
Selesai menonton, Kai mengajak makan di sebuah restoran yang terletak di dalam mall.
Rea, yang tak henti-hentinya membicarakan tentang apa yang di lihat. Apa lagi,jika orang lewat dengan gaya aneh. Mulutnya, langsung tidak diam.
"Setelah selesai,makan. Kita mau kemana,masih jam dua siang nih. Main timezone,yuk....aku pengen main boneka capit". Rengeknya Rea, seperti anak kecil.
Kai,yang mengunyah makanannya. Sambil menatap, ke arah istrinya. "Main mesin capit,demi mendapatkan boneka. Oke,kita bersaing bagaimana? Jika kamu,kalah. Maka siap-siap, memberikan itu". Kedip mata Kai, mulutnya memberikan kode kepada Rea.
Sontak Rea, langsung menyilangkan tangannya di depan dada. "Eeee...mana bisa gitu,".
"Kalau gak mau, berarti cemen dong. Ayolah,mana skill mu. Katanya,hebat main capit boneka. Aku sempat mendengar, pembicaraan kamu dan Tina". Senyum smrik Kai, sebenarnya dia tidak ahli dalam permainan itu.
Rea, bingung harus bagaimana? Terima atau tidak,dia tidak tahu apa suaminya jago atau tidak bermain itu. "Kalau aku menang,apa hadiahnya? Mana mungkin kan,aku ngajak kamu ke hotel". Tanya Rea, membuat Kai cekikikan tertawa.
"Terserah,apa yang kamu mau. Bakalan,aku wujudkan. Asalkan,jangan pergi dari ku dan jangan menikah dengan pria lain lagi". Jawab Kai, tersenyum sumringah.
"Nikah lagi? Suami satu aja, ribetnya. Apa lagi dua, bisa-bisa mati di tempat". Gerutu Rea, sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
Selesai makan, mereka menuju ke Timezone. Mereka memilih permainan,capit boneka.
"Siap-siaplah, untuk malam ini". Bisik Kai, tepat di telinga Rea.
Glekkk.....
Belum apa-apa, Rea sudah mulai gugup. Semenjak kecelakaan dan sampai sekarang, mereka belum melakukan hubungan suami-istri.
Tidak,aku tidak boleh kalah. Aku yakin,dia tidak sehebat itu. Batin Rea, memalingkan wajahnya ke arah lain. "Baiklah, siap-siap menerima kekalahan mu". Rea, menantang suaminya.
Mereka berdua,mulai mencapit-capit boneka. Hampir setengah jam, berlalu. Rea, sudah mendapatkan dua boneka. Ada senyuman, merekah di bibirnya.
Rea, juga mengolok-olok dan mengejek-ejek suaminya. Karena dari tadi, tidak dapat apapun. Kai,hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Waktu terus berjalan,namun Rea sudah merasa was-was karena suamiku sudah mendapatkan empat boneka.
"Waktunya habis,". Ucap Kai, membuat Rea melongo melihatnya.
"Sebel, masa aku kalah sih? Kakak,curang kan. Aku baru dapat tiga,kakak sudah enam". Rea,nampak kesal dengan kekalahannya.
"Ayo,tepati janjimu.siap-siaplah,aku sudah memesan hotel untuk malam ini". Seringai tajam,kai.
__ADS_1
"Mesuuuuuum.....". Bisik Rea, di telinga suaminya dan berjinjit agar sampai.
Kai, tersenyum kecil mendengar ucapan istrinya. Baginya tak masalah, jika mesum dengan istri sendiri.
***************
Glekkk....
"Ho-hotel...!". Gumam Rea, susah payah meneguk air liurnya.
"Ayo,keluar. Apa perlu,aku gendong". Kata Kai, membukakan pintu mobil untuk istrinya.
"Ak-aku bisa turun sendiri,tidak perlu repot-repot". Rea, langsung turun dari mobil dan menggiring suaminya masuk ke dalam hotel.
Rea, calingukan melihat sekeliling ruangan tersebut. Sangat indah dan luas, sudah dua kali Rea masuk ke dalam hotel berbeda-beda.
Kai,menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam lift. Karena sang istri,gagal fokus karena kagum dengan ruangan hotel tersebut.
"Bagus sekali,aku suka dengan desain hotelnya". Kata Rea,yang bergelut manja di lengan Kai.
"Tidak penting,desain hotelnya bagaimana? Yang penting,aku dan kamu tidak ada yang mengganggu". Ucap Kai, sebelum dia melu-mat habis-habisan bibir istrinya. Kebetulan sekali, mereka hanya berduaan di dalam lift. Yang hanya ada, cctv melihat aksi mereka berdua saling berpelukan dan berciuman.
Pintu kamar hotel, terbuka lebar dan Rea langsung masuk ke dalam.
Dia, langsung membuka tirai. Tampaklah pemandangan, sebuah pantai luas. "Indahnya,aku baru tau ada pantai. Ternyata, hotelnya di pinggir pantai. Sore,ke sana yah". Rengeknya Rea, sambil memeluk erat tubuh Kai.
"Hemmm.... bersihkan dirimu,katanya gerah tadi". Kai, menyetujui ajakan Rea.
"Baiklah,aku mandi dulu". Saat Rea, melewati Kai. Tangannya, langsung di cekal oleh suaminya.
"Mandi sendiri,atau mandi bersama". Kai, mencoba menggoda istrinya.
Dengan tersipu malu-malu, Rea melepaskan cekalan tangannya. Lalu,masuk ke dalam kamar mandi. Jantungnya berdegup kencang, saat ini. "Huuuuu....jantungku dalam,tidak aman". Gumam Rea, langsung melepaskan pakaian dan menghidupkan shower dan membasahi tubuhnya.
Cukup lama Rea, memanjakan diri di dalam kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi,dia melihat sesosok pria yang tengah berbaring di atas ranjang. "Apa dia, sudah tertidur". Kata Rea, melihat suaminya yang hanya menggunakan boxer saja.
"Kakak,bangun. Kakak, banguuuun.... mandi, gihhh". Rea, membangunkan suaminya.
__ADS_1
Kai, yang sudah membuka kedua matanya. Lalu, menarik tangan Rea. Hingga dia,jatuh ke pelukannya.
"Aaaaakkkkhh....kakak". Rea, terkejut dengan sikap suaminya.
Sedangkan Rea,hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya.
Dengan sigap, Kai mengubah posisi dan Rea sudah di bawah Kungkungannya.
"Aku sangat, menginginkan dirimu". Bisik Kai, langsung mencium seluruh leher istrinya.
Rea,hanya pasrah menerima semuanya. Apa lagi,ini adalah kewajiban untuk melayani suami. Apa lagi,dia sudah lama tidak merasakan sentuhan lembut dari Suaminya.
Kai, yang bersemangat untuk menyen-tuh setiap lekukan tubuh istrinya. Dengan mudahnya,dia membuat istrinya menjadi polos tanpa sehelai benang pun.
Happp....
Kai, menyusu seperti bayi besar. Dia sangat menikmati,dua melon yang menggantung.
Rea,hanya memejamkan matanya dan mencekram lengan kekar suaminya. Dia, menik-mati permainan sang suami yang selalu di rindukannya.
Desa-han dan desa-han, keluar dari mulut Rea. Tak sanggup, menahannya lagi. Apa lagi, memainkan di daerah sensi-tif nya.
Cukup lama Kai, memanjakan istrinya. Sudah waktunya, untuk penyatuan bersama. Beberapa kali, hen-takan ker-as akhirnya masuk dengan sempurna.
Walaupun Rea, meringis kesakitan dan ada rasa perih. Kemungkinan, sudah lama tidak di masuki oleh suaminya.
Kai,merem melek menik-mati.setiap jepitan dan pijat-pijat enak di dalam sana. Apa lagi,dia melakukan,maju mundur dengan kecepatan sedang dan tinggi.
Suara desa-han menggema di kamar hotel,dua insan seperti pengantin baru. Mereka menikmati, olahraga di sore hari. Keringat bercucuran, membasahi tubuh mereka berdua.
"Kakaaaak,Aaaaaaahhh....hmmmm". Rea,yang sudah dua kali, mendapatkan pelep-asan nya.
Kai,masih tetap menghu-jam tu-buh istrinya.
"Tahan, sayang....aku, ingin keluarrrrr....". Kata Kai, sudah mempercepat gerakannya. "Oouhhh..... hhhmmmpptt.... Hmmpptt". Kai, langsung menyambar bibir istrinya. Dia,juga melepaskan kecebong di dalam Rea.
Rea, memeluk erat tubuh suaminya. nafas mereka berdua, ngos-ngosan karena olahraga.
Di kira Rea, olahraga mereka sudah selesai.Nafasnya sudah normal,dia juga membersihkan mi-lik nya. merasa tidak nyaman,sisa cai-ran.
__ADS_1
Baru bernafas lega, Rea melotot seketika. Saat milik suaminya, kembali tegak. Bukan hanya itu saja, Kai malah mengajari bagaimana memanjakan si Joni. Hilanglah sudah, kepolosan Rea. Di saat, dengan Kai.