ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Pelukkan Hangat (S2)


__ADS_3

Rea, calingukan melihat sekeliling. Apa lagi beberapa perhiasan emas, yang sangat indah pastinya juga mahal.


"Pilih lah, cincin pernikahan kita". Beberapa cincin di atas meja dan siap di pilih.


Kai,membawa Rea ke sebuah toko emas yang terbesar di kota ini.


"Kakak saja,aku terserah yang mana. Tapi,bagusan yang polos aja kak. Lebih simple,kalau nyuci gak nyangkut berliannya". Kata Rea, malu-malu.


"Hemmm... warna putih yah,pas Kayanya di aku". Kai, mengambil salah satu cincin dan di pasang di jarinya.


Masa iya,masang cincinnya masing-masing. Gak romantis banget sih,pengen juga kali kaya orang biasanya.batin Rea, menggerutu di dalam hati.


Selesai memasang cincin, di jari manis Kai. Seketika Kai, melirik cincin satu pasangannya. Ada senyuman kecil, di sudut bibirnya. Ia langsung mengambil,lalu memasangkan ke jari manisnya Rea.


Hati Rea, berbunga-bunga bercampur aduk. Saat Kai, memasangkan cincin di jari manisnya.


"Ehhh....kok pas yah, padahal belum di ukur". Rea, memandang cincin di jari manisnya. "Kenapa gelangnya,dilepas"


Kai, tiba-tiba melepaskan gelang pemberiannya untuk Elvina itu. "Aku akan menggantikan kan, gelang ini. Mataku sakit, setiap melihatnya". Jawab Kai, tersenyum kecil. "Tolong,di ganti yang sudah aku pesan kemarin". Pinta Kai,kepada seorang pelayan di toko emas.


"Baik,tuan. Akan saya, ambilkan ". Pelayan tersebut, membungkuk badan dan pergi.


Beberapa menit kemudian, pelayan tersebut. Membawa gelang tangan,yang di pesankan oleh Kai.


Ia langsung memasangkan,ke tangan Rea. Gelang emas,di penuhi manik-manik berlian kecil. Sehingga, memancarkan cahaya. "Wahhhh....bagus sekali, walaupun modelnya kecil sangat indah. Berapa harganya,kak". Tanya Rea, penasaran. Ia sudah menduga, jika harganya paling lima jutaan.


"Lima puluh juta,". Jawab Kai, tersenyum kecil.


"Apa...? Li-lima puluh juta,apa tidak salah...oupsss....". Rea, langsung menutup mulutnya dengan tangan. Pasalnya,di setengah berteriak karena tidak percaya dengan harga gelang di tangannya. "Kakak,jangan bercanda. Gelangnya,tidak terlalu besar. Kenapa semahal ini,atau jangan-jangan kakak di bodohi". Rea,berkata setengah berbisik.


Aroma parfum Rea, tercium di hidung Kai. Seketika,bulu kuduk berdiri dan ada desiran di tubuhnya. Susah payah,kai meneguk salivanya. "Aku memesan dengan desain, yang aku inginkan. Lihatlah, berlian ini bukan berlian sembarangan dan sangat susah di kerjakannya".


"kakak,kalau hilang bagaimana? Aku tidak mau,gelang semahal ini". Rea, langsung melepaskan gelangnya.

__ADS_1


"Simpanlah,pilihlah gelang yang kamu inginkan. Kalau tidak mau,kita tidak akan pulang". Ancam Kai, dengan seringai tajam.


"Baiklah, sesuai dengan kesepakatan". Rea, langsung menuju ke salah satu pelayan toko emas. Entah,apa yang di perbincangkan.


Rea, memilih gelang seharga lima jutaan. Itupun, sudah paling murah di toko emas tersebut. Gelang, pemberian Kai. Ia simpan,tak ingin di pakai takutnya hilang. Apa lagi, harganya sangat fantastis baginya.


*************


Sudah hampir satu jam,Kai dan Rea. Memilih desain rumah mereka,pada akhirnya mereka pulang saja.


"Apa secepat itu,kita membuat rumah sendiri". Tanya Rea, sambil membuka beberapa gambar desain rumah tercetak.


"Pilihlah dulu,mana yang kamu mau. Aku serahkan semuanya, kepadamu. Kalau masalah uang,tinggal bilang atau ada masalah lainnya. Kita membangun rumah,lebih cepat lebih baik". Kata Kai, sambil menyetir mobilnya.


Hari sudah sore,dia segera mengantar Rea pulang kerumahnya.


"Hemmm... baiklah, aku akan berdiskusi dengan ayah". Jawab,Rea sesekali melirik ke arah suaminya itu.


Kai, terlihat menggogoh kantong celananya. "Ambillah, kartu ATM ini. Nafkah dariku, password-nya tanggal pernikahan kita". Kai, mengulurkan kartu ATM tersebut.


"Hemmm...sudah siap,tinggal di tandatangani dan kita sah suami-istri maupun agama dan negara. Jangan kamu pikir aneh-aneh, semuanya sudah beres. Besok,jam tiga sore. Mamahku,akan berkunjung ke rumah orangtuamu. Mungkin ada sesuatu,yang harus di selesaikan". Kata Kai, ia sesekali melirik istrinya itu.


"Kak, terimakasih banyak. Hemmmm... bagaimana,kalau mantan kakak balik lagi". Rea, sangat takut jika mantan kekasih suaminya. Tiba-tiba datang, akankah hati suaminya luluh dan kembali lagi.


"Ck, percayalah.aku tidak main-main, dengan pernikahan ini. Walaupun,aku dan kamu tidak saling kenal satu sama lain. Apa lagi cinta, aku yakin. Seiring waktunya berjalan, cinta itu akan tumbuh. Satu yang aku harapkan, jangan terbawa emosi dan jangan termakan omongan seseorang. Buktikan dulu dan cari kebenarannya, aku harap kamu bisa berpikir dewasa" jawab Kai,ia menggenggam erat tangan Rea.


Sontak Rea, terkejut dengan perlakuan suaminya itu. "Baiklah,kak. Aku juga seperti itu" Rea, merasa sangat malu dan jantungnya berdegup kencang.


"Apa kamu ada dekat dengan seorang pria, katakanlah sejujurnya. Aku suka dengan kejujuran, daripada kebohongan. Walaupun,jujur itu menyakitkan Rea". Ucap Kai, tersenyum smrik. Ia tiba-tiba, menepikan mobilnya di sebuah taman.


"Ehhh... kita kenapa berhenti,". Rea, merasa sangat gelisah dan gugup. Pasalnya,hanya mereka berdua di dalam mobil. Apa lagi, dengan status halal.


Kenapa aku takut? Gak kan, lagian dia suamiku.batin Rea.

__ADS_1


Kai, mengubah posisi duduknya dan menghadap ke arah Rea.


"Kenapa, tidak menjawab perkataan ku,". Kai, semakin mendekati tubuh Rea.


Jantungnya Rea,tak bisa di kontrol lagi. "Kakak,jangan seperti ini. Kamu akan membunuhku, jantungku berdegup kencang.takutnya,malah copot atau aku kena serangan jantung". Kekehnya Rea,ia mencoba menjauhkan dirinya.


kai,yang tersenyum sumringah dan langsung menarik Rea. Hingga jatuh,ke pelukannya.


"Kakak, lepaskan aku.... jangan seperti ini,aku jujur. Aku tidak dekat dengan seorang pria, kalau teman banyak". Kata Rea, tangannya menahan dada bidang Kai.


"Benarkah, kau tidak berbohong kepadaku". Bisik Kai, terdengar suara seraknya.


"Iya,kak. Tolong, lepaskan aku. Kita pulang yah,". Rengeknya Rea, merasakan hangatnya pelukan sang suami.


"Diamlah,hanya sebentar". Kai,yang memeluk tubuh istrinya dengan erat. Rea, terpaksa mengalah dan membiarkan suaminya memeluk. Apa lagi, mereka cukup wajar karena sepasang suami-istri.


***********


Rea, meminta di antar ke rumah Tina. karena motornya, berada di rumah sahabatnya itu.


Terpaksalah,Kai menurut kemauan sang istri


"kakak, langsung pulang saja. tidak enak, dilihat orang-orang sekitar. apa lagi,kita masih di pingit". Rea,tak nyaman meminta suaminya pergi.


Sebelum keluar dari mobil,Rea langsung mencium punggung tangan suaminya.


Sedangkan Tina,di teras rumah sudah menunggu sahabat keluar dari mobil.


Rea, nampak tergesa-gesa keluar dan melambaikan tangannya. saat Kai,sudah meninggal perkarangan rumah Tina.


"Ciyeeehhh... habis pacaran". Tina, langsung menggoda sahabatnya itu.


"Mana kuncinya,aku mau pulang". Rea, langsung mengulurkan tangannya. "besok aja,kalau ingin tahu". Rea,yang tergesa-gesa menghidupkan mesin motornya. "Assalamualaikum".

__ADS_1


"Wa'alaikum salam.Pelan-pelan,apa lagi kamu mau nikah". Teriak Tina, langsung.


__ADS_2