
"Kemana, lari-larian". Tanya Abraham, melihat anaknya melewatinya. Ck, palingan mencari Kai. rasakan, sudah tiada baru deh nyesal.
"Kok,papah di sini? Kai,nya mana pah". Tanya Elvina,ia calingukan ke bawah mencari sesosok Kai. Jangan-jangan,Oh.... kenapa aku bodoh sekali,sial-sial.
Sedangkan Abraham, masih setia menunggu anaknya di depan pintu. Takutnya,sang anak kenapa-kenapa. Ia sambil memainkan laptop dan di temanin secangkir kopi panas. "Lah, bukannya kamu tadi menyuruhnya pulang. jelas dong,dia pulang". Jawab Abraham.
Betapa kesalnya Elvina,kenapa ayahnya. "Papah,gak peka. Kenapa main suruh aja, ajak ngobrol kek atau minum kopi bersama. Terserah, ngapain gitu". Punya papah,gak peka terhadap anaknya sendiri. sudah anaknya, bucin sama Kai. malah beneran,di suruh pulang lagi.
"Kenapa jadi salahin papah, seharusnya kamu yang buang-buang waktu. Ciyeehh....nyesalkan, Kalau sudah pulang. Sok jual mahal,sih". Abraham, tersenyum mengejek. Bakalan rame nih,aku akan memanasi perasaan J. hahahha, calon besanku. Abraham,hanya cekikikan tertawa dalam hatinya.
"Papah,gak peka banget. Au ah.....sebel deh,sama papah". Elvina, menghentakkan kakinya dan masuk ke dalam kamar. Ya Tuhan,aku nyesal.... pengen nangis,huuuu....huuu.... aku tarik deh, kata-kata tadi. kembali Kai,huuu....huuu....
Abraham,hanya cekikikan tertawa melihat tingkah laku anaknya. "Ck, banyak drama". Gumam Abraham,yang langsung melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Kai,yang tergesa-gesa masuk ke dalam rumah.
Ayunda,nampak heran melihat anaknya. tidak seperti biasanya,sang anak baru pulang jam segini.
"Tumben-tumbenan,baru pulang? Darimana saja,hemmm". Tanya Ayunda,kepada anak bungsunya.
"Ada yang penting, makanya pulang telat". Jawab Kai, yang langsung masuk kedalam kamar.
Beberapa menit kemudian,Kai yang sudah rapi langsung tergesa-gesa keluar.
"Lah,mau kemana kai? Makan dulu,". Teriak Ayunda. Yang hanya geleng-geleng kepala, sepertinya ada Sesuatu yang terjadi kepada anaknya. tapi,dia tidak menghiraukan anaknya sudah besar.
"Gak,makan di jalan saja". Jawab Kai,terus keluar rumah. Ia langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan perkarangan rumah.
"Kenapa teriak-teriak,sayang". Terlihat J,yang baru bangun. Ia mengucek-ngucek, kedua matanya.
"Tuh,Kai pulang sekolah telat. Baru pulang, malah pergi lagi". Ucap Ayunda, membuat J terheran-heran.
"Emang,tau kemana dia pergi". Tanya J,yang tak pernah seperti ini kelakuan anaknya. Ayunda, hanya menggeleng kepalanya. J, langsung menghubungi seseorang.
Pasalnya,dia takut Kai kenapa-kenapa. Apa lagi,tak pernah melihat Kai yang keluar rumah untuk pergi tanpa memberitahu kedua orangtuanya.
***********
__ADS_1
Ngeeeeeng.... Ngeeeeeng....
Ngeeeeeng... suara kopolan motor, begitu sangat keras. untungnya,jauh dari tempat pemukiman warga sekitar.
Arlo dan temannya, sedang berlatih balap motor. Terlihat, mereka tengah tertawa lepas bersama. Arlo dan teman-temannya, sering mengadakan balap motor liar.
Namun, mereka sudah di pantau oleh seseorang. Tibalah,satu mobil hitam berhenti di hadapan mereka.
Arlo dan temannya,nampak heran. Siapa yang datang ketempat tongkrongan mereka,satu sama lain mereka saling menoleh dan menaikan bahu.
Seseorang keluar dari mobil,tapi tidak tahu siapa? Terlihat jelas seorang pria, menggunakan jaket dan celana serba hitam. Lalu wajahnya, menggunakan topeng tengkorak. Tangannya, terdapat sebuah rantai panjang.
Arlo dan teman-temannya, langsung bergidik ngeri.
"Siapa kau,". Tanya Arlo,yang tak berani mendekati pria tersebut.
Pria bertopeng tengkorak tersebut,mengacung jempol dan ke bawah. Seakan-akan,mengejek Arlo dan teman-temannya.
"Wahhhh... sepertinya,dia mengejek kita Arlo". Kata Roy,nampak geram.
"Benar sekali,kita basmi saja dia.Bukankah,kita sudah lama tidak bersenang-senang". Sahut Jody. Ia nampak begitu, sangat bersemangat.
"Alahhh... jangan jadi pengecut,kita serang bersama-bersama. Sedangkan dirinya, hanyalah seorang diri". Senyum smrik Arlo.
"Hahaha...benar sekali,aku ingin menghajarnya habis-habisan". Kata Roy, penuh semangat.
Pria bertopeng tersebut, mengangkat tangannya dan menunjukkan jarinya ke arah Roy. Agar dia yang lebih dulu,maju dan menghadapinya.
Roy,yang sok berani. Tetapi, dalam hatinya takut. "Baiklah,aku maju duluan". Dengan gagah beraninya, Roy maju ke arahnya.
Bari beberapa langkah,pria bertopeng tersebut memainkan rantai besinya dan melilit ke leher Roy.
"Aaaargghhh....lep-lepaskan... Aaaakkhh". Roy,hanya meringis kesakitan. ia merasakan lehernya, hampir putus.
Pria bertopeng tersebut,menarik berlahan-lahan dan menghempaskan tubuh Roy ke mobil. Hingga lehernya terlilit rantai dan tercekat. Saat lilitan terlepas dan mengeluarkan darah dari mulut. Karena hempasan pria bertopeng tersebut, terlalu kuat.
"Uhuukkk.... Uuhukk... Uuhukk....". Roy, terbatuk-batuk berdarah. Ia tak mampu bangkit lagi,karena tubuhnya terasa remuk.
__ADS_1
Melihat keadaan Roy,yang melemah. Dilon, langsung maju dan ingin menampar wajah pria bertopeng tersebut.
Namun, lehernya terlebih dahulu di cekik. Hingga Dilon,mencoba melepaskan cekikan yang begitu kuat. Pria bertopeng tersebut, langsung menghempaskan tubuh Dilon ke tanah. Lalu, menamparnya di bagian perut.
"Buuughhh....."
Walaupun,hanya satu kali. tapi,sakitnya sangat luar biasa. bahkan, terlihat debu-debu tanah berterbangan.
"Tidaaaakkkk.... Aaarghhh....". Dilon, meringis kesakitan. Mulutnya,juga keluar darah. Seakan-akan,tulang bagian belakangnya patah. "Uuhukk.... Uuhukk... Tolooong".
Arlo dan lainnya, terkejut melihat kedua temannya sudah tumbang.
Aydin, merasa ketakutan. Karena dia tipe, laki-laki penakut dan culun. "Tidak...kita minta maaf,saja. Lebih baik,kita mengalah dan terlihat dia sangat kuat". Tangannya Aydin, sudah gemeteran.
"Payah,pulang saja sana". Usir Arlo,dia langsung memberikan kode kepada teman lainnya. Untuk menyerang secara, bersama-sama.
"Yaaaaaaaaaahhhh...". Ucap mereka bersamaan,dan pria bertopeng tersebut. Langsung memainkan rantai besinya, seketika para musuh tumbang bersamaan.
"Aaaaaaakkkkhhh....".
Pria bertopeng tersebut, mendekati Arlo. Ia berjalan berlahan-lahan,dan perutnya di injak.
"Kurang ajar,siapa kau ha? Kita tidak ada masalah apapun". Teriak Arlo,ia juga ketakutan. "Aaaakkhh...kakiku,". Pria bertopeng tersebut, menginjak kakinya. Arlo,di paksa untuk berdiri.
Buuughhh... Buughhhh...
Dua pukulan melayang di bagian perut, Arlo. Dengan kecepatan,yang mustahil. Pria bertopeng tersebut,sudah memotong jari tengah Arlo.
Arlo,hanya mengundurkan diri dan tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha...hanya itu,kekuatan mu".
Namun,pria bertopeng tersebut. Menjatuhkan jari tengah,yang di potongnya. Ia lempar tepat di hadapan Arlo dan teman-temannya.
"Aaaaaaakkkkhhh....jari ku..... Aaaaakkkkkhh". Arlo,yang berteriak-teriak histeris merasakan jarinya putus. Tangannya dan seluruh tubuh, penuh dengan darah.
"Arlo,Kita harus bawa ke rumah sakit. cepatlah, Aydin sadarlah....teman kita, memerlukan bantuan mu". Aydin,masih mematung namun akhirnya langsung sadar.
Aydin, segera memasukkan temannya ke dalam mobil. Ia bergidik ngeri dan muntah,saat melihat jari tengah Arlo di tanah.
__ADS_1
Teman-temannya, langsung gelabakan dan ketakutan. Aydin,yang sedari tadi hanya diam mematung.
Pria bertopeng tersebut, langsung menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia meninggal tempat tongkrongan musuhnya, tanpa memperdulikan teriakkan mereka.