
Elvina,nampak tak percaya. Tangannya memegang undangan pernikahan,sang mantan kekasih.
Dia terduduk lemas di lantai, hatinya hancur berkeping-keping. Semudah itu,dia di lupakan Kai. "Tidak mungkin,dia sudah menikah. Tapi, tapi kapan? Apa aku selama ini, sudah di permainkan Kai. Tidak,kai sangat mencintaiku. Mana mungkin, ini terjadi". Elvina,merasa dirinya sudah di permainkan oleh Kai.
Ia segera mungkin,harus bertemu dengan Kai. Mana mungkin bisa,Kai secepat itu melupakan dia.
Elvina, mencari-cari keberadaan Kai. Hingga akhirnya,dia mendapatkan informasi. Jika Kai, sedang berada di mansion milik orangtuanya.
Elvina,baru tahu. Jika sang mantan kekasih, memiliki mansion semewah ini. "Jadi, orangtuanya memiliki mansion semewah ini. Kenapa,aku baru tau".
Dengan mudahnya, Elvina masuk ke dalam mansion. Karena dia, memperlihatkan sebuah foto kebersamaan dengan Kai kepada penjaga itu.
"Elvina...". Ayunda, langsung terkejut melihat sesosok Elvina.
"Tante,aku ingin berbicara dengan Kai". Pinta Elvina, melirik ke arah Kai. "Aku ingin meminta penjelasan, tentang undangan pernikahan ini".
"Penjelasan apa lagi, Elvina. Semuanya sudah jelas,jika anakku akan segera mengadakan resepsi pernikahan. Kau tahu itu,jangan menyesali. Bukankah,kamu sendiri yang menyakiti anakku dan mempermainkan perasaannya". Sahut Ayunda,nampak tak suka dengan Elvina.
"Tante,Om. Maafkan Elvina,yang sudah kelewatan. Tapi,aku juga mencintai Kai. Aku sadar, Tante. Maafkan aku, bukankah kalian berjanji akan menjagaku kepada ayah". Isak tangis Elvina,ia bersimpuh di kaki Ayunda.
"Ck,kamu kira kami tidak tahu? Kamu dan pamanmu, bekerja sama untuk memperdayakan Kai. Dengan iming-iming cintamu, sehingga bisa mencuri data-data perusahaan kami. Pamanmu, bukankah ayah kandung mu sendiri. Kami tahu, semuanya kami tahu. Jadi, pergilah dari sini. Sebelum,aku menghancurkan ayahmu itu". Tegas J, tersenyum smrik.
Elvina, langsung syok dan terkejut. Kenapa,kenapa mereka mengetahui rencana ini? Kenapa, mereka tahu. Dia adalah ayahku,tidak mungkin. Apa aku,di jebak seseorang. Batin Elvina,ia berdiri dan mengundurkan langkahnya.
Elvina,merasa ketakutan. Ia segera mungkin,keluar dari mansion.
Dia langsung bergegas masuk ke dalam mobil dan menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Malu, itulah yang di rasakan Elvina.
"Sepertinya, Elvina akan merusak acara pernikahan mu. tapi,papah sudah mempunyai rencana untuk mencegah Elvina". kata J, tersenyum ke arah anaknya.
Kai,hanya diam dan beranjak berdiri. ia menaiki anak tangga, hatinya begitu sakit. karena cintanya,yang begitu besar. namun sang kekasih, malah mempermainkan nya.
************
Elvina, langsung mencari-cari ayahnya. Kebetulan sekali, ayahnya berada di teras belakang rumah.
"Ayah, gawat... semuanya,gawat". Elvina, merasa gelisah dan ketakutan.
__ADS_1
"Gawat? Gawat apa, Elvina". Ucap pak Radit, penasaran.
"Keluarga Kai,tahu rencana kita ayah. Bagaimana ini, gawat nya lagi. Kai,lusa akan mengadakan resepsi pernikahan". Elvina, menyerahkan undangan pernikahan itu.
"Apa...? Tidak mungkin,kenapa gagal rencana kita. Kapan Kai, mengadakan akad nikah? Kenapa juga,kamu tidak tahu Elvina. Kamu,memang payah sampai kecolongan seperti ini" Bentak pak Radit,kepada anaknya.
"Ayah,sudah aku bilangkan. Aku ingin menerima, lamarannya agar mudah sekali mendapatkan data-data perusahaan itu".
"Tidak bisa,karena ayah sudah menjanjikan untuk menikah dengan teman bisnis ayah. Sudah menanamkan saham,di perusahaan kita. Sedangkan perusahaan Negredo, walaupun kamu kekasihnya. Mana ada membantu,malah jadi pesaing". Gerutu Radit, mengepalkan kedua tangannya. "Kamu harus datang ke resepsi pernikahan itu,buat keluarga Negredo merasa malu dan hancur Elvina".
"Ayah,kau tenang saja. Aku sudah, merencanakan semuanya. Seperti,papah Abraham. Lenyap di tanganku,dia tidak tahu? Kalau aku,menukar obatnya. Hahahahha". Elvina, tertawa terbahak-bahak bersama ayah kandungnya.
"Kau, memang anak kebanggaan ayah. Ayah, sangat mencintaimu dan ibu tirimu itu. Biarlah, membusuk di jeruji besi. Hahahahha....". Pak Radit,juga merasa bangga dengan anaknya.
***********
Sedangkan di kediaman, keluarga pak Broto. Keluarga besar dari istrinya,sudah berdatangan.
Rumahnya,di padati oleh keluarga dan merayakan kebahagiaan ini.
"Kak Alayya,kenap dengan kak Kai". Rea,nampak tak percaya. Kakak sepupunya, mengenal sesosok suaminya.
"Yahhhh...jadi gak enak, ternyata gebetan kakak ternyata". Lirih Rea,merasa tak nyaman dengan kakak sepupunya.
"Rea,kamu apa-apaan sih? Itukan dulu,kalau sekarang gak lagi. Apa lagi,kakak punya pacar". Bisik Alayya.
"Seriusan,tapi siapa kak? Lihat dong,plissss" rengeknya Rea, langsung.
Alayya, langsung mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan gambar seorang pria dan dirinya. "Ganteng banget kak,iiihhh... cocok tau,kapan nih? Hemmm".
"Hussssttttt....kamu tau gak,kalau Kai itu tipe pria dingin. Gak kebayang deh,gimana malam pertamanya. Langsung gas,aja. Behhhh...aku yakin,Kai sangat perkasa dalam urusan ranjang". Alayya, langsung menggoda adik sepupunya itu.
"Astagfirullah,kak Alayya. Sudah menodai pikiranku, sumpah deh. Aku belum siap kak,tapi dosa kalau menolaknya,". Kata Rea,dia sangat bimbang saat ini.
Ceklekk.....
Pintu kamar terbuka, terlihat Anida masuk. Anida,adik sepupu Rea juga. Anak dari adik kandung,ibunya.
__ADS_1
"Masuklah". Alayya, langsung menyuruh Anida masuk.
"Pada ngapain,kayanya rame nih". Anida, langsung duduk di sebelah Rea.
"Biasa, ngomongin malam pertama". Kekehnya Alayya, membuat wajah Rea memerah seperti kepiting rebus.
"Kakak, apa-apaan sih? Malu tau,". Rengeknya Rea, sambil tangannya menepuk pangkal paha Alayya.
"Sumpah deh,kak Rea dapat suami kekar begitu. Jadi pengen,ada gak sih? Stoknya,mau lah satu". Rengeknya Anida, terkenal ceplas-ceplos nya.
"Wahhhh...ada kayanya, sekertaris pribadinya. Mungkin, jomblo". Sahut Alayya, cengengesan.
"Gak papa lah,biar hot gitu. Aku iri lo,bisa sih? Kak Rea,kenal sama pria seperti itu". Anida, seorang perempuan yang selalu kepoan.
"Soal itu, mendadak sih. Awal ceritanya,begini". Rea, langsung menceritakan semuanya kepada sepupunya.
Entah, sampai lama Rea menceritakan semuanya. hingga akhirnya, mereka bertiga tidur di atas ranjang pengantin. seisi kamar Rea, sudah di hiasi beberapa bunga indah.
Tepat tengah malam, Rea terbangun dari tidurnya. ia melihat sekeliling, sepupunya pada tertidur sangat pulas. dengkuran halus, terdengar oleh Rea.
"Haus,sekali". Gumam Rea,ia langsung keluar dari kamar. Ia calingukan melihat sekeliling, nampaknya para keluarganya. sudah pada tidur semua,ia langsung menuju ke arah dapur.
Selesai minum, barulah dia kembali ke dalam kamarnya. Melihat ponselnya,menyala seperti ada pesan masuk.
Ada nomor tidak di kenal,yang telah mengirim sebuah gambar adegan berciuman dengan mesra. Rea, langsung syok dan hatinya memanas.
Entah kenapa, Rea tiba-tiba mengirim pesan dan menanyakan dimana Kai sekarang. Kebetulan sekali,Kai tengah online.
[Kakak, sedang apa? bersama siapa].
"Tidak mungkin,dia melakukan itu. bisa jadi, waktu berpacaran dengan mantan kekasihnya". gumam Rea, sambil menunggu balasan dari Suaminya.
Ternyata Kai,malah melakukan video call. Rea,hanya mengigit jarinya. dia bingung,harus apa. "aku angkat saja,biar aku tidak penasaran".
Rea, mengangkat video call Kai. tak lupa kameranya, langsung ke arah belakang. tak mau, memperlihatkan wajahnya saat ini.
Deggg.....
__ADS_1
Jantungnya berdegup kencang,karena sang suami hanya bertelanjang dada di atas ranjang. "astagfirullah, mataku ternoda". gumam Rea, akhirnya dia tau jika sang suami berada di kamarnya. Tidak seperti di gambar,saat dia berada di sebuah taman di malam hari.
"Ada apa, tiba-tiba...". Belum selesai berbicara,Rea langsung mematikan video Call nya. tak sanggup melihat, keadaan suaminya.