
Saat Ayunda dan Laila,tengah membongkar belanjaannya masing-masing di dalam kamar.
Ayunda dan Laila, tersenyum-senyum sendiri. Saat membuka paper bag belanjaan,yang berisi lingerie seksi berwarna merah.
Apa lagi mereka menatap ke arah suami, masing-masing.
Tentu J dan Al, tersenyum sumringah. Apa lagi dengan, kedipan mata nakal mereka.
Ayunda dan Laila,paham apa arti senyuman dari Suaminya itu.
Ayunda dan Laila, langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi masing-masing. Bersiap-siap untuk, memanjakan para suaminya.
Sedangkan di kamar sebelah, Rea terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna. Saat menanting, lingerie seksi berwarna merah itu.
Glekkkk....
"Lingerie,siapa? Kak,aku tidak membeli lingerie ini. Jangan-jangan, punya orang". Rea, langsung memberitahu kepada Kai.
Kai,hanya menghembuskan nafas beratnya. Ternyata,sang istri tidak peka sama sekali. "Aku yang membelinya, untukmu pakai". Kai, tersenyum manis.
Akan tetapi Rea,malah bergidik geli. "Gak,ah. Dirumah juga banyak,hadiah dari mamah dan kakak ipar. Mana ada aku,pakai. Lihatlah, bagaikan aku tidak memakai baju. Jika lingerie seksi ini, melekat di tubuh ku". Rea, meletakkan lingerie seksi itu.
Kai,hanya tersenyum."kalau tidak suka,simpan saja". Kata Kai, membuat Rea tercengang mendengarnya.
"Aku mandi dulu,kak". Ucap Rea,saat selesai membereskan semua belanjaannya. Matanya,tak luput memandang lingerie seksi itu. Ada ide jahil,ingin mengerjai Suaminya.
Dengan cepat-cepat Rea,masuk ke dalam kamar mandi. Takutnya,sang suami malah melihat dia membawa lingerie seksi itu.
Selesai dengan acara mandinya, Rea memakai lingerie seksi itu.
"Rea,kamu yakin keluar menggunakan baju ini? Astaga, kenapa aku senekat ini? Huuuff....santai Rea,kamu pasti bisa". Gumam Rea,yang bergidik geli melihat lekukan tubuhnya sendiri. Belahan dadanya, sangat menggoda dan terlihat paha mulusnya.
Cukup lama Rea, melihat dirinya di pantulan cermin. Tangannya sudah gemeteran,saat membuka pintu.
Ceklekk.....
Dengan perasaan campur aduk,dia mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu. "Eeee...mana dia, baguslah kalau tidak ada". Rea, calingukan mencari-cari suaminya yang sudah tidak ada.
Rea,merasa lega dan duduk di meja rias. Dia,juga merias wajah agar terlihat semakin cantik. Tak lupa, parfum di semprotkan pada tangannya dan di usap pada bagian-bagian tertentu.
__ADS_1
Glekkkk....
Pemandangan sangat langka,di mata Kai. Melihat sang istri, begitu sangat cantik dan seksi.
Jantung Rea, berdegup kencang. Saat dirinya,di peluk seseorang di belakang. "Sangat cocok untukmu". Bisik Kai, menciumi seluruh bahu dan leher Rea.
Kai,juga membalikkan badan Istrinya agar bisa melahap bibir yang sedari tadi menggodanya. Berlahan-lahan Kai, menuntun Rea berbaring di atas ranjang.
Tangannya sudah mulai aktif,ke sana ke sini. Rea,hanya menikmati permainan sang suami.
Baru beberapa menit, lingerie seksi itu melekat pada tubuhnya. Kini, sudah terlempar entah kemana.
Suara desa-han menggema di kamar, untung saja kedap suara. Jangankan di kamar Kai dan Rea, tetapi kamar sebelah lalu sebelahnya. Juga berdes-ahan,para pasangan suami-istri berolahraga malam di kamar masing-masing.
*********
Pagi hari yang cerah,J,Al dan Kai. Mereka menikmati, secangkir kopi panas dan cemilan.
"Aaaahh.....". J, sungguh menikmati secangkir kopinya.
Al dan Kai,hanya cekikikan tertawa. Karena malam tadi, mereka puas melakukan olahraga malam bersama pasangan masing-masing.
Seluruh badan mereka, merasa pegal-pegal dan terasa nyeri di bagian bawahnya.
Ayunda dan Laila,hanya berdecak kesal karena suami mereka. Tanpa lelah, menghu-jam tubuhnya.
Rea,hanya diam dan tersenyum. Lelah,itu sudah pasti baginya. "Uuuughhh....malasnya bangun". Gumam Rea,yang masih menutupi seluruh tubuhnya yang polos.
"masih belum bangun,hemmm". Ucap seseorang,di ambang pintu.
"Hemmmm....aku malas bangun". Jawab Rea, yang masih berbaring.
"Mau lagi? Kalau mau,ayo". Kai, mendekati istrinya itu.
"Jangan kak,badanku pegal-pegal semua. Perutku,juga lapar". Rengeknya Rea, tersenyum manis. Duhh....pinggang ku, kapan-kapan spa lagi lah.
"Lapar? Baiklah,aku akan meminta koki untuk memasakkan makanan untuk mu. Mau apa,hemm". Kai, mengelus-elus pipi mulusnya Rea.
"Nasi goreng,tapi ada ayam goreng krispi nya". Pinta Rea,manja."Jangan lupa, kasih sambel pedas juga".
__ADS_1
"Baiklah, bersihkan dirimu. Aku akan meminta pelayan, untuk memasakkan makanan. Jangan nanti-nanti,mau mandi bersama lagi". Bisik Kai, mencium sekilas pipi Rea.
Rea,hanya menggeleng kepalanya."Tidak,aku lelah. Baiklah,aku mandi dulu". Terpaksa, Rea menurunkan kakinya dari ranjang. Berlahan mendekati kamar mandi, padahal sangat malas sekali untuk mandi.
Kai,yang keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Menuju ke arah dapur, ternyata Al juga ada di sana.
"Ngapain,kak". Tanya Kai,duduk di samping Al.
"Biasa, Laila mau minta buatkan sarapan paginya". Jawab Al, tersenyum kecil.
"Oh, buatkan nasi goreng dan ayam goreng Krispy juga". Ucap Kai,kepada koki di mansion itu.
"Baik,tuan". Jawab sang koki, langsung mengerjakan perintah Kai.
"Al dan Kai, berbincang hangat saling bergurau sambil menunggu nasi goreng untuk sang istri.
"Kai,apa Elvina masih mengganggu mu? Lalu,masih bekerja di kantor mu" tanya Al.
"Hemmm...masih, seringkali dia mencari ku. Tenang saja ,aku sudah memindahkan dimana ruang kerjanya dan jauh dariku". Jawab Kai, tersenyum.
"Oh,tapi hubungan kalian baik-baik aja kan". Al, mengkhawatirkan hubungan adiknya.
"Baru saja baiknya,kak. Tahukan,kalau istri marahnya bagaimana? Mengerikan, melebihi setan". Ucap Kai, dengan tegas.
"Sama,aku dan Laila baru saja baikkan. Karena ada teman sekolah dulu,kerja di perusahaan kakak. Terus,gak sengaja pelukkan. Karena aku, menolong dia saat mau jatuh. Eeee...malah keliatan kakak iparmu,". Al,juga menceritakan masalahnya.
"Lalu, mamah tau". Tanya Kai,yang langsung di gelengkan Al. "Syukurlah,kalau mamah tidak tahu. Bisa gawat darurat, nantinya"
"Hemmm... bisa mati aku,di tangan mamah". Sahut Al, tersenyum sumringah.
Al dan Kai, sangat takut jika rumah tangga nya tidak baik-baik saja. Apa lagi, ketahuan ibunya. Sudah pasti Ayunda, memarahi anaknya berdua dan membela menantunya.
"Ngomong-ngomong,papah punya teman wanita gak sih? cukup lama kita, serumah dengan mamah dan papah. Mereka tidak ada bertengkar, masalah wanita". Ucap Kai, begitu Al juga terheran-heran.
"Benar juga,apa katamu. Masa,papah gak punya teman wanita? pantesan aja,papah kepincut dengan mamah yang berstatus janda. ternyata,papah tidak memiliki wanita lain". Al,juga baru sadar jika ayahnya tidak memiliki hubungan pertemanan dengan wanita mana pun.
"Bisa saja,papah takut dengan mamah. Tau sendirilah, bagaimana mamah marah? bumi pun, bakalan runtuh jadinya. jika papah, macam-macam dengan wanita lain" Kai, bergidik ngeri. Bagaimana,sang ibu marah besar karena wanita lain.
"E'ehmmm.....". Seseorang berdehem dari belakang, membuat Al dan Kai ketakutan. Jangan-jangan mereka akan mendapatkan masalah besar, sudah menggosip kedua orangtuanya.
__ADS_1