ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Menolak (S2)


__ADS_3

"Hai,sayang. aku duduk di sini yah". Kedip mata Arlo, kepada Elvina.


"Ngapain kalian ke sini, pergi sana. Yang boleh duduk di samping ku, cuman Kai. Bukan kamu, minggir sana". Elvina, mendorong tubuh Arlo.


"Elvina, ngapain sih? kamu, capek-capek ngejar Kai. Dia gak bakalan bisa,kamu dapatin. Ingat itu, mendingan sama aku". Kedip mata Arlo, membuat Elvina jijik. Arlo,juga terpopuler karena dia ketua tim basket. wajahnya yang tampan, keturunan bule.


"Jijik aku". Bentak Elvina,ia langsung pindah meja. Elvina, lebih baik mengalah daripada meladeni Arlo.


"Ck, belagu sekali Elvina. dia menolakku mentah-mentah,". decak Arlo, menatap kepergian Elvina.


"harus di beri pelajaran Elvina,biar dia nunduk dengan mu bos". Arya, menepuk pundak Arlo.


"benar,aku tidak suka dengan perempuan angkuh seperti itu". sahut Dilon


Beberapa menit kemudian,Kai yang baru tiba di kantin. Dia memesan satu mangkok bakso dan es jeruk.


Ia Calingukan mencari tempat duduk, kebetulan sekali. Ada di pojokkan,yang masih kosong. Kai, langsung menuju ke sana. Baru saja dia duduk, namun Elvina duduk di hadapannya.


"Hai, aku duduk di sini yah". Pinta Elvina, tersenyum merekah.


Kai,hanya menghembuskan nafas beratnya. Ia duduk,tanpa menjawab perkataan Elvina. Kenapa juga,dia muncul dimana-mana.batin Kai, hanya terdiam.


"Kai,boleh gak aku main ke rumah mu. Cuman mau, bertemu sama mamah Ayunda". Kata Elvina,ia sambil memainkan kedua alisnya.


"Bisa tidak,jangan pernah ganggu hidupku". Jawab Kai, membuat hati Elvina terasa teriris.


"aku,mau ngomong sama mamah mu. Ada hal penting,yang harus aku sampaikan". Entah sampai kapan,Kai. aku terus mengejar mu, mungkin suatu hari nanti. aku juga bakalan menyerah.


"Terserah,". Jawab Kai,ia langsung melahap baksonya. Semakin,di ladenin ni cewek. semakin ngelunjak,aja.


Banyak para perempuan lainnya,iri kepada Elvina. Mereka semua, memusuhinya. sebenarnya, Elvina tau dengan tatapan perempuan yang menatap ke arah nya. namun,dia harus acuh tak acuh saja.


"Kai,kami adalah kakak kelas mu. So,kami mengadakan penggantian ketua OSIS. Semuanya, dengar baik-baik". Ucap seorang perempuan, primadona di sekolah. "Apa kalian setuju,jika Kai menjadi ketua OSIS yang baru". Tanya Alayya,ia tersenyum mengarah ke Kai.


"Setuju". Jawab murid-murid lainnya,secara bersamaan.


"benar,kami setuju banget. kalau Kai,menjadi ketua OSIS". sahut lainnya.


"iya,terima Kai". teriak lainnya.


"Terima....Terima....Terima...Terima...". para murid-murid lainnya,menjadi ricuh di kantin. hingga akhirnya, Alayya memerintahkan semuanya pada diam.

__ADS_1


Kai,yang langsung menghentikan makan dan beranjak berdiri. "Maaf,aku gak pernah niat". Jawab Kai,ia langsung melangkah kakinya. Baru saja selangkah,dia sudah di cegat oleh Alayya.


"Kai,semua orang setuju. Jadi, kamu harus mau. Kami sudah berdiskusi dengan para guru, mereka juga setuju". Alayya, tersenyum sumringah. "Apa masalahnya, coba? kamu jalani dulu deh".


Kai,yang langsung berdiri dan sejajar dengan Alayya. "Seharusnya,kakak tidak boleh mengambil keputusan sendiri. Karena semua itu,tidak akan pernah terkabulkan". Tegas Kai, langsung meninggalkan kantin.


Semua orang-orang tercengang dan tegang. Alayya,hanya berdecak kesal. "Kasian". Kekehnya Elvina, ia tersenyum mengejek.


"Sudahlah,kita cari lain saja. Mana mungkin, Kai mau". Aida,menarik lengan Alayya.


"Menarik,bukan? Aku suka dengan tantangan ini,Aida. Aku semakin, bersemangat untuk mendekati pria seperti itu". Kata Alayya, tersenyum smrik.


Bruuuukkk....


"Astagfirullah,". Gumam Alesha,yang terkejut.


kai,yang tergesa-gesa masuk ke dalam kelas. Ia tak sengaja menabrak Alesha,buku yang di bawanya jatuh ke lantai.


Kai,yang tak sengaja. Ia dengan cepat, mengambil buku-buku yang jatuh. "Maaf,ini bukunya". Kai, memberikan buku-buku kepada Alesha. Karena Alesha, ketua kelas.


"Makanya, hati-hati dong. Kalau jalan,tu masker di buka. Biar keliatan,". Decak Alesha,yang langsung meninggalkan Kai.


Terkadang Alesha, marah-marah kepada kai. Karena di kelas,dia masih menggunakan jaket dan masker. Sampai darahnya naik, barulah di lepas oleh Kai.


Baru saja Kai,duduk dengan tenang. Matanya mulai terpejam, tiba-tiba saja Arlo dan timnya masuk ke dalam.


"Wesss...kami ganggu yah, bagaimana penawaran ku. Lebih cepat,lebih baik. Karena sebentar lagi,akan ada pertandingan antar sesama sekolahan". Kata Arlo,yang duduk di samping Kai.


Kai, langsung mengubah posisi duduk dan membuka maskernya. "Berapa kali,aku mengatakannya. Bahwa, aku tidak akan menerima tawaran mu". Tegas Al,ia menyunggingkan senyumnya.


Glekk...


Arlo,hanya menatap senyuman tajam dan sorotan matanya begitu menyeramkan.


Suara bel berbunyi, bertanda berkumpul di lapangan. Para murid-murid, berhamburan menuju lapangan.


Begitu juga Arlo dan timnya, ."Ingatlah, Kai....urusan kita,belum selesai". Ucap Arlo, kepada Kai. Mereka pun, meninggalkan Kai sendiri.


Kai, langsung melepaskan jaket dan masker. Karena dia harus berkumpul di lapangan.


Saat keluar kelas,para murid-murid lainnya. Nampak kagum, ketampanan Kai yang menuju lapangan.

__ADS_1


Rambutnya model, ala-ala korea. Ia terus berjalan dan menuju barisan sesuai kelasnya. Karena dia tinggi, sudah pasti dapat bagian bekalang.


Kakak kelas lainnya,nampak terpesona dengan ketampanan adik kelasnya.


Kepala sekolah, mengumumkan bahwa ada bertanding olahraga lusa. Otomatis mata pelajaran,akan di kosong. Para murid-murid lainnya, bersorak-sorai karena jam kosong.


"Ck,hanya acara menyebalkan". Gumam Kai, namun sempat di dengar oleh Alesha.


"Jangan berkata seperti itu, daripada kamu? Tidak berguna apapun, kerjaannya hanyalah tidur di jam kosong". Ucap Alesha, setengah berbisik.


Kai,hanya mengerutkan keningnya dan melirik sekilas ke arah Alesha. "Ternyata, telinga ustazah Alesha. Benar-benar tajam, padahal aku hanya bersuara kecil".


"Hussssttttt.... dengar baik-baik,pidato bapak guru". Kata Alesha, yang masih menatap lurus.


Beberapa menit kemudian, akhirnya selesai juga pidatonya yang sangat panjang. Tak memikirkan, keadaan cuaca sangatlah panas.


Para murid-murid lainnya,banyak mengeluh karena cuacanya sangatlah panas.


Para murid-murid,juga di persilahkan masuk ke dalam kelas masing-masing. Di karenakan,jam pelajaran sudah habis.


"Masya Allah,ganteng banget sih".


"Kai,hemmm...".


"Suiitt...suiiitt... Kai".


Para perempuan lainnya,tak henti-hentinya memandang wajah tampan Kai. Walaupun sang empunya,merasa malu dan risih.


Dengan langkah setengah berlari,kai terus melangkah kakinya. Saat tiba di depan kelas, tangannya di hentikan oleh seseorang.


"Kai,boleh minta nomor WhatsApp mu gak" ucap seseorang perempuan, sepertinya kakak kelas. Ternyata,dia bernama Kai. Sangatlah, tampan sekali.


"Maaf,kak. Untuk apa". Tanya Kai,ia melepaskan tangan perempuan itu "permisi kak,maaf".


Serly,hanya berdecak kesal karena ini pertama kalinya. Dia tak di hiraukan, oleh seorang pria. "Baiklah,kau akan jadi mangsaku". Senyum smrik Serly,dia meninggal kelas Kai.


Heran,kenapa perempuan zaman sekarang. Gak tahu malu,dia terus terang mengejar-ngejar pria. Perasaan,kebalik deh. Waktu,zaman kak Al. Batin Kai,ia bergidik geli karena perempuan zaman sekarang. Terlalu bar-bar dan nekat.


"Kai,harus hati-hati dengan Serly" kata Cantika,kepada kai. "Di punya pacar,geng motor. Takutnya,kamu kenapa-kenapa. Tapi,aku rela kok. Mengobati dan menjaga mu di kala sakit". Kedip mata Cantika.


"Cantika,diam". Bentak Alesha, seketika Cantika terdiam dan seisi kelas sunyi.

__ADS_1


__ADS_2