ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Mobil Bergoyang


__ADS_3

"Aku akan mengantarkan mu dan langsung pulang. Ingatlah, jangan kelelahan. Aku tidak ingin kau sakit,di saat hari kebahagiaan kita nanti". Al, mengelus pucuk kepalanya Laila.


"Hentikan,jangan menyentuh ku. Kau fokus saja, menyetir mobilnya". Laila, menepis tangan Al. "Al,apa papahmu marah dengan mamah Ayunda? Aku sangat khawatir, jika mereka bertengkar hebat. Aku melihat jelas, wajah papahmu sangat marah".


"Ck, walaupun papahku seperti itu. Terlihat jelas, sangat bahaya dan seram. Ketahuilah, mereka tidak akan lama marahan nya. Palingan mereka berdua, sedang bertarung di atas ranjang nanti". Kekehnya Al, ia tahu jika Laila masih polos.


"Bertarung di atas ranjang? Maksudnya Al, mereka berantem gitu. Kau harus mencegahnya,Al. Kasian mamahmu,". Laila, langsung syok dan panik.


Kasian sekali,mamah Ayunda. Pasti dia sangat sedih, karena suaminya marah.


"Ha..? Untuk apa aku menghentikan mereka, sedang bertarung Laila. Yang ada aku, bakalan di penggal oleh papahku" Al, masih menahan tawanya. Asyik juga mengerjai Laila,yang masih polos. Hihihi....


"Kau jahat sekali, kenapa tidak perduli dengan ibuku. Hemmmm..kau seorang anak laki-laki,sudah sepatutnya melindungi ibumu. Ck, dimana hatimu Al". Sungutnya Laila.


"Laila, untuk apa aku menolong mamahku? Bahkan,mamahku menikmati pertarungan mereka dan nambah lagi. Lalu,hemmm....itu, masa kamu tidak mengerti Laila". Ucap Al, tersenyum smrik. Sungguh kau sangat gemes, Laila. ingin sekali aku, mencicipi bibir manis mu. tapi,aku tahan sampai di malam pengantin kita.


Sontak Laila, terheran-heran dan menutup mulutnya. Ia baru paham apa yang,di katakan Al. "Dasar mesum". Gerutu Laila, wajahnya cemberut. Bisa-bisanya aku, menikah dengan pria mesum seperti dia.


"Hahahaha... lihatlah, wajahmu sudah memerah seperti kepiting rebus. Hahahha, kau lucu sekali. Aku tak sabar, mendengar suara desa-hanmu". Kekehnya Al,ia menggigit bibir bawahnya.


"Al, hentikan...! Jangan berkata seperti itu,kau benar-benar mesum dan tidak memiliki rasa malu. Aku saja malu,saat mendengar ucapan mu". Laila, mencubit pinggang Al.


"Auukkk...ssshh...sakit sekali, cubitan mu. Ayolah, kita saling terbuka Laila. Untuk apa malu, hemmm.....". Kedip mata Al, membuat Laila bergidik geli.


Laila, menutup kedua telinganya dan menggelengkan kepalanya. "Cukup, jangan membahas tentang itu. aku tidak mau, kurangi mesum mu Al".


"Tidal,aku hanya mesum kepada istri ku saja. tidak dengan wanita lain,jadi apa salahnya". jawab Al, ia tersenyum kecil.


"Masalahnya,kita belum sah. kau paham,". sahut Laila, langsung. ia juga memalingkan wajahnya, ke jendela mobil. Ia tak sanggup terus-menerus, menatap wajah Al.

__ADS_1


"Oh,jadi kalau sudah sah. aku mesumin kamu setiap detik, tidak apa ini". Delik mata Al, ke arah Laila. wajahnya, tambah memerah lagi.


Laila, hanya memutar bola matanya dengan malas. "Hemmm.... terserah kau saja, asalkan jangan dengan perempuan lain". jawabnya, dengan senyuman manis. Al, langsung mengangguk kepalanya dan tersenyum merekah.


Al dan Laila, senyum-senyum sendiri. Mereka berdua merasakan, sangat bahagia. apa lagi mereka akan menikah,dalam waktu dekat.


**********


"Kenapa kamu tidak, mengangkat telpon ku". Tanya J, sambil mengemudi mobil.


Setelah kejadian di mall, Ayunda langsung bergegas menarik lengan J untuk pulang.


Sedangkan Al,membawa Laila pulang kerumah Shelly. Itupun di suruh oleh J, lebih baik pulang saja jangan kemana-mana. Apa lagi mereka, akan menikah hanya menghitung beberapa hari.


Ayunda, juga memerintahkan kepada Al dan Laila. Agar tidak saling bertemu, sampai acara akad nikah nanti.


Awalnya,Al tidak setuju dengan pendapat ibunya. Namun Laila,juga berpihak kepada calon mamah mertuanya. J,hanya tersenyum mengejek ke arah Al. Karena dia tidak seperti itu,saat menikahi Ayunda.


"Benarkah,kau sibuk dengan Laila? Hemmm... nyatanya,kau sedang asyik bernostalgia dengan Abraham". Walaupun,umur sudah menua J tetap posesif terhadap istrinya. Apa lagi, saat melihat sang istri bersama pria lain. Kecemburuannya memuncak, ingin sekali menghajar pria itu.


Mendengar ucapan J, Ayunda menepuk keningnya. "Astaga,kau cemburu J? Kau sudah tua, untuk apa cemburuan segala. Aku bertemu dengannya,tidak sengaja. Itupun kami saling mengobrol tempat terbuka, bahkan ada Laila".


"Yah...aku cemburu,". Jawab J, menatap wajah Ayunda. Ia menghentikan Mobilnya,tepat di sebuah tepi danau. "Kau puas".


Ayunda,hanya tersenyum manis dan membelai wajah J. "Aku mencintaimu,tidak akan lari kemana pun. Percayalah, kepadaku ".


"Aku selalu mempercayai mu, sayang". Bisik J,di telinga Ayunda. Ia mulai menciumi leher Ayunda dan daun telinganya.


Bulu-bulu halus meremang berdiri, Ayunda merasakan tubuhnya sangat sensitif. "Bisakah, kita jangan melakukan hal itu di sini? Kita pulang saja,Oke". Pinta Ayunda, ia mencoba menahan dirinya.

__ADS_1


Namun J,malah memperlancarkan aksinya. Ia sudah melepas baju dan melempar ke sembarang arah. "Aku tidak tidak sanggup, untuk menahan lagi". Jawab J, dengan suara seraknya.


Ayunda,nampak tak percaya jika J melakukan aksinya di tempat terbuka seperti ini. Ia merasakan was-was,jika ada orang lain tengah berwisata ke tepi danau. Apa lagi melihat,mobil mereka tengah bergoyang setiap kali hen-takan ker-as J.


Namun rasa cemasnya,hilang dikuasai oleh gai-rah. Sentuhan lembut J,memang memabukkan.


"Aaaaahh....oouhhh...J". Des-ah Ayunda, merem melek menik-mati tanca-pan mi-lik J.


"Kau milikku Ayunda,aaahhh...hmmm" des-ah J, ia terus-menerus menghunjam tubuh istrinya. Tak memperdulikan lagi, jika mobilnya tengah bergoyang. Kebetulan sekali, di tepi danau nampak sepi tidak ada orang berlibur ke danau.


Al,yang sedang menuju pulang kerumah. Ia nampak curiga,ada sebuah mobil di tepi danau tepat di bawah pohon rindang. Ia mencurigai, bahwa mobi tersebut milik orangtuanya.


"Sial, mobilnya bergoyang-goyang. Senekat itu,papah menghajar mamah. Aku yakin,papah melampiaskan rasa cemburunya. Bodo amat, pulang kerumah saja". Gerutu Al, meninggalkan tempat tersebut.


Namun di sisi lainnya,Al melihat dua mobil yang tak jauh dari mobil ayahnya. Ia tahu, jika mobil tersebut adalah mobil anak buahnya. Yang sedang menjaga J, kemana pun pergi.


Satu jam berlalu, akhirnya J selesai menghajar sang Istri.


Ayunda,sudah memakai kemeja sang sang suami dan J hanya menggunakan celana panjangnya. Ia tersenyum kecil, saat menyentuh pipinya Ayunda. Yang masih memejamkan matanya,karena kelelahan dan tertidur.


Tok....Tok...Tok...


Suara ketukan di jendela mobil,J langsung membuka pintu dan keluar.


"Apa semuanya, sudah beres". Tanya J,kepada anak buahnya.


"Beres bos, semuanya aman dan sampai tujuan. Sisanya,kita tunggu kabar dari mereka". Jawabnya, dengan


"Bagus, pergilah". J, mengambil satu maps di tangan anak buahnya.

__ADS_1


"Baik,bos. Saya permisi". Pamitnya,yang langsung meninggalkan J.


J, tersenyum kecil dan masuk ke dalam mobil. Ia segera menancapkan gas mobilnya dan meninggalkan danau. ia juga membiarkan Ayunda,yang masih tertidur pulas.


__ADS_2