
Satu minggu, telah berlalu. Laila,tak bisa jauh dari suaminya. Kemana pun Al,pergi. Sang istri selalu ikut,tanpa istri dia merasa mual dan lemas.
Di saat Laila, selalu berada di dekatnya. Al, seperti biasa tak sakit apapun. Apapun yang dia makan, tidak akan muntah-muntah. Kecuali, Laila jauh darinya penyakitnya langsung kumat lagi.
Laila, seringkali merasa bosan menemani suaminya. Apa lagi di saat di kantor,sang suami sibuk dengan laptopnya. Sedangkan dia, hanya malas-malasan di sofa dan sambil mengemil.
"Aku bosan, pengen jalan-jalan Al. Mamah,ngajak aku lo". Rengeknya Laila,kepada suaminya.
"Tidak,kau tahukan? Kalau aku jauh darimu, penyakitku kambuh lagi. Apa setega itu, kepada suamimu. Hemmm....". Al, langsung melarang suaminya. Apa yang terjadi, dalam diriku yang tak bisa jauh dari laila. Membuat ku, bingung dan serba salah.
"Tapi, mamah sudah mau ke sini. Makanya,kita ke rumah sakit Al. Siapa tahu,kamu memiliki penyakit serius". Laila, seringkali meminta Al memeriksakan dirinya. Ia takut,ada penyakit serius di dalam tubuh suaminya.
"Tidak,aku tidak mau. Selama kamu,ada di sampingku. Penyakitku tidak akan kambuh dan aku juga baik-baik saja. Apapun, aku akan menghentikan mamah membawa mu". Ucap Al, dengan tegas.
Laila,hanya menghembuskan nafas beratnya dan melirik sekilas ke arah suaminya. "Bete, hari-hari harus liat wajahnya". Gerutu Laila, akhir-akhir ini dia nampak bosan melihat wajah suaminya.
[Setiap hari,bareng suami. Aku kaya enek melihat wajah suamiku]
Laila, langsung mengirim pesan kepada Shelly.
Beberapa menit kemudian, Shelly membalas dengan emoticon tertawa. [Mungkin bawaan kali Lai? Kita jalan-jalan yuk,siapa tahu dapat brondong] Shelly.
Teman laknat inj, namannya. Sama aja, ngajakin selingkuh sama brondong.batin Laila,memang Shelly rada-rada aneh saat hamil. [Pengen jalan-jalan,tapi aku masih jadi tawanan. Mana mamah mertuaku,mau ngajak juga. Bosan tau gak]
[Ya sudah,yang sabar yah. Aku mau sarapan dulu, mumpung ada mamah mertua yang begitu perhatian sama aku. Mamah mertuaku, lagi masak apa yang aku request. Babay, bersenang-senang lah] Shelly.
__ADS_1
Enak banget, Shelly tidak jadi tawanan Herman. Gak kaya aku,gak boleh kemana-mana. Batin Laila,ia hanya berdecak kesal.
"Lailaaaa..... menantu kesayangan ku". Teriak Ayunda,yang masih di ambang pintu ruang kerjanya Al.
Al dan Laila, terkejut mendengar teriakkan Ayunda."Eehh...mamah, sudah sampai". Laila, langsung berhamburan ke pelukan Ayunda.
"Ayo,kita pergi dan jangan pamit ke Al. Dia anak yang nakal, apapun yang diinginkan olehnya. Dia akan melakukan hal licik,agar mendapatkan nya". Kata Ayunda, tersenyum mengejek dan melirik ke arah Al.
"Tidak,aku tidak akan mengijinkan Laila pergi dengan mamah. Mah, aku tahu? Mamah,akan mengajak Laila ke teman arisan sosialita kan. Janganlah mah,kasian Laila. Mereka pasti, membicarakan Laila yang tak kunjung hamil. Plisss... jangan sakiti istriku dengan kata-kata mereka". Ucap Al,agar sang ibu memahami perkataannya.
"Al,tidak apa-apa. Aku sudah biasa,apa yang mereka katakan kepadaku. mah, sebenarnya ingin ikut. Tapi,Al tidak bisa jauh dariku. Hemmmm...karena penyakitnya akan kambuh,". Laila,menolak ajakan ibu mertuanya.
"Masa sih? Kamu ini yah,Al. Kaya ibu-ibu hamil saja,segala mual, muntah,pusing dan apa lagi ha? Kasian Laila,ia bosan setiap hari mengikuti kemana kamu pergi. Dasar manja,". Decak Ayunda, menatap tajam ke arah anaknya. "Apa perlu,kamu di rawat inap dulu. di saat Laila,pergi.hemmmm...Laila,juga bosan kali lihatin kamu kerja".
"Yah,gimana lagi mah? Aku pun, tidak tahu. Pergilah,jangan ganggu kami dan jangan bawa Laila". Al,menarik lengan Laila ke sampingnya.
"Baiklah,kamu jaga kesehatan yah. Mamah, pergi dulu". Ayunda,pamit kepada anak dan menantunya.
Cup...Cup...Cup....
Al, memberikan ciuman bertubi-tubi di wajahnya Laila. "Makasih,sayang. Kamu malah memilihku,kita akan keluar ada klien yang harus aku temui di restoran. Di sana, banyak bermacam-macam es krim". Al, membujuk Laila yang sudah cemberut.
Mendengar es krim, Laila langsung tersenyum merekah. "Oke,aku ingin es krim. Gak bohong kan".
"Tidak akan, percayalah" jawab Al, mencubit kedua pipi Laila.
__ADS_1
*********
Malam harinya, Laila melihat sang suami tengah membuatkan jus jeruk. Jus jeruk tersebut,akan di berikan kepadanya. Saat sudah selesai,yang membuat Laila tercengang adalah sang suami mencampurkan serbuk ke dalam jus jeruk.
Laila,yang sedang mengintip dia malah curiga. Apa yang di masukkan Al, sejenis serbuk? Tapi, untuk apa.batin Laila,ia langsung bergegas dan menghampiri suaminya.
"Wahhh...jus jeruk,". Ucap Laila,agar Al tidak curiga apa yang di lihatnya.
Laila,apa dia melihat aku mencampurkan obat bius di dalam minumannya. Maafkan,aku Laila. Batin Al,ia melakukan hal ini demi kebaikan Laila. " Minumlah, untuk mu" Al, memberikan segelas jus jeruk.
Sudah beberapa kali Al, mencampurkan obat bius kepada istrinya. Untuk memeriksa keadaan Laila. Dengan cara ini,agar Laila tidak tahu menahu masalah penyakitnya.
"Al, ambilkan kue di dalam kulkas. Aku ingin memakannya,". Pinta Laila,hanya alibinya saja.
"Baiklah,kau minum jus jeruknya. Setelahnya,kita akan tidur bersama". Al, langsung menunju ke arah kulkas dan Laila membuang minumannya ke wastafel.
"Kue,tidak sayang. Apa sudah habis". Al, mencari-cari kue di dalam kulkas yang sudah habis.
"Astagfirullah,aku lupa sayang. Kuenya habis,hehehe...ayo,kita tidur saja. Aku sudah meminum jus jeruknya". Laila, langsung menggandeng tangan suaminya.
Al, melirik ke arah gelas yang masih tersisa sedikit. Ia merasa lega karena sang istri sudah meminumnya, tidak masalah jika masih ada. "Oke, kita tidur sayang. Sudah malam".
Satu jam, telah berlalu. Al,mencoba membangunkan sang itu tak kunjung bangun. Al, yakin jika obatnya sudah beraksi.
"Sayang,bangun.... Laila, bangunlah" Ucap Al, membangunkan istrinya. Ia juga menggerakkan tubuh Laila,namun tak kunjung bangu. "maafkan aku sayang,aku tidak ingin menjadi pikiran mu. hanya dengan membuat mu tidak sadar,aku dan dokter akan memeriksa kondisi mu". Al, mencium kening Laila.
__ADS_1
Tetapi Laila, tidak benar-benar pingsan. Ia hanya berpura-pura, ingin sekali dia mengetahui apa yang di rahasiakan suaminya. Penyakit? penyakit apa, jangan-jangan selama ini Al menyembunyikan sesuatu.batin Laila, ia tetap menahan diri agar tidak bangun.
Siang tadi,dia tak sengaja mendengar pembicaraan suaminya dengan seseorang. Hingga Laila,mulai mencurigai suaminya.