
Waktunya yang di tunggu telah tiba, laila tersenyum merekah saat melihat dirinya di pantulan cermin.
Ia mengenakan gaun pengantin berwarna putih, wajahnya terlihat berseri-seri kebahagiaan.
"Kau sangat cantik Laila, sekarang sudah jam delapan pagi. Mungkin akad nikah,akan segera di mulai. Setelah ijab Kabul, barulah kau akan menemui suamimu". Kedip mata Shelly,ia tersenyum merekah.
"Apa aku sangat cantik, menggunakan gaun ini". Tanya Laila. "Sumpah, seperti mimpi saja. Aku tidak bisa berkata-kata apa lagi,". Matanya sudah berkaca-kaca, saat mengingat kedua orangtuanya.
Ya Allah,kuatkan lah aku. Bapak dan ibu, pasti senang melihat aku berbaju pengantin dan melihat anaknya begitu cantik. Dimana anaknya,akan menempuh hidup baru dan membangun rumah tangga. Maafkan, Laila. Belum sempat membahagiakan kalian,aku sangat merindukan kalian.batin Laila,ia tersenyum manis.
"Laila, jangan menangis lagi. Sudah cukup tadi saja,aku mencemaskan riasan wajah mu" Shelly, mencegah Laila agar tidak menangis seperti pagi tadi. "kau sangat cantik,". aku tahu,apa yang kau pikirkan? pasti kedua orangtuamu, karena mereka tidak ada di sampingmu. di saat hari pernikahanmu, Laila aku berharap,kau selalu bahagia bersama Al. begitu juga aku, selalu bahagia bersama Herman nanti.
Laila,tidak karuan tidur malam tadi. Dia kepikiran besok,dimana hari bersejarah baginya. Walaupun, tanpa kedua orangtuanya. Rapuh, itulah yang di rasakan Laila. Di saat ijab kabul, tanpa sesosok seorang ayah. Laila, sangat bersyukur,masih ada yang peduli kepada-nya.
Ceklekk.....
Pintu kamar terbuka, terlihat Ayunda membawa satu gelas kopi. "Kau minum kopi ini, habiskan". Ayunda, memberikan segelas kopi kepada Laila.
"Kopi? Baiklah,aku minum". Laila, langsung meminum kopi sampai habis. Sebenarnya,aku memang membutuhkan kopi karena mataku sangat mengantuk.
"Kau sangat cantik, menantuku. Sebentar lagi,ijab kabul akan dimulai. Kau siap-siap, nanti ada Seseorang yang menyuruhmu ke luar. Mamah,mau ke sana dulu". Ucap Ayunda,ia mencium kening Laila.
"Terimakasih,mah. Aku gugup sekali,". Kata Laila, membuat Ayunda terkekeh.l
"Bawa santai saja,sayang. mamah, ingin sekali menemani mu. tapi,banyak tamu yang harus mamah sambut". pamit Ayunda,ia langsung meninggalkan kamar menantunya.
"rileks saja, Laila. Bawa santai dan jangan gugup, gugupnya entar malam saja". Shelly, menggoda Laila. "Kita foto yuk,aku ingin meng-upload fotonya di sosmed".
Cekrekkk... cekrekkk.... Cekrekkk....
__ADS_1
Begitu banyak foto-foto kebersamaan mereka, dengan berbagai gaya. Mereka berdua saling, berpelukan erat dan tertawa bersama.
Sedangkan di luar, tepatnya di ballroom hotel. semua tamu undangan,sudah mulai tenang karena ijab kabul diucapkan oleh Al.
"Bagaimana para saksi? Sah...."
"Sahhhh....!!!!".
"Alhamdulillah....!!!". Semua orang-orang sekitar, nampak bahagia di saat Al sudah melakukan ijab kabul. Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan. Apa lagi Ayunda, menitikkan air matanya. Sekarang anaknya,sudah menikah dengan seorang perempuan yang dia cintai.
"Alfatihah,....!!". Ucap penghulu,kini di iringi oleh tamu undangan lainnya.
Selesai dengan semuanya, barulah Laila keluar menuju ballroom hotel. Semua orang-orang, tercengang melihat kecantikan Laila.
Begitu juga Al dan teman-temannya, mereka senyum dan tidak mengedipkan mata mereka.
Laila,duduk di samping Al. Ia mencium punggung tangan Al,yang baru beberapa detik sudah sah menjadi suaminya. Ada rasa haru di diri Laila,ia sekarang sudah sah menjadi istri Al.
"Selamat atas pernikahan kalian,mamah, beruntung memiliki menantu seperti mu". Ayunda, tersenyum dan memeluk erat tubuh menantunya.
"Mamah, terimakasih atas semuanya. Aku beruntung memiliki seorang mamah mertua, seperti mamah". senyum mengembang di bibirnya Laila.
Begitu J, memeluk erat tubuh Al . "Selamat boy, ingatlah utamakan istrimu".
Al, hanya mengangguk kepala. "Tentu papah, seperti kamu meratukan ibuku". Al, tersenyum sumringah.
Laila, hanya menahan rasa gugup dan tangannya ber gemeteran. Apa lagi wajahnya,sudah memerah seperti kepiting rebus. Santai Laila, jangan gugup. batin Laila,ia tersenyum manis saat tamu undangan menatap ke arah nya.
Para tamu undangan,juga ikut mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. mereka silih berganti, bersalaman tangan dengan kedua mempelai pengantin.
__ADS_1
"Selamat yah,bro...." Kata Dion dan juga di iringi oleh teman lainnya.
"Ciyeehh,jos jos nih. Entar malam,boleh dong ngintip dikit". kekehnya Zakir,namun dapat senggolan dari Herman.
"selamat yah, laila. doakan kami, agar tidak ada halangan". kekehnya Shelly, memeluk sahabatnya itu.
"Terimakasih,kau sudah menemani ku. mulai kemarin, hingga saat ini". kata Laila,ia benar-benar senang memiliki sahabat sebaik Shelly.
Al, sedari tadi yang berdiri dan terus-menerus menempel pada Laila. Terkadang Laila, menggeser posisinya. Tapi,Al selalu menempel lagi. "Al,diamlah jangan menempel terus. Malu dilihat orang". Bisik Laila, kepada Al.
"Seandainya,tidak mengadakan resepsi pernikahan. Kau sudah aku culik dari tadi.. Auukkkk... sakit,sayang". Al, langsung dapat cubitan dari Laila.
"Rasakan itu,". gerutu Laila, kepada suaminya. apa masih lama,mana kakiku sedikit keram lagi.
Sedangkan saat ini, Laila sungguh merasa kelelahan. bel lagi acara resepsi pernikahan nanti,yang begitu banyak tamu undangan dari rekan bisnis Suaminya.
Al dan Laila, melakukan beberapa foto bersama. Sebelum mereka mengganti pakaian dan melanjutkan acara lainnya.
"Ayo,kalian ke kamar saja dulu. ingat, istirahat bukan yang aneh-aneh. paham kau,Al". ucap Ayunda,kepada anaknya.
"hemmm.. emangnya aku, ngelakuin apa mah. sampai di peringati segala,". gerutu Al, sambil membantu Laila mengangkat gaunnya. karena Al,tidak mau ada menyentuh istrinya bahkan Shelly juga di usirnya.
Satu jam berlalu, akhirnya Al dan Laila sudah di kamar dan merebahkan tubuh mereka di atas ranjang.
"Lelahnya,belum nanti". Gumam Laila. Belum nanti acara salam-salaman, duduk lalu berdiri. senyum-senyum sampai gigi kering, cengar-cengir saat tamu yang tidak ku kenal.
"Bagaimana lagi, kemauan mamah mertuamu. Terpaksa,kita melewatinya". Kata Al,ia mengubah posisi menghadap ke arah Laila.
"Al,jangan macam-macam. Sebentar lagi, seseorang akan masuk ke kamar ini untuk menggantikan pakaian ku". Laila, menyingkirkan tangan Al yang mulai nakal. Belum apa-apa,aku sudah di pegang-pegang sana sini. aktif banget yah,bun tangan Al.
"Jangan di singkirkan, kita sudan sah sekarang.aku ingin mencicipi bibirmu". Al,juga memainkan lidahnya di mulutnya. Kau membuatku semakin bergai-rah,sayang. sialnya,harus melewati tahap kedua.
__ADS_1
Astaga,Al benar-benar mesum sekali. "Tidak, jangan sekarang. Kau sabarlah dulu". Laila, segera bangkit dari ranjang. Apa lagi Al,semakin aktif tangannya.
"Kenapa menjauhi ku, berbaringlah di sini". Al,menepuk tempat di sampingnya. agar Laila, berbaring lagi. namun Laila,hanya duduk di meja rias. Ia tak menghiraukan rengekan,Al.