
"Kenapa baru sekarang mah,di ceritakan? Sudah hampir dua tahun,kami pacaran mah". Raut wajah Kai,nampak kecewa. "aku akan cek cctv lainnya,juga".
"Lalu,apa kamu mempercayai papah dan mamah mu? Jika tidak ada bukti. Semua bukti-bukti yang di simpan Abraham,di rampas istrinya dan di bawa entah kemana. Papahmu,sangat sulit mencari wanita itu. Ada seseorang yang membantunya,bisa jadi musuhnya Abraham. Bukankah,papahmu sering kali memberitahu kepada mu. Kalau dia tak menyukai hubungan kalian, buktinya kamu malah marah kepada papah. Awalnya, mamah tidak mempercayai semuanya. Sebelum, melihat semua video bukti itu. Elvina,yang malang". Ucap Ayunda, dengan tegas.
"Tapi mah,aku merasa bersalah karena masalah ini. Bagaimana nasip Elvina,aku sudah menikah lagi". Kai,nampak kebingungan karena masalah ini. Sudah pasti Elvina,akan mengejar-ngejarnya lagi.
"Elvina,bukan anak kandung Abraham. Ibu kandungnya, di jebak oleh seseorang dan hamil. Tapi, Abraham tetap menganggap Elvina seperti anaknya sendiri karena dia lahir dari wanita yang dia sayangi. Aku baru saja mendapatkan informasi dan bukti-bukti itu. Semuanya sudah terlambat, begitu rumit di kehidupan Abraham. Lupakanlah Elvina,kamu juga hati-hati. Semuanya sudah terlambat,jika kamu menginginkan Elvina. Kamu harus bisa melepaskan Rea,ayah setuju dengan Rea di bandingkan dengan Elvina. Mungkin dua pilihan sulit, bagimu". J, menepuk pundak anaknya.
Kai,hanya memandang ke arah kedua orangtuanya. Ada rasa marah di lubuk hatinya,namun apa ada takdir sudah mempermainkan dirinya.
"Papah dan mamah, ingin memberitahu semuanya. Tapi,kami berpikir panjang lagi. Jujur,kami ingin merahasiakan semua ini. Bukan untuk memisahkan,antara kamu dan Elvina. Tapi,dia bukan perempuan baik-baik Kai. Percayalah, dengan kami. Jika kamu memilih Elvina,kami akan membicarakan tentang hal ini kepada keluarga pak Broto". J,tak bisa memaksakan kehendak anaknya.
Kebahagiaan anak itulah,yang di utamakan J dan Ayunda.
"Tidak pah,aku sudah kecewa dengan Elvina. Sudah beberapa kali, di mempermalukan diriku dan menolaknya. Anggap saja, ini semua pelajaran dalam kehidupan kami. Aku memilih Rea,pah". Jawab Kai,ia sudah memutuskan untuk memilih bersama Rea.
"Berpikir panjang lah, sebelum kamu menyesali nak. Maaf,kami memberitahu kepada mu sekarang. Karena kamu tiba-tiba, ingin menikahi Rea. Hingga kami, melupakan semuanya" Ayunda, memeluk tubuh anaknya dan mencium pucuk kepalanya. "Papahmu,juga mencari bukti lainnya juga. Agar kamu, tidak berpikiran kami sebagai orangtua rela memisahkan cinta anaknya".
"Tidak apa-apa mah, mungkin kami tidak berjodoh". Kata Kai,dia mencoba tersenyum manis.
"Baiklah,kita lanjutkan dengan pembicaraan lainnya. Beberapa hari papah, menyelidiki siapa ayah kandungnya Elvina. Kau ingin tahu? Ayah kandungnya, adalah pamannya sendiri. Pak Radit,makanya dia menjalankan perusahaan Abraham. Perusahaan Abraham, sejak dulu bersaing dengan perusahaan kakakmu. Pak Radit, meminta Elvina langsung untuk mencari data-data perusahaan yang kamu jalani. Lihatlah, video ini". J, memperlihatkan sebuah video.
Video Elvina,yang mencari-cari sesuatu di ruang kerja Kai. Sepertinya,dia sedang mencari data-data perusahaan. Tapi sayang, Kai sudah lebih dulu menyerahkan semuanya kepada Al.
__ADS_1
"Apa?? Jadi, Elvina seperti itu. Setiap aku tidak ada,kenapa baru sekarang aku tahu. Kenapa aku,seceroboh ini ". Kai,nampak syok dan menggerutu dirinya sendiri.
"percuma, cctv lainnya sudah di hapus semua oleh seseorang ". sahut Ayunda, langsung.
"Sebenarnya, Elvina tahu? Anak siapa dia, bahkan dia juga memberikan obat-obatan kepada Abraham. Sehingga, penyakitnya semakin parah. Maaf,papah tidak tahu bagaimana nasip Abraham. Dia begitu rapat menyimpan masalahnya, mungkin dia sudah menyerah dalam hidupnya. Harta kekayaannya,di rampas oleh pak Radit". J, menjelaskan semuanya. Agar anaknya,bisa berpikir jernih. Karena Elvina, bukan perempuan baik-baik.
Apa kamu tidak curiga, kepada Elvina? Kenapa dia,malah bekerja di perusahaan mu. Karena dia ingin menggugurkan bisnismu dan kakakmu. Aku tahu,kenapa kamu tidak berpikir sampai ke situ. Karena di butakan oleh cinta, sehingga Elvina bisa memainkan dirimu". Tegas J, sepertinya dia sudah kecewa dengan anaknya.
Kai,hanya menunduk tak berani menatap wajah ayahnya. "J, sudah lah. Kasian anak kita, semuanya juga belum terlambat". Ayunda, menenangkan pikiran suaminya. Ia merasa kasian,kepada anak bungsunya.
"Maafkan aku,pah mah". Kai,yang rapuh di pelukkan ibunya. Ada sorotan mata benci, dengan kebohongan Elvina.
"Satu yang mamah,pinta. Berhati-hatilah dengan Elvina. Bisa saja,dia menghancurkan hubungan antara kamu dan Rea". Ayunda, mengelus-elus pucuk kepala anaknya.
**********
"Kai,kita juga menyelidiki kasus ini kan. Kenapa kita tidak dapat apapun, sedangkan papah dengan mudahnya memecahkan masalah ini. Apa kamu tidak curiga,kalau papah bukan hanya sekedar militer di masa lalunya". Tanya Al, kepada adiknya.
Kai, merasa pusing dengan masalah ini. Hingga akhirnya, dia menemui kakaknya di perusahaan lain.
Al dan Kai,juga menyelidiki kasus ini. Namun,tidak ada hasil apapun. Sebenarnya,Kai sudah mencurigai Elvina sejak lama. Tapi,tidak ada bukti apapun. Sehingga cinta itu, tumbuh kembang semakin jauh.
Ternyata benar,jika Elvina hanya memanfaatkan kebaikan dan kasih sayang yang tulus dari Kai. Membuat hati Kai,patah seketika.
__ADS_1
"Lalu,apa kakak menyelidiki masa lalu papah". Tanya Kai, langsung.
"Bertahun-tahun aku menyelidiki semuanya,tetap saja hasilnya nihil". Jawab Al, ia yakin ada masa lalu yang di simpan oleh ayahnya.
"Pasti mamah,tau dong. Masa lalu papah, sudah pasti mereka bersekongkol. Aku penasaran,sekali. Aissss.... masalah ini, membuatku pusing saja. Di otak ku,masih banyak bertanya-tanya. Siapa ibu tirinya Elvina dan siapa ibu kandungnya. Aku belum pernah, melihatnya". Gerutu Kai,belum lagi memikirkan istrinya. "Sumpah,ini sangat memusingkan kepala ku".
"Lupakanlah, sekarang ini. Kamu sudah tau, bagaimana Elvina.Ngomong-ngomong,kenapa gak di bawa pulang istrimu". Al, kini menggoda adiknya.
"Susahlah....kami menikah,tanpa saling kenal dan cinta. Gak bisa langsung gas, dong. Butuh waktu, untuk beradaptasi. Kalau aku sih, gas aja. Masalah, istriku". Gerutu Kai, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kasian, sudah nikah tapi puasa.Bhahahahaha..... yang sabar yah,Joni.Bhahahahha...." Al,puas meledek adiknya.
"Ck,aku bukan seperti mu. Otaknya selalu mesum, ingin itu dan itu". Decak Kai, dengan wajah muram.
"Aku mesum? Wajarlah,aku ingin itu karena sudah sah. Lihatlah saja nanti, sekali kamu melakukan hubungan itu. Maka,kamu akan ketagihan". Kedip mata Al, menggodaku adiknya.
"Mau kemana ". tanya Al, melihat adiknya beranjak berdiri.
"mau culik anak orang ". jawab Kai, melangkahkan kakinya.
"Ciyeehh....mau buka segel si,Joni lah... bhahahaa". Gelak tawa Al, sangat senang sekali mengejek adiknya.
Hingga akhirnya,Kai menghilang di balik pintu ruang kerja Al. Terlihat Kai, terburu-buru masuk ke dalam lift karena ada janjian dengan seseorang.
__ADS_1