ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Kuy..Buka Segel (S2)


__ADS_3

Sekitar jam tujuh malam, mereka sampai di sebuah hotel. Setelah,makan bersama di sebuah restoran ternama di kota ini.


Rea, terperangah dan otaknya traveling kemana-mana. Hotel? Kenapa ke sini, bukankah kerumah orangtuanya.batin Rea,ia melirik ke arah Suaminya.


"Ayo,". Kata Kai,sudah membuka pintu mobil untuknya. Kai,tahu jika istrinya gugup sekali.


Rea, hanya mengangguk dan turun dari mobil. Kai, langsung menarik tangan istrinya.


Mereka berdua, saling berpegangan tangan. Seorang pria, memberikan kunci kamar dan menuju ke arah lift.


"Kakak, bukankah kita bermalam di rumah orangtuamu". Rea, sudah panas dingin bercampur aduk. Ia paham,kenapa sang suami mengajak bermalam ke hotel.


"Besok saja,malam ini tidur di sini. Mataku, sangat ngantuk". Jawab Kai,namun Rea tak mempercayai ucapan Suaminya itu.


Rea,hanya menuruti perkataan suaminya. Selesai makan tadi, dia senang bisa bertemu dengan mertuanya. Nyatanya,dia salah tebak.


Ceklekk.....


Pintu kamar, terbuka lebar. "Masuklah". Kai, mempersilahkan istrinya masuk dan di ikuti olehnya. Tak lupa Kai, mengunci pintu kamarnya.


Rea, calingukan melihat sekeliling kamar hotel itu. Dia kagum dengan kemewahannya, matanya terfokus ke aras ranjang.


"Aku ke kamar mandi dulu,baju ganti ada di lemari. Aku sudah menyiapkan, semuanya". Kai, langsung membuka lemari baju dan mengambil handuk. Setelahnya,dia menghilang di balik pintu kamar mandi.


Rea,juga mengambil baju ganti. Memang benar, beberapa baju di lemari. Dia memilih baju tidur,celana pendek dan lengan pendek.


Entah kenapa, dia semakin deg-degan saat ini. "Apa kak Kai,mau mengambil haknya sekarang". Gumam Rea,ia benar-benar belum siap.


Tapi,dia selalu tidur tidak nyenyak. Mendengar ucapan sang ibu, walaupun tidak mencintai. Setidaknya, nafkah batin harus di salurkan. Seorang pria,yang sudah menikah tak bisa menahan hasratnya terlalu lama.


Apa lagi menolak ajakan suami,dosanya cukup besar. Siap tidak siap, Rea harus mau. Memberikan mahkota yang,dia jaga selama ini.


"Kami bisa Rea,dia adalah suami kamu. Ini wajib, melayani suami". Gumam Rea,ia berdoa untuk menenangkan hati dan pikirannya.


Ceklekk....


Pintu kamar terbuka, terlihat kai masih bertelanjang dada. Dia hanya menggunakan handuk, yang melilit di pinggangnya.


Kai, menatap ke arah istrinya. Yang sudah berganti pakaian,dia bersandar pada ranjang sambil memainkan ponselnya.


Rea,hanya menunduk sambil membuka aplikasi berwarna hijau. Dia hanya, mengalihkan pandangan dan kegugupannya saat ini.

__ADS_1


Tibalah,Kai duduk di tepi ranjang. Tepatnya, di samping Rea. Dia langsung, mengambil ponsel sang istri di tangannya.


Kai, semakin mendekati tub-uh Rea. Berlahan-lahan, Rea sudah di bawah Kungkungannya.


Rea, membiarkan sang suami mengelus-elus wajahnya. Ada desiran aneh,di dalam tub-uhnya. Tangannya, mencekram pergelangan tangan Kai.


Kai,yang menik-mati dan menyel-usuri leh-er jenjang putih sang istri. Begitu juga tangannya,masuk ke dal-am baju Rea. Tangannya, mengelus-elus lembut di parut Rea.


Rea,hanya diam dan matanya terpejam rapat. Dia menik-mati permainan,dari sang suami.


"Bolehkah". Bisik Kai,tepat di telinga Rea.


Rea,hanya mengangguk pelan. Mulutnya, tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi.


Kai,hanya tersenyum karena mendapatkan lampu hijau dari suaminya.


Cup....


Satu kecupan mendarat di bibir,Rea. Ini adalah ciuman pertamanya,bagi Rea. Tapi bagi Kai,ini adalah ciuman beberapa kali. Saat sang istri tidur,dia curi-curi kesempatan untuk mencium Rea.


Rea, semakin menegang saat benda kenyal menyentuh bibirnya. Ada kecupan lembut,namun jiwanya tidak ingin berhenti.


Rea,hanya diam saja. Dia bingung harus berbuat apa,karena dia tak pernah berciuman seperti ini.ia merasakan sensasi yang tak pernah,dia rasakan. apa lagi,lid-ah sang suami masuk ke dalam mulutnya dan bermain dengan lidahnya.


Oksigen Rea,hampir habis. Barulah Kai, melepaskan ciumannya. Nafas mereka berdua, ngos-ngosan karena terpenuhi oleh gai-rah pengantin baru.


Ciuman bertubi-tubi, mendarat di wajah Rea. Yang di berikan oleh,kai. Sang empunya, hanya diam dan wajahnya memerah seperti tomat masak.


Kai, berlahan melep-askan baju sang istri. Saat terlepas,susah payah meneguk air liurnya. Karena melihat dua bua melon,yang masih tertutup bra.


Kai, langsung membuka pengait bra Rea di belakang.


Malu, itulah yang di rasakan oleh Rea. Kai, memahami kondisi istrinya. Dia langsung,meraup bibir istrinya lagi.


Bra terlepas dan di buang ke sembarang arah. Kai, meremas dua melon secara lembut.


Rea,hanya menutup mulutnya dengan tangan. Tak ingin mengeluarkan,suara desa-han itu.


Ciuman mulai turun, ke leher dan ke bawah lagi. Secara bergantian,Kai menyusu seperti bayi.


Rea,hany memejamkan matanya dan kepalanya mendongak ke atas. "Shhhh...". Desis Rea,tak sanggup menahan lagi. Tangannya, menjambak rambut suaminya.

__ADS_1


Tangan Kai,mulai turun kebawa dan kebawah. Rea, langsung melotot dan bingung. Sejak kapan,sang suami melepas celana pendeknya.


"Mende-sah lah,aku ingin mendengarkannya". Ucap Kai,terus memperlakukan sang istri dengan lembut.


Rea, hanya menggelengkan kepalanya. Saat miliknya, sudah di hadapan suami.


Kai, mulai memainkan lid-ahnya di da-erah sensi-tif Rea.


Rea,di buatnya frustasi dan tub-uhnya meliuk-liuk seperti cacing kepanasan. "Aaaaahhh.....". Rea, mendapatkan pelep-asan pertamanya.


Kai, tersenyum puas saat melihat cai-ran keluar. Ia mulai meran-gkak ke atas tub-uh, istrinya. mata mereka saling pandang, dan terdiam sejenak.


Rea merasakan, tub-uhnya sangat lemah. Seumur-umur baru kali ini,dia merasakan begitu nik-mat yang sulit di jelaskan.


Kai, memberikan waktu beberapa menit. Barulah,dia memulai aksinya. Ada rasa geli-geli nik-mat, saat benda tumpul itu. Mulai mengesek-gesek mi-liknya, Rea hanya memalingkan wajahnya.


"Tatap aku,". Kai, meminta Rea menatap wajahnya.


"Ak-aku takut,katanya sakit". Lirih Rea,yang semakin tegang.


"Rileks,sakit hanya sebentar saja. Setelahnya,kamu merasakan kenik-matan". Kai, mencoba menenangkan istrinya.


Dia mulai mencumbui istrinya, dengan awal mencium bibir dan menyelusuri lekukan tu-buh Rea.


Dua kali hen-takan,kai tetap tidak bisa menebus sempitnya goa milik sang istri.


"Sssshhhttt.... sakitttt..." Rea, meringis kesakitan. Cengkraman tangannya, semakin kuat di bahu Kai.


Srettttt....


Satu hen-takan keras, akhirnya lolos dengan sempurna. Keseluruhan mi-liknya, msuk ke dalam goa Rea. Kai, merasakan sesuatu yang robek.


Rea, semakin mencekam bahu suaminya. Kuku-kukunya, menancap di kulit Kai. Rea, merasakan tub-uhnya seperti di belah dua. Air matanya mengalir,di sudut mata.


"Maaf,aku menyakitimu". Kata kai, menghapus air matanya.


Rea,hanya menggeleng kepalanya. Dia bahagia, memberikan mahkota nya kepada suaminya sendiri. Dia bisa menjaga, kehormatannya.


Kai, bahagia karena dia pertama kalinya menye-ntuh istrinya. "Aku akan berlahan-lahan, untuk bergerak".


Kai, memulai maju mundur mi-liknya. Dia melihat ada bercak darah, keperawanan istrinya.Rea,masih merasakan kesakitan di bagian bawahnya.

__ADS_1


__ADS_2