ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Bayi Mungil (S2)


__ADS_3

"Sayang,kamu tidak apa". Kai, langsung menghampiri istrinya. Saat Rea,keluar dari ruang operasi. Dia,akan di pindahkan ruang inap VIP yang sudah di sediakan.


"Kakak....". Suara lembut,keluar dari mulut Rea. Keadaannya, sangat lemah dan matanya terpejam.


Kai,tetap memegang tangan Rea tak ingin lepas darinya.


"Kai,adzanin dulu anak mu". Al, berteriak memanggil adiknya yang sudah jauh.


"Suruh papah atau ayah,adzanin". Jawab Kai,tanpa menoleh ke belakang.


"Lah, bagaimana ceritanya? Anak siapa? Adzanin siapa". Al,menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kai,lebih mengkhawatirkan keadaan Rea. Tanpa melihat, wajah anaknya itu.


"Maaf,tolong adzanin dulu. Baru,kami bawa ke ruang bayi". Seorang suster mendorong baby box.


"Mana Kai, untuk adzanin anaknya dulu". Tanya J,yang lain juga calingukan mencari Kai.


"Kai,tadi ke sana. Ngantar Rea, untuk adzanin anaknya di serahkan kepada papah atau om Broto" jawab Al, cengengesan.


"Astaga,dia lebih mementingkan Rea di bandingkan anaknya ". Bu Minah, menepuk keningnya.


"Tidak apa,biar salah satu mereka mengadzankan cucunya". Ayunda, tersenyum.


"Silahkan,di adzan kan. Baru kami,bawa ke ruang bayi". Pinta suster itu.


"Pak Broto, silahkan anda mengadzan kan cucu kita". J, mendorong baby box kepada pak Broto.


"Hehehehe.... bagaimana,kalau pak J saja yang mengadzan kan cucu kita". Pak Broto,malah mendorong baby box kepada J.


Aksi dorong-dorong,pun terjadi. Melihat aksi mereka, Ayunda dan bu Minah menggeleng kepalanya.


"Pak,jangan seperti anak kecil. Adzan Kan cucu kita, kasian mereka menunggu sejak tadi". Bu Minah,mengelus lembut lengan Suaminya.


Tentu saja dokter dan suster,hanya diam tak berani berkata apa-apa. Walaupun, mereka sudah tidak sabar membawa bayinya. Melihat aksi mereka,yang sudah berumur. Ingin sekali tertawa, adegan seperti ini jarang di temukan


J dan Ayunda, mengangguk kepala. Meminta pak Broto,yang mengadzan kan cucunya.


"Ck, ingin sekali aku uang yang melakukannya". Bisik Al, tetapi dapat cubitan dari Laila.


"Hussssttttt...jangan macam-macam, biarkan mereka yang tua menyelesaikan semuanya". Laila, mencegah suaminya berbuat macam-macam.


Pak Broto, menggendong bayi mungil. Air matanya,tak bisa terbendung lagi. Tangan pak Broto, sudah gemeteran. Apa lagi, suara adzan terdengar di telinga lainnya.

__ADS_1


Pak Broto, langsung mencium cucu pertamanya. Setelah selesai mengadzan kan, cucunya. Barulah bu Minah, menggendong. Mereka semua, bergantian.


"Eeee...benar, laki-laki". Ayunda, sempat-sempatnya mengintip jenis kelamin cucunya.


"Astagfirullah,mamah. Aneh-aneh deh". Laila, kini menegur ibu mertuanya.


"Iiissshhh...mamah, penasaran. Rada-rada,gak percaya". Kekehnya Ayunda, membuat lainnya cekikikan tertawa.


Setelah selesai, barulah bayi mungil di bawa oleh suster ke ruang bayi.


"Alhamdulillah, perasaan ku jadi tenang.Eeee....Rea". Ayunda, terkejut dan baru sadar. Bagaimana, keadaan Rea.


Mereka juga baru sadar dan langsung bergegas menuju ruang inap Rea.


Ayunda dan bu Minah, langsung mencium Rea. Yang masih berbaring lemah,di atas ranjang pasien.


Ada senyuman kecil di sudut bibir Rea, melihat kedatangan orang-orang yang di cintainya.


"Ciyeeehhh....nangis". Al, meledek adiknya yang terduduk. Al, melihat Kai menghapus air matanya.


"Alaaahhh...kaya kamu,tidak". J, menyenggol lengan Al.


"Hehehehe...canda,kai....canda...". Kekehnya Al, cengengesan.


Kai,hanya mendengus dingin mendengar ucapan kakaknya.


Kai, langsung menoleh ke ayahnya dan mengangguk pelan. Tatapannya,beralih ke arah Rea yang tengah menghapus air matanya. Saat berbicara dengan,ibunya.


*************


Saat dokter Zain,masuk ke dalam ruang inap Rea. Untuk memeriksa kondisi Rea dan jahitan operasinya.


"Oke, semuanya baik-baik saja". Ucap dang dokter, tersenyum kecil.


Saat berbalik ke belakang, Zain sudah berhadapan dengan J dan Al.


"Tuan J,apa kabar". Zain, tersenyum kecil.


"Bagaimana bisa,ha? Bukankah,kamu bilang jika cucuku seorang perempuan. Nyatanya,kenapa jadi laki-laki". Ucap J, dengan tegas.


"Ck, bagaimana mungkin? Keponakan ku, mengendarai motor sport berwarna pink dan bergambar hello Kitty". Kini Al,juga ikut-ikutan.


"Benar sekali,masa cucuku nanti membawa mobil hello Kitty untuk berkencan dengan perempuan. Yang salah itu,alat kamu atau matamu. Wahai dokter, Zain. Apa jangan-jangan,alat mu itu sudah kadaluarsa ha? Apa perlu,aku menggantikan alatmu dengan yang baru". Sahut J, membuat Zain tak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


"Tuan-tuan,sabar sebentar. Masalahnya, kita tidak bisa memastikan seratus persen kebenaran. Bukankah, dulu saat anaknya Al di periksa oleh ku. Di nyatakan jenis kelaminnya, laki-laki. Waktu lahir,benarkan laki-laki keduanya. Kalau ini, aku salah. Anggap saja,kita mengintip jarak jauh. Tidak masalahkan, apapun jenis kelaminnya" dokter Zain, menjelaskan semuanya dan ingin mencari aman.


"Ck, kamu tidak membayangkan. Bagaimana, menjaga cucu laki-laki ketika aktif-aktifnya. Aku kewalahan, untuk saja aku mempunyai cucu perempuan selalu menurut kepadaku. Makanya,aku menginginkan cucu perempuan". Bentak J,yang sering di kerjai cucu laki-lakinya.


"Eeee... masalah itu,aku tidak tahu". Jawab dokter Zain, menggaruk kepalanya.


"Sejak kapan,kalian membeli barang mahal-mahal untuk cucuku". Tanya Ayunda, mendekati mereka.


"Eeee...kapan yah, lupa". Jawab J, tersenyum kecil.


"Dokter Zain, jangan dengarkan perkataan mereka. Silahkan, pergi dan walaupun aku kecewa Kepadamu. Memberikan kabar,salah dan salah. Kau tahu,aku dan ibunya. Kami, membeli barang serba pink. Masa iya, cucuku yang tampan dan berubah jadi perempuan. Kalau ada teman-teman sosialita ku, tiba-tiba datang. Lalu, melihat pakaian cucuku serba pink. Pasti mereka mengira,jenis kelaminnya perempuan. Utututuhhh.... cantiknya,cucu Ayunda". Ucap Ayunda, mengekspresikan wajah dan suaranya. "menyebalkan sekali, begitu saja salah. Memang tidak becus, sudah waktunya kamu menggunakan kacamata".


"tapi,aku sudah menggunakan kacamata...". Lirih Zain,tak berani bersuara keras.


"Benar sekali,besanku". Sekarang bu Minah, ikut-ikutan mengompori. " Tetangga dan teman-temanku, sudah membelikan kado yang berisi baju model perempuan".


Sekarang dokter Zain, menjadi serba salah. Dia, sudah di pojokan habis-habisan. Inikah yang di nyatakan, seorang nenek tidak terima dengan kenyataannya. Astaga,kenapa aku berhadapan dengan keluarga Negredo. Batin Zain, ingin sekali melenyapkan dirinya sekarang juga.


Pada akhirnya,pak Broto langsung membawa dokter Zain keluar ruangan tersebut. pak Broto,tak sanggup melihat keadaan seorang dokter tertindas oleh besannya.


Dokter Zain,menghela nafas lega karena bebas dari jeratan keluarga Negredo. "fiuuhhh ..... jantungku, hampir copot". Gumamnya,bergidik ngeri.


Di dalam mereka, masih berdebat dan membicarakan dokter Zain. pasalnya,kesal karena sudah tertipu sebuah alat.


"Permisi,bayinya datang". Seorang suster datang dan membawa baby box.


Dokter menyatakan, bahwa bayinya sehat dan tidak kekurangan apapun. Tanpa harus,masuk ke dalam tabung bayi. Walaupun,lahir dalam keadaan prematur belum cukup bulan.


"Waahhhh....cucuku, datang". Ayunda dan bu Minah, bergegas menghampiri suster dan menggendongnya langsung.


Laila,juga menyiapkan susunya. Karena ASI Rea,tidak banyak keluar. setelah selesai, Laila membuatkan dot untuk keponakannya. langsung di berikan,kepada ibu mertuanya.


Bayi mungil itu, terlihat lahap menyusunya. Pipi yang gembul dan memiliki hidung mancung. "lihatlah,dia seperti kai baru lahir". Ucap Ayunda, menitikkan air matanya.


"Terimakasih, sudah melahirkan buah hati kita". Kai,mengecup kening istrinya.


"kakak....jangan buatku,menangis lagi". Rea, tersenyum dan menghapus air mata Suaminya.


"Kai,siapa namanya". Tanya J, langsung. J, beberapa kali mencium cucunya. Begitu juga Al, berebutan untuk menggendong dengan ayahnya. Laila, hanya menggeleng kepala. Ayah dan anaknya,tak henti-hentinya membuat masalah.


Mendengar pertanyaan ayahnya, Kai tersenyum dan menyebutkan nama anaknya. "JEVANO Negredo,di panggil Jev ". Jawab Kai, membuat semuanya tersenyum.


Dua keluarga besar,tengah di selimuti kebahagiaan yang tidak terkira. Apa lagi orangtuanya Rea,tak memiliki seorang anak laki-laki. Kini, mendapatkan cucu laki-laki.

__ADS_1


SELESAI.........


TERIMAKASIH, SUDAH BERKUNJUNG DAN MEMBACA CERITA RECEH AUTHOR INI.


__ADS_2