
Cukup lama Al, mendiamkan dan akhirnya dia mulai bergerak pelan. walaupun dirinya,susah payah melakukan gerakan pelan.pikirannya sudah di kuasai oleh gai-rah, ingin mempercepat gerakannya.
Ia juga melihat bercak merah,di sprei. Al, tahu darah itu adalah darah perawan Laila. Terimakasih, Laila. kau sudah menjaganya hanya untuk,aku adalah pria yang beruntung sekali karena melakukan nya yang pertama. seandainya,aku bukan yang pertama. Aku tidak peduli,karena aku tulus mencintaimu.batin Al,ia tersenyum kecil
"Sshhhhh... Hmmmmpt". Laila, menahan rasa perih dan rasa bercampur aduk. Ia menggigit bibir bawahnya,menahan rasa sakit. Huuufff,santai Laila. nanti,juga akan hilang sakitnya.
Gerakan Al, semakin lama. Semakin cepat, pergerakan nya. Laila,tidak lagi meringis kesakitan. Ia membungkam mulutnya,agar suara desa-han tidak terdengar oleh Al.
"Keluarkan saja,suara merdu mu sayang. Jangan malu-malu,aku adalah suamimu...Aaahhh... oouhhh.... nikmat bukan,". Ucap Al, sambil menghu-jam tubuh sang istri.
Lama kelamaan,suara des-ah manja Laila. Akhirnya, keluar juga. Ia tak sanggup menahan dirinya, kepalanya mendongak ke atas tangannya mencekram sprei.
"Aaahhh...Aaahh....Aaahh". Suara rintihan Laila,yang sangat merdu bagi Al.
Al, semakin bersemangat untuk memompa tubuh sang istri. "Al,aku mau pipis...Aaaahh,henti-hentikan dulu...Aaaaaaahhhhh...." Laila,mengerang panjang karena mendapatkan pelep-asan kedua nya.
Al, tersenyum puas karena sang istri sudah mendapatkan gelombang cinta keduanya. Sedangkan dirinya,belum ada tanda-tanda apapun.
Al,juga mengubah posisi mereka dan menusuk dari belakang. "Aaaaaahhh....sshhhhh.." Laila, sedikit merasa perih dan bercampur kenik-matan. Di saat Al, menusuknya.
Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka,suara desa-han menggema di kamar. Tanpa ada seorangpun,yang menganggu malam panjang mereka.
Tiga puluh menit kemudian, akhirnya Al juga mendapatkan gelombang cinta nya. Ia ambruk di atas tub-uh Laila, mereka ngos-ngosan mengatur nafasnya.
Laila, langsung yang sudah lemah dan matanya sangat susah di buka. Mulutnya,masih terbuka karena kelelahan melayani sang suami.
"Istirahat dulu, setelahnya kita akan lanjutkan lagi. Malam kita masih panjang,sayang". Seringai tajam Al.
Laila, langsung melirik ke arah suaminya. Susah payah meneguk salivanya, sedangkan sekarang. Tubuhnya,sudah terkulai lemah. Bagaimana nanti, bisa-bisa badanku remuk.batin Laila,ia menggeleng kepalanya. "Tapi,aku lelah sekali". Lirih laila, wajahnya meminta kemurahan hati kepada sang suami.
__ADS_1
"Tidak ada,kata penolakan. Malam pengantin kita, tak akan di lewati sayang. Bukankah,baru sekali. Masa aku kalah sama papah,dia yang bisa berkali-kali". Jawab Al,mulai mendekati Laila.
Laila, langsung memegang selimut yang menutupi seluruh tubuh polosnya. "Aku lelah sekali,anuku juga merasa sakit dan perih".
"Sayang, dia tidak akan sakit dan perih. Kalau kita, melakukan sesering mungkin. Bukankah,tadi kamu keenakan. Hemmm". Kekehnya Al,wajah Laila langsung memerah seperti tomat masak.
"Mana ada,tadi hanya kebablasan saja". Lirih Laila,ia langsung menutup wajahnya dengan selimut.
"Hahahaha... kau sangat menggemaskan sekali, sayang. Aku ingin selalu memakan mu,". Al,mulai merangkak naik ke atas tubuhnya Laila.
"Al,geli...!!! Jangan di situ,hahahhaa...geli sekali". Laila, menahan rasa geli. Di saat Al, mulai menggelitik di pinggangnya.
Mereka berdua saling tertawa lepas,saling menggelitik satu sama lain.
Cup....Cup...Cup...
Beberapa kali Al, mengecup bibir Laila dan berakhir dengan kelanjutan permainan mereka.
Malam panjang bagi mereka,yang di penuhi dengan suara desa-han dan keringat olahraga malam.
Jam tiga dini hari,Al merenggang ototnya di balkon kamar. Sedangkan Laila,sudah terlelap dalam tidurnya.
Al, belum ada tidur sama sekali. Ia ingin bermain dengan sang istri, namun tidak mungkin. Karena Laila,tak sanggup lagi.
Cukup lama Al,di balkon dan menelpon seseorang. Entah itu siapa? Selesai menelpon, barulah Al juga naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh sang istri.
Dia membelai rambut panjang Laila dan mengecup kening istrinya. Ada senyuman kecil di sudut bibir,lalu dia mulai memejamkan matanya.
Hawa dingin memasuki ruang kamar pengantin,hanya di sinari beberapa lilin saja. Dua insan pengantin,tengah terlelap tidur dan saling berpelukan dengan mesra.
********
__ADS_1
Pagi hari yang cerah, menyinari semesta alam.
Laila, mengerjapkan bola matanya. "Jam berapa sekarang?Auukkkk.... badan ku,sakit sekali. Hee...kemana Al,kenapa dia tidak ada... sssshhhttt.... perihnya,kenapa masih sakit sekali". Gumam Laila,ia mengubah posisi. Ia duduk dan bersandar dan duduk. Badannya, seakan-akan remuk karena olahraga malam tadi.
Ceklekk.....
Pintu kamar terbuka, terlihat Al membawa makanan di tangannya. Laila,hanya tersenyum sumringah melihat kedatangan suaminya. Aku yang pegal-pegal begini,tapi Al nampak segar. tanpa ada terlihat lelahnya, bahkan nampak bahagia.batin Laila,ia bertanya-tanya mengapa sang suami. tidak merasa capek,atau apalah.
"Kau sudah bangun? Bagaimana, nyenyak tidurnya". Al, meletakkan makanannya di meja. Tepatnya,di samping ranjang.
"Badanku, terasa remuk sekali. Mana itu, masih sangat sakit dan perih. Kalau,aku bergerak badan". Jawab Laila,ia tersipu malu-malu. "Aku ingin mandi,gerah sekali".
Al,duduk di tepi ranjang dan membantu sang istri untuk pergi ke kamar mandi. "Pelan-pelan saja,apa perlu aku gendong". Tanya Al,yang langsung di geleng oleh Laila.
"Auuukk... sssshhhttt...". Laila,jatuh ke pelukan Al. Karena kakinya,masih lemas tak berdaya. Ia juga menahan rasa perih,di bagian bawahnya.
Untung saja, Al dengan sigap menahan tubuh sang istri. "Makanya,nurut sama suami. Aku gendong saja,". Al,juga menyingkirkan selimut yang menutupi seluruh tubuh polos sang istri.
"Hemmm...aku malu". Laila, langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Al.
Dengan senang hati,Al mengangkat tubuh istrinya yang polos tanpa sehelai benang apapun. Namun,ada seringai tajam yang terukir di bibirnya.
Laila,meras curiga dengan gelagat suaminya. Tiba-tiba,dia juga melepaskan seluruh pakaiannya. Jangan-jangan Al, ingin memangsa ku lagi.batin Laila,mulai pasrah.
"Al,apa yang kau lakukan...Aaaahh". Des-ah Laila,di saat dua gund-ukannya di remas-remas oleh Al.
"Aku ingin bermain, di kamar mandi sayang. Tentu, sensasinya beda dengan di atas ranjang" bisik sensual Al,mulai menciumi leher dan belakang tubuh Laila.
__ADS_1
Satu kakinya di angkat ke atas, oleh Al agar miliknya masuk sempurna. "Sssshhhttt...Aaaahhh....Aaahhh...Ouhh...." Laila, benar-benar mabuk kepayang oleh suaminya. Mereka, sambil berciuman dengan mesra.
Ia terus-menerus menghu-njam tubuh istrinya dan Laila, terus-menerus mende-sah dengan panjang. Awalnya, Laila ingin mandi karena gerah. Namum, berakhir dengan olahraga pagi. Aku ingat kan Al,aku tidak ingin mandi lagi bareng kamu. Aaahhh... tubuhku, benar-benar remuk sekarang.Batin Laila,dia mengumpat suaminya.Tapi,dia juga menikmati permainan sang suami.