
"Yesssss....Yessss...". Elvina, sangat kegirangan loncat-loncat di dalam kelas. Para murid-murid lainnya, nampak heran melihat kelakuan Elvina.
"Elvina,kamu kenapa? Kaya baru dapat sesuatu, bahagia banget". Tanya Aida, langsung.
"Iya,gak seperti biasanya. Hayoo....ada apa, katakan". Fina,juga penasaran dengan teman sebangku nya.
"Aku sedang jatuh cinta,kembali". Jawab Elvina, sambil menari-nari. "Nananananana.... aku jatuh cinta, dengan mu".
"Astaga,teman kita stres lagi". Aida, menepuk keningnya.
"Jatuh cinta, dengan siapa". Tiba-tiba Ayan,datang dan menghampiri Elvina.
Elvina, nampak jijik dengan Ayan. Tak berapa lama, Melda juga datang. Dengan tatapan tajam dan tak suka, oleh Elvina.
Ck, penghianat dan begitu beracun. Ingin bermain-main dengan ku, baiklah aku Elvina. Siap, melayani rencana licik Kalian. "Ada deh,kepo". Jawab Elvina, terpaksa dia tersenyum agar rencananya berhasil.
"Elvina,aku mencari-cari mu tadi. Biar kita bisa bolos sekolah,bersama. Tapi,kamu sama sekali tidak ada". Ayan,pusing tujuh keliling karena mencari-cari keberadaan Elvina.
"Kamu mencari-cari ku,tidak salah? Aku yang ke sana kemari, mencarimu. Alhasil, aku seorang diri kabur dari sekolah dan aku baru datang". Jawab Elvina, terpaksa membohonginya. "Sudahlah,aku ingin kekantin jangan ikuti aku. Aku masih marah kepadamu".
"Elvina,maaf...aku tidak ke toilet, Elvina.. plis, maafkan aku". Ayan, memegang tangan Elvina.
Namun, secepatnya di tepis oleh Elvina. "Lalu,apa kamu mau menebus kesalahanmu itu". Tanya Elvina,ia memiliki ide cemerlang.
"Soal itu". Ayan,menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudahlah,aku pergi dulu. Jangan ganggu aku,". Bentak Elvina,ia menghentakkan kakinya dan pergi.
"Aduhhh... bagaimana ini,bisa gagal". Ayan, langsung menyusul berlarian.
"Ada apa lagi sih? Ganggu aja". Gerutu Elvina, ternyata Ayan menyusulnya.
"Oke,aku bakalan lakuin apa aja. Demi kamu, asalkan jangan marah lagi". Ayan, terpaksa menuruti kemauan Elvina. Tidak, aku tidak mau kehilangan Elvina. Dia adalah sumber target ku,lebih baik aku memilih Elvina di bandingkan Melda yang tidak apa-apa nya.
"Benarkah, apa yang kamu katakan". Elvina,nampak tersenyum manis. Baguslah, akhirnya dia menyetujui perkataanku.
__ADS_1
"Hemmm... bagaimana, Kita jalan-jalan sore ini. Kemanapun, terserah kamu". Ucap Ayan,ia juga memiliki rencana licik. Sedikit demi sedikit,aku akan memeras mu Elvina. Kau adalah ATM berjalan ku.
"Hemmm... biar aku pikirkan,". Apa aku terima saja, ajakannya. Tapi,apa Kai tidak marah aku jalan-jalan bersama pria lain. Aduhhh...mana baru jadian,masa aku membuat masalah sih? Terima gak yah,terima aja. Kalau sudah pulang,aku buat alasan lainnya. "Baiklah,aku terima".
"Syip,aku jemput jam lima sore". Kedip mata Ayan, ia tersenyum mereka.
"Baiklah,aku mau ke kantin dulu. Mau ikutan". Tanya Elvina, sebenarnya malas sekali berduaan dengan Ayan. Semenjak tahu,jika Ayan mempermainkan dirinya.
"Tidak,aku kembali ke kelas saja. Bay,kita bertemu di kelas". Ayan, langsung pergi meninggalkan Elvina.
"Ck, palingan mau mojok berduaan dengan Melda". Gumam Elvina,terus menuju ke kantin sekolahan.
Saat tiba di kantin, seketika Elvina langsung membalikkan badannya. Karena Kai,juga ada di kantin. "Bagaimana ini,dia ada di kantin. Kenapa aku, tiba-tiba malu begini". Gumam Elvina, sambil mengigit jarinya.
Karen perutnya keroncong, terpaksa lah. Dia memesan semangkuk mie ayam dan jus jeruk,dia calingukan mencari tempat duduk.untung sekali,tempat duduknya agak jauh dari Kai. Bahkan,dia membelakangi Kai.
"Eeehhh...ada Elvina, tumben gak satu meja dengan calon suamimu". Kata Cantika,yang baru datang.
"Apaan sih? Terserah akulah,mau duduk dimana. Bagus dong,aku gak nempel-nempel Kai. Biar kalian pada,gak cemburu". Jawab Elvina,sinis. Gak tahu deh,apa kabarnya. Jika kami sudah jadian, bisa-bisa jantung kalian gak aman.
"Emang,aku cantik banget. Kamu aja,behhh... beda jauh,kaleeee....". Elvina, mengibaskan tangannya.
Cantika,hanya memutar bola matanya dengan malas. "Ck,". Decaknya, sambil menikmati semangkuk bakso.
Elvina, menoleh ke arah belakang. Ternyata,kakak kelasnya Ayyala duduk di samping Kai. Membuat Elvina, menjadi cemburu dan terus menahan dirinya.
"Kai,kamu keren banget tau. Main bola basketnya, sumpah hatiku meleleh langsung". Kata Ayyala, membuat Cantika menatap jijik melihat aksi kakak kelasnya.
"Sumpah deh,aku gak suka banget sama kakak kelas sok kecentilan melebihi dirimu. Baguslah,kamu insyaf Vin". Bisik Cantika,kepada Elvina.
Elvina, mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Cantika. "Bodo amat,kaya situ gak kecentilan aja dengan Kai". Sindirnya.
"Tapi,aku ada batasan nya lah. Gak kaya Ayyala, jijik aku". Cantika, langsung bergidik geli melihat tingkah Ayyala.
"Kai,boleh gak minta nomor WhatsApp mu". Tiba-tiba kakak kelas dan gengnya datang. Hingga mengerumuni Kai,langsung.
__ADS_1
"Ayolah, Kai. Sumpah,main basket mu sangat bagus dan keren. Melebihi Arlo,yang sok belagu". Sindir lainnya.
"Hemmm...kami dukung banget, waktu kamu yang menggantikan posisi nya". Timpal lainnya.
Membuat Arlo, mengepalkan kedua tangannya. Saat Kai, langsung popular melebihi dirinya.
Elvina,hanya menyungging senyumannya. Ia langsung cepat-cepat, menghabiskan mie ayam. Ada rasa sesak di dadanya, melihat sang kekasih di kerumuni para perempuan lainnya.
Kai, langsung beranjak pergi tanpa menjawab perkataan kakak kelasnya. Apa lagi dia tahu,jika Elvina cemburu. Itu sudah pasti,dalam dugaannya.
Melihat Kai,yang lebih dulu pergi dari kantin. Membuat Elvina, tersenyum sumringah. Hanya dia, yang mampu menaklukkan hati Kai.
Para Kakak kelas lainnya,hanya berdecak kesal karena Kai acuh saja. Walaupun,kai bersifat dingin. mereka tetap tertarik dengan Kai,karena dia adalah idaman para perempuan lainnya.
************
"Assalamualaikum,". Ucap Kai,yang baru datang.
"Wa'alaikum salam". Jawab Al,yang sedang duduk santai di ruang tamu bersama J.
"Tumben ke sini,apa kakak ipar ngidam". Tanya Kai,duduk di sebelah ayahnya.
J, menatap ke arah Kai. Dengan tatapan aneh,karena hidungnya mencium aroma parfum seorang perempuan di pakaian anaknya. "Kenapa pah, menatap kai seperti itu". Tanya Kai,nampak heran.
"Papah,hanya mencium aroma parfum seorang perempuan. Siapa perempuan itu,". Tanya J, langsung membuat Al dan Kai terkejut.
"Parfum seorang perempuan". Tanya Al, langsung mencium ke pakaian Kai. "Wahhhh...iya pah, menyengat sekali. Ini parfum mahal,pasti satu botol perempuan itu memakai parfum di bajunya".
"Jangan-jangan,kamu pelukkan dengan seorang perempuan di sekolahan". Tanya J, Kai nampak gelisah gusar.
Masa sih? Setajam itu, penciuman mereka.batin Kai, langsung mencium pakaian. Yah...memang benar,bau parfum seorang perempuan. Gila,kenapa aku baru nyadar sih? Sumpah, Elvina sebanyak apa menggunakan parfum. "Pah, aku-aku bisa jelaskan". Sepertinya, Kai sudah ke tangkap basah.
J dan Al, menyunggingkan senyum licik. "Tangkap dia,Al". Perintah J, langsung membuka laci dan menemukan satu borgol tangan.
"Mamah,kakak ipar.....!!!! Toloooong". Teriak Kai, langsung.
__ADS_1
sedangkan Ayunda dan Laila,tengah meracik-racik bahan masakan. karena sang menantu kesayangan,minta di masakkan pedas manis cumi. Kai, terus-terusan berteriak-teriak meminta tolong kepada ibu dan kakak iparnya. "apa sih? Kai, teriak-teriak begitu keras. heran,tidak bisa kah damai. jika mereka bersama,ada saja yang di lakukan". Ayunda, bergegas menuju ke ruang tamu. tak lupa di tangannya,sudah memegang sapu.