
"Baiklah,nama anakku yang laki-laki Azzam Al Negredo dan yang perempuan Nur Azima Negredo. Sesuai dengan keturunan,harus terbuat Negredo". Ucap Al, dengan tegas.
"Wahhhh....bagus sekali namanya,". Shelly, langsung bertepuk tangan. Mendengar Al, memberikan nama anak-anaknya.
Tentu saja Ayunda dan Laila, langsung setuju. baginya nama mereka, sangatlah bagus dan cocok.
Mereka saling bergantian menggendong Azzam dan Azima,yang sudah menjadi bahan rebutan mereka.
Laila, menjadi sedih karena ASI nya tak keluar. Terpaksa,harus menggunakan susu formula yang terbaik.
Al, tak memperdulikan masalah ASI. Yang terpenting adalah, kesehatan istri dan anak-anaknya.
Hari demi hari berlalu, Laila sudah bisa beraktivitas seperti biasanya. Ia juga memiliki dua beby sitter, yang di sediakan oleh Al.
Al,tak ingin membuat sang istri terlalu lelah. Apa lagi,mengurus dua anak sekaligus. Baginya,tak masalah karena dia bekerja untuk istri dan anaknya.
Laila,juga tinggal di rumah ibu mertuanya. Karena dia baru saja melahirkan,tak bisa bergerak terlalu aktif.
J,juga memerintahkan Kai tinggal di mansion. Agar kamarnya,di jadi tempat tidur baby sitter.
Tentu saja, Kai tidak masalah. Bahkan, dia juga bisa sering ke rumah orangtuanya.
Kebahagiaan yang tiada duanya,di hidup Al dan Laila. Apa lagi melihat anak-anak mereka, begitu menggemaskan sekali.
Para tetangga dan sekitarnya, berbondong-bondong datang. Hanya melihat cucu Ayunda,yang kembar pengantin.
Setiap pagi J, langsung menggendong cucu-cucunya secara bergantian dan berjemur bersama-sama di pagi hari. Terkadang,bersama Al.
Laila,ke banyakkan bersantai dan menikmati semuanya. Karena Ayunda, tak ingin membuat menantunya kelelahan.
**********
Pagi hari yang cerah, sudah hampir dua mingguan Al tidak pergi ke kantor. Tiba hari ini,dia sudah santai di kursi kebesarannya.
"Bagaimana bos, menjadi seorang ayah. Pasti bergadang kan" tanya Dion, cekikikan.
__ADS_1
"Alhamdulillah,gak bergadang. Palingan bangun,minta susu. Kalau gak anaknya,aku yang minta nyusu". Jawab Al,ia tersenyum sumringah.
"Sial,jadi pengen nyusu akunya". Decak Dion, memberikan dokumen laporan kepada Al.
"Makanya,nikah sono. Biar tidur,ada yang di tepuk-tepuk enak". Kekehnya Al, menggoda temannya.
"Nantilah,masih belum ada yang nyangkut di hati ini. Aku juga pengen, manja-manja sama istri". Jawab Dion, dengan santainya.
"Ck,kapan? Jangan sampai,anak ku sudah besar. Situ belum nikah,". Ejek Al, tersenyum kecil.
"Tunggu aja,gak bakalan lama. Besok,aku dan Zakir. Kami pergi ke luar kota,ikut gak". Tanya Dion,karena bisnis.
"Gak, makasih. Aku di kantor saja,apa lagi Laila juga membutuhkan diriku". Al,menolak ajakan temannya.
"Baiklah,aku pamit dulu. Masih ada pekerjaan". Pamit Dion,yang langsung di angguki Al.
**********
Malam harinya, Laila tengah bersantai di atas ranjang. Al,yang sedari tadi terus mendekatinya.
"Sayang, aku pengen". Bisiknya, nafasnya terasa di telinga Laila.
"Yah...masih lama,baru bisa merasakan apem sempit kamu". Al,hanya mengusap wajahnya dengan kasar.
"Aku bisa kok, memanjakan si Joni". Kedip mata Laila, tentu saja Al tak menolak ajakan sang istri.
Berlahan-lahan Al,sudah mengeluarkan miliknya dan Laila memulai aksinya.
Suara desa-han kecil,yang keluar dari mulut Al. Ia sangat menyukai servis,dari istrinya.
Karena nafsunya, sudah di ubun-ubun tak tertahankan lagi. Untung saja Laila, memiliki cara lain. Itu semua ajaran dari ibu mertuanya, Ayunda.
Al, sudah menduga jika ibunya yang mengajar istrinya tentang seperti ini. Sekarang sang istri,tak sepolos seperti dulu lagi.
"Terimakasih". ucap Al, mencium kening istrinya. saat hasrat sudah di keluarkan, walaupun tidak sepuas seperti biasanya.
__ADS_1
Laila,hanya mengangguk kepalanya dan wajahnya memerah seperti kepiting rebus. malu, itulah yang di rasakan olehnya. Daripada nanti,sang suami tersiksa lebih baik dia melakukannya.
setelah selesai membersihkan dirinya,Al langsung berbaring di samping Laila dan memeluknya erat. mata mereka terpejam dan tertidur pulas.
*************
"Terimakasih, akhirnya mamah merasakan. Bagaimana, memiliki seorang anak perempuan. Sekarang,aku mendapatkan cucu perempuan dan laki-laki. Mamah, tidak bisa berkata apa-apa. Jujur,mamah sangatlah bahagia sekali. Laila, terimakasih atas semuanya. Perjuangan selama dua tahun, akhirnya kamu di karuniai seorang anak dua sekaligus". Ayunda, tersenyum merekah.
"Sama-sama,mamah. Aku bersyukur,atas semuanya. Apa lagi, memiliki seorang ibu mertua dan papah mertua sebaik kalian. Aku yang tidak memiliki orangtua, seakan-akan aku merasakan kedamaian dan ketenangan. Aku sangat bahagia, karena memiliki seorang suami. Yang di lahirkan, oleh mamah". Laila, menangis kesegukan di pelukkan Ayunda.
"Ayolah, jangan menangis lagi. Jangan membuat drama bersedih seperti ini. Lihatlah,cucu mamah yang senyum-senyum. Seakan-akan, dia mengejek kelakuan dua wanita yang menangis kesegukan". Ucap Al,yang ingin menghentikan drama kesedihan antara ibu dan Istrinya.
"Al,mamah dan laila. Menangis karena bahagia,bukan sedih". Sahut Ayunda, dengan geram kepada anaknya.
"Azzam, cepatlah tumbuh. biarkan,kakekmu ini mengajarimu sesuatu. bagaimana,menindas ayahmu nanti". ucap J, kepada cucunya. apa lagi sang cucu,malah ketawa. "lihatlah Al, anakmu tertawa. sepertinya,Azzam menyetujui ajakan ku. Oke, Azzam kita akan bersenang-senang dan menindas ayahmu secara bersamaan".
"Astagfirullah, kenapa kau berbicara seperti itu? kepada cucumu,J. itu tidak baik,aku tidak setuju. bukankah Kai, sudah jadi korbannya. lihatlah Kai,dia seperti kulkas berjalan. kerjaannya,hanya di rumah saja. bagaimana nanti,apa jangan-jangan tu anak. tidak akan pernah,dekat perempuan lain. aku harap Kai,normal karena dia tak memiliki teman apa lagi dekat perempuan lain". gerutu Ayunda,ia heran kepada anak keduanya.
"Mah,jangan mengatakan bahwa aku tidak normal. aku hanya saja,tidak pecicilan seperti kakak". sahut Kai,yang baru datang.
"Anakku, semuanya normal sayang. Tidak mungkin belok haluan, percayalah. Kai,banyak yang mengejar-ngejar dirinya . lihat saja nanti,kau akan kelelahan memilih menantu untuk nya". kata J, dengan santainya.
"Kai,kau normal kah". tanya Al,kepada adiknya masih bersekolah SMP
"Brengseeekk...". Kai, langsung melempar bantal,ke arah kakaknya.
"Hussssttttt....diam,jangan aneh-aneh. kasian cucu mamah, melihat kelakuan ayah dan uncle nya berkelahi ". Ayunda, langsung mencegah kedua anaknya berkelahi.
Laila,hanya menggelengkan kepalanya. Rumah begitu ramai, jika mereka bertiga bergabung bersama. J,Al dan kai mereka tidak pernah diam. ada-ada saja,yang di ributkan bersama.
Laila dan Al, sangat bahagia karena keluarga kecilnya sudah lengkap. mereka banyak mendapatkan pelajaran dan pengalaman menjalankan kehidupan mereka. Terutama bersabar,tidak terpengaruh dengan kata-kata orang-orang sekitar.
******************TAMAT*********************
Kai, sangat aktif dan banyak bicara. jika bersama keluarganya,jika di luar rumah. dia bagaikan bersifat dingin dan tidak memiliki teman.
__ADS_1
Banyak sekali, perempuan berlomba-lomba mendapatkan Kai dan mengejar-ngejarnya. apakah hatinya akan luluh, oleh seorang perempuan.
kita lanjutkan ke part lanjutan babnya yah,besok.