
"Aaaakkhh....kepalaku sakit sekali,kenapa aku bermimpi aneh seperti itu". Al, calingukan mencari sang istri. "Laila...!!". Teriak Al, memanggil istrinya. "Seperti mimpi atau nyata,tidak mungkin Laila hamil. yah... semua ini mimpi,".
Beberapa menit kemudian, Laila masuk ke dalam kamar. Dia juga membawa segelas,teh hangat. "Alhamdulillah,kau sudah bangun. Mulai malam sampai sekarang,baru sadar". Kata Laila, sedangkan sang suami nampak heran. "Aku sangat mengkhawatirkan keadaan mu, membuatku takut saja".
"Baru sadar? Maksudnya,apa sayang". Tanya Al,ia langsung penasaran. Apa kau pingsan,malam tadi? lantas,aku pingsan apa coba. apa gara-gara sakit kepala, hingga aku pingsan dan tak sadarkan diri. Sial, penyakit ku kambuh lagi.
"Kau lupa, astaga". Laila, menepuk jidatnya. Ia mengambil hasil gambar USG dan satu lembar kertas hasil pemeriksaan kehamilannya. "Karena ini, mungkin kau syok. Atas kehamilan ku dan pingsan". Laila, nampak tersenyum manis. tidak seperti Al,ia nampak syok dan tangannya gemeteran.
"Apa...?? Jadi itu semua nyataaaa....". matanya mulai memburam dan sekililing nampak berputar-putar.
Bruakkk...
Al,jatuh pingsan lagi. Seperti malam tadi,karena Laila memberitahu bahwa dirinya hamil. Mungkin Al, masih tidak percaya dan terlalu syok. Akhirnya, dia tak sadarkan diri.
Lail, hanya menggaruk kepalanya dan nampak kebingungan. Susah payah,dia membaringkan tubuh suaminya lagi.
"Kenapa pingsan lagi,". Gerutu Laila, kepada suaminya tak sadarkan diri. ia memberikan minyak kayu putih, di lubang hidung sang suami. Tak kunjung juga,dia bangun.
Ting.... Nong.....Ting.... Nong....
Suara bel berbunyi, bertanda ada yang datang. "Huuufff,ada yang datang". Laila, bergegas menuju ke luar dan meninggalkan suaminya. "Berharap jangan mamah Ayunda, bagaimana aku menjelaskan nya nanti".
Laila, mengintip di lubang kecil. Ternyata ibu mertuanya,yang sudah menunggu di balik pintu. Ia panik dan ragu, bagaimana nanti? Jika mertuanya, mengetahui anaknya pingsan gara-gara dia. "Yang aku takutkan, ternyata benar-benar datang". lirih Laila,ia mengatur pernafasannya dan jantungnya berdegup kencang.
Berlahan-lahan Laila,membuka pintu dan tersenyum sumringah. "mamah, tumben-tumbenan sepagi ini ke sini". Kekehnya, Laila.
__ADS_1
"Lah, biasanya juga pagi mamah ke sini. Kamu ada-ada saja,mana Al". Tanya Ayunda,kepada menantunya. kemana bocah itu,pasti masih tidur lagi.
Mampusss.... bagaimana ini,apa aku beritahu saja yang sebenarnya? Kalau berbohong,bisa jadi masalah nantinya. "Anu mah,itu...hemmm...di dalam yah,di dalam kamar". Jawab Laila,ia sangat gugup sekali. Nah,pasti mamah langsung ke kamar dan membangun anaknya. aduhhh... berharap sudah bangun, batin Laila. ia nampak gelisah dan mencemaskan keadaan sekarang.
"Aneh,". Gumam Ayunda,ia menaruh rasa curiga. "Malah tidur, ini sudah jam berapa. Benar-benar yah,bocah tengil itu. Sudah menikah, masih saja bangun kesiangan". Ayunda, langsung bergegas menuju kamar tidur mereka.
"Mah, biarkan saja". Laila, mencoba mencegah ibu mertuanya. Namun semuanya, sudah terlambat. "Aiisss...segala pingsan sih,jadi berabe kan".
"Banguuuun,ini sudah siang Al. Cepat bangunlah,kalau tidak aku akan menculik istrimu". Bentak Ayunda, membangunkan anaknya. Bahkan, menggoyangkan tubuh Al. Namun hasilnya nihil, anaknya tidak bangun-bangun. "Bangun....sudah di percikan air,gak bangun-bangun juga".
"Mah, sudah mah". Laila, mencegah ibu mertuanya. "Di tidak akan bangun,karena Al...hemm...pingsan mah, bukan tidur". Sebenarnya, Laila rada-rada takut mengatakan kebenarannya.
"pingsan? Pingsan,kenapa sayang. Apa ada sesuatu, katakan kepada mamah". Tanya Ayunda,ia melirik sebuah gambar USG. Karena penasaran,dia mendekati gambar tersebut. "USG dan ini....." Ayunda,mulai membaca dan matanya membulat sempurna. "Kau hamil". Tanya Ayunda, tentu saja Laila mengangguk kepalanya.
Bagaimana mungkin,ibu dan anak. Mereka sama-sama tidak sadarkan diri,tentu saja Laila bertambah ketakutan. Sehingga Laila, menyalahkan dirinya sendiri. mungkin,bukan waktu yang tepat memberitahu kehamilannya. Bagaimana lagi, cepat lambat laun nya pasti akan ketahuan.
Laila, langsung mengambil ponselnya dan menghubungi papah mertuanya. Namun tak kunjung di angkat, oleh papah mertuanya. "Papah kemana sih? Kenapa gak di angkat,kirim pesan saja".
[Pah, buruan ke apartemen. Mamah sama Al, mereka sama-sama tidak sadarkan diri]
Laila, langsung mengirim pesan tersebut. Kebetulan sekali, Shelly juga menelpon dirinya.
(Assalamualaikum,huuuu...huuuu... Laila,buruan ke rumah sakit....huuu...huuu...aku... aaakkhh...mau lahiran...huuuu...ke sini yah,huuuu...) Shelly.
"Wa'alaikum salam, nanti yah. Soalnya,ada masalah sekarang. Semangat Shelly, semoga berhasil. Maksudnya,selamat atas lahirannya....Eeehhh..aduhh...aku juga kebingungan Shelly,maaf".
__ADS_1
(Huuuu....huuuu....aku belum lahiran Laila,huuu...huuu...doakan saja,aku dan bayiku selamat....huuu....aaakkkhh...gak sanggup lagi...aku tutup yah...) Shelly.
Tuuut...Tuuutt....Tuuuttt..
Shelly, langsung menutup telponnya. Laila, masih memandang ponselnya. "Aku ingin ke sana, tapi kenapa seperti ini". Gerutu Laila,ia tersandar di tepi ranjang. Di hatinya Laila,nampak khawatir dengan kelahiran sahabatnya, ingin sekali menyusul ke rumah sakit. sedangkan di apartemen,masih ada masalah serius.
************
Satu jam kemudian, Ayunda dan Al. Mereka masih pingsan dan sudah di periksa oleh dokter. J,yang begitu takut saat Laila memberikan kabar buruk Kepadanya. ia juga menghubungi seorang dokter,agar datang ke apartemen anaknya.
Laila,juga menceritakan kepada ayah mertuanya. Kenapa mereka berdua,jadi pingsan seperti ini.
Awalnya J,nampak tak percaya dengan kehamilan menantunya. Tapi, bukti ada di tangannya. Dia nampak bernafas lega,karena istri dan anaknya. hanya pingsan, masalah sepele.
"Tuan J, istri dan anak anda. Baik-baik saja, kemungkinan besar mereka hanya syok. Mendapatkan kabar, bahagia ini. Sebentar lagi, kemungkinan mereka akan siuman. Saya permisi dulu,". Dokter tersebut, pamit pergi.
J,hanya mengangguk kepalanya. "Silahkan,dokter". Jawab J,yang masih mengelus pipi sang istri. Sang dokter dan perawat lainnya,juga pamit pergi dari apartemen. menyiksa anak buah J, yang menjaga di ruang tamu.
"Maafkan aku,pah. Gara-gara aku,jadi seperti ini". Ucap Laila,ia merasa bersalah. Duhh..jadi gak nyaman,apa lagi tatapan papah mertua seperti ini.
J, hanya tersenyum sumringah. "Tidak apa, bukankah ini kabar bahagia. Laila,apa kamu tahu? Tentang penyakitmu, yang selama ini di rahasiakan oleh Al".
"Tahu pah, waktu itu. Aku tidak sengaja, mendengar pembicaraan papah dan Al. Aku juga menemukan,hasil pemeriksaan medis ku. Yang aslinya,bukan yang palsu. Tapi,lebih dulu ketahuan aku hamil pah. Sebelum,aku mengetahui penyakit ini. Tapi, dokter bilang. Aku tidak memiliki penyakit itu,atau penyakitku sembuh". Tanya Laila, penasaran tentang penyakitnya.
"Mungkin saja, penyakit mu sembuh total. Alhamdulillah, mungkin Tuhan mendengar setiap doa mu. Selamat nak, Laila. Di jaga,cucu papah". Pinta J, membuat Laila tersenyum manis. Bagaimana bisa, penyakit Laila tiba-tiba hilang dan hamil. Apa reaksi obatnya,ada batas jangka waktu. Sungguh keajaiban sekali,harus di selidiki ini.
__ADS_1