ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Digigit Nyamuk (S2)


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan, yang begitu sangat mewah.


Para undangan telah datang, silih berganti dan naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.


Kai, sesekali melirik ke arah istrinya. Begitu sangat cantik, menggunakan baju pengantin. Apa lagi, senyuman manisnya melengkung di sudut bibir.


Saat mereka melakukan pemotretan,antara keduanya merasa canggung. Tangan Kai, tiba-tiba gemetaran saat menyentuh tubuh istrinya.


Kenapa aku tiba-tiba, gemeteran seperti ini? Bukan pertama kalinya,aku menyentuh tubuh seorang perempuan. Apa karena kami,tidak pernah seperti ini.batin Kai,berpose sangat intim dengan Rea.


Begitu juga Rea,dia sudah gemeteran dari tadi. Namun pasrah saja, mengikuti arahan seorang fotografernya.


Beberapa gaya, mereka melakukan foto di atas pelaminannya. Dengan berpose, sangat dekat dan gaya pelukkan.


Apa lagi teman-teman Rea, mengejek kedekatan mereka. membuat Rea, merasa malu dan sangat malu.


Lelah dan letih, itulah yang di rasakan Rea. Saat sore hari, terakhir melakukan pemotretannya. Di pinggir pantai,dan bersama temannya.



Acara resepsi pernikahan,sudah selesai. Menyiksakan,hanya anggota keluarga saja.


**********


Tiba di dalam kamar, Kai dan Rea sudah membersihkan diri masing-masing. Hanya ada rasa canggung, teramat canggung.


Ini adalah pertama kalinya, mereka satu kamar. Apa malam ini,aku harus merelakan tubuh ku kepada suamiku. Batin Rea, badannya sudah panas dingin.


Namun Kai,masih santai dan dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Berbaringlah,di samping ku. Aku tidak akan, memakan mu. Mungkin, untuk saat ini". Kai, langsung membuka suaranya.


"Hemmm... kakak,lapar? Kalau,lapar...hemm,aku ambilkan makanan yah". Alibi Rea,ia merasa tak nyaman harus merebahkan tubuhnya di samping sang suami.


Kai, mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan istrinya. "bukankah,kita selesai makan tadi".


Deggg....

__ADS_1


Rea, langsung menepuk jidatnya. Malu, itulah yang di rasakan. Astaga...kenapa aku lupa? Rea,kamu bikin malu saja. "Aaaahh...iya,aku lupa kak". Kekehnya Rea, sambil mendekati ranjang.


Sesekali melirik suaminya, matanya terlihat terpejam. Rea, melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Dengan pelan-pelan, Rea merebahkan tubuhnya di samping sang suami. Hanya berhalat satu guling, untuk pembatas tidur mereka.


Satu jam, Rea tak bisa memejamkan matanya. Ia bolak-balik, mencari posisi tidurnya. "Kenapa aku, tidak bisa tidur". Gumam Rea, melirik ke arah suaminya.


"Tidak bisa tidur,". Kata Kai,namun matanya masih terpejam.


"Iya,kak. Masih,gak ngantuk". Jawab Rea,ia melirik lagi ke arah suaminya.


"Ngomong-ngomong,apa kakak tidak mengundang mantan kekasih? Saat resepsi pernikahan tadi, mantan kakak tidak ada". Entah kenapa, Rea tiba-tiba menanyakan soal itu. "Maaf,aku hanya bertanya". Kenapa aku seperti ini,tidak mungkin kan. Jika aku,merasa cemburu. Bahkan,gambar itu benar-benar memenuhi pikiran ku.


Kai, langsung membuka matanya. Saat mendengar ucapan, dari istrinya. Benar, Elvina tidak ada. Kemana dia,apa jangan-jangan ada sesuatu yang papah lakukan.batin Kai,ia memikirkan sesuatu. "Baguslah, kalau tidak ada. Aku mengundangnya, kok". Jawab Kai,ia mengubah posisi menjadi tiarap.


"Oh...kakak, jangan tiarap. Kata orang tuaku,pemali tau".


"Aku ingin seperti ini,jika kamu menyuruhku untuk mengubah posisi. Aku akan mengubahnya, asalkan memelukmu". Kata Kai,yang masih memejamkan matanya.


Beberapa menit, kemudian. kai, mendengar suara dengkuran halus. berarti sang istri, sudah terlelap dalam tidurnya.


Dia juga, mengubah posisi istrinya menjadi terlentang. Kai,tak henti-hentinya menatap wajah cantik istrinya. rambutnya, terurai bebas tanpa di tutup menggunakan hijab.


Cup.....


"maaf,aku mencium mu dalam lelap dalam tidurmu. aku ingin, menghapus jejak dia di bibirku. Aku akan bersabar, sampai kamu siap". Gumam Kai, tersenyum kecil.


Sudah puas, menatap wajah sang istri. Tak sengaja Kai, melihat leher jenjang putih Rea. Dengan ide jahil,Kai meninggal dua jejak di leher Rea.


"Uugghh....". Rea, mengeliyat karena merasakan sesuatu di lehernya.


Dengan cepat,Kai menghentikan aksinya agar tidak ketahuan oleh sang empunya. "sial,aku hampir kebablasan". Kai, menggerutu dirinya sendiri. niat ingin meninggalkan jejak,namun dia mencium seluruh leher istrinya.


*********


"Hoaaamm....". Rea, mengeliyat tubuhnya di atas ranjang. Dia terbangun, dari tidurnya. "Jam enam pagi,mandi dulu lah". Gumam Rea,dia melirik ke arah samping. Kai,masih terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian,dia selesai dengan mandinya. Betapa terkejutnya, melihat lehernya seperti di gigit sesuatu.


"Astagfirullah,kenapa leherku merah-merah seperti ini? Apa di gigit nyamuk,mana mungkin nyamuk menggigit sampai seperti ini. Aku juga tidak memiliki, elergi makanan. Aku harus menanyakan hal ini, kepada kak Alayya". Rea, langsung memasang hijabnya dan keluar dari kamar.


Beberapa ketukan pintu, akhirnya kakak sepupunya membukakan pintu kamar. "Ngapain ke sini,gimana malam pengantinnya". Goda Alayya, Rea langsung menyelonong masuk kedalam.


"Kakak,tau gak? Ini gara-gara apa, mungkin saja kakak tau". Alayya, langsung memperlihatkan lehernya itu.


Alayya, langsung membulatkan matanya dengan sempurna. "Astaga....". Dia juga, menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Kakak, jangan menakuti ku. Apakah,ini penyakit sangat berbahaya". Rea,nampak ketakutan melihat ekspresi kakak sepupunya itu.


"Rea,kamu ini polos atau gimana sih? Ini suamimu,yang membuatnya". Alayya, langsung menjawab.


"Suami Rea, tapi kami tidak melakukan apapun tadi malam". Bantah Rea,ia masih kebingungan karena lehernya seperti ini.


"Rea,ini sebuah kecupan,yang di ulah suamimu. Aku yakin,dia membuatnya diam-diam saat kamu terlelap tidur" kata Alayya, langsung.


Rea,hanya menggelengkan kepalanya dan terduduk lemas di tepi ranjang. "Gak mungkin kak,aku tidak merasakan apa-apa. Mungkin saja, ini nyamuk".


"Rea,mana mungkin nyamuk menggigit sampai seperti ini. Malam berikutnya,kamu bukti kan saja. Pura-pura tidur kek,biar tahu jawabannya". Ucap Alayya,ia tak menyangka jika adik sepupunya begitu polos tidak tahu apa-apa.


Setelah mengetahui sebabnya, Rea berniat untuk membuktikan penyebab lehernya ini.


Dia kembali ke kamarnya, ternyata sang suami sudah bangun.


Rea, langsung menyemprotkan Baygon ke sekeliling ruangan kamarnya. kai,nampak heran melihat istrinya.


"Kenapa menyemprotkan Baygon, begitu banyak". Tanya Kai, langsung.


"Nyamuk kak, leherku merah-merah habis di gigit nyamuk tadi malam". jawab Rea, tapi dia tahu siapa pelakunya. karena tidak ada bukti,dia harus melakukan Sesuatu.


Untuk membuktikan kebenaran, Alayya langsung memberitahu rencana untuk membuka kedok suaminya Rea.


mendengar jawaban sang istri, Kai hanya cekikikan tertawa dalam hati. Ternyata,aku memiliki istri Sangat polos. jangan-jangan, dia tidak pernah berciuman dengan pria lain. baguslah,aku yang pertama mencicipi bibirnya malam tadi.batin Kai,merasa senang. "Oh,emang tau darimana kalau lehermu di gigit nyamuk? mana mungkin kan,kamu memperlihatkan leher ke orangtuamu".


"Gak kak,aku yakin deh. ini kelakuan nyamuk,yang meresahkan". Jawab Rea, sesekali melirik suaminya itu. "Rese banget,sama nyamuknya". Gerutu Rea, merasa lega karena sudah menyemprotkan Baygon ke seluruh kamarnya. sedangkan sang pelaku,hanya senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2