ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Rendang Daging


__ADS_3

Percaya atau tidaknya, kedua mertua dan Suaminya. Langsung membawa Laila,ke rumah sakit. Untuk USG kembali,karena mereka ingin melihat secara langsung.


Setelah dokter menjelaskan semuanya dan Laila di nyatakan hamil dan janin di dalam perutnya. Di nyatakan kembar,syok dan terkejut. Itulah yang mereka dengar, Laila juga terkejut jika dirinya mengandung bayi kembar.


Tak henti-hentinya Ayunda, kegirangan loncat-loncat mendengar kehamilan menantunya. Apa lagi, mendapatkan cucu langsung dua. Dia juga berdoa, semoga saja cucunya adalah perempuan.


Namun J dan Al, memiliki pendapat lain. Semoga laki-laki,tidak perempuan. Laila,hanya diam dan melihat perseteruan antara mereka.


"Semoga saja satu laki-laki dan satunya perempuan,biar adil bagaimana". Kata Laila, sontak membuat mereka terdiam.


"Hahahahha...ide yang bagus, sayang. Semoga seperti itu,biar adil". Ayunda, tersenyum puas.


"Idenya boleh juga,sayang. Tapi, mustahil jika laki-laki dan perempuan nantinya. Buktinya,papah lah. Mereka kembar,tapi laki-laki keduanya". Decak Al, ia melirik ke arah J.


"Terus,hanya papahmu laki-laki dan aku perempuan? Begitu,yang kau maksud ha". Tanya J,yang kesal kepada anaknya.


"Nak laila,jaga kesehatan mu yah? Jangan lupa minum susu ibu hamilnya,biar sehat kandungannya". Ayunda,tak henti-hentinya tersenyum. Ia sangat bahagia,yang tak bisa di jelaskan.


Mereka juga sepakat untuk, merahasiakan kehamilan Laila. Apa lagi, orang yang mencelakai Laila belum tertangkap juga.


J dan Al, sampai sekarang masih menyelidiki. Siapa yang membuat obat tersebut,yang sangat berbahaya.


J,juga curiga dengan buah zuriat yang di makan Laila. Apa mungkin buah itu,yang sudah mengobati penyakitnya Laila. Karena Laila, sempat memberitahu jika dia sempat memakan bua tersebut. Yang di berikan oleh, ibunya Shelly.


Ayunda, ingin sekali Laila tinggal di rumahnya. Takut,jika menantunya kenapa-kenapa. Namun Al, menolaknya langsung. Karena untuk saat ini,dia masih sanggup menjaga Laila.


**********


Pagi hari yang cerah, Laila mengajak Al menjenguk keadaan shelly di rumah sakit.


"Cup...cup...cup...lucunya Al, lihatlah". Laila, menggendong anaknya Shelly dan Herman.


"Laila, semoga kamu juga cepat-cepat hamil sayang". Ucap bu Kania, mengelus pucuk kepala Laila.

__ADS_1


"Terimakasih,bu. Doakan saja,". Jawab Laila, tersenyum sumringah.


"Ganteng anaknya,kaya papah Herman yah. Uluh....Uluhh... gemesnya". Laila, mencubit pipi gembul sang bayi.


"Laila, bagaimana hemmm...? Apa sudah tahu, rahasia kita". Tanya Shelly,ia mengedipkan matanya.


"Yah,aku sudah menceritakan semuanya. Ibu mertuaku dan Al, mereka sampai tak sadarkan diri. Kau tahu, Shelly. Aku mengandung bayi kembar,". Jawab Laila, tersenyum manis.


"Apa...? Ke-kembar, kok bisa... selamat yah, Laila. Aku jadi tambah senang,". Shelly,nampak terkejut jika Laila mengandung bayi kembar.


"Hemmmm...kau juga Shelly,tapi kau jangan beritahu siapapun. Ini rahasia sementara, nanti aku ceritakan kenapa harus di rahasiakan dulu. Ingatlah,kau jaga kesehatan dan siap-siap bergadang". Kata Laila, ia sangat bahagia jika temannya melahirkan secara normal.


Setelah selesai, menjenguk keadaan Shelly. Tiba-tiba saja Al, menghentikan mobilnya tepat di depan halaman rumah orang.


"Lah, kenapa kita berhenti di sini". Tanya Laila, calingukan ke luar jendela mobil.


"Lihatlah,buah mangga yang menggoda itu. Terlihat, sangat segar baru di petik di pohon dan langsung di makan. Behhhh... Aku sudah lama, mengincarnya". Al, langsung turun dari mobil. Ia berniat untuk menemui, pemilik buah mangga.


"Permisi pak,saya boleh membeli buah mangganya. Terlihat, sangat segar. Saya beli,hemmm...lima biji saja pak". Ucap Al,tanpa ba-bi-bu lagi.


"Oh,mangga. Kalau mau, silahkan di petik nak. Gak perlu bayar segala,banyak orang-orang lewat juga ingin membeli buah mangganya. Tapi,saya kasih. Ambillah,nak". Ucap sang pemilik.


"Aahhhh.... terimakasih banyak,pak. Saya sudah ngiler, sering lewat di depan rumah bapak. Buahnya, sangat menggoda dan segar-segar". Tanpa memperdulikan lagi,Al langsung bergegas menuju pohon mangga.


"Maafkan,suami saya pak. Entah kenapa,dia tiba-tiba ingat mangga nya" kekehnya Laila,ia sampai tak enak hati melihat kelakuan suami nya.


"Tidak apa-apa nak, daripada di makan burung sama tupai. Lebih baik di kasih, insyaallah berkah nantinya". Jawab sang pemilik, seorang pria tua paruh baya.


"Sepertinya,suamimu mengidam. Ibu tahu,kau sedang hamil". Seorang wanita paruh baya,baru datang membawa satu baskom berisi air dan pisau.


"Masa sih bu? Tahu darimana,saya hamil". Laila,nampak terkejut mendengar ucapan seorang wanita di hadapannya.


"Tentulah nak,aku sudah memiliki beberapa anak dan cucu. Orang hamil,hawanya beda. Terlihat dari raut wajahmu,nampak cerah. Panggil saja kami,bu Yana dan pak Halis,".

__ADS_1


"Terimakasih,atas semuanya. Hatiku jadi tersentuh dengan kata-kata,bu Yana ". Laila,malah tersipu malu-malu.


Pak Halis, pemilik pohon mangga dan sekaligus suami bu Yana. Pada akhirnya, mereka sama-sama menikmati mangga muda yang sangat segar.


Al, sangat menikmati buah mangga mudanya. sedangkan Laila dia langsung menyerah karena asamnya luar biasa sekali.


Mereka saling berbincang hangat, dan bercerita satu sama lainnya. Hingga akhirnya,Al dan Laila pamit pulang.


Tak lupa Al,membawa pulang beberapa buah mangga. Saat Al,membayar semuanya. Namun,di tolak mentah-mentah oleh pak Halis dan bu Yana. Mereka ikhlas dan merasa senang bisa berkunjung ke rumahnya.


********


Al,yang terlihat lesu dan merengek meminta bantuan ayahnya.Ia juga melewatkan makan siangnya,karena Al meminta J memasak untuk nya.


"Sayang,Al anak kita mungkin saja bawaan dari cucu. Ayolah,hanya masak rendang daging saja". Kini Ayunda,juga membujuk suaminya.


"Tidak,dia hanya akal-akalan saja sayang. Masa dia menyuruhku, memasakkan rendang daging. Bukankah, diluar sana banyak warung makan yang menjual makanan seperti itu". Jawab J,nampak kesal.


"Tapi,aku ingin merasakan masakan papah. Aku tidak mau,aku akan mogok makan". Tegas Al,tak menghiraukan tolakan ayahnya.


"Papah,Al belum makan apapun. Dia menunggu masakan,dari papah". Laila,juga ikut berbicara. "Mungkin Al,mengidam masakkan papah".


"Ayolah,buat sana J. Aku yakin,kamu bisa demi cucu kita". Tegas Ayunda, menarik lengan Suaminya ke arah dapur.


"Al,kita beli saja yah. Papah,mana mungkin bisa membuatnya". Laila, membujuk suaminya lagi. Ia ragu,jika ayah mertuanya tidak bisa membuat masakan rendang daging.


"Jangan membela papah,dia jago masak Laila. Aku ingin sekali, merasakan masakkan papah. Ayolah,jangan bertele-tele papah". Teriak Al,ia terlihat lesu. Apa lagi mual-mual nya,sering terjadi.


Demi anak san cucu,J langsung membuatkan rendang daging. walaupun mulutnya komat-kamit, mengumpat anaknya. "semangat dong,sayang. pasti masakan kamu enak,gak kalah dengan koki-koki terkenal". kedip mata Ayunda.


"Ck,aku tahu? kalian sangat suka menyiksa diriku, sekalian saja. aku di suruh masak padang,atau masak tapokki dan masakan prindavan Sekalian". gerutu J, sambil memotong daging sapi.


"Yang ikhlas dong,pah... Aauukkk...." teriak Al,yang langsung dapat cubitan dari Laila. benar-benar punya suami, kerjaannya suka sekali menyiksa ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2