpa perasaan apapun. Tidak,aku tidak mau mengotori harga diriku. Lebih baik aku mati, daripada terjadi pada tubuhku.batin Laila. "Kau ,kau begitu jahat Emily. Apa kamu,tidak memiliki perasaan ha? Kau seenaknya melakukan hal itu, mentang-mentang kau memiliki uang. Sedangkan aku,aku sadar tak mampu melakukan hal itu. Ha...dimana hati nurani kamu, Emily. Itu namanya adalah obsesi,bukan cinta. Seharusnya,kamu sadar jika di luar sana banyak yang mencintaimu dengan setulus hati. Percuma,kamu melakukan apapun. Tapi,tidak ada gunanya sekalipun kau menghabisi perempuan itu. Ingatlah,jangan sampai menyesal". Ucap Laila, sambil menahan air matanya. Ia tersenyum kecil dan sekuat tenaga untuk tegar.


"kau,tidak berhak menceramahi diriku. jika aku,tidak bisa memiliki Al. orang lainpun,juga tidak akan bisa memilikinya. walaupun, nyawaku taruhannya Laila. Ingatlah,jangan sampai berani mendekati Al. kau akan siap-siap, mendapatkan kejutan spesial dariku. sepertinya,cukup untuk memperingati dirimu. dasar perempuan miskin, ingin bersanding dengan Al. Apa kamu tidak malu, derajat kalian sangat jauh. Laila,Laila...bilang saja,kamu adalah perempuan matre. bay, ingatlah dengan ancamanku". Emily, melangkah kakinya dan pergi meninggalkan Laila.

__ADS_1


Laila, masih terdiam. air matanya luruh sudah, sedari tadi dia menahannya. "kenapa seperti ini,apa yang aku lakukan sekarang. aku memang tidak pantas, bersama dengan Al. aku dan dia, sangatlah berbeda. apakah aku harus menyerah begitu saja dan memutuskan semuanya". kini Laila, menangis kesegukan mengingat perkataan Emily.


__ADS_2