
"Ayan,aku ingin baju ini". Rengeknya, Elvina kepada Ayan. Yang garuk-garuk kepalanya, yang tidak gatal.
"Ambil saja,hari ini aku traktir mu". Jawab Ayan,ia menghembuskan nafas beratnya. Tidak apa Ayan, kapan-kapan kamu akan memoroti nya.
Elvina, langsung memilih tiga lembar pakaian dan Ayan membayarnya.
"Ayan,kita pergi nonton film yuk....aku yang traktir". Ucap Elvina, tentu saja Ayan mengangguk kepala dan sangat setuju.
Ayan dan Elvina, langsung memesan tiket film horor. "Astaga,Ayan... lihatlah,aku tidak membawa dompet dan ponselku juga. Aku salah bawa tas". Kata Elvina, membuat Ayan langsung gelisah mendengar perkataan Elvina.
"Aduhh.... Elvina,mana mungkin bisa? Bagaimana,ini". Tanya Ayan, setengah berbisik.
"Gimana lagi,kamu bayar deh". Jawab Elvina, dengan wajah sedih.
"Elvina,aku sudah banyak kehilangan uang loh. Bukankah,aku tadi membayar belanjaan mu". Kata Ayan.
"Ya sudah,tidak jadi". Gerutu Elvina, langsung pergi dari hadapannya.
"Elvina,tungggu..... maaf,kak gak jadi. Soalnya,uang kami ketinggalan. Sekali lagi,maaf". Ayan, langsung berlarian ke luar. Ia Calingukan mencari, Elvina. Namun,tidak ada. "Sial,kemana dia pergi". Ayan, mengacak-acak rambutnya.
Sedangkan Elvina, hatinya menari-nari sudah mengerjai Ayan. Bodo amat, bagaimana besok di sekolah.
"Kau senang, mengerjainya". Ucap seseorang, di belakang Elvina.
Sontak Elvina, langsung berbalik badan. Karena dia tahu,itu adalah suara siapa. "Kai,kau di sini". Elvina, langsung bergelut manja di lengan Kai.
"Tentu,aku tidak ingin kau kenapa-kenapa. Jadi,aku mengikuti dirimu". Kai,menarik hidung mancung Elvina.
"Ayo,kita duduk di sana". Kai, langsung membawa Elvina masuk ke dalam restoran di mall.
"Kamu tau,aku di sini". Tanya Elvina, melihat Kai memilih menu makanan mereka.
"Mana mungkin,aku bisa membiarkan kekasihku bersama pria lain. Hemmm..." Jawab kai, membuat hati Elvina berbunga-bunga bercampur aduk.
"Iiissshhh.... bisa aja,". Kekehnya Elvina,kini gilirannya memilih menu makanan. "Enak yang mana,yah" Gumamnya.
Selesai memilih beberapa menu makanan,kini mereka menunggu lagi.
"Berikan tanganmu". Pinta Kai,ia tersenyum kecil.
__ADS_1
Elvina, langsung mengulurkan tangannya tanpa ragu. Walaupun,dia malu-malu kucing. Sesekali melirik Kai,ia lebih sering membuang muka ke arah lain. "Untuk apa,gak aneh-anehkan".
Kai, terlihat menggogoh kantong celananya dan mengeluarkan seutas gelang berwarna putih. Elvina,hanya menganga melihat Kai memasangkan gelang ke tangannya. "Bagaimana, cantik". Tanya Kai, langsung di angguki Elvina.
"Cantik sekali, terimakasih Kai". Elvina, tersenyum merekah. Apa lagi hatinya, begitu sangat bahagia. Emas gak yah? Berapa kira-kira harganya, iiisss....kok aku kepo sih? sumpah,aku sangat bahagia sekali.
Elvina, tak henti-hentinya memandang gelang di tangannya.
"Baguslah,kalau kamu menyukai gelangnya. Aku sempat ragu,tadi". Kata Kai, tersenyum melihat tingkah Elvina.
Tiga puluh menit kemudian, akhirnya mereka keluar dari restoran dan menuju ke Timezone.
Kai,mengajak Elvina bermain capit boneka.
"Ayo,aku ingin itu". Elvina, menunjuk ke sebuah boneka beruang lumayan besar.
Beberapa kali Kai, melakukannya. Tetap saja gagal,tapi Elvina tak kecewa dengan kegagalan Kai.
Setelah bermain, mereka berjalan mengelilingi Mall. Hingga akhirnya,Kai menarik tangan Elvina untuk masuk ke dalam yang begitu banyak boneka besar yang di pajang.
"Untuk mu,". Kai, memberikan sebuah boneka beruang berwarna pink lumayan besar .
Kai, tersenyum sambil mengelus lembut kepala Elvina. Entah kenapa,dia merasa gemes terhadap Elvina. "Ayo,kita pergi untuk membayarnya".
karena puas bermain dan berbelanja, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
***********
Besok paginya,Ayan marah-marah di dalam kelas terhadap Elvina. Namun, Elvina seakan-akan bodo amat.
"Elvina, kenapa kamu tiba-tiba berubah seperti ini". Tanya Ayan,dia baru sadar jika Elvina sudah berubah.
"Aku berubah? Jelas dong, bagaimana tidak. Aku do bohongi, olehmu dan Melda. Kamu kira,aku tidak tahu? Apa uang di rencanakan kalian,kau Ayan. Tega menghianati diriku, ingin memanfaatkan diriku. Oh...tidak bisa". Elvina, tersenyum smrik.
"Elvina, maksud mu apa? Aku benar-benar tidak tahu,sama sekali. Aku dan Melda, apa itu". Ayan, seolah-olah mengelak perkataan Elvina.
"Saat pertandingan basket dimulai,aku mencari-cari dirimu. Ternyata,kamu dan Melda tengah bermesraan di ujung sana. Kalian, membicarakan sesuatu. Sehingga,aku tahu? Apa akal bulusmu itu". Elvina, menunjuk-nunjuk ke arah Ayan.
Sial,aku ketahuan oleh Elvina.batin Ayan, nampak gelisah. "Elvina,aku minta maaf. Aku menyesali,aku di hasut oleh Melda. Aku rela memutuskan hubungan dengan dia,demi dirimu. Aku tidak bermaksud seperti itu. Plisss....aku minta maaf".
__ADS_1
"maaf,tidak bisa menerima semuanya. Bay,jangan harap kita berbicara seperti dulu lagi". Elvina, langsung meninggalkan Ayan.
Sedangkan Ayan, menendang meja di hadapannya. Semuanya, hilang sirna. "Aaaargghhh....sial,sial...semua ini,karena Melda".
"Kaiiiiii......i Love you". Teriak seorang perempuan.
"Kaiiii....Kaiiii... Kaiiiiii....".
Di lapangan bola basket,nampak bersorak-sorai karena melihat Kai. Apa lagi otot-otot lengannya, terlihat jelas. Membuat para perempuan,histeris teriak-teriak memanggil namanya.
"Waaaahhh.... sixpack perutnya, pengen pegang".ucap Alayya,saat Kai mengusap wajahnya dengan baju.
Elvina, nampak tak suka dengan perempuan lain. Yang memuji-muji kekasihnya,tepat di hadapannya sendiri. "Ck,aku yang pertama memegangnya". Gerutu Elvina.
"Astaga, ternyata tubuh Kai begitu indah". Ucap seseorang di belakangnya juga.
Saat pertandingan basket berakhir, Alayya langsung mencari perhatian. Dengan memberikan satu botol air mineral, namun Kai malah cuek saja.
Ia mengambil botol air mineral,yang sudah di sediakan. Apa lagi, setelah minum. Lalu menuangkan air ke arah, kepalanya.
Para murid-murid lainnya,malah histeris berteriak. "Ck,sok cari perhatian". Elvina, menghentakkan kakinya.
Arlo,semakin memanas melihat Kai. Sudah pasti, terkenal di berbagai sekolahan mana pun.
Banyak para murid-murid sekolah, lainnya. Tak segan-segan, meminta nomor ponselnya Kai. Namun Kai,hanya membalas tersenyum saja.
Kai,tiba di kantin dan dia duduk di sebelah Elvina. Sontak membuat Elvian, terkejut dan ingin pergi. Tapi, Kai langsung menggenggam tangannya di bawah meja.
"Kai, lepaskan". Pinta Elvina,ada tatapan anak-anak lainnya yang tak suka.
"Waaahhh.... Elvina, bukankah kamu sudah berjanji tidak akan mendekati Kai. Buktinya,kamu malah duduk di sampingnya". Ucap Cantika,ia langsung menghampiri Elvina.
Bagaimana bisa,dia kabur dari Kai. Tangannya, begitu erat di genggam oleh Kai. "Bukan Elvina,yang mendekati ku. Tapi,aku yang mendekatinya". Tegas Kai, sontak membuat seisi Kantin terkejut dan menganga.
"Apa...?? itu,itu tidak mungkin". sahut Alayya, langsung.
"Satu hal lagi,aku dan Elvina adalah....". Kai, menghentikan pembicaraan saat Elvina sudah lepas darinya dan berlarian. "Elvina..... berhenti,". teriak Kai, langsung menyusul sang kekasih.
"Kai.....". Alesha, memanggil namanya. namun Alayya dan Cantika,nampak syok dan terduduk lemas.
__ADS_1