ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Dukun Cabul (S2)


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Lilis merasa gelisah. Apa yang di sarankan Mbah Karso, tidak berguna apapun terhadap Kai.


"Hanya tinggal satu,darah haid ini. Bagaimana caranya? Sedangkan Kai, tidak mau meminum dan memakan apa yang aku masak. Sial, semuanya sia-sia saja. Tidak berguna, sama sekali. Apa jangan-jangan, aku di tipu dengan dukun cabul itu". Gerutu Lilis, mondar-mandir di dalam kamarnya.


Lilis, terbayang-bayang saat Mbah Karso. Melakukan aksinya, semacam ritual katanya. Lilis,masih ingat saat mbah karso menjilati seluruh tubuh dan di daerah sensi-tifnya.


Hingga dia dan mbah karso,terjadi cinta satu malam. Lilis,takut jika dia hamil. Kata Mbah Karso, tidak akan hamil karena itu adalah ritual murni.


Saat keluar dari kamar,makanan sudah tersedia di meja makan. Saat Lilis, ingin menuangkan darah haid. Tepatnya,di sop ayam kesukaan Kai.


Tiba-tiba saja, botol kecil jatuh dari tangan Lilis. Karena dia, hampir jatuh. Sepertinya,lantai licin karena basah.


"Tidaaaakkkk....". Lilis, sedikit berteriak. Saat botol kecil, Pecah di lantai dan terkena lap kain. Hingga darahnya, menyerap tanpa sisa.


"Lilis, kamu kenapa nak". Bu Minah, langsung membantu Lilis bangkit. "Astagfirullah,maaf nak. Lantainya licin,karena sop ayam tumpah dikit tadi".


"Gara-gara bibi, semuanya sudah terlambat". Bentak Lilis, meringis kesakitan di pinggangnya.


"Lah,kan bibi sudah minta maaf. Kamunya aja,yang gak hati-hati". Kini Bu Minah,membalas bentakannya.


Gagal, semuanya gagal. Aku harus, meminta bantuan kepada mbah karso lagi. Bagaimana,ibu saja yang melakukannya. Batin Lilis, dia menuju ke arah kamar.


"Hati-hati,lain kali". Ucap bu Minah,kepada keponakannya itu.


Lilis,tak menjawab ucapan bibinya. Karena pinggangnya, merasakan teramat-amat sakit.


"Botol,apa ini". Kai,meraih botol kecil yang sempat di injaknya. Untung sekali, tidak pecah.


"Tidak tahu? Buang saja". Pinta Rea, langsung di buang Kai ke tempat sampah.


Di meja makan,hanya ada bu Minah, Kai dan Rea. Pak Broto, tidak ada karena sibuk ada urusan penting katanya.


"Berapa hari,di rumah orangtuanya Kai". Tanya bu Minah,kepada Rea.


"Mungkin tiga hari,bu. Gak papakan,aku dan Kai tinggal". Jawab Rea, tersenyum kecil.


"Gak papa,itu terserah kalian. Jangan lupa, kunci rumahnya. Ibu,minta tolong jaga Rea nak". Pinta bu Minah,kepada menantunya.

__ADS_1


"Pasti,bu. Bakalan aku jaga,karena dia istriku". Jawab Kai, tersenyum. Dia, sangat menikmati sop ayam kesukaanny.


Sedangkan Lilis, langsung menghubungi Ibunya dikampung. Dia, ingin meminta bantuan lagi.


[Ibu, bagaimana ini? Semua saran dari mbah Karso, tidak ada gunanya dan darah haid yang di botol kecil. Sudah tidak ada, karena jatuh dan tumpah bu. Bantu aku,bu. Meminta bantuan lagi,ke Mbah Karso]


Lilis, mengirim pesan kepada ibunya. Berharap, sang ibu secepatnya membalas.


[Apa...?? Kamu ceroboh, Lilis. Mbah Karso, sudah mati. Dia,habis di bunuh oleh seseorang kemarin malam. Ibu, sampai lupa memberitahumu]


[Mbah karso,mati terbakar dan bersamaan rumahnya. Sepertinya,dia di bunuh oleh seseorang Lilis. Para polisi, tidak menemukan bukti apapun]


Lilis, langsung syok saat membaca pesan dari Ibunya."Tidak, ini tidak mungkin". Lilis, mengacak-acak rambutnya. "Uueekkk.... Uueekkk...kenapa,aku mual-mual seperti ini? Apa,aku masuk angin". Gumam Lilis, dia mencari-cari minyak kayu putih.


"Siapa yang membunuh, Mbah Karso? Apa jangan-jangan,ada seseorang yang dendam kepada mbah karso". Lilis, masih kepikiran dengan dukun cabul itu.


Flashback.


Mbah karso, tengah komat-kamit mantra-mantra di depan api. Sesekali dia, menaburkan bubuk di dalam api tersebut.


Pintu rumah terbuka, lebar. Mbah karso,terperanjat kaget melihat beberapa sesosok pria yang menggunakan topeng tengkorak.


"Si-siapa kalian? Berani sekali,masuk ke rumah ku tanpa izin apapun". Bentak Mbah Karso, sudah mengacungkan sebuah Kris di depan mereka.


Akan tetapi lima pria bertopeng tersebut, tetap mendekati Mbah Karso. "Menjauhlah,atau aku tancapkan kris ini ke tubuh kalian". Mbah karso, memundurkan beberapa langkah. Tangannya, sudah gemetaran sejak tadi.


Tampilan mereka, sungguh menyeramkan dan bertubuh besar. Salah satu,pria bertopeng tersebut. Mengarahkan pistol ke arah, Mbah Karso.


Dorrrrr....


"Aaaaakkkkhh....Tanganku, tidaaaakkkk". Satu tembakan mengenai,tangan mbah karso. Sehingga,kris jatuh ke lantai.


Dengan sigap, mereka menyerang Mbah Karso yang tak mampu berbuat apa-apa lagi.


"kalian, kalian siapa? Apa ,mau kalian. Uuhukk... Uuhukk...". Mbah karso, terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar di mulutnya. Terlihat jelas, di wajahnya. Sangat ketakutan, seumur-umur. Baru kali ini,dia di datangi para pria bertopeng yang tengah mengelilinginya saat ini. "Bicaralah,siapa kalian. Berani sekali,melawan ku". Bentak Mbah Karso,masih tersenyum smrik.


"Kami, ingin kau mati. Dukun cabul". Ucap salah satu, pria bertopeng tersebut.

__ADS_1


"Hahahaha.... tidak akan bisa, membunuhku. Hahahah". Mbah karso,malah tertawa terbahak-bahak. Seakan-akan,dia meremehkan pria bertopeng tengkorak di hadapannya.


Salah satu pria bertopeng tersebut, mengangkat tungku perapian.


Tentu saja Mbah Karso, terkejut melihatnya. Pria bertopeng tersebut, tidak merasakan panasnya tungku perapian yang di buatnya.


"Kalian? Kalian,siapa ha? Apa kalian manusia,atau hantu". Teriak mbah karso, sambil menyeret tubuhnya ke dinding rumah.


Pria bertopeng tersebut, menumpahkan tungku perapian yang berisi bara api ke arah Mbah Karso.


Jangan di tanyakan lagi, Mbah karso menjerit-jerit kepanasan oleh bara api yang di buatnya sendiri.


"Aaaaaaakkkkhhh..... Aaaaakkkkhh.... Toooloong..... Toooloong....". Mbah karso, berteriak-teriak histeris. Akan tetapi,mana ada yang mendengarnya karena dia tinggal di pelosok hutan rindangnya.


Mbah karso, terperanjat melihat api yang sudah menyelimuti seisi rumah gubuknya itu. Ingatlah bangkit dari duduknya,akan tetapi tidak bisa. Karena kakinya,di patahkan


"Toooloong..... keluarkan,aku..... Tidaaaakkkk.... Toooloong... Tolooong". Mbah karso, terus-menerus berteriak sekeras mungkin.


Mbah karso,di bakar hidup-hidup. Sungguh tragisnya, dengan kematiannya. Tidak ada,yang membantunya sama sekali.


Para pria bertopeng tengkorak dan menggunakan jubah berwarna hitam,menghilang tiba-tiba di balik pohon-pohon besar dan menjulang tinggi.


Rumah Mbah karso, ludes terbakar tanpa meninggalkan sisa. Tubuh Mbah Karso,juga terbakar dan sangat mengerikan sekali. Baunya sangat menyengat, sungguh mengerikan.


Kebetulan segerombolan bapak-bapak, sepertinya tengah berburu di hutan.


Melihat api yang masih hidup, sontak membuat bapak-bapak mendekatinya.


"loh, bukankah ini rumah Mbah karso". mereka semua terkejut, melihat rumah Mbah karso terbakar habis.


"Astagfirullah, Mbah Karso...Mbah karso, terbakar juga". Ucap salah satu l,dari mereka.


Membuat yang lain, terbalalak melihat sesosok tubuh Mbah Karso yang terbakar.


Mereka langsung bergidik ngeri, melihat tubuh Mbah Karso yang terbakar. Bapak-bapak lainnya, langsung pulang dan memberitahu kepada warga sekitar tentang kematian Mbah Karso.


Flashback off.

__ADS_1


__ADS_2