
Laila, langsung menarik tangan Shelly ke dalam kamar. Ia juga mengunci pintu kamar dari dalam, entah kenapa Laila membutuhkan penjelasan dari Shelly.
Bagaimana bisa, Shelly menerima perjodohan dari orangtuanya. Bahkan,di jodohkan dengan Kendra teman sekolah Laila dulu.
Orangtuanya Kendra dan orangtuanya Shelly, ternyata mereka bersahabat cukup lama. Bahkan, mereka juga merencanakan perjodohan ini sudah lama.
"Shell,kenapa kamu malah mengiyakan perjodohan ini? Bukankah, kamu akan memberitahu kepada kedua orangtuamu. Bahwa, Herman akan membawa orangtuanya melamar mu". Tanya Laila,ia benar-benar syok dengan jalan pikiran Shelly.
"Aku tidak bisa menolaknya, Laila. Lihatlah, kedua orangtuaku sangat bahagia. Aku tidak pernah meminta atau menuntut mereka,kedua orangtuaku selalu menyetujui apa mauku. Apa salahnya, aku mengabulkan keinginan mereka. Aku juga ragu,bisa saja orangtuaku tidak setuju dengan Herman. Apa lagi ayahku,pernah memergoki Herman bersama perempuan lain. Makanya,aku memutuskan hubungan kami. Karena ayah ku, melihat Herman". Jawab Shelly,dadanya naik turun mengontrol dirinya
Laila, tercengang mendengar ucapan Shelly. "Jadi,kau mengorbankan kebahagiaan mu. Apakah,kamu melupakan tentang malam kemarin. Bukankah, Herman akan bertanggung jawab atas kejadian kemarin malam". Tanya Laila, walaupun dia tidak suka dengan pilihan Shelly.
"Aku akan melupakannya,malam nanti bantu aku menemui Herman. Apa kau tidak suka aku menikah dengan Kendra,". Delik mata Shelly,ia menaruh rasa curiga.
"Apa..? Aku setuju dengan perjodohan ini,aku juga tahu. Kalau Kendra,memang pria baik". Jawab Laila,jujur saja dia tidak enak hati dengan pertanyaan Shelly. Apa ada sesuatu yang di rahasiakan Shelly,apa kamu bahagia dengan perjodohan ini? Shelly,aku tahu. jika kamu sangat mencintai Herman, semoga secepatnya kamu berubah pikiran.
"Aku berharap,kau dan Al tidak mengalami kesalahan apapun dalam hubungan kalian. Seharusnya, kau berhati-hati Laila. Apa lagi Al,dia ada seorang pria pembisnis ternama dan banyak perempuan lain mendekati dirinya". Shelly,mencoba memperingati Laila.
Setelah selesai berbicara, barulah Shelly meninggalkan kamar Laila.ia buru-buru masuk ke dalam kamar dan menangis kesegukan di balik pintu. "Maafkan aku, Herman. Maaf,aku mengingkari janji kita" isak tangisnya Shelly.
*********Malam harinya, Laila dan Shelly pergi ke apartemen Herman.
Saat di parkiran apartemen, terlihat Herman tergesa-gesa masuk ke dalam mobil.
"Dia mau kemana? Kenapa buru-buru sekali". Tanya Shelly,ia ingin turun dari mobil namun di hentikan oleh Laila.
"Kita ikuti saja,siapa tahu ada sesuatu". Ucap Laila, langsung di angguki oleh Shelly.
Mereka akhirnya memutuskan untuk mengikuti dari belakang. Perjalanan cukup jauh dan berhenti,di sebuah villa.
__ADS_1
Villa,yang tak jauh dari pantai. Hampir setengah jam, mereka mengikuti kemana Herman.
Laila dan Shelly,turun dari mobil. Mereka menuju ke arah villa, mengendap-endap.
"Laila, bukankah mobil-mobil ini milik Al dan temannya. Dan ada mobil lainnya juga". Tanya Shelly,memang banyak mobil bersusun rapi di taman villa.
"Benar,tapi aku tidak tahu? Al,juga ke sini. Memang,kami tidak saling bilang mau kemana. Tapi, mereka ngapain ke sini". Jawab Laila,entah kenapa hatinya menjadi tak karuan.
"Hemm...kita harus masuk, lihatlah Laila. Pintu villa nya tidak terkunci,mudah untuk kita masuk". Shelly, langsung menarik lengan Laila.
Mereka berdua seperti maling, mengendap-endap dan Calingukan takut ketahuan.
Saat di depan pintu masuk, terdengar suara gelak tawa dan musik menggema di ruangan.
Lampu-lampu kelap-kelip seperti di klub malam. Laila dan Shelly, terkejut melihat pemandangan yang sangat menyakitkan di hati Laila.
Laila, menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Begitu juga Shelly,ia menyunggingkan senyumnya dan matanya mulai berkaca-kaca.
Terlihat Al, sedang duduk berdampingan dengan Kenny. Terlihat jelas Kenny, bergelut dengan manja di pergelangan tangan Al. Namun Al,malah ketawa-ketawa bersama dengan lainnya.
Sedangkan Herman,juga duduk berdampingan dengan sekertarisnya Viona. Mereka saling berpelukan dengan mesra dan minum satu gelas berdua.
Mereka meminum alkohol bersama-sama. "Hahahaha.... nikmati lah,kita sudah lama tidak bersenang-senang seperti ini. Apa lagi, suatu hari nanti kalian akan menikah. Sudah pasti, Istri-istri kalian tidak akan membiarkan suaminya seperti ini". Ucap seorang pria, tengah berdiri di dekat Dion.
"Benar, sekali". Jawab Al,ia mengangkat gelasnya yang berisi minuman alkohol.
Sedangkan di sudut Lainnya, Laila dan Shelly nampak terdiam seperti patung.
Laila,sudah menangis dari tadi. Dia tak menyangka jika kelakuan Al, seperti ini. Di saat dia tidak ada dan jauh darinya.
__ADS_1
"Berarti kelakuan Al, seperti ini? Bukankah,dia bilang tidak ada apa-apa lagi dengan Kenny. Tapi, mereka sangat in-tim sekali. Apakah, baginya wajar". Ucap Laila,ia menahan sesak di dadanya. Cemburu,itu sudah pasti.
Apa lagi dia masih mengingat siang tadi,di saat Kenny memperlihatkan sebuah video dan foto,dimana Kenny dan Al satu ranjang berdua hanya menggunakan selimut menutupi seluruh tubuh mereka.
"Laila,sabar. Kita hadapi sama-sama,cukup terakhir kalinya. Kita berurusan dengan mereka, lebih baik lupakan segalanya". Shelly, menggenggam erat tangan Laila.
"Benar, Shelly. Kita tidak akan berurusan lagi, dengan mereka". Jawab Laila,ia menghapus air matanya dengan kasar. "kita selesaikan, secara baik-baik".
Al dan teman-temannya, masih tidak sadar jika Laila dan Shelly berada di dekat mereka.
Laila, langsung menghidupkan lampu di ruangan tersebut
Mereka terkejut siapa yang menghidupkan lampu,seterang ini.
Al dan teman-temannya, langsung menoleh ke samping. Mereka semua nampak terkejut dan syok.
Melihat Laila dan Shelly, matanya memerah manahan amarah. Air matanya,tak bisa di bendung lagi.
"Laila,". Gumam Al,ia mengusap wajahnya dengan kasar. Astaga,kenapa dia ada di sini? siapa yang memberitahu semuanya, astaga... bisa-bisa hancur semuanya.
Begitu juga, Herman. Ia langsung menjauhkan dirinya, dari sang sekertaris. Shelly,hanya menyinggung senyuman kecilnya. "Kenapa menjauh, Herman. Hemmm.. silahkan, lanjutkan. Hahahhaha... ternyata,sifat dan kelakuan kalian. Seperti ini,di saat kami tidak ada".
"Shelly,aku....." ucapan Herman, langsung di potong.
"Benar, Shelly. Bajingan tetap bajingan, lihatlah...selama ini, mereka menutupi semuanya. Akhirnya terbongkar, kenapa Al? Kenapa kamu, melakukan ini. Hemmm... Apakah wajar,apa yang kau lakukan sekarang. Oh, mungkin karena bisnis. Tapi,kau tega membohongi ku dan membiarkan perempuan ini. Bergelut manja dengan mu,hemm...". Decak Laila,ia menahan diri jangan sampai terbawa emosi.
"Laila, percayalah kepadaku. Kami hanya bersenang-senang saja,tidak lebih. Aku memang salah,apa yang terjadi. Lihatlah, aku selalu menghindari apa yang dilakukan Kenny. Percayalah,". Pinta Al,ia mendekati Laila. Tatapannya sendu,kepada Laila.
"Kau menyakiti ku, Al. kau bersenang-senang dengan perempuan lain, bahkan dengan mantanmu. jangan-jangan kau,tidak bisa melupakan nya". tanya Laila, sambil menghapus air matanya yang terus-menerus mengalir.
__ADS_1
"jangan dekati aku, Herman. lupakanlah semuanya,aku sudah tidak berniat lagi. untuk menerima ajakan mu dan membina rumah tangga kita. aku benar-benar kecewa, kepadamu". Ucap Shelly, menghempaskan tangan Herman.
Laila, memalingkan wajahnya dari tatapan Al. begitu juga Al,ia berlutut meminta maaf. sedangkan yang lainnya,hanya diam dan menatap ke arah mereka.