ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Berakhir


__ADS_3

Laila, mengeluarkan beberapa gambar tentang Al."kau menyakiti Al, setega itu kepadaku. hemmm...".


Dimana Al dan Kenny,sering bertemu bahkan di luar kota. Al,sontak terkejut melihat foto-foto kebersamaannya dengan Kenny. Bahkan, dengan perempuan lainnya.


"Laila,aku bisa menjelaskan semuanya. Mereka adalah rekan bisnis,saja. Tidak ada hal lainnya,kau paham maksudku kan". Tanya Al, namun Laila hanya tersenyum kecil.


"Rekan bisnis,harus saling berpelukan dan berciuman seperti itu cipika-cipiki. Oh, bahkan kau bercumbu mesra dan berciuman bibir dengan nya" Laila, menunjuk jarinya ke arah Kenny. "Jangan-jangan semua ini,sudah biasa bagimu. Tapi,bagi ku tidak Al. Memang benar,aku tidak pantas untuk mu. Aku memang jauh dari perempuan yang lain, maksud ku pergaulan bebas seperti itu. Apa kamu,masih mencintai Kenny. Hemm....". Tanya Laila,ia menatap ke arah Kenny.


Sedangkan Kenny, menyunggingkan senyumnya. "Memang,aku dan Al sering bertemu. Kau tahu,Aku adalah cinta pertamanya. Cinta pertama, sangat sulit di lupakan". Kenny,malah memperkeruh suasana.


"Stop, Kenny. Kau jangan ikut campur,ini adalah urusan kami ". Bentak Al. "Plisss... itu sudah kejadian lama,apa lagi foto aku dan Kenny tidur bersama. Itu foto lama, sebelum kita saling kenal. Aku memang sering kali, meminum alkohol dan bersenang-senang seperti ini. Hanya bersenang-senang,tidak lebih".


"Benar, Laila. itu adalah foto lama, waktu itu Al sedang sakit. kami juga ada, percayalah ". Dion,juga ikut angkat bicara.


"Apa kau percaya dengan ucapan mu, sedangkan temanmu saja seperti itu. hemmm.. sedangkan,kalian saja bersenang-senang". sahut Laila,ia menatap tajam ke arah Dion.


"Laila, percayalah. semua ini,hanya bersenang-senang tidak lebih. memang,aku bersebelahan duduk dengan perempuan lainnya. hanya duduk, tidak lebih". Al, mencoba untuk membuat Laila mengerti. Aku harap kau percaya Laila,jangan sampai aku berubah pikiran.


Perempuan mana, yang tidak sakit. saat melihat calon suami,duduk bersebelahan dengan perempuan lain dan minum-minuman keras. Sekarang aku sadar,aku memang tidak pantas untuk mu. aku tidak bisa menerima semuanya, terlalu sakit yang aku rasakan.batin Laila.


"Hanya bersenang-senang, katamu? Al, aku sering melihat mu berpesta di sini, dengan mereka dan para perempuan lainnya. Bahkan,aku sering mengikuti dirimu dan masuk ke klub malam. Kau bilang,hanya di saat berbisnis saja bisa minum-minuman seperti ini. Cukup Al,aku tidak ingin melanjutkan hubungan ini lagi". Laila, tak sanggup lagi menahan dirinya. "Kau sering mengabaikan pesan ku, nyatanya kau bersenang-senang dengan lainnya".

__ADS_1


Mendengar ucapan Laila,sontak membuat semuanya terkejut. apa lagi Al, ternyata Laila tahu jika mereka sering mengadakan pesta di villa ini.


Baiklah, jika itu keinginan mu. akan aku wujudkan Laila,aku mengerti semuanya. aku tidak bisa menjadi keinginan mu, seperti Ustadz Zulkifli. aku hanyalah seorang pria, penuh dengan kekurangan. bahkan, sangat jauh dengan tipe mu. ketahui lah,aku sangat hancur Laila. susah payah aku, memendam perasaan ku dan bisa memiliki mu walaupun sesaat. tapi,pada akhirnya kau menyerah di saat detik-detik mendekati pernikahan kita.lantas perempuan mana lagi,yang aku percayai.batin Al."Terserah,apa katamu. Yang jelas, inilah aku penuh kekurangan. Aku memang salah, selalu mengadakan pesta seperti ini dan minum-minum. Aku juga perlu hiburan Laila,kau pikir aku tidak lelah begitu. Pekerjaanku banyak,". Al,hanya tersenyum kecil. "Kau menyakiti ku, silahkan jika kau ingin pergi. Aku kecewa Kepadamu,tidak mengerti keadaanku".


"Kau pikir, dengan kelakuan mu seperti ini? tidak menyakiti perasaan ku,Al. kau salah,aku sangat terluka dengan sikapmu"


Aku kira kau akan mempertahankan hubungan ini,Al. Nyatanya,kau malah membiarkan aku pergi.batin Laila,ia langsung melepaskan cincin di jari manisnya. "Terimakasih, atas semuanya". Ia langsung meletakkan cincin di atas meja.


"Anggap saja,kita tidak saling kenal. Maaf,aku banyak kekurangan. Sehingga kau, tidak bisa menerima semuanya. Maaf,aku mengecewakan dirimu. Aku egois,aku terlalu terobsesi ingin memiliki mu. Aku sadar, untuk apa mempertahankan hubungan ini. sedangkan dirimu,ingin mengakhirinya. aku akan bertahan sekuat mungkin,jika orang lain ingin menghancurkan hubungan kita. tapi,jika keluar dari mulutmu sendiri,aku lepaskan". Al,malah meninggalkan Laila. Ia melongos melewatinya,tanpa menoleh ke arah Laila.


"Maafkan aku, Shelly. anggap saja,kita tidak pernah kenal dan lupakan semuanya. aku tahu,jika kamu menerima perjodohan orang tuamu. semoga kamu bahagia,hanya itu doaku". Herman,mengelus rambut Shelly. sebelum dia beranjak pergi meninggalkannya.


Begitu juga Herman, segera menyusul Al. Shelly,hanya diam dan langsung menghampiri Laila. Yang sudah menangis kesegukan dan terduduk di lantai.


Sedangkan yang lainnya, pergi meninggalkan villa tersebut. Satu persatu mobil, meninggalkan perkarangan villa yang tersisa hanyalah Laila dan Shelly.


"Laila, lupakan saja semuanya. Pria memang seperti itu, dia tidak bisa mengerti perasaan perempuan. Lihatlah,dia yang marah bahkan meninggalkan mu". Shelly, langsung memeluk Laila.


"Aku kira,dia akan mempertahankan hubungan ini. Nyatanya,dia yang meninggal diriku. Aku ikhlas, menerima semuanya. Asalkan,dia berubah menjadi lebih baik lagi. Tapi,dia...!!". Laila,tak sanggup berkata-kata apa-apa lagi.


Hatinya sangatlah sakit,ia bingung dengan jalan pikir Al.

__ADS_1


"Kalian di sini". Ucap seseorang di belakang mereka.


Mendengar ada suara seseorang di belakang mereka, langsung membalikkan badan. Laila dan Shelly, nampak terkejut dengan kedatangan Emily.


"Emily". Gumamnya bersamaan. mereka berdua ketakutan, saat melihat Emily dan di tangannya ada pistol.


"Sedang apa kalian,hemm...apa sedang berpesta,waw...banyak minum-minum di sini,hanya kalian". Tanya Emily,ia menyeringai tajam. ia memainkan pistolnya, seakan-akan membuat takut terhadap Laila dan Shelly.


Pistol? untuk apa,kenapa dia membawa pistol itu. apakah dia akan menghabisi nyawa ku,tidak mungkin.batin Laila,


"Kau mau apa, Emily. Kenapa kau tahu,kami di sini". Tanya Laila, ia mengundurkan langkah kakinya.


"Tidak ada apa-apa,hanya saja. Aku ingin memberikan kejutan kepada kalian,hemm... bagaimana,kita bersenang-senang dulu. Hahahhaha... Laila,Oh... Laila,". Emily,duduk santai di sofa sambil memainkan pistol di tangannya.


"Laila,jangan gegabah. Sepertinya, Emily ingin menghabisi nyawa kita". Bisik Shelly,ia sangat erat memegang tangan Laila.


"Bagaimana ini, apakah kita akan di habisinya". Laila, langsung ketakutan terhadap Emily.


Apa lagi, pintu villa sudah di kunci oleh Emily. Sedangkan, kuncinya ada di tangan Emily. "Letakkan pistol itu, Emily. itu adalah bahaya, tolong jangan main-main". Laila, mencoba menenangkan pikiran Emily. "kau marah kepadaku, hemm..... lepaskan Shelly,cukup aku. kau tahu,aku dan Al sudah berakhir. tolong, lepaskan lah kami".


Namun Emily,malah menyeringai tajam dan menuangkan wine di gelasnya. Ia meminum dengan santainya, mungkin baginya sudah terbiasa minum-minuman seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2