ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Hanya Masa Lalu


__ADS_3

"Aku mohon Arkana,masa lalu biarlah masa lalu. Jangan di ungkit-ungkit lagi,". Ucap Laila,kepada Arkana.


Laila,tak menyangka bahwa bertemu dengan Arkana. Bahkan Arkana,rela menemuinya di hotel dan menunggu jam istirahat Laila.


Laila dan Arkana, memiliki masa lalu yang pernah menjalin hubungan sepasang kekasih.


Laila, diam-diam berpacaran dengan Arkana. Jangan sampai ketahuan oleh ibunya, mungkin apa yang di lakukannya adalah salah . seiring waktunya berjalan, Laila tahu jika dirinya sudah menyakiti hati Ibunya


Tak ingin membohongi ibunya, terus-menerus. Akhirnya Laila, memutuskan hubungan mereka. Walaupun Arkana, berat hati menerima keputusan dari Laila. Tapi,dia harus menerimanya tak bisa berbuat apa-apa.


Pada akhirnya Arkana, memiliki kekasih baru.mampu membuat hati Laila, hancur berkeping-keping. Saat itu dia tak ingin lagi berpacaran,karena masih trauma dalam cinta.


Kebetulan sekali sang ibu, mengajak pindah dan Laila pindah sekolah juga. Ia merasa lega tidak melihat Arkana, bersama perempuan lain.


"kau masih marah kepadaku,jujur Laila. Aku tidak bisa melupakanmu." Arkana, ingin menyentuh tangan Laila.


Namun secepatnya, Laila menghindari. "Aku tidak marah padamu,lebih baik kita jalani Seperti seorang teman". Laila, berharap Arkana mengerti perkataannya.


"Aku tahu,kau masih membenci diriku kan. Sehingga,kau berkata seperti itu". Arkana, terlihat sedih di wajahnya.


"Aku tidak membenci dirimu, setidaknya kita bisa berteman baik. Hanya itu, tidak bisa lebih. Aku mohon, mengertilah". Lirih Laila,ia tersenyum kecil.


"Baiklah,aku akan melakukan pelan-pelan agar kau menjadi milikku lagi". Terlihat jelas Arkana, tersenyum manis. "apa kamu akan hadir,diacara reuni sekolah nanti".


"Hemm... tidak tahu,aku tidak bisa berkata pasti. siapa tahu,aku sibuk dengan pekerjaan". jawab Laila, tersenyum manis.


"Anak-anak lainnya,juga mengharapkan kehadiranmu. ini acara langka, mungkin lain waktu nanti. akan sulit untuk melakukan reuni sekolah lagi,apa lagi punya istri dan anak. ayolah, mumpung masih sendiri". Arkana, membujuk Laila.


"Kita lihat saja nanti, semoga aku bisa hadir". senyum merekah Laila.


"Oke, nanti akan aku gabung ke group sekolah kita. kau tambah cantik Laila, sungguh aku sangat senang bertemu dengan mu. sekian lama, akhirnya bertemu". Ucap Arkana. ingin sekali aku memeluk dirimu,tapi itu mustahil bagi ku. sedangkan dulu,kita pacaran saja. kau sangat melarang ku, untuk memegang tangan mu. walaupun dulu,kita sering diam-diam menjalin hubungan agar tidak ketahuan oleh ibu mu.

__ADS_1


Maafkan aku, Arkana.isi hatiku, sudah ada yang menempati. Bahkan dia, jauh lebih baik darimu.batin Laila. "Baiklah,aku permisi dulu". Pamit Laila,yang langsung di angguki oleh Arkana. Maafkan aku, Arkana. Entahlah,kenapa perasaanku telah hilang saat mengetahui jika kamu memiliki kekasih dulu. cepat atau lambat, mungkin hubungan antara aku dan Al pasti akan ketahuan.batin Laila. ia berjalan menuju tempat kerjanya, karena jam istrirahat sudah habis.


Tidak akan aku lepaskan dirimu, Laila. Kau adalah milikku, tidak akan aku biarkan pria manapun memilikimu. Batin Arkana,ia tersenyum smrik sambil menatap kepergian Laila.


"Bagaimana,atas pertemuan cinta pertamamu". Kendra, menggoda Arkana.


"Biasa saja, sepertinya Laila banyak berubah. dia semakin cantik,mulai sekarang aku akan menjaganya. aku yakin,jika Laila bukan milik siapapun". kata Arkana,ia tersenyum smrik.


"kau yakin,jika Laila tidak ada yang memiliki.hemmm....cinta boleh, obsesi jangan. ingat itu". Kendra, menepuk pundak Arkana. "Ayo,kita pergi. jangan pikirkan yang aneh-aneh ".


Arkana,hanya tersenyum dan pergi meninggalkan hotel tempat Laila bekerja. walaupun, dirinya masih merindukan Laila.


******


Seorang perempuan cantik, memasuki perusahaan yang menjulang tinggi. Semua staf kantor, menunduk dan menyapa kedatangan perempuan tersebut.


Emily, melangkah kakinya dan masuk ke dalam lift. Ia menekan tombol lift dan menuju lantai atas,ia ingin bertemu dengan Al.


Ceklekk....


Pinta terbuka dan terlihat Emily tengah tersenyum sumringah. Ia masuk ke dalam tak lupa, menutup Kembali pintunya.


"Kenapa kau ke sini? Bukankah kau,tidak boleh kemana-mana oleh orang tuamu". Tanya Al,ia langsung berdiri tegak.


"Aku ingin berbicara sesuatu padamu, membuat kesepakatan bersama". Emily, melangkah kakinya dan mendekati Al.


"Jaga jarak,kau bukan siapa-siapa ku lagi. Lebih tepatnya adalah istri orang, seharusnya kau sadari itu. Kau harus tahu,aku tidak tergiur dengan kesepakatan yang kau bicarakan". Tegas Al, menatap tajam ke arah Emily.


"Aku dan Liam,hanya tiga bulan menjalani rumah tangga. Setelahnya,kami akan bercerai". Ucap Emily.


"Bukan urusanku,itu terserah kalian". Kata Al,ia mah bodo amat.

__ADS_1


"Setelah kami bercerai, aku ingin kita melanjutkan pertunangan yang pernah tertunda itu. Aku sangat mencintaimu,aku tak ingin kehilanganmu. Seharusnya,kau tahu itu Al". Ucap Emily, matanya mulai berkaca-kaca. Kau harus menjadi milikku, Al.


"hahahah....kau kira aku, pria bodoh. Jangan harap aku mau,aku saja tidak tertarik sedikitpun kepadamu. Silahkan pergi, sebelum aku menyeret paksa keluar". Tatapan tajam Al, membuat Emily takut.


"Al,aku tidak ingin kehilanganmu. Aku harus berbuat apa lagi,hemm... sampai akhirnya,kau menyadari betapa besarnya cintaku padamu". Kata Emily,ia mengusap air matanya dengan kasar.


"Itu tidak cinta Emily, tapi obsesi ingin memiliki seseorang. Sudah aku katakan,bukan? Aku tidak tertarik sedikitpun kepadamu, kau hanyalah perempuan ular. Aku sangat menyesal memanjakan dirimu, sebagai seorang adik". Kata Al, sekuat tenaga untuk menahan amarahnya. "Keluarlah sebelum, aku menyeret mu". Ancam Al,ia menggeretakkan gigi-giginya.


"Kau jahat Al,aku kecewa Kepadamu. Ingat,tidak akan pernah siapapun memilikimu. Aku akan melakukan apapun, termasuk Laila. Kau dan dia,aku jamin tidak akan bersatu". Ancam Emily, sebelum hilang di balik pintu.


"Jangan harap kau bisa menyentuh Laila, walaupun seujung kuku Emily". Gumam Al,ia masih menatap ke arah pintu.


Emily, berlari-lari kecil melewati para staf karyawan di perusahaan. Sontak orang-orang sekitar tercengang dan bergumam satu sama lainnya.


Dengan perasaan begitu sakit, Emily meninggalkan perusahaan Al.


Ia menancapkan gas mobilnya, dengan kecepatan sedang. Membelah jalan raya, yang penuh lalu lalang dengan kendaraan lainnya.


Beberapa menit kemudian, akhirnya dia sampai di apartemen milik Liam.


Saat membuka pintu apartemen, Emily di kejutkan dengan seorang perempuan cantik bersama Liam.


Liam,tak segan-segan membawa kekasihnya ke dalam apartemen.


"Kenapa secepat itu,kau kembali". Ucap seorang perempuan cantik itu,ia bersandar di bahu Liam.


"Liam,aku muak dengan sikapmu. Kau bisa berpacaran, dengan siapapun. Aku mohon, jangan di sini. Mengertilah, dengan perasaanku". Bentak Emily, menatap sinis ke arah kekasih suaminya.


"Jika kau keberatan dengan kami, silahkan kau pergi sementara. Itu saja repot,lagi pula. Kita hanya Menikah sementara, kau tidak berhak mengatur segalanya". Jawab Liam,ia malah mencium pipi sang kekasih.


Dengan hati kesal, Emily langsung meninggalkan mereka yang sedang bercumbu mesra. "Kenapa seperti ini? sangat beda apa yang aku harapkan selama ini". ucap Emily,dalam tangisannya. ia bersandar di balik pintu dan merosot di lantai. air matanya tumpah sudah,apa lagi hatinya begitu sakit.

__ADS_1


*******


__ADS_2