
"lihatlah, tidak ada mobil lain. Selain, mobil kalian yang kebut-kebutan di jalanan". Polisi, memperlihatkan Cctv di jalanan.
Aydin dan teman-temannya lainnya,syok melihat beberapa cctv yang terpasang di jalan. Tidak menemukan mobil,pria bertopeng tersebut.
"Tidak,ini salah pak. Kami melihat sendiri, kalau mobil pria bertopeng tersebut. Mengejar-ngejar kami,". Ucap Joy,dia syok berat.
"Bagaimana bisa, mobilnya tidak terlihat dari cctv. Masa iya,mobil setan". Kata Aydin,ia terduduk lemas.
"Tidak ada bukti,mobil lainnya atau ban mobil. Di tempat kejadian,kami menyimpulkan. Kecelakaan Arlo,di sebabkan oleh dia sendiri. Lihatlah, cctv kalian kebut-kebutan". Kata polisi,lagi.
"Pak polisi,saya mohon. Selidiki kasus ini,kami sangat penasaran. Siapa pria bertopeng tengkorak itu,yang sudah meneror anak kami dan anakku menjadi korbannya". Pinta pak Raden, memohon-mohon kepada polisi.
"Pak Raden,kami sudah melakukan penyelidikan dalam tiga hari ini. Tapi,tidak ada bukti sama sekali. Bahkan,kalian sudah melaporkan dua kali dengan kasus pria bertopeng. Atau jangan-jangan,ini hanyalah akal-akalannya saja. Ingatlah,kami tidak melayani kasus ini lagi. Sama saja,kami membuang waktu. Seharusnya,anda sadar pak Raden. Kami juga melakukan kasus, lainnya. Permisi,". Pak polisi,geran dengan laporan mereka.
Teman-teman Arlo, langsung lemas begitu saja. Memang bukti, tidak di temukan sama sekali. Seakan-akan, menjadi misteri belum di pecahkan.
"Jangan pernah lagi,kita mengganggu Elvina. Kalau tidak,kita akan berakibat fatal seperti Arlo. Aku masih, ingin hidup". Kata Aydin, langsung meninggalkan lainnya.
Hari demi hari berlalu,kasus langsung di tutup. Di karenakan tidak ada bukti sama sekali,pihak polisi langsung memberikan sanksi tegas. Sama saja mereka sudah, bermain-main dengan para polisi.
Arlo, meratapi nasipnya. Kakinya cedera serius, untung saja tidak patah permanen.
Tapi,dia harus menggunakan kursi roda. Terkadang,Arlo mengamuk-ngamuk. Bagaimana kondisinya saat ini,apa lagi sang pelaku tidak tertangkap.
Pak Raden,hanya membuang-buang uang. Untuk menyelidiki kasus ini,namun hasilnya nihil.
**********
Hari ini pertama masuk sekolah,Arlo. Dia masih menggunakan kursi roda, yang di bantu oleh pengawalnya.
Teman-temannya, langsung menghampiri Arlo. Begitu juga dengan murid-murid sekolah lainnya,nampak bersimpati keadaan Arlo.
Apa lagi teman-temannya, kebingungan siapa pengganti Arlo. Karena anggota tim basket,masih kurang satu. Apa lagi, waktunya sudah mepet sekali.
"Kai, kamu tahu. Kalau kamu, sangat bagus bermain basket. Kami harap,kamu bisa menggantikan posisi Arlo". Pinta guru olahraga, langsung.
"Benar sekali,kami membutuhkan sesosok dirimu". Kata Aydin, langsung.
"Benar Kai,kami mohon. Demi nama sekolah kita,". Sahut lainnya.
__ADS_1
Bahkan ada beberapa murid lainnya, membujuk Kai. Walaupun,tidak ada tanda-tanda setuju yang di ucapkan Kai.
"Baiklah,aku setuju". Jawab Kai,mampu membuat yang lain merasa bahagia dan sekaligus haru.
"Horeeeeee..... SMAN Nusa Indah, semangaattt...". Ucap mereka bersamaan,saking bahagianya.
Arlo,hanya mengepalkan kedua tangannya. Menatap tajam ke arah Kai,ia menatap benci sangat-sangat benci.
"Ayan, kenapa tidak kamu saja". Tanya Elvina,kepada Ayan.
"Aku mana ada bakat,main bola basket ". Jawab Ayan, tersenyum sumringah.
"Membosankan, kalau jam kosong". Gerutu Elvina,entah kenapa tiba-tiba dia tidak suka dengan jam kosong."pasti, semua murid-murid harus pergi kelapangan untuk melihat pertandingan".
"Gimana kita bolos ". Kata Ayan, seorang murid teladan dan disiplin . Tiba-tiba berbicara seperti itu, membuat Elvina terkejut.
"Astagfirullah,kamu berdosa sekali. Kuyyy...kita gas langsung,bolos sekolah". Jawab Elvina, langsung bersemangat di ajak bolos.
"Oke, nanti aku suruh sopir menunggu kita di luar. Aku sering melihat anak sekolah,yang suka bolos. Jadi gampang,kita keluar tanpa di ketahui seseorang". Ucap Ayan, setengah berbisik.
"Ayan,kamu tidak masalah. Karena kita akan bolos sekolah,". Tanya Elvina,ia takut sudah mengajak berbuat tidak baik.
"Aku ingin sekali, merasakan bagaimana bolos sekolah. Palingan, kita kena marah. Gak papa, sesekali". Kedip mata Ayan, membuat Elvina tersenyum merekah.
**********
Pertandingan basket, telah tiba.
Para murid-murid sekolah lainnya, bersorak-sorai karena melihat ketampanan Kai.
"Waahhhhh...tampan sekali".
"Semangat Kai.....!!"
"Kai.....Kai....Kai...".
"I love you,Kai....".
"Minta nomor sepatunya dong...".
__ADS_1
"Minta nomor tanda lahir, kapan....".
Banyak lagi, ucapan yang mereka lontarkan kepada Kai.
Kai,hanya diam dan menundukkan kepalanya. Tidak menghiraukan teriakkan mereka,yang membuat kaum adam lainnya iri.
Sedangkan Elvina dan Ayan, mereka siap-siap melancarkan aksinya.
pertama-tama mereka, ikut-ikutan menonton pertandingan sementara.
Priiiitttt......
Peluit tanda pertandingan, sudah di mulai.
aku akui,Kai memang hebat dan keren. tapi,aku sudah tidak ingin memperjuangkan cintaku. cukup sudah,aku terus berusaha mengejarnya. semakin aku kejar,maka semakin jauh. Tapi,saat aku tidak mengejarnya lagi. kehidupan sehari-hari ku, menjadi lebih baik. apa lagi,Ayan selalu membuatku tertawa dan tersenyum. Terimakasih,Ayan. berharap, hubungan kita jauh dari kata teman. batin Elvina, sambil menikmati pertandingan basket.
Seketika, Elvina tersadar. bahwa Ayan,tidak ada di sampingnya. "kemana Ayan? bukankah, tadi di sini". ia calingukan mencari sesosok Ayan.
Elvina, samar-samar mendengar suara di ujung sekolah. Ia mulai mengintip,dari pohon besar.
"Sampai kapan,kamu selalu bersama Elvina". Ucap seorang perempuan,di hadapan Ayan.
"Hussssttttt... sebentar lagi,aku bisa mendapatkan Elvina. Tenang saja,aku akan memoroti dia. Lumayan,buat kita bersenang-senang. Percayalah, sayangku Melda". Ayan, sepertinya membujuk kekasihnya.
Deggg....
Elvina,syok dan nampak tak percaya dengan sikap aslinya Ayan. Hampir sepenuhnya,dia menaruh hati kepada Ayan. Untung saja, kedoknya sudah ketahuan oleh Elvina.
"Pokoknya, secepat mungkin. Kamu porotin dia sayang,aku juga benci sama dia. Sok kecantikan segala,". Decak Melda, nampak sangat benci dengan Elvina.
"Makanya,kamu sabar yah. Hari ini, aku ngajak di bolos dan kami pasti akan jadian". Senyum merekah,di sudut bibirnya.
Elvina, langsung menjauhkan diri dari tempat itu. Ia terus-menerus, berlarian sambil menangis. Hingga akhirnya,dia masuk ke dalam kelas. Hatinya sakit, begitu percaya dengan Ayan. Tapi,dalam selimut kebaikannya. Menyimpan penghianatan,hingga akhirnya dia sangat kecewa. "Brengseeekk.....". Teriak Elvina, terduduk lemas di ujung barisan kursi.
Cukup lama Elvina, bersembunyi dan menangis. Tidak ada satupun orang, yang mengetahui keberadaannya.
Sedangkan Ayan,terus mencari Elvina dimana-mana. Namun,tidak ada menemukan sesosok yang di cari. Hingga akhirnya, pertandingan basket telah usai. Di menangkan,tim basket Kai. Baru putaran pertama,belum bertanding dengan tim sekolah lainnya.
Karena sudah selesai, akhirnya Kai memutuskan untuk pergi ke kelas. Untuk menenangkan diri,tak suka dengan tatapan orang-orang sekitar.
__ADS_1
Saat duduk di bangku, Kai mendengar suara isakan tangisan. membuat bulu kuduknya berdiri,dia menoleh ke arah kiri. Kai,nampak syok seorang perempuan tertunduk dan menangis. sedikit demi sedikit,Kai mulai mendekatinya.
"Siapa kamu". tanya Kai,namun tidak ada jawaban. dengan niat tekad,ia berjongkok dan ....