
Pagi harinya,saat Kai sudah mau berangkat. Tiba-tiba, kedatangan Dewi membuat Rea semakin menegang.
Pasalnya, Dewi tengah berpakaian seksi dan menampakkan belahan dada dan lekukan tubuhnya.
"Tunggu....!! Aku ikut,yah? Nebeng,ada keperluan dia mall. Tolong,antar aku". Dewi,yang ingin masuk. Akan tetapi, pintu mobil terkunci.
"Maaf,aku bukan taksi". Jawab Kai,saat menghidupi mesin mobil. Akan tetapi Dewi,malah menghalangi di depannya.
"Tidak,selama tidak memberikan tumpang kepadaku. Siap-siap saja, tidak akan kemana". Dewi, merentangkan kedua tangannya.
Kai,hanya memberikan kode ke arah Rea. Kebetulan sekali, Rea paham apa maksudnya.
Rea, mendekat Dewi dan menarik agak ke pinggir. Akhirnya Kai,bisa lolos dan menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang.
Dewo, terus-menerus memberontak dan memaki-maki Rea.
"Gara-gara kamu, mencegah ku. Akhirnya,aku tidak bisa berangkat bersama Kai". Dewi, mendorong tubuh Rea.
"Ck,sadar diri dewi. Kamu ingin sekali, mendekati suamiku. Jangan harap,itu tak akan terjadi". Rea,malah tersenyum mengejek.
"Awas kamu, siap-siap menangis kalau suamimu malah menikahi ku". Dewi, tersenyum.
"Ha...? Menikah denganmu, mimpi kali". Ejek Rea, sambil menjulurkan lidahnya dan masuk ke dalam.
Dewi,hanya bisa menghentakkan kakinya dan pergi. Hatinya dongkol,karena gagal lagi.
Rea,juga bersiap-siap untuk berangkat kerja. Tapi,entah kenapa pikirannya tidak tenang. "Kapan yah,aku ke kantor nya. Pasti banyak wanita-wanita cantik dan seksi". Gerutu Rea,jujur saja dia sangat cemburu jika sang suami jauh.
Sebelum berangkat bekerja,tak lupa Rea pamit kepada ibunya.
Beberapa menit kemudian, Rea sudah sampai di sekolah tempat dia mengajar.
Kebetulan sekali,di parkiran dia bertemu dengan mantan kekasihnya bernama Ade Kusuma.
"Rea,aku ingin berbicara padamu". Ade, menghampiri Rea.
__ADS_1
"Mau berbicara apa, katakanlah". Jawab Rea,duduk di atas motornya.
"Apa kamu bahagia, dengan pernikahan mu? Jujur saja, sepertinya suamimu begitu tegas dan dingin". Ade,nampak tak karuan dengan pernikahan mantan kekasihnya.
"Ade,aku sangat bahagia pernikahan ini. Dia memang tegas dan dingin,itu hanya berlaku untuk orang yang tidak di kenalnya. Alhamdulillah, untuk saat ini. Dia sangat perhatian dan peduli,kepada keluargaku". Jawab Rea, tersenyum kecil.
"Benarkah? Jangan menutupinya Rea,kalau kamu tidak bahagia. Aku siap, menggantikan posisinya". Ade, nampak ingin memegang tangan Rea.
Seketika Rea, langsung menghindarinya. Takutnya,ada seseorang yang salah paham. Dia juga bakalan terancam,dalam pekerjaan. Bisa jadi,suaminya langsung tidak mengijinkan dia kerja. "Ade,jaga sikapmu. Aku sudah menikah, tidak pantas kamu memegang mu". Rea, mencoba meminta pengertian mantan kekasihnya itu.
"Rea,kenapa berubah? Ingatlah, kenang-kenangan masa indah yang sempat kita lalui". Ade, mencoba membujuk mantannya itu.
"Kenangan indah? Kamu, tidak salah. Yang ada kenangan indah,kita. Sudah hilang,tanpa berbekas. Saat aku, mengetahui mu selingkuh dengan Dewi. Tepatnya,di hadapan ku De. Kamu tega, selingkuh dengan kakak sepupu ku. Sakit De,sakit". Rea, sambil menepuk dadanya
"Rea,aku minta maaf soal itu. Aku hilaf, seandainya waktu bisa di ulang lagi. Aku tidak akan pernah, menyakiti mu". Ade, langsung mengubah wajah sesedih mungkin.
"De, seandainya waktu bisa di ulang lagi. Aku tidak akan, menerima cintamu". Tegas Rea, langsung meninggalkan mantannya itu.
Seseorang tengah berdiri, tidak jauh dari mereka. Seseorang tersebut, memotret momen mereka berdua. "Rea,Rea... siap-siaplah,kamu akan mendapatkan masalah dari suami mu". Senyum smrik, wanita itu. Sambil mencium,layar ponselnya.
"Tidak,aku tidak bisa seperti ini. Aku harus mencintai suamiku,". gumam Rea, menghapus air matanya dengan kasar.
"Maafkan aku,kak. tidak bisa mencintaimu, sepenuhnya kepada mu. maaf,aku harap kamu mengerti. aku hanya bisa, pasrah dan menjalankan rumah tangga ini". Isak tangisnya Rea.
Setelah puas menangis, barulah Rea keluar dari toilet. kebetulan sekali,ada Tina di luar.
"Rea,kamu di sini. aku cari-cari kamu,loh. bentar deh,aku mau pipis dulu. tungguin yah". Tina,yang buru-buru masuk kedalam toilet.
Rea,hanya mengangguk kepala.
Terlihat, Rea menggogoh tasnya dan mengeluarkan ponselnya.
[kakak,aku haru ini mau jalan-jalan dengan Tina. sepulang dari, kerja]
Rea, langsung mengirim pesan kepada suaminya itu. "kemana dia? kenapa, tidak balas pesanku. apa sedang,rapat". gumamnya.
__ADS_1
ceklekk....
Tina, sudah keluar dari toilet sambil membenarkan pakaiannya. "aku mau bicara penting, kepadamu".
"katakanlah,apa itu. jadi penasaran sekali". kekehnya Rea,dia memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Kamu ada berduaan, dengan mantanmu itu". Tanya Tina, langsung di angguki Rea.
"Oh,ada tadi. waktu di parkiran,cuman membicarakan masalah pengajaran sekolah kok". alibi Rea,tak mungkin memberitahu yang sebenarnya. bisa-bisa jadi panjang, masalahnya.
"Astaga....kau tahu,bu Wina. si janda,tanpa anak itu. dia tadi, diam-diam memotret kalian berdua. aku melihatnya, dari jarak jauh". bisik Tina, langsung.
Rea, langsung gelabakan karena mendengar ucapan sahabatnya. "sial,kamu seriuskan. gawat darurat,kalau ketahuan kak Kai".
"Makanya itu, kita harus bisa merampas ponselnya dan menghapus fotonya. kamu sih? kenap mau,aja di ajak berduaan". gerutu Tina, mengkhawatirkan hubungan sahabatnya.
"Lah,tadi cuman kebetulan sekali di parkiran. padahal,gak ngapain kok. Aneh sekali,baru aja aku menikah. sudah banyak,yang gangguin". Rea,namapk kesal karena ada saja mengganggu rumah tangganya.
"Itulah,kamu mendapatkan suami yang terlalu sempurna. sehingga,banyak yang ingin menghancurkan hubungan kalian. Rea,malam besok datang yah. aku di lamar oleh, ustadz Yusuf". kata Tina,yang tersipu malu-malu.
Mendengar ucapan sahabatnya, Rea hanya melongo. seakan-akan, tidak mempercayai perkataan sahabatnya itu.
*************
Kai,yang baru saja tiba di ruang kerjanya dan di hadapi tumpukan berkas-berkas yang siap di kerjakan.
"Tuan, sepuluh menit lagi. Anda,harus menemui Nona Claudia di restoran". Ucap Andrew, sekertarisnya.
"Baiklah,siapkan semuanya. Aku akan turun, nanti". Jawab Kai, langsung memberikan kode. Agar sang sekertaris,keluar dari ruangannya.
Kepergian sang sekertaris, barulah Kai bersandar di kursi kebesarannya. Ia membuka laci dan menemukan sebuah bingkai foto. Sebuah foto,dia dan seorang perempuan cantik. Tengah, menikmati suasana pantai.
"Elvina,kaulah seorang perempuan yang mampu meluluhkan hatiku. Walaupun,aku sudah memiliki istri. Saat aku bersamanya, sangatlah berbeda dengan mu. Kenapa tega, menyakiti ku sedalam ini? Cintaku, sudah kamu rubah jadi benci Elvina". Gumam Kai, langsung membuang bingkai foto ke dalam bag sampah.
Sudah beberapa hari, Kai tidak mendapatkan informasi tentang Elvina. Dia sudah tidak mempedulikan, mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
Untuk saat ini,dia ingin melabuhkan cintanya kepada istrinya. "Maafkan aku, Rea. Mungkin butuh lama,aku mencintaimu sepenuhnya". Gumam Kai,dia masih trauma dalam cinta. "Baguslah,kalau kamu menunda kehamilan dulu".