
Semenjak kejadian itu,bu Wahdah. Terus-menerus menyebarkan berita,jika menantu bu Minah angkuh dan sombong.Karena tidak memberikan pekerjaan,kepada Dewi anaknya.
Ada yang mempercayai ucapan bu Wahdah,ada juga yang tidak mempercayai. Karena mereka tahu, bagaimana sifat keluarga bu Wahdah.
"Bu Minah,gimana pendapatnya. Kok bisa sih,punya kakak ipar seperti itu". Kata salah satu tetangga bu Minah.
"Gak papa,bu. Selagi gak benar, masalahnya menantu ku sudah memberikan pekerjaan. Malah ngelunjak,mau berangkat satu mobil dengan menantuku. Jelas aku tidak mau bu,masih was-was atas kasus Dewi". Jawab bu Minah, sambil memilih sayuran.
"Benar bu,jangan mau deh. Kalau aku,jadi bu Minah. Mana mau, menantu barengan sama Dewi. Gak baik bu,apa kata orang lain". Sahut ibu, lainnya.
Banyak yang membela bu Minah,karena yang salah adalah bu Wahdah.
Untung saja pak Broto, langsung angkat bicara masalah ini. walaupun bu Wahdah, sebagai kakaknya marah besar karena membela menantunya di bandingkan dirinya.
Pak Broto,hanya memusut dadanya dengan pelan. Melihat kelakuan kakaknya, begitu egois dan ingin selalu menjatuhkan harga diri keluarganya.
"Aku tidak nyamn, dengan ayahmu". Kata Kai, pikirannya tak karuan lagi.
"Sudahlah,kak. Mulai dari dulu,bibi selalu mencari-cari gara-gara. Ingin sekali, menyakiti keluarga kami. Entahlah, kenapa seperti itu". Rea, mencoba menenangkan pikiran Suaminya.
"Masalahnya, ayahmu adu mulut dengan kakaknya. Hanya masalah ini,aku sudah memberikan pekerjaan kepada Dewi. Tapi, Dewi malah gak mau berangkat sendiri. Jujur saja,aku ogah berangkat kerja dengannya". Kai,yang membayangkan hanya bergidik geli.
"semuanya sudah kelar,kak. Yang salah Dewi,gak mau bersyukur banget. Dia sangat iri, dengan ku. Apa lagi,aku memiliki gelar PNS sekaligus mengajar di sekolah dasar. Sedangkan dia,SMA saja gak tamat. Karena pergaulan bebas, bahkan kasusnya aneh-aneh. Sampai-sampai,ayah di buat malu hanya membela keluarga kakaknya. Malah,ini balasannya". Gerutu Rea, sebenarnya dia kesal kepada ayahnya. Selalu membela, keluarga paman dan bibinya itu
Kai,hanya mengerutkan keningnya. "Emangnya, kasus apa Dewi dan separah apa".
"Parah banget,kak. Sampai-sampai istri sah, om-om itu. Ke sini, memarahi Dewi dan memaki-maki nya. Behhh... pokonya rame, banget. Jadi bahan pembicaraan orang-orang sekitar,mau di usir Dewi dari sini. Tapi, ayah membela mereka. Hingga para tetangga dan lainnya, memberikan kesempatan bagi. Wajahnya Dewi,di tampar habis-habisan. Oleh istri sah, om-om itu. Bahkan,membawa bodyguard sampai lima orang. Aku yakin, om-om itu sangat kaya raya. Makanya, Dewi mau mendekati". Rea, sangat asyik menggosip dengan suaminya.
__ADS_1
"Lalu,apa lagi". Kai, entah kenapa menikmati cerita istrinya.
"Ada lagi kak,dia sempat merebut pacar orang. Gak sekali, tapi sering. Ada juga para tetangga, yang memergoki Dewi. Waktu dia jalan-jalan di Mall,bersama aki-aki katanya. Kayanya,emang benar sih? Pernah Dewi, di antar sana om-om pakai mobil bagus". Kata Rea, begitu serius bercerita.
"Hemmm....seram juga,yah". Kai, manggut-manggut mendengar cerita istrinya. Dia lebih menyukai ekspresi, wajah istrinya saat bercerita. Di bandingkan mendengar,apa yang di ceritakan Rea.
"Boleh nanya,gak". Tanya Kai, langsung di angguki oleh Rea.
Kai, sudah lama ingin tahu? Apa istrinya, pernah pacaran apa tidak. "Kamu pernah pacaran,".
Rea, langsung kikuk terdiam. Saat mendengar pertanyaan,dari suaminya itu. "Hehehehe...soal itu,pernah kak. Tapi,hanya gandengan tangan kok. Gak pernah,ngapain". Jawabnya, tersenyum sumringah.
"Oh,lalu dimana mantan kekasih mu? Apa kalian,masih sering bertanya kabar". Kai, mendelik ke arah Ponselnya Rea. Sedari tadi, layarnya menyala.
"Hubungan kami, baik-baik saja. Lalu, kami satu kerjaan. Dia juga seorang PNS dan mengajar, seperti ku". Jawab Rea,yang sudah gelisah.
"Kakak,aku dan dia tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Aku sudah lama, tidak mencintainya. Sebulan, sebelum kita menikah. Dia sempat, mengajak aku menikah dengan nya. Akan tetapi,aku menolaknya. Karena masih kecewa, pacaran satu tahun lebih. Tapi,dia malah menduakan ku".kata Rea, tangannya meremas ujung bajunya.
Rea, sangat takut. Jika suaminya marah, karena masalah ini. "Kakak,gak marahkan". Rea, masih khawatir karena suaminya sudah mencek ponselnya. Mampus,aku belum sempat menghapus pesan-pesan lagi. Bahkan,foto masa lalu masih ada. Batin Rea,ia menggigit bibir bawahnya. Matanya,mendelik ke arah Ponselnya. Ingat tahu,apa saja yang di buka oleh Kai.
Sesekali Kai,hanya menyungging senyumannya. "Bagus, sekali. Sudah menikah, masih perhatian kepada pria lain". Kata Kai, membuat Rea semakin gelisah.
"Waw.... Apa kamu, lupa menghapus pesan-pesan ini. Lanjutkan,jika itu membuat mu senang". Kai, mengembalikan ponsel Rea. Hatinya memanas,saat membuka aplikasi berwarna hijau. Sang istri,masih memberikan perhatian kepada pria lain.
Rea, yang masih menunduk sambil mengelus-elus punggung tangan Kai. "Kakak,maaf. Aku tidak akan seperti, itu".
"Kenapa? Karena, ketahuan oleh ku". Sahut Kai, tersenyum kecil.
__ADS_1
"Ak-aku minta maaf kak, aku hanya membalas pesan dari mereka saja. Janji, tidak akan mengulanginya lagi". Rea, mengacungkan jari kelingkingnya.
"Baiklah,aku pegang perkataan mu". Kai, langsung melingkari jari Kelingking istrinya.
Kai, juga langsung menarik tengkuk leher Rea. Agar dia,leluasa mencium bibir istrinya itu .
Rea, mengalungkan tangannya di leher suaminya. Hatinya langsung lega, karena suaminya tidak marah. Memang dia salah,tak seharusnya membalas pesan seperti itu.
Lama-kelamaan, ciuman mereka menjadi panas. Akan tetapi, Kai langsung menghentikan aksinya. Karena sebentar lagi,akan makan malam.
************
Cuaca pagi hari,tak secerah seperti biasanya. rintik-rintik hujan deras, membasahi jalanan.
"Aku saja, mengantar mu, bekerja. sekalian,aku berangkat". kai, menunggu istrinya bersiap-siap. "Di waktu libur,aku akan mengajari mu bagaimana menyetir mobil".
"Ayah,bisa menyetir mobil". jawab Rea,yang sudah siap.
"Kenapa tidak bilang,aku bisa memberikan mobil untuk ayah. siapa tahu,ayah mau menikmati masa muda sama ibu". kekehnya Kai, tersenyum sumringah.
"Emang ada mobil, selain yang kamu bawa". tanya Rea,dia tidak tahu? jika suaminya, suka mengoleksi mobil mewah di mansion.
"Banyak,mau lihat? nanti, waktu kita bermalam di rumah orang tua ku". jawab Kai, mereka berdua keluar dari kamar.
Setelah pamit kepada orangtuanya Rea, barulah mereka pergi bersama. lumayan dekat,rumah orangtuanya Rea dan pekerjaannya. hanya lima belas menit, akhirnya sampai.
Kai, sangat penasaran sekali dengan mantan kekasih istrinya. Dia,ikut mengantar istrinya ke dalam kantor sekolah. Tentu saja,para guru-guru lainnya terpesona dengan ketampanan suami Rea. postur tubuhnya sangat bagus dan kekar sekali. jarang sekali mereka, melihat pria seperti Kai.
__ADS_1
Ck,dia mantan istriku. Bukan,saingan ku. kau kalah denganku, lihatlah badan kurus kering. Kai,malah mengejek-ejek mantan kekasih Rea. Setelah selesai, barulah Kai melanjutkan perjalanannya. tak lupa, Kai juga memeluk istrinya untuk memanasi perasaan mantan kekasih Rea.