ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Hilang (S2)


__ADS_3

"Gak papa nih,kamu gak ada di pesta ulangtahun Farida". Tanya Elvina, sambil menyantap makanan di meja. sebenarnya Elvina,tidak merasa nyaman dengan Kai.


"Tidak apa,aku sudah mengirimkan kado untuknya". Jawab Kai, tersenyum manis. Baginya,pesta ulangtahun seperti itu adalah hal sangat membosankan.


"Oh....isi kadonya apa". Elvina, penasaran dengan isi kado yang di berikan kekasihnya. hehehehe...gak papa kan,kepo dikit.


"Hanya tas, perempuan" jawab Kai, melirik ke arah Elvina. "Kenapa,kamu mau tas".


"Gak,aku banyak kok tas". Elvina, menolaknya langsung. "Berapa harganya,". kepo lagi ah...


"Palingan dua puluh juta,". Jawab Kai, dengan santainya. Elvina, hanya melongo mendengar jawaban Kai.


"Ha...? dua puluh juta. Tas apa Kai, ngapain juga beliin tas semahal itu. Kasih yang obral di pasar,harga dua puluh ribuan. Farida, pasti langsung senang. Asalkan darimu". Elvina, terkejut mendengar harga tas di berikan oleh Farida. Biasanya,dia memiliki harga tas hanya ratusan ribu.


"kenapa gak bilang,aku mana tau soal begituan". Kata Kai, seakan-akan tidak tahu apa-apa masalah barang perempuan. "Sebenarnya,lebih mahal gelang kamu yang aku berikan itu".


"Gelang ini,". Elvina, langsung memperlihatkan gelang di tangannya. Namun, seketika dia syok karena gelangnya tidak ada. "Gelangnya mana? Mana gelangnya".


Elvina, langsung syok mencari-cari gelang tangannya. "Kai, gelangnya hilang. Ya ampun,dimana jatuhnya". Elvina, nampak gelisah sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Elvina dan Kai, bergegas menuju ke mobil. Siapa tahu, gelangnya jatuh di dalam mobil. Mereka mencari-cari, namun tidak ada.


"Mungkin di dalam kamar mu, waktu kita ciuman". Kai, mencoba menenangkan pikiran Elvina.


"Semoga saja,yuk...kita pulang, cari gelangnya". Kata Elvina, kini mereka meninggalkan restoran.


Sepanjang perjalanan, Elvina menggerutu dirinya sendiri. Karena ceroboh dan tidak menyadari,jika gelang pemberian Kai. Tidak ada lagi, melingkar di tangannya.


Tiga puluh menit kemudian, Elvina langsung keluar dari mobil dan berlarian masuk ke dalam rumah.


"Bibi......bi Iyam....!!". Elvina, berteriak-teriak memanggil bi Iyam dan beberapa pelayan lainnya juga.


"Ada apa,non". Tanya bi Iyam, tergesa-gesa menghampiri Elvina.


"Ini bi, lihat gelang aku gak? Gelang aku,hilang bi. Waktu itu,yang aku pamerin". Rengeknya Elvina, terbilang manja dengan bi Iyam.


"Masa sih? Hilang,bibi gak lihat non. Ya sudah,kita cari sama-sama ". Ucap bi Iyam,dan di angguki lainnya.

__ADS_1


Kai,juga ikut membantu. Namun,tidak ada hasilnya sama sekali.


Elvina,juga mengobrak-abrik isi kamarnya. Bahkan,dia sudah terisak menangis. Jangankan di kamarnya, bahkan di kamar lainnya juga.


"Hiks.....Hiks.... gelangnya hilang,bi". Isak tangis Elvina, memeluk bi Iyam.


"Sudahlah, nanti aku belikan lagi. Persis, seperti kemarin". Kai, mencoba membujuk kekasihnya itu.


"Tidak mau,itu adalah hadiah pertama untukku darimu". Elvina, menolaknya langsung.


"Elvina.... sebentar,aku angkat telpon dulu". Kai, memotong perkataannya karena seseorang menelpon.


Elvina,tak henti-hentinya merengek dan menyesali kecerobohannya.


Hingga akhirnya,Kai pamit pulang karena kakak iparnya barulah lagi. Laila, meminta Kai secepatnya pulang. Karena dia, menginginkan nasi goreng buatan Kai.


Walaupun berat, meninggalkan Elvina. Namun, Elvina secepatnya membuatkan nasi goreng untuk kakak iparnya. Apa lagi, Laila tengah mengandung anaknya.


*************


"Kemana yah, gelang itu? Kenapa bisa hilang sih,kok bisa". Rengeknya Elvina, menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


Entah kenapa,dia tiba-tiba malas berangkat sekolah. "Tunggu dulu, jangan-jangan ada di dalam kelas. Aduhh...mati aku, secepatnya aku harus berangkat". Gumam Elvina, langsung menggogoh kunci mobil dan tas sekolahnya


Ia juga berlarian menuruni anak tangga, takutnya ada seseorang yang lebih dulu menemui gelang tersebut.


Elvina, menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena masih pagi, kebetulan jalan masih terlihat sepi.


Beberapa menit kemudian, akhirnya dia sampai di sekolah. Ia langsung berlarian, menuju ke dalam kelas.


"Akhirnya, aku sampai juga". Gumam Elvina,ia ngos-ngosan mengatur nafasnya.


Elvina, calingukan mencari-cari di kolong meja. Bahkan,sudah seisi kelas. Tetap saja, hasilnya nihil. Dia, terduduk lemas. "Tidak,tidak mungkin hilang". Isak tangisnya Elvina. "Hikssa....Hiks...Hiks... maafkan aku,Kai".


Cukup lama Elvina, menangis sendirian di dalam kelas. Hingga akhirnya,dia berhenti karena kelas sudah mulai ramai berdatangan.


[Kai, gelangnya juga gak ada di kelas. Gimana ini, pasti harganya mahal kan].

__ADS_1


Elvina, langsung mengirim pesan kepada Kai. Namun, tidak ada balasan darinya.


Sedangkan Kai,baru saja sampai di dalam kelas. Ponselnya bergetar,ada pesan masuk.


Ia langsung membuka pesan dari Elvina,hanya senyuman kecil di sudut bibirnya. Dia juga,tidak membalas pesan dari kekasihnya itu.


Kebetulan sekali, Cantika mendekati Kai dan tersenyum sumringah. Kai,nampak kaget melihat gelang melingkar di tangan Cantika.


Gelang yang sama persis,yang di berikan oleh Elvina. Gelang itu? Jangan-jangan, Cantika yang mengambilnya. Batin Kai, ia langsung emosi.


Kai, mencekram tangan Cantika. Sehingga, Cantika meringis kesakitan. "Kai,kamu apa-apaan? Lepas Kai,kau menyakitiku". Pinta Cantika,seisi kelas tercengang melihat ke arah mereka.


"Katakan, dimana kamu menemukan gelang ini". Ucap Kai, dengan tegas.


Cantikan,hanya diam dan menatap sorotan mata Kai begitu tajam. Seisi kelas, menjadi tegang. Pasalnya,Kai tidak pernah marah seperti itu.


"Maksudnya kamu,gelang ini? Ini gelang milikku,aku yang beli". Jawab Cantika, walaupun dia sangat ketakutan.


"Benarkah? Gelang ini adalah milikku,yang aku berikan kepada seseorang. Cari saja,setiap toko emas lainnya. Karena gelang ini,di desain dengan khusus olehku sendiri. Jika kau,tidak mengakui sebenarnya. Siap-siap,antara orangtuamu atau kamu yang masuk penjara. Atas tuduhan, pencuri". Tegas Kai,ia langsung mengancam Cantika.


seisi kelas langsung, berbisik-bisik tentang Cantika.membuatnya jadi takut dan menjadi bahan perhatian. "kai, aku-aku cuman menemukan gelang ini. di kantin, kemarin". Cantika, langsung membuka suara. ia sangat takut dengan ancaman,Kai.


"Wahhh....kok kamu gitu sih, Cantika? itu bukan,barang kamu. sok-sokan ngaku milik sendiri".


"Ck, memalukan sekali.


"jangan-jangan memang seorang pencuri, tapi anak orang kaya".


"Ya ampun, Cantika bisa mengakui barang orang lain".


Banyak lagi, cibiran dari orang-orang sekitar. tatapan mereka, langsung ke arah Cantika. karena merasa nalu, Cantika langsung melepaskan gelangnya dan pergi meninggalkan kelas.


Kai,hanya menghembuskan nafas beratnya. "Dasar ceroboh,harus di beri pelajaran". Gumam Kai, sambil memandang gelang di tangannya.


"Kai, sebenarnya gelang itu untuk siapa". tanya Alesha, langsung.


"Seseorang yang aku,cintai". jawab Kai, langsung meninggalkan kelas. Alesha,hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2