ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Cincin


__ADS_3

Al, melepaskan bros pada kerudung pashmina segiempat Laila. Setelahnya, barulah Al melepas kerudungnya dan melemparnya ke sembarang arah. ia hanya tersenyum puas, melihat kecantikan Laila tanpa menggunakan kerudungnya.


Ikat rambut Laila,juga di lepas. Hingga rambut panjang,terurai bebas. Laila,hanya menangis dan memberontak. Walaupun tenaganya terkuras habis,ia tetap berusaha. Apa yang di lakukan Al,aku sudah memberontak sekuat tenaga. ternyata kekuatan Al,jauh lebih tinggi. batin Laila, masih memejamkan kedua matanya dan memalingkan wajahnya ke arah samping.


"jangan Al,aku mohon". Laila, meminta mohon kepada Al. Saat hembusan nafasnya,terasa di telinga Laila. Tidak,ini tidak boleh terjadi. Al, sadarkan diri mu jika yang kau lakukan adalah salah.


"Katakan sekali lagi,jika kau benar-benar tidak mencintaiku Laila". Bisik Al,ia mencium daun telinga Laila. shiiittt....kenapa aku bernafsu seperti ini,kau harus kuat Al.


Bulu halusnya seketika berdiri,ia merasakan geli yang tak pernah dia rasakan. Hembusan nafas Al, sangat terasa di pipinya juga. Sepertinya Al, siap-siap mencium pipi mulusnya Laila.


kalau aku tidak mengakui sebenarnya, mungkin Al akan nekat dari ini. lebih baik aku mengakui sebenarnya, daripada dia melakukan hal yang tidak di inginkan oleh ku.


Air matanya mengalir deras. "Iya,aku mencintaimu Al. Jauhkan wajahmu,dari wajahku". Jawab Laila,dalam tangisannya.


Berlahan-lahan Al, menjauhkan wajahnya. Ia tersenyum-senyum smrik,saat menatap tajam ke arah Laila. Akhirnya,kau mengakui juga Laila. kenapa tidak dari awal, haruskah aku melakukan tindakan sejauh ini.batin Al.


"Aku tahu,jika kau memang mencintaiku Laila. Kenapa kau tega, membohongi. Hemmm... kau tahu,aku sangat benci dengan kebohongan". Bentak Al, terlihat jelas di wajahnya sangat marah. Ia menggeretakkan gigi-giginya.


"Maaf, maafkan aku Al. Ini demi kebaikan kita,maaf". Lirih Laila,ia sudah sangat ketakutan melihat sorot mata tajam Al. Sepertinya Al, benar-benar marah denganku. maafkan aku,Al.


Al, bangkit dari tubuh Laila. Ia beranjak berdiri,dan menjauhkan diri dari Laila. Dadanya naik turun, mengontrol dirinya. Laila,merasa lega saat Al tak lagi di atas tubuhnya.


Al, berlahan mendekati vas bunga lalu.....


Prankkkk.....


Al, memecahkan vas bunga tersebut. membuat Laila terkejut melihat nya,ia juga paham apa maksud dari Al.

__ADS_1


"Kau sudah mengecewakan diriku, Laila. Kau berbohong kepadaku, semuanya sia-sia perjuangan ku selama ini". Ucap Al,ia menghembuskan nafas beratnya. "Asalkan kau tahu,aku sangat sakit hati saat kau mengucapkan tidak mencintaiku sama sekali".


"Maaf,aku melakukan ini semua. Demi kita,aku tidak mau. Jika aku,di cap sebagai perempuan penggoda. Karena aku tahu,kalau kau tunangan Emily. Dia sangat mencintaimu,aku tidak mau menghancurkan hubungan kalian. Jika aku, memperjuangkan cintaku. Percuma,karena orang-orang telah menilai diriku hina telah merebut tunangan orang lain". Laila, menjelaskan kenapa dia berbuat seperti ini. Walaupun, semuanya bukan kehendaknya.


"Ck,jika Emily tidak bersamaku. Apakah kau bersedia menikah dengan ku". Al, membalikkan badannya.


Laila,yang sedari tadi membenarkan Hijabnya. "Itu tak mungkin,aku tak mau membuat salah apa lagi berurusan dengan Emily". Jawab Zahra, langsung.


"Emily,akan menikah dengan Liam ". Al, memberitahu kepada Laila.


Sontak membuat Laila, terkejut dan terheran-heran apa maksud perkataan Al. " Apa...? Bukankah Emily, tunangan mu. Kenapa dengan pria lain,masa sih".


Al,duduk di tepi ranjang tepat di samping Laila. Ia tersenyum manis, saat memandang wajah cantik sang pujaan hati. Al,juga menceritakan semuanya kepada Laila.


Cukup lama Al, menceritakan detailnya termasuk Emily dan Laila bertemu di parkiran apartemen.


Laila, menepuk keningnya karena malu. Aduhh... kenapa aku tiba-tiba malu, bagaimana ini. Batin Laila,ia meremas gamisnya.


"Laila,aku sangat mencintaimu". Al, langsung menarik tangan Laila dan memasang cincin di jari manis.


Laila,hanya tersenyum kecil dan menatap cincin melingkar di jari manisnya. "Terimakasih,Hemm...aku-aku ju-ga,hemm... mencintaimu". Tiba-tiba saja Laila,menjadi gagap. Ia tak berani menatap wajah Al,yang kini tersenyum sumringah. "Hemm... jangan menatapku seperti itu,aku malu". Laila, langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hahahah...kau sangat menggemaskan sekali, Laila". Al, mencubit pipi mulusnya Laila. Yah,kedua pipinya merona merah seperti tomat masak.


"Al, jangan menyentuh ku". Kata Laila, dengan kesal.


"Tidak ada ada,yang bisa menghalangi cinta kita Laila. Sekarang kau resmi,menjadi tunangan ku. Buktinya cincin ini,sudah melingkar di jari manismu". Al, mengelus punggung tangan Laila. "Aku ingin bertanya kepada mu,kenapa berhenti bekerja di supermarket itu".

__ADS_1


"Hemmm.... Shelly,mengajakku untuk bekerja di hotelnya". Jawab Laila, tersenyum manis.


"Berhentilah bekerja,aku akan menafkahi dirimu mulai detik ini". Kata Al, tanpa ba-bi-bu lagi.


"Apa..?? Aku tidak mau,aku bukan istrimu. Aku juga bukan perempuan matre,". Tolak Laila, langsung.


"Laila,aku tunangan mu. secepatnya kita akan menikah,plisss...aku tidak ingin,kau kenapa-kenapa. Aku tidak masalah,jika kau menguasai seluruh uangku". Al, tersenyum kecil.


"Maaf,aku tidak bisa. Aku akan bekerja di tempat Shelly,aku sudah janji Al. Pliss... pahami aku". Pinta Laila,ia tersenyum manis.


"Baiklah,aku mengijinkan mu bekerja. asal kau, selalu menjaga hatimu hanya untukku". pinta Al,saat ini dia terlihat sangat bahagia. begitu juga dengan Laila.


********


Sedangkan di tempat lain, Liam tengah memarahi Emily habis-habisan.


"perempuan gila, gara-gara kamu. kita akan menikah Emily, jangan-jangan kau menyebar video tersebut kepada orang tua kita. katakan Emily, jangan berbohong ". bentak Liam,ia begitu marah.


"aku berani sumpah, aku sudah menghapus video itu. aku juga syok,kenapa seperti ini dan aku kehilangan Al". Emily, langsung membantah atas tuduhan Liam.


"Ck, jangan-jangan Al pelakunya. yang sudah menyebar video itu,dasar ceroboh". decak Liam, ia mengusap wajahnya dengan kasar.


"Tidak mungkin,tidak mungkin dia. Al,tidak tahu apa-apa soal video itu". Emily, langsung membela Al.


"Ck,kau bela saja pria yang kau cintai itu. lihatlah, sekarang dia melepaskan mu. aku saja tidak mau memiliki istri seperti mu,apa lagi Al. seharusnya kamu berpikir dengan jernih,mana ada pria seperti Al mau menikahi mu seorang perempuan yang banyak mainnya dengan pria lain". Ucap Liam, terang-terangan menyatakan bahwa Emily bukanlah perempuan baik-baik.


"Liam....!!!! aku juga, tidak mau menikah dengan mu. karena video tersebut,aku terpaksa menyetujuinya ". jawan Emily, sekarang dia hanya pasrah menerima semuanya. walaupun pernikahan ini, bukanlah keinginannya sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2