ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Penyiksaan


__ADS_3

Hamzah, Wulan, dokter Anwar dan Roy si preman pasar . Mereka di bawa ke sebuah ruangan, aromanya sangat bau anyir sekali. Mereka langsung di ikat tangan dan kaki, menggunakan rantai. Mulut mereka di lepas oleh pria bertopeng tersebut dengan kasarnya. Wulan, meringis kesakitan saat lakban mulutnya di buka.


Mereka memohon-mohon untuk di lepaskan,apa lagi Wulan menangis histeris. Ia begitu takut sekali, karena di kelilingi oleh orang-orang menggunakan topeng tengkorak.


"Ini adalah hukuman kalian,yang sudah menyakiti Laila. Terimalah dan nikmatilah" Ucap pria bertopeng tersebut.


"Siapa kau?apa hubungannya dengan Laila, kenapa kami di hukum dan di ikat seperti ini? Lepaskan topeng itu,mana wujud asli mu. jangan bersembunyi di balik topeng tengkorak itu". Teriak Wulan, dengan sengit.


Namun tidak ada jawaban dari pria bertopeng di hadapannya,ia hanya memainkan satu jarinya ke atas mementingkan kode. "Beri mereka hukuman,aku sangat muakk melihat mereka".


"Tidaakkk... lepaskan aku,jangan aku... toooloong...." Teriak histeris Hamzah,saat pria bertopeng tersebut mendekati dirinya.


Buughhhh.... Buughhhh...


Buughhhh.... Buughhhh...


Beberapa bogem mentah mendarat di wajah Hamzah dan beberapa pukulan di tubuhnya.


"Aaarghhhhh.... Sssshhhhh....". Hamzah, meringis kesakitan. Wajahnya sudah babak belur,ia tergelatak di lantai. Belum lagi tubuhnya,di tendang begitu keras. "Aaaargghhh.... Ampuuun,Tuan... ampunilah aku,".


Wulan, semakin takut melihat kondisi Hamzah yang sudah bercucuran dengan darah di kepalanya. belum lagi wajahnya sudah babak belur,kedua lubang hidungnya mengalir darah.


Pria bertopeng tersebut, mendekati dokter Anwar.


"Tidaaakkk....jangan aku, maafkan aku. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi, ampunilah aku Tuan. Ampunilah aku,aku hanya mengikuti rencana mereka. Mereka sudah membayar ku, ampunilah aku". Dokter Anwar, bersimpuh di kaki pria bertopeng tersebut.


"Tahan tubuh dia,agar tidak bisa bergerak sama sekali. biar aku bisa memotong lidahnya,yang sudah membohongi Laila. Hasil pemeriksaan medis Wulan,agar lidahnya tak bisa bersilat lidah lagi dan tak akan pernah membohongi siapapun lagi. Aku juga tak sabar, mematahkan tanganmu itu". Ucap pria bertopeng tersebut, beberapa anak buahnya langsung sigap menahan tubuh seorang dokter.


"Hahahahha..... hahhaha...buka mulutnya,tarik lidahnya". Perintah pria bertopeng itu,ia sambil mengeluarkan satu bilah pisau berukir naga. "Kau tahu,pisau kecil ini. Banyak sudah memakan korban,korban selanjutnya adalah kau".


Wulan, mendengar ucapan pria bertopeng tersebut. Merasa ngeri, terlihat jelas pisau itu sangatlah tajam.

__ADS_1


Dokter Anwar,hanya menggelengkan kepalanya. "Ampunilah aku, Tuan. Ampunilah aku,jangan lakukan penyiksaan kepadaku. Ampunilah aku,Tuan". Ketakutan semakin menjadi-jadi saja, memberontak namun hasilnya nihil juga.


"Aaaaahhh... ja-jangan,li-lidahku...". Sekuat tenaga dokter Anwar, membungkam mulutnya. Namun anak buah pria bertopeng tersebut,mampu membuka mulutnya.


Krreeeiikkk...sssrrr...


"Aaarghhhhh....". Ringis dokter Anwar, mendapatkan sengatan listrik di tubuhnya.


"Tidaaaak.... lepaskan Anwar,aku mohoooon.... ampunilah kami....." Isak tangisnya Wulan.


Hamzah,hanya menyungging senyumannya melihat selingkuh Istrinya itu akan di siksa. Yang lebih parah lagi,dari dia. "Rasakan kau dokter Anwar, terimalah akibatnya".


Dengan cara memberikan sentruman listrik, walaupun hanya sengatan tak terlalu tinggi.Maka dari itu, mulut dokter Anwar terbuka dengan mudahnya. Ia menganga lebar karena sengatan listrik, begitu sakit di punggung belakangnya.


Sreeeeeetttt......


"Aaaaaaaaaaakkkkk....". Teriak Wulan,ia syok melihat lidah sang kekasihnya terputus begitu mudah.Ia langsung memejamkan matanya,tak sanggup melihat adegan begitu mengerikan di depan matanya langsung.


Hanya satu irisan saja,lidah dokter Anwar terputus sudah. Darahnya mengalir begitu deras dalam mulutnya, barulah tubuhnya di lepas oleh anak buah pria bertopeng itu.


"Hahahaahha... Hahahhaha". Pria bertopeng tersebut dan anak buahnya tertawa lepas bersama. Melihat kondisi mereka, begitu menyedihkan sekali.


Hamzah,masih beruntung karena hanya babak belur di wajah dan tubuhnya saja. tidak seperti selingkuhan mantan istrinya, yang lidahnya sudah terputus. Hamzah,yakin jika mantan istrinya. pasti akan meninggalkan dokter Anwar,mana mau dengan pria hidup tanpa lidah. seandainya Dokter Anwar,masih di bebaskan begitu saja. Hamzah,mengira penyiksaan kepadanya sudah cukup. tapi itu salah besar,karena hukumannya masih berlanjut.


Roy,sang preman pasar. Sangat ketakutan, melihat pria bertopeng tersebut mendekati dirinya. Ingin sekali menampar wajah, pria bertopeng itu. Namun hasilnya nihil, karena tangan dan kakinya di rantai. "Kurang ajar,kau iblisssss.....dasar psikopat, menyiksa orang. Kau bukan manusia, lepaskan topeng itu. Siapa kau sebenarnya? Jangan jadi pengecut". Teriak Roy,ia meludah sembarangan arah.


Buuughhh..... Buuughhh..


Bogem mentah mendarat di wajah, Roy. Namun Roy,hanya menyungging senyuman kecilnya. "Ck,kau payah sekali". Decak Roy, seakan-akan dia menantang pria bertopeng tersebut.


"Aku suka sekali, jika orang yang ingin aku siksa. Dia malah menantang, seperti dirimu. Sehingga aku, semakin bersemangat untuk menyiksanya". Pria bertopeng itu, mengambil satu pistol di tangan anak buahnya.

__ADS_1


"Pistol? Apa yang kau lakukan ha". Kini Roy, merasa ketakutan melihat pistol sudah di arahkan ke dirinya. "Tidaaakkk.... jangaaaan... bagaimana kita duel,jika kau berani brengseeekk....." Maki Roy,ia benar-benar sangat marah.


Dooorr.....


"Aaaaakkkkk....!!!". Teriak Wulan,saat satu peluru di tembakkan ke arah kaki Roy.


"Aaaargghhh.... Aaaargghhh... kakiiikuuu..... saaakkiiitt.... aaaakkhh". Ringis Roy,ia merasakan kakinya seperti terputus saja. Darah mengalir deras di kakinya. "huuu....huuuu...huuuu... aaarghhh....."


"Sepertinya aku,harus lebih menyiksa dirimu. Kalau hanya sekali tembakan, mungkin itu sakitnya tidak seberapa". Kekehnya pria bertopeng tersebut,ia mengambil satu senjata yang di penuhi paku-paku menancap terlihat begitu tajam."lepaskan baju Preman pasar itu,ini adalah balasannya karena merencanakan untuk menabrak Laila".


Secepatnya anak buahnya, langsung melepas baju Roy. Sedangkan pria bertopeng itu,ke belakang tubuh Roy. Ia siap melayangkan satu senjata,yang di penuhi paku-paku menancap yang sangat tajam.


Plaaakkkk......


"Aaaaaaakkkkhhh...!!!! " Teriak histeris Roy,saat paku itu menancap di punggung belakangnya. Terlihat darah mengalir,setiap lubang-lubang bekas tancapan paku tersebut.


"Hahahaha, bagaimana? Nikmat,bukan". Gelak tawa, pria bertopeng tersebut. ia bersiap-siap melayangkan,satu pukulan lagi.


Plaaakkkk.....


"Aaaargghhh....". Ringis Roy, kepalanya sampai mendongak ke atas menahan rasa amat sakitnya di bagian punggung belakangnya.


Tubuhnya Wulan, bergetar dan merasakan teramat sangat takut. Ia melihat Roy, begitu kesakitan saat paku-paku menancap di punggung belakangnya. Keringat dingin membasahi keningnya, Wulan. Ia tak sanggup melewati hukuman, dari pria misterius itu.


Siapa sebenarnya pria bertopeng ini? Apakah Tuan J, suaminya Ayunda. Tapi, suaranya sangat susah aku kenali. Apakah Anaknya Al,yang bersama Laila? Mana mungkin,apa jangan-jangan suruhan Laila. Mana mungkin,bisa saja itu benar.batin Wulan, menerka-nerka siapa di balik topeng tersebut.


"Patahkan kaki dan tangannya, biarkan dia beberapa hari merasakan sakitnya luar biasa. lalu baru bakar dia hidup-hidup,". perintah Pria bertopeng tersebut, kepada anak buahnya.


"Baik,Tuan". jawab anak buahnya bersamaan, Roy hanya menggeleng kepalanya.


Kreaaakkk.... Kreaaakkk..... Kreaaakkk...

__ADS_1


kreaaakkk.......


"Aaaaaaakkkkhhh..... Aaaakkhh... Aaaaarghhh..." Roy, berteriak-teriak histeris merasakan tangan dan kakinya di patahkan sekaligus. jangan di tanya lagi, bagaimana rasa sakitnya.


__ADS_2