
Suara desa-han, menggema di seluruh ruangan dapur. Namun,suara merdu tersebut terhenti. Karena tiba-tiba ada seseorang,yang tengah memencet bel apartemen. Sehingga mereka, cepat-cepat menghentikan aktivitasnya. Itupun, Laila selalu merengek meminta berhenti bermain-main dulu. Takutnya,ada hal penting .
"Sial, mengganggu kesenangan ku saja". Decak Al,ia mulai memasang celana dan bajunya. "Sayang,kau masuk dulu di dalam kamar. Takutnya, temanku yang datang".
"Hemmmm... baiklah,aku akan ke kamar". Jawab Laila,ia juga membenarkan kemeja yang menutupi seluruh tubuhnya. Karena rasa penasaran, Laila sengaja mengintip siapa yang bertamu ke apartemen mereka.
Saat Al, membuka pintu. Ternyata, seorang wanita yang bertamu. Ia langsung melongos masuk ke dalam, dengan keadaan serba tertutup. Siapa lagi,kalau bukan Kenny. Terlihat jelas, kepalanya ada memar dan kebiruan.
Ia diam-diam, pergi ke apartemen Al. Apa lagi,dia masih seorang model terkenal. Kenny, berhati-hati sekali. takutnya,ada wartawan melihat dirinya.
"Kenny,kau...keluarrrr, sekarang juga. Kau tahu, sudah mengganggu kesenangan ku ha". Bentak Al,ia dadanya naik turun mengontrol emosinya.
"Al,kau membentakku. Ak-aku takut,Al". Kenny, langsung berhamburan ke pelukan Al. Aku akan membuat istrimu, cemburu Al. kebetulan sekali,dia melihat aku memeluk suaminya. Kenny, menyunggingkan senyumnya.
Adegan tersebut,di lihat secara langsung oleh Laila. "E'ehmmm...". namun, Laila hanya tidak memperdulikannya. Ck, dia kira aku cemburu gitu dan salah paham.maaf,aku bukan wanita begituan yang selalu salah paham.
Sontak Al, terkejut dan langsung mendorong tubuh Kenny. "Aaaakkhhh...". Kenny, meringis karena tubuhnya terbentur ke dinding dan jatuh ke lantai. "Sssshhhttt...Al,kau tega sekali. kenapa aku di dorong,apa kamu tidak melihat? lihatlah, kepalaku sudah memar seperti ini".
Laila, membulatkan matanya dan melihat Kenny terbentur ke dinding. "Al,kau kenapa mendorongnya.lihatlah, dia kesakitan. Bantu aku, mengantar Kenny ke sofa". Pinta Laila,namun tak di hiraukan Al.
"Dia bisa jalan sendiri dan satu hal lagi. kau jangan pernah menyentuh tubuh ku ini,jangan main-main denganku Kenny,". Ucap Al, meninggalkan mereka dan pergi ke ruang tamu. Laila, membantu Kenny. Tetapi,di tepis olehnya.
Dengan hati dongkol, Laila malah mendorong tubuh Kenny. "Di bantu malah ngelunjak,". Decak Laila,juga meninggalkan Kenny.
__ADS_1
"Sial,awas kamu...Al, adalah milikku". Teriak Kenny. Tapi, Laila tidak menjawab perkataannya.
Kenny,mulai mendekati dan ikut duduk di sofa. "Untuk apa kau, kesini ha? Gara-gara kau,membuat mood ku jadi berantakan". Geram Al,ia menatap tajam ke Kenny.
"Al,aku takut. Ada seseorang yang ingin menculikku,dia menyekap ku Al. Makanya,aku tidak ada di acara pernikahan mu. Aku di sekap Al,". Kenny, memberitahu sambil menangis kesegukan.
"Masa? Kenapa kamu,ada di sini? Kan katamu tadi,di sekap. Seharusnya,tidak di sini kan sayang". Kata Laila, merangkul tangan Al. "sepertinya, mantan pacarmu ini. hemmm... banyak drama sekali, cocok kau turun dari dunia akting".
"Hahahah,benar sekali sayang. Bahkan,kalau dia di sekap terus mati. Yahh..gak papa, daripada mengganggu kesenangan kita". Jawab Al,ia tersenyum sumringah.
"Diam kau, Laila". Kenny, menunjuk jarinya ke arah Laila. "Kau tidak berhak, menyahut ucapan ku. Aku hanya memerlukan Al,bukan kamu".
"Diam kau, Kenny. Jangan pernah,kau meninggikan suara mu. Kepada Istriku,dia adalah belahan jiwa ku. Tidak ada yang boleh, membantah perkataan nya. Kalau kau, membantah perkataan istri ku. Sama saja,kau membantah diriku". Tegas Al, Kenny langsung takut dengan tatapan Al.
"Aku heran,kenapa kalian bisa putus? Apa penyebab,apa suamiku bisa memberitahu kepada ku". Senyum smrik Laila, membuat Al menjadi salah tingkah. "Kau yakin, ingin merebut Al? setidaknya,kamu sadar diri karena dia sudah menikah. jangan-jangan,kau yang duluan menangis kesegukan di pojokan".
"Aku tidak perdulikan, bagaimana keadaan mu? Mau diculik atau mau di bunuh,aku biasa saja. Sekarang,kau keluar atau aku seret paksa". Ucap Al, sambil menunjuk ke arah pintu luar.
"Lihatlah saja nanti,kau akan menangis kehilangan Al. ingatlah, perkataan ku ini".
Kenny,yang sudah ketakutan. Ia langsung menyambar tas dan pergi, begitu saja. Tanpa, menoleh ke arah belakangnya. Begitu kencang,dia menutup pintu apartemen milik Al.
Laila, hanya diam dan tidak berkata apapun. Ia malah meninggalkan suaminya,ke arah kamar. Membuat Al, tersenyum nakal. Ia segera menyusul sang istri, sambil melepaskan kemeja di tubuhnya. "
__ADS_1
"Baiklah,aku suka dengan kode mu sayang". Al, membuka pintu kamar dan melanjutkan olahraga mereka tadi.
********
Besok paginya,di tepi danau,yang terletak tak jauh dari kediaman orangtuanya Al.
Al, sengaja menyuruh ayahnya bertemu di danau. Ada yang lebih penting,yang akan di bicarakannya.
"Kenapa papah, menghapus riwayat panggilan dan pesan Laila. Dari ponselku dan teman lainnya,". Tanya Al,kepada ayahnya. "Dia sangat ketakutan,karena dia tahu. kalau ponsel kami, sedang di sadap seseorang".
Mereka berdua duduk di bangku,yang di sediakan untuk wisatawan menikmati suasana danau. "Dari Laila,kau tahu? Aku lupa bercerita tentang kejadian itu, takutnya malah mengganggu kesenangan mu. Papah tahu, bagaimana suasana pengantin baru". Ucap J,ia tersenyum smrik. Karena J, pernah merasakan pengantin baru.
"Apakah Kenny, pelakunya". Tanya Al,ia menatap lurus ke depan. Sepertinya, Kenny akan melakukan apapun untuk memisahkan ku dan Laila. jangan sampai Kenny, menghasut pikiran Laila.
"Yahh... sekarang dia sudah papah,lepas. Darimana kau tahu? Apa dia menemui mu dan menceritakan semuanya".
"Yah,kenapa tidak di habisi saja...kemarin dia,datang ke apartemenku. Mengganggu kesenangan kami,sial sekali." Gerutu Al,namun Al hanya cengengesan mendengar gerutuan anaknya. "Bagaimana, dengan Abraham? Apakah,di biarkan saja".
"Bagaimana perusahaan,apa baik-baik saja. Hemmm...." Tanya J, sambil mencolek pinggang Al. "Masalah Abraham,tidak apa-apa. mamahmu,mana mungkin berpaling ke pria itu. ingatlah, hati-hati dalam berbisnis nak. Apa lagi,aku memiliki seorang istri. mereka sudah tahu,apa kelemahan mu". J, menepuk pundak anaknya.
"Baik-baik saja,aku meminta bantuan Kepada papah. Awasi mamah dan istriku, bukankah sepagi ini. mereka sudah menghilang,entah kemana? Aku sibuk,ada meeting yang harus di selesaikan. Aku pamit dulu,pah. Selamat, bertugas menjaga istri dan menantu mu". Kedip mata Al,ia langsung pamit pergi.
__ADS_1
J, hanya menghela nafas beratnya dan mengangkat telpon seseorang. "Baiklah,aku segera ke sana dan habisi dia". J, langsung menutup telponnya dan pergi meninggalkan danau.