
"Ayo,kita makan". Elvina, menyiapkan makanan siang. Ada senyuman manis, di sudut bibirnya.
"Terimakasih, Elvina". Ucap Kai, tersenyum kecil. Seandainya,kamu hanya mempermainkan perasaan ku. Jika itu membuat benar, akankah aku bisa memberikan kesempatan kepada mu. Kenapa aku sejauh ini, melabuhkan cintaku padamu.
"Kai,kenapa? Terlihat,murung di wajahmu. Katakanlah,apa ada sesuatu". Tanya Elvina,ia membenarkan posisi duduknya.
"Hmmmmm...aku hanya memikirkan, apakah aku masih sanggup menunggu lagi sampai tiga tahun. Aku ingin secepatnya, mempersunting dirimu Elvina" kai, memegang erat tangan sang kekasih.
Kai, menatap manik-manik mata Elvina. Dia mencari sesuatu, mungkin ada yang dia sembunyikan. Benar, Elvina merasa gugup dan matanya bergerak-gerak ke sana kemari. "Elvina,mau kah kamu jadi istriku? Menikah lah, dengan ku".
Elvina, melepaskan genggaman tangan Kai dan tersenyum kecil. "Kai,aku mohon jangan sekarang yah. Aku ingin sekali, menjadi istri mu. Tapi, umur kita sangat muda". Dua kali sudah, Elvin menolak ajakan Kai.
Kai,hanya menghela nafas beratnya. "Sampai kapan Elvina? Status kita hanya sebagai pacaran,apa kamu tidak bosan seperti ini terus-menerus. Kita sudah cukup lama, saling kenal. Apakah,kamu hanya mempermainkan perasaan ku".
"Huusss....aku tidak suka,membahas mengenai masalah ini. Ayo,kita makan sama-sama". Elvina, mencoba mengalihkan perhatian kepada Kai.
"Apa kamu, menyimpan sesuatu dengan ku Elvina? Kamu juga bisa, menikmati masa muda dulu. Kita bisa menunda kehamilan,". Kai, mencoba membujuk kekasihnya.
"Cukup kai....!!! Sebenarnya,apa sih? Pikiran kamu,ingin menikah dan menikah. Aku tidak mau, tunggu aku tiga tahun lagi. Kalau tidak mau, silahkan kita akhiri hubungan ini". Tegas Elvina,ia langsung meninggalkan ruang kerja Kai.
Beberapa kali,Kai memanggil namanya. Namun,tidak di hiraukan Elvina.
Semakin ke sini,Kai yakin. Ada Sesuatu yang tidak beres, mungkin saja Elvina sengaja menjerat Kai dan bisa bertekuk lutut di hadapannya.
"Elvina,kau salah bermain dengan siapa". Gumam Kai, menyunggingkan senyumnya.
Ceklekk....
Pintu ruang kerja Kai, terbuka lebar dan nampak sesosok Ayunda.
"Mamah...". Ucap Kai, langsung menghampiri ibunya.
"Dimana Elvina? Mamah,mau berbicara dengannya". Ayunda, langsung bergegas mencari Elvina dimana-mana terutama di ruang kerja sekretaris.
"Mah, Elvina tidak ada. Dia marah kepadaku,karena aku selalu mengungkit masalah pernikahan". Jawab Kai, wajahnya terlihat murung.
"Pasti dia menolaknya lagi,". Kata Ayunda, langsung di angguki oleh Kai. "Lalu,apa yang kamu pikirkan"
"Aku yakin,dia memiliki rahasia sesuatu mah. Apa kata-kata papah,memang benar. Sesakit itukah,orang mencintai seseorang dengan tulus. Namun,hanya sebuah balas dendam semata". Kai,jatuh ke pelukan ibunya. Ada air mata,menetes di pipi Kai.
"Hapus air matamu,Kai. Tak pantas,menangisi perempuan seperti dia". Ayunda,tambah geram kepada Elvina. Jika semuanya terbukti,hanya balas dendam dan menyakiti hati anaknya.
__ADS_1
Ayunda, sangat takut jika hati anaknya terluka karena cinta. Masalahnya, dia takut jika anaknya akan trauma menjalin hubungan asmara. Jangan sampai,sang anak menutup pintu rapat hatinya.
**********
"Kenapa malam-malam begini,belum tidur juga". J, menghampiri anaknya masih berdiri di balkon kamar.
"Hubungan kami,". Jawab Kai, sambil menatap ke arah langit tanpa bintang satupun.
"Dia menolaknya, lagi. Tentu saja, dia ingin kamu mengejar-ngejar dirinya. Hingga,dia bisa menghempaskan dirimu jauh ke dalam jurang dan trauma akan cinta". Kata J, tersenyum smrik.
"Apa papah,tahu? Apa yang di rahasiakan Elvina,". Tanya Kai, menoleh ke arah ayahnya.
"Berapa kali,dia menolaknya". Tanya J.
"Tujuh kali,pah. Dia menolakku, mentah-mentah dan tanpa memikirkan perasaanku seperti ini". Jawab Kai, tersenyum kecil.
"Papah,sudah menyelidiki semuanya. Sepertinya, Elvina merencanakan semuanya dengan sendirian. Aku terkejut,jika ibu kandung Elvina belum meninggal dunia".
Deggg.....
Kai, syok mendengar ucapan ayahnya. "Apa...? Belum meninggal,kenapa bisa. Bukankah,om Abraham mengatakan sebenarnya".
"Tapi,dimana ibu kandung Elvina pah? Kenapa Elvina, melakukan hal sekejam ini". Tanya Kai,ia benar-benar syok dan tidak percaya. Pasalnya, Elvina sangat mencintai ayahnya.
Tentu saja J, langsung menceritakan semuanya. Kai,merasa tidak percaya dengan cerita ayahnya.
J,paham apa yang di pikiran sang anak. Untuk membuktikan, kebenaran terhadap permainan Elvina.
Kai, harus melakukan Sesuatu dan terus-menerus mengajak Elvina menikah dengannya. Tapi,J sudah memberi jawaban kepada anaknya.
Sampai kapan pun,Kai mengajaknya menikah. Elvina, sudah pasti menolaknya dengan alasan yang sama.
Hingga akhirnya, Elvina merasa puas dengan permainannya. Barulah, Elvina merasa lega dan menceritakan kebenarannya. Itulah,yang di duga J.
Sepanjang malam,Kai terus teringat dengan perkataan ayahnya.
Kai,harus nampak bodoh di hadapan Elvina. Agar rencananya, berhasil dan terbukti jika dia hanya mempermainkan perasaan Kai.
Sudah beberapa hari,dan beberapa kali. Kai, mengajak Elvina menikah dengannya.
Mulai dia kampus, dengan tema romantis dan ada bunga mawar berbentuk love.
__ADS_1
Di balai kota, dengan adegan romantis balon warna-warni dan Kai berlutut mengajak Elvina menikah. Tetap saja,di tolak mentah-mentah.
Kaum perempuan lainnya,nampak iri. Begitu juga, dengan teman sekolahnya dulu.
Banyak yang mengatakan bahwa,Kai sudah tergila-gila dengan Elvina.
Namun Kai,tak memperdulikan ocehan orang lain. yang selalu mengejek-ejek harga dirinya, biarkanlah mereka berkata apapun.
Saat pesta ulangtahun Elvina,yang begitu sangat meriah dan mewah. siapa lagi,kalau bukan Kau yang memberikan kejutan kepada sang kekasih.
Saat selesai memotong kue ulangtahun,Kai lagi-lagi berlutut meminta maaf dan mengajak menikah lagi.
Jawabnya tetap sama, Elvina langsung menolak dengan alasan yang sama.
Tapi,kai terus memperjuangkan cintanya dan membuktikan kepada ayahnya. Jika Elvina, tidak mempermainkan perasaannya.
*********
Tiba-tiba saja Elvina, mengajak Kai ke pantai.
Kai, langsung menyusul ke sana dan tak lupa membawa sebuket bunga mawar dan cincin.
Walaupun Ayunda, tiba-tiba membenci Elvina. Seakan-akan dia,sudah mempermainkan perasaan anaknya.
"Elvina". Ucap Kai, langsung memeluk tubuh Elvina dengan erat.
"Lepaskan Kai,aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Mulai sekarang, hubungan kita berakhir. Aku akan keluar kota,". Tegas Elvina,namun hanya senyuman kecil di sudut bibir kai.
"Menikahlah denganku, Elvina". Kai, berlutut di hadapannya. Sambil memegang sebuah cincin,ia tersenyum manis. "Aku tahu,kamu hanya mempermainkan perasaanku kan? Kamu ingin balas dendam,karena ibuku pernah menolak cinta ayahmu. Bukan itu saja,tapi kamu membenci ayahmu. Karena ayahmu, tidak pernah mencintai ibumu. Semuanya, hanyalah palsukan. Aku tahu, semuanya Elvina. Aku memberikan mu kesempatan dan aku tidak memperdulikan perihal masalah itu. Elvina, menikahlah denganku".
Deggg.....
Elvina,syok mendengar ucapan Kai. Sebenarnya, tidak ada yang tahu apa rencananya selama ini. "Baguslah,kalau kamu mengetahui semuanya. Aku memang mempermainkan perasaan mu. Karena ingin membalas dendam, bagaimana rasanya mencintai Seseorang. Namun terlihat bodoh, seperti dirimu Kai. Aku memang sengaja,membuatmu bertekuk lutut lalu aku tinggalkan. Sakit bukan,sekali lagi aku tidak ingin menikah dengan mu. So,aku sudah berhasil menyakiti dirimu". Ucap Elvina, melepaskan gelang pemberiannya. "Jika kamu, menemukan gelang ini. Aku akan menerima, lamaran dan kita menikah".
Elvina, langsung melempar gelang tersebut ke tengah laut.
Kai, langsung berlari ke tengah laut dan menyelam mencari gelang yang di lempar Elvina.
"Dasar bodoh". Gumam Elvina, langsung meninggalkan Kai.
Air hujan turun dengan derasnya,namun Kai malah tetap mencari gelang tersebut. "Tidak,aku harus menemukan gelang itu". teriak Kai. L
__ADS_1