
Braakkkk....!!!
Duuuubb......!!
"Aaaakkhhh..... Sssshhhtttt... kepala ku,sakit sekali". Kai, meringis kesakitan menahan kepalanya. Yang teramat sakit,di pelipis kepalanya mengeluarkan darah.
"Aaarghhh......". Kai, terduduk lemas di kamar dan sampai tidak sadarkan diri.
Entah, ingatannya kembali pulih apa tidak? Rumah, terlihat sepi dan kebetulan sekali Rea berangkat bekerja.
***********
Ting....Nong...Ting... Nong....
Ceklekk....
"Nak kai,sudah makan". Bu Minah, melihat ada luka di kening menantunya. "Kenapa, keningnya nak".
"gak papa,bu. Ini tadi,kena pinggir meja. Gak hati-hati bu,". Alibi Kai, tersenyum kecil.
"Ayo,makan di sebelah. Barengan,sama ayah mertua mu. Temanin dia,ibu mau ke tetangga bantu-bantu masak ada acara malam nanti". Bu Minah, langsung menarik lengan menantunya.
Kai,hanya mengangguk dan mengikuti langkah ibu mertuanya. Hingga masuk,ke dapur jalan belakang rumah.
"Ayo, makan-makan bersama. Rea,gak sempat masak yah? Sebenarnya,ayah ingin bicara soal rumah tangga kalian. Apa tidak masalah,jika Rea bekerja? Pagi-pagi,dia terkadang tidak sempat masak untuk mu". Sebenarnya,pak Broto merasa tidak nyaman dengan anaknya.
Apa lagi,di saat anaknya lebih menyibukkan dirinya dan pekerjaan.
"Biarkanlah, Rea bekerja ayah. Kai,hanya mencari istri bukan pembantu. Yang setiap saat, selalu diam di rumah dan mengurusi ini itu. Kai,juga bisa membantu beres-beres rumah". Jawab Kai, tidak mempersalahkan istrinya bekerja.
"Maaf,ibu punya usul. Ada keluarga jauh, pengen cari kerjaan. Gak papa,jadi Art. Bagaimana,jadi Art di rumah mu". Kata bu Minah,sekalian memberikan pekerjaan kepada keluarga jauhnya.
"Boleh,bu. Anggap saja, membantu keluarga ibu". Jawab Kai, langsung. "Tapi,aku minta ijin dulu sama Rea. Takutnya,dia tidak setuju. Kalau tidak setuju,gimana kerja di rumah ibu. Masak dan beres-beres, lainnya. Biar ibu,diam dan santai saja".
Pak Broto, tersenyum kecil. "Hemmm...apa kata Kai,ada benar juga. Kamu,sering sakit-sakitan. Gak baik,kerja ini itu,".
"Masalahnya,kalau diam tanpa pergerakan. Tubuhku, semakin sakit pak". Jawab bu Minah.
__ADS_1
"Kan,ibu bisa ikut olahraga sama ibu-ibu sebelah". Sahut Kai,namun pak Broto cekikikan tertawa.
"Ya sudah,ibu telpon dia agar cepat ke sini. Kasian juga,dia tinggal di desa. Biar bisa bantu orangtuanya,cari uang. Mau masuk perusahaan kamu,mana bisa. Karena dia,cuman tamat SD. Gak tau apa-apa". Ucap bu Minah, sambil memilih lauk di meja makan.
"Masalah bayaran,biar aku yang bayar bu. Tinggal bilang aja,". Ucap Kai, dengan santainya.
"Masalah bayaran, nanti kita pikirkan lagi. Ayo,kita makan sama-sama ". Pak Broto, langsung menghentikan pembahasan soal Art.
Mereka langsung makan bersama-sama,kai merasa senang dalam masuk kehangatan keluarga istrinya.
***********
"Assalamualaikum, kak". Ucap Rea, calingukan mencari sesosok suaminya. "Eeehh...kemana kakak, tumben-tumbenan gak ada". Gumamnya,dia langsung menggogoh tasnya dan mengeluarkan ponsel.
Beberapa kali, Rea menelpon namun tak kunjung di angkat juga. "kemana, jangan-jangan nyasar lagi". Gerutu Rea,dia langsung ke rumah orangtuanya.
"Ibu, mana kak Kai". Tanya Rea, menyusul ibunya yang tengah santai menonton televisi.
"Ikut sama ayahmu,gak tau kemana? Daripada, diam-diam mending ikut katanya". Jawab bu Minah,masih fokus menonton televisi.
"Ya sudah,kalau sama ayah. Takutnya,nyasar gitu pergi sendirian. Aku ganti baju dulu". Saat ingin beranjak berdiri, Rea langsung kepikiran pesanannya. " Bu,sayur sama ikan ada kan".
Rea, langsung menuju ke arah dapur dan membuka kulkas. Ia mengambil sayur dan ikan, rencananya dia ingin masak. Siapa tahu,suaminya kelaparan saat dia datang.
Setelahnya, Rea pulang kerumah. Tak memperdulikan lagi, ibunya yang asik menonton televisi di ruang tamu.
Selesai dengan berganti pakaian, barulah Rea bertempur dengan alat dapurku.
Ting.....
Sebuah pesan masuk, di ponselnya. Tertera nama, Mahmer(mamah mertua).
[Sore,mamah ke sana yah. Mau minta di bawakan,apa]. Mahmer.
Rea, tersenyum manis saat membaca pesan dari ibu mertuanya.
[Bawakan buah-buahan,mah. Yang manis-manis].
__ADS_1
[Baiklah]. Mahmer.
Setelah membalas pesan, dari Ayunda. Rea,juga melanjutkan acara masaknya.
Hampir sejam, akhirnya masakan sudah matang semua. Namun, sang suami tak kunjung datang juga.
"Kemana sih? Ayah dan kak Kai,tidak pulang-pulang. Mana sudah jam tiga sore,". Gerutu Rea,ia mondar-mandir di ruang tamu.
Matanya,tak luput memandang ke arah pintu rumah.
*********
Tepat jam tujuh malam,Kai dan ayah mertuanya barulah datang. Jangan di tanya lagi,wajah Rea hanya cemberut. Pasalnya, masakan yang di masak sudah sangat dingin.
"Rea,aku makan kok. Gak papa,dingin". Kai, mencegah Rea memanaskan masakan tadi.
"Gak enak,kak. Kalau dingin, masakannya. Aku panasin, sebentar kok". Rea, ingin merebut mangkok yang di tangan Kai. Secepatnya,kai mencegah juga.
"Aku lapar,mau makan. Nunggu kamu, panasin lagi. gak sanggup,". Kai, langsung menumpahkan sayur ke atas nasinya.
Melihat itu, Rea hanya pasrah dan duduk di samping Kai. "Jadi,kakak sama ayah ke kampung. Untuk menjemput Lilis, ngapain dia ke sini. Aku kurang suka,sama dia kak".
"Kenapa gak,suka? Bukankah,dia keluarga jauh ibumu". Tanya Kai, sambil mengunyah makanannya.
"Jujur yah,aku gak suka dengan dia. Sejak waktu kecil,dia orangnya pelit dan tidak bisa mengalah kak. Walaupun,dia salah". Kata Rea, mendengus kesal.
"Sebenarnya,dia bakalan jadi Art kita. kalau kamu, tidak suka. Jadi Art,di rumah ibu. Anggap saja, bantu-bantu ibu dan bantu-bantu orangtuanya di kampung". Ucap Kai, membuat Rea tercengang.
"Hahahahha...dia,mau jadi Art. Hahahhaha, lucu sekali". Rea, tertawa lepas sambil memukul lengan Suaminya. "Gak salah kak,dia mana mau kerja jadi art. Palingan,cuman basa-basi. Ujung-ujungnya, nanti malah ngelunjak".
"Ketawa boleh, jangan mukulin tangan aku. Sakit, Rea. Masalah itu,aku gak tahu? Semoga saja,dia benar-benar rajin dalam mengerjakan tugasnya nanti". Sebenernya, Kai juga meragukan keseriusan Lilis. Dari tingkah lakunya, terlihat jelas. Dia,lebih asik memainkan ponselnya. Padahal,ayah mertuanya bertanya-tanya kepada nya.
"Mamah,tadi ke sini. mau jenguk kakak, tapi gak ada. Cuman sebentar,lalu pulang. mamah, lebih lama gosip sama ibu". Rea, memberitahu jika ibu kandungnya datang.
"Oh,hari senin ini. Aku mulai masuk kerja,mau ikut gak? Siapa tahu,mau temanin aku". Kekehnya Kai, sambil memainkan kedua alisnya.
"Aku sibuk,senin ini anak-anak mulai ulangan kenaikan kelas. Jadi, gak bisa cuti. Kapan-kapan saja,yah". Jawab Rea, langsung mengambil piring bekas suaminya. Dia, langsung mencucinya di wastafel.
__ADS_1
Kai, memeluk istrinya dari belakang. di saat Rea,masih mencuci piring dan gelas. "Aku mau,mengajakmu pergi Rea. Pergi untuk bulan madu,mau yah". Bisik Kai, tepat di telinga Rea.
Rea, hanya diam tak menjawab perkataan suaminya. Dia,malah sibuk menyelesaikan cuciannya. Kai, juga melepaskan pelukannya dan pergi keluar.