
"Wahahahahhaha.... hentikan,kak. Ampuuuun,papah...!!! Cukup pah, ampuuuun... Hahhaha....hahhaha". Kai, berteriak-teriak karena kakinya geli. Sangat-sangat geli, karena Al menggelitik kaki sang adik menggunakan kemoceng bulu ayam.
"Hahahaha, berteriak-teriak lah kai. Sekuat tenaga mu, bermohon-mohon lah". Ucap Al,ia terus-menerus menggelitik kaki sang adik.
"Maafkanlah, papahmu ini. Hanya seperti ini lah,mamahmu akan pulang. Ayo, menjerit-jerit meminta tolong kepada mamahmu. Hahahahha... lakukanlah Al". Pinta J,ia sedang merekam aksi anaknya. Setelah merekam nanti, barulah di kirim ke Ayunda agar cepat pulang.
"Hahahaha...kakak, hentikaaaan....itu sangat geli,kakak .... hahahaha, perutku sakit sekali...mamaaahh.... toooloong Kai,mah.... cepaaaattt...pulaaaang... Hahahahahah.. hentikan, hahahaa... Aku tidak sanggup lagi,". Kai, terus-menerus berteriak dan meronta-ronta.
Tangan dan kakinya,di ikat begitu kuat oleh J dan Al. Seisi rumah, sangatlah berantakan sekali. Karena kai, sempat melawan ayah dan kakaknya. Tapi, akhirnya dia kalah juga. Mana sanggup untuk melawan mereka,apa lagi tubuh ayah dan kakaknya sangat kekar dan kuat.
"Akan aku balas kalian,hahahhhaa....kak Al, cukup... aku tidak sanggup lagi". Kai, bermohon-mohon untuk di hentikan dan nafasnya ngos-ngosan sudah. Matanya berkaca-kaca dan perutnya sangat sakit akibat terus ketawa.
"Pah, kirim ke mamah videonya. Cepatlah,". Pinta Al, kepada ayahnya.
"Oke,boy". Jawab J,ia menghentikan merekam video dan segera mengirim kepada sang istri.
Saat membuka aplikasi berwarna hijau,ada seseorang mengirim foto istrinya. "Sial,awas kau". Gerutu J,ia langsung menyambar kunci mobil.
Al, terkejut saat melihat wajah ayahnya. Terlihat sangat marah. "Papah,mau kemana". Tanya Al,ia segera berlari menyusul ayahnya. Ia juga takut,akan terjadi apa-apa nanti.
"Papah,Al....!!!! Wouuyy....kemana, lepaskan aku...!!! Wouy,jangan main tinggal aja.... toooloong....papaaaahh....!!!!" Kai, berteriak-teriak memanggil ayahnya. Namun tidak ada tanda-tanda apapun,apa lagi tidak ada menyahuti teriakkan nya.
"Bibiiiii.....!!! Tolong kai,bi....". Teriak Kai,yang masih tidak bisa bergerak sama sekali. "Sial,mana bibi pergi ke rumah ibu-ibu di kompleks sebelah lagi. Aaaakkhhh....tega sekali mereka, meninggalkan aku sendiri". Gerutu Kai,ia calingukan mencari benda yang bisa membantu dirinya. Agar terlepas dari ikatan sang ayah, begitu kuat dan susah di lepas.
Kai berusaha sekuat tenaga,ia bergerak di lantai seperti ulat bulu. "Toooloong..... Toooloong....". Teriak Kai,ia bergerak terus tanpa tujuan. Karena tubuhnya di lilit tali,yang sangat kencang.
*******
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, Ayunda dan Laila menikmati suasana restoran. Mereka masih menikmati, suasana Mall yang sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang.
Ayunda dan Laila, mereka sama-sama doyan makan. Bahkan,meja full dengan pesanan mereka. "Mamah, sering jalan-jalan ke sini sama suami mamah". Tanya Laila, ia penasaran dengan keharmonisan rumah tangga calon mertuanya ini.
"Jarang sekali,mamah sering jalan-jalan bersama teman. Melisa dan Vivian, biasanya. J,tidak suka dengan jalan-jalan seperti ini. Dia, lebih sering membawa ku pergi jauh". Jawab Ayunda, tersenyum manis.
"Pergi jauh? Kemana mah,bagus kah tempatnya". Tanya Laila, sebenarnya dia sangat suka berpergian jauh.
"Kau suka berpergian jauh kah". Tanya Ayunda,yang langsung di angguki Laila. "Pas sekali, nanti kita ajak mereka berdua. Untuk berpergian jauh,kau tahu? J, memiliki pulau pribadi. Di sana sangat indah sekali,apa lagi pantainya bersih. Di bawah lautan, sangat indah dan bermacam-macam karang dan ikan-ikan. Kau tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi".
Mendengar ucapan Ayunda, membuat Laila tersenyum sumringah. "Benarkah,Aaahh...aku jadi penasaran sekali, ingin ke sana".
"Baiklah,kita berlibur ke sana. Setelah,kau menikah dengan anakku nanti. Ayo,kita lanjutkan makan". Kekehnya Ayunda, ia tersenyum manis.
"Ayunda,". Ucap seseorang di samping nya. Sontak Ayunda, mendongak ke atas dan beranjak dari duduknya.
"Abraham,hai...apa kabar". Ayunda, tersenyum sumringah dan mereka saling berjabat tangan. "Silahkan,duduk".
Abraham Samad,yang pernah mengejar-ngejar Ayunda. Ia terlihat sangat senang,saat bertemu dengan Ayunda.
"Terimakasih,aku baik. Bagaimana,kabarmu. Sungguh,kita lama tidak bertemu". Ucap Abraham, selalu memandang wajah cantik Ayunda. Walaupun,tidak semuda dulu.
"Alhamdulillah,aku baik kok". Jawab Ayunda, cengengesan. Astaga, aku tidak menyangka jika bertemu Abraham.
Abraham, menoleh ke arah Laila. Yang tersenyum manis,saat memandang wajahnya. "Ayunda,siapa dia? Apakah, anakmu. Tapi,".
"Oh, kenalkan dia adalah calon menantu ku dan namanya Laila. Seminggu lagi,Al akan menikah. Kau datang yah". Jawan Ayunda,ia juga memperkenalkan Laila.
__ADS_1
"Waw... sekarang kau, sudah memiliki menantu. Tidak lama lagi, mendapatkan cucu. Hahahah,hai...aku Abraham, pernah mengejar-ngejar wanita cantik di hadapan mu. Kau sangat beruntung, memiliki seorang ibu mertua sebaik dia". Abraham,tak segan-segan memuji Ayunda.
"Terimakasih,Om". Ucap Laila, tersenyum malu-malu.
"Ck,kau bisa saja memuji diriku.Anakmu mana? Terus,mana istrimu. Hemmm". Tanya Ayunda, yang sedari tadi tidak melihat istri dan anaknya Abraham.
"Aku ke sini sendirian,hanya jalan-jalan. Sebenarnya,aku sudah lama tinggal di luar kota. Anakku,masih sekolah SMP dan istriku,sudah tiada saat melahirkan anak kami". Jawab Abraham, terlihat jelas di wajahnya nampak kesedihan.
"Innalilahi wainailaihi rojiun". Ucap Ayunda dan Laila, bersamaan.
"Maaf, aku tidak tahu? Lalu, kenapa tidak menikah lagi. Siapa tahu, anakmu membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu." Tanya Ayunda,ia merasa kasian kepada Abraham.
"Tidak,aku tidak bisa menikah lagi. Aku tak sanggup, menggeser posisi istri ku dulu. Biarkanlah,aku menikmati suasana seperti ini. Membesarkan putriku, seorang diri". Jawab Abraham, membuat hati Ayunda dan Laila tersentuh.
"seorang putri,siapa namanya Om". Tanya Laila, terdengar sangat lembut di telinga Abraham. Beruntung sekali,mamah Ayunda. Bisa menikah dengan papahnya Al, terus berlanjut dengan kembarannya. lalu,di hadapan ku adalah pria yang mengejar-ngejar mamah Ayunda. sedangkan, mantan suaminya tidak bisa move on sampai sekarang.
Abraham, menoleh ke arah Laila dan tersenyum kecil. "Namanya Elvina Kailani samad, sepertinya seumur dengan anakmu dan J". Beruntung sekali,dia menjadi keluarga Negredo.
"Oh, benarkah...aku memiliki pikiran yang bagus". Sahut Ayunda. Bagaimana,jika anak kami di jodohkan. hemmmm.. sepertinya seru ini.
"Aku juga, sepertinya. Hemm... kita bisa merencanakan, antara hemm...dan kita sepemikiran, ternyata". Kata Abraham. Baguslah, kalau Ayunda memiliki pemikiran sama dengan ku. Aku senang,jika anakku menikah dengan anakmu Ayunda. karena kalian sangat baik dan aku cukup mengenalmu. setidaknya,aku seorang ayah tidak was-was melepaskan putri ku kepada Kalian.
Laila, sempat bengong melihat antara calon ibu mertuanya dan teman prianya. Saat mereka saling pandang dan senyum-senyum.
"Waw... kebetulan sekali,kita bertemu di sini dan bersama istriku". Ucap J,yang baru datang. sedangkan, Ayunda hanya cengengesan melihat kedatangan suaminya.
sontak membuat Abraham, tersenyum dan beranjak dari duduknya yang bersebelahan dengan Ayunda.
__ADS_1