ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Tak Sesuai Rencana


__ADS_3

Pagi yang cerah, Laila tengah bersantai di bawah pohon. ia tengah menunggu seseorang, yang datang menghampirinya.


Ia menikmati suasana pantai di pagi hari,di tambah dengan angin sepoi-sepoi. Ia memandang cincin pertunangan Al dan memasangnya kembali.


Semalaman Laila dan Shelly,tidak nyenyak tidur. Niat untuk mencari solusi, kepada Arkana dan Kendra. Namun mereka urungkan dan pulang ke rumah, walaupun hati Sangatlah gelisah dan takut.


Pagi-pagi sekali, berita tersebar luas. Atas kecelakaan Emily, mobilnya tertabrak trotoar jalan raya dan meledak. Untung saja hanya kecelakaan tunggal,tidak ada korban lainnya dan mengakibatkan Emily tewas di tempat.


Awalnya, Laila dan Shelly. Mereka nampak tak percaya tentang kecelakaan tersebut. Tapi, mereka berpikir ulang. Bisa jadi, waktu Emily sadar dan mengejar Laila dan Shelly. Ia menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga oleng dan kecelakaan.karena waktu di villa Laila dan Shelly, langsung kabur tidak mencek kondisinya saat itu. mereka hanya berpikir kabur dan menghindari Emily.


Saat mendengar Emily, kecelakaan. Laila dan Shelly,tidak merasa bersalah lagi. Hati dan pikiran mereka, mulai tenang dan bisa bernafas lega. Yang mereka takutkan malam tadi adalah Emily tewas akibat Laila, memukul kepalanya.


Laila, menatap lurus ke arah pantai dan memandang ombak kecil di pinggiran. Ia, menghapus air matanya dengan kasar. sebenarnya, dia tidak menyangka jika kejadian ini merenggut nyawa seseorang. awal niat rencana ini, hanyalah sebuah penekanan dan membuat efek jera untuk Emily. agar dia tidak berbuat macam-macam, terhadap Laila.


"Maaf,aku terlambat" ucap seseorang di belakangnya.


Laila, berbalik badan dan menatap tajam ke arah pria tersebut. "Al, apa-apaan ini. Kita hanya berniat menjebak Emily dan kenapa berakhir seperti ini ha? Kau tahu, betapa aku dan Shelly takutnya? Emily,membawa pistol Al. Dia menembak ke sembarang arah, kami sangat takut. Sedangkan kalian,tidak ada muncul sama sekali. Aku tega kepadaku,kau ingin aku tiada begitu ". Laila, sambil menunjuk ke arah Al. Ia juga tak habis pikir,karena Emily membawa pistol.


"Laila,dia tidak akan berani berbuat macam-macam. Ia hanya mengancam dirimu,tidak akan berani menembak ke arah mu. Sebelum,dia menembak ke arah kalian. Dia lebih dulu tewas,aku sudah merencanakan semuanya. Aku salut dengan keberanian mu,kau benar-benar nekat melakukan hal itu". Ucap Al, tersenyum merekah. "aku juga tidak tahu,kalau Emily benar-benar sangat nekat melakukannya ".


Sedangkan Laila,ia merasa kesal kepada Al. "Kau gila Al, Emily meninggal dunia karena kecelakaan. Sumpah,aku benar-benar takut sekali. Aku kira,aku yang sudah membunuh Emily. Karena dia tidak bangun lagi,di saat aku memukul kepalanya". Laila, terduduk lemas dan pikirannya tertuju kepada Emily. Ia masih terbayang-bayang,saat Emily terkapar di lantai.

__ADS_1


"Tidak, Emily orangnya sangat kuat. Sekarang,tidak ada yang menggangu hubungan kita. Laila, semuanya baik-baik saja. Apa yang kita rencanakan,berjalan dengan mulus". Al, mencoba menenangkan pikiran Laila. Ia menghapus air matanya yang mengalir, di kedua pipi Laila.


"Tapi,tidak seperti ini konsepnya. Aku masih tidak percaya, bukankah. Kita hanya menjebaknya dan mencari kelemahan Emily. Tapi, sekarang dia malah tiada". Kata Laila,ia hanya menggeleng kepalanya.


"Membuat dia tiada,itu adalah kesalahannya sendiri. Bukankah,dia kecelakaan tunggal. Bukan,karena kita. Laila, tenangkan dirimu. Semuanya,bukan salah kita". Al, tersenyum manis dan mengelus pipi mulusnya.


"Tapi, rencana kita tidak seperti ini. Aku bahkan,tidak bisa mengira jika nyawa Emily akan tiada. Seandainya,aku tahu? Aku tidak akan melakukan rencana ini". Ucap Laila,ia masih gelisah dan memikirkan apa yang telah terjadi.


Semuanya, sudah di rancang sendiri oleh Al. Mencari kelemahan Emily,agar bisa menekan dan tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Laila.


Semenjak Emily, mengetahui Laila dan Al bertunangan. Setiap hari Emily,ia sangat mengincar Laila. Namun hasilnya nihil, karena Al memerintahkan pengawalnya selalu menjaga Laila.


Sehingga Emily,tidak bisa mendapatkan celah sedikitpun. Karena kesal, Emily bekerjasama dengan Marchel.


Emily, tersenyum sumringah.kemungkinan rencana kali ini,akan berhasil karena Laila akan menyelamatkan Shelly di klub malam. itulah sebabnya, mengapa Emily bekerjasama dengan Marchel mata keranjang itu.


Marchel, melakukan kesalahan besar terhadap Shelly. Karena hawa nafsu,yang sudah memuncak sehingga melupakan rencananya. Membuat Emily, sangat ketakutan karena gagal. ia benar-benar marah,karena selalu gagal.


Al, memberitahu kepada Laila. Agar Laila, mengikuti rencananya untuk memancing Emily ke villa tersebut. Sebelum itu,dia juga melibatkan kepada Kenny.


Kenny,sengaja memperlihatkan sebuah foto dengan Laila. Kenny,juga yang memberitahu jika Laila hanya berdua dengan Shelly di villa. sehingga Emily, percaya dengan Kenny.

__ADS_1


Awalnya Al, berencana untuk menghabisi nyawa Emily. Hanya jalan itu satu-satunya,agar Laila tidak was-was menghadapi Emily. Namun, mustahil baginya melakukan hal itu. karena Emily,anak sahabat sang ibu dan ayahnya.


Laila,juga sepakat dengan rencana Al mencari kelemahan Emily. Sebenarnya,mudah bagi Al menghabisi nyawa Emily. Tapi, semuanya harus di susun sangat rapi. Ia takut akan menjadi kesalahan besar,di kemudian hari.


Saat di villa, Laila dan Al melakukan keributan dan memutuskan hubungan mereka.


Di sudut Lainnya, Emily sudah ada dan dia menunggu waktu yang tepat untuk keluar. Saat Al dan teman-temannya, pergi.


Barulah Emily,keluar dan berniat untuk menghabisi nyawa Laila. Sontak membuat Laila, terkejut melihat Emily membawa pistol.


Sebenarnya,dia tidak tahu sama sekali. Bahwa Emily, senekat ini. Apa lagi, Emily menodongkan pistol ke arah mereka.


Laila, bingung harus berbuat apa karena rencana mereka tidak seperti ini. Beruntung Shelly, memiliki rencana lain dan Laila bisa menghadapi Emily.


Saat kepala Emily,di pukul Laila. Seseorang menembak Emily, dari sudut lainnya. Agar Emily,tidak berbuat macam-macam lagi.


Barulah Laila dan Shelly, keluar dari villa. Seseorang yang menembak Emily, keluar dari tempat persembunyian dan membuka topeng tengkorak. Ternyata Liam,lah yang menembak Emily sang istri.


Sebenarnya, Herman yang ingin menghabisi Emily karena dia sudah biang kerok di balik Marchel. Namun,Al menghentikan aksinya Herman.Liam, mengambil alih untuk menembak istrinya karena dendam yang belum usai. Al dan teman-temannya,tidak menyangka jika Liam melakukan senekat itu. Al,mengira jika Liam hanya menembak bius kepada Emily. nyatanya,tidak dan dia berubah pikiran.


"Seandainya, Regan dan Vivian tahu. Semua kejadian ini, permusuhan akan segera di mulai. kau terlalu gegabah Al, kenapa harus menghabis Emily segala. apa kau lupa dia anak siapa,hemm... seharusnya,kau berpikir terlebih dahulu ". Ucap J,kepada Al dan menatap tajam ke arah anaknya. walaupun Al, hanya menunduk dan tidak berani menatap wajah J.

__ADS_1


"Pah,kami tidak tahu? kenapa Liam, benar-benar menembak Emily. sebenarnya, kami memang berencana menembak Emily. tapi,tembak bius saja. agar dia tak sadarkan diri,hanya sementara. cuman itu pah, saat kami datang ke villa itu. ternyata, nyawa Emily sudah tiada". jawab Al,ia benar-benar syok karena rencananya tidak sesuai harapan.


J,tahu semuanya dan memberikan saran kepada anaknya. Buatlah sebuah kecelakaan tunggal,agar kematian Emily tidak di curigai. Hilangkan semua jejak dan bakar mobil Emily, berserta dirinya.


__ADS_2