
Malam harinya,Al dan Laila berada di sebuah villa dekat pantai. Setelah selesai resepsi pernikahan mereka,Al langsung membawa Laila pergi berbulan madu. yang sudah dia rencanakan,jauh hari. Al, ingin malam pertamanya memiliki kesan yang tak di lupakan sejarah bagi mereka.
Mereka berdua tengah bersantai di atas ranjang, sambil membuang kelopak bunga mawar di atas ranjang. "imut sekali boneka nya,apa boleh di bawa pulang. buat kenang-kenangan nanti, di kamar kita". tanya Laila, sedari tadi memegang boneka.
"Tentu,kau boleh juga membawa apapun di sini". jawan Al,ia tersenyum sumringah. "karena vila ini, adalah milikku sendiri".
"Terimakasih,akan aku bawa pulang ".
Laila,merasa gugup saat ini. Ia seperti salah tingkah,apa lagi di saat melirik ke arah Al.
Al,yang dari tadi hanya memandang wajah cantik membuat Laila,jadi salah tingkah saja. sesekali Laila, melotot ke arah Al agar jangan terlalu memandang ke arahnya.
Al, semakin mendekati tubuh Laila. Hembusan nafasnya, terasa di telinga Laila.
Ini adalah pertama kalinya, Laila merasakan hembusan nafas seorang pria sedekat ini. Ia merasakan geli-geli,di telinganya. "Jangan seperti itu,aku merasakan sangat geli". Ucap Laila, tangannya sudah meremas sprei. Huuufff....kenapa jantungku berdegup kencang, tubuh ku juga menegang seperti ini.
"Santai saja,sayang. Bawa rileks,Oke...jangan terlalu tegang,". Bisik sensual Al, membuat bulu kuduk seketika berdiri di tubuhnya Laila.
Cup....
Satu kecupan mendarat di bibir, Laila. Sedangkan, empunya melotot seketika. Saat mendapatkan ciuman dadakan,ini adalah ciuman pertama Laila. Ia tersenyum malu-malu,tak berani menatap wajah Al yang hanya beberapa inci saja.
Berlahan-lahan Al, merebahkan tubuh Laila. "Aku tahu,kalau itu adalah ciuman pertama mu kan. Aku akan melakukan pelan-pelan dan mengajarimu bagaimana berciuman yang benar". Senyum smrik Al,kini Laila sudah di bawah Kungkungan nya.
Tangannya Laila, menyentuh dada bidang milik Al. Saat ini Al, tidak memakai bajunya. "Berciuman itu, tanpa belajar pun bisa. Bahkan,aku sudah sering melihat adegan berciu-man saat nonton drakor. Memang benar, itu adalah ciuman pertama ku dan aku tahu. Kalau kamu, sering berciuman dengan mantan-mantanmu kan".
Membuat Al, menjadi salah tingkah. Di saat Laila, mengatakan bahwa dia memang sering berciuman dengan mantan pacar nya. "Aku ingin sekali, mencicipi bibir mu". Berlahan-lahan Al, mendekati bibir Laila.
Di saat benda kenyal, menyentuh bibirnya. Membuat Laila, meremas dada bidang Al. Matanya terpejam dan merasakan kecup-kecupan lembut,di berikan oleh Al.
Al, mengigit bibir Laila agar membuka mulutnya. Saat terbuka,Al langsung menarik tengkuk leher dan memperdalam ciumannya.
__ADS_1
Karena pernafasan Laila, terbatas. Ia menepuk-nepuk pundak Al,agar berhenti menciumnya. "Uuhukk.... Uhuukkk.... Uuhukk...". Laila, terbatuk-batuk. "Kau ingin membunuh ku".
"Ck, lemahnya...baru seperti itu, makanya bernafas kalau berciuman". Ledek Al,ia mengambilkan air putih kepada Laila.
"Seharusnya, jangan seperti itu. Aku mana berpengalaman,tidak seperti mu". Sungutnya Laila dan meminum air putih yang di berikan oleh suaminya.
Al,hanya senyum-senyum sendiri. Melihat tingkah laku,sang istri. Ia mulai mendekati tubuh Laila dan mulai dengan aksinya.
Berlahan-lahan Laila, menyeimbangi ciuman Al. Sedikit demi sedikit, akhirnya bisa dan tidak seperti tadi. Al, menguasai seluruh mulut nya. Tangannya pun, menggerayangi tubuh Laila.
Satu persatu kancing piyama,di lepas oleh Al sambil berciuman dengan mesra. Laila, hanya pasrah menerima perlakuan dari sang suami.
Setelah lepas semua,Al juga melepaskan pengait bra Laila dan melemparnya ke sembarang arah. Kini terpampang nyata,dua gundukan milik Laila. "indahnya". gumam Al, seakan-akan air liur nya ingin menetes.
Secepatnya,sang empunya langsung menutupi karena sangat malu. "Lepaskan,aku ingin melihat dan membuatmu mende-sah". Lirih Al,hingga tangan Laila di singkirkan.
"Ak-aku malu,jangan di tatap seperti itu". Ucap Laila,ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Rasa apa ini? Astaga...Al, seperti bayi yang sedang menyusu. Aku harus menahan suaraku,jangan sampai terdengar Al.Tidak,..."Aaahhh...." Akhirnya,lolos juga suara desa-han Laila.
Matanya terpejam dan sesekali melirik ke arah Al,yang masih bermain di sana.
Cukup lama Al, menyelusuri lekukan tubuh istrinya. Kini dia,sudah melorotkan segitiga milik Laila.
Sontak Laila, terkejut melihat aksinya Al yang begitu bergai-rah. Ia juga membuat ke sembarang arah, segitiga milik Laila.
Al, kembali melu-mat bibirnya Laila dan tangannya mulai bermain-main di daerah sensi-tif Laila.
Ciumannya Al, kini turun ke leher. Lalu turun lagi,ke bawah dan ke perut lalu....
"Apa yang kau lakukan,Al". Tanya Laila,di saat Al tengah memandang miliknya di bagian bawah.
Al, hanya tersenyum smrik. Ia mulai mendekati wajahnya,ke daerah milik Laila.
__ADS_1
"Aaaahhhh....shhhhh...Al" desa-han Laila,tubuhnya mengeliyat karena merasakan sensasi geli-geli nik-mat. Sebisa mungkin,agar suara laknat itu tidak keluar dari mulutnya.
Cukup lama Al, bermain-main di sana. Hingga akhirnya, Laila mendapatkan cairan cintanya telah keluar. Nafasnya sudah ngos-ngosan,tubuhnya sudah melemah.
"Bagaimana, nik-mat bukan". Ucap Al,ia menuntun tangan Laila agar menyentuh miliknya.
Glekkk....
Besar dan panjang,apa muat? Kenapa aku, tiba-tiba takut. Batin Laila,ia menyentuh benda yang sudah tegak tanpa tulang itu. Sepertinya,aku sudah terjangkit Al. Yang ikut-ikutan mesum seperti ini.
Laila,juga memainkan benda yang sudah tegak tersebut. Awalnya Al,yang mengajarinya hingga Laila bisa.
"Kau suka,hemm...kita mulai, hanya sakit sebentar saja". Bisik Al, menatap lekat manik-manik mata istrinya.
"Aku takut,Al. Pasti sangat sakit, bisakah di tunda dulu" pinta Laila,ia benar-benar sangat takut.
Al, hanya mengerutkan keningnya dan cekikikan tertawa. "Tidak bisa sayang,itu menyiksa ku nanti". Mendengar ucapan Al,ia hanya mengangguk tanda setuju.
Al, mencium bibir Laila agar dia tenang dan tidak terlalu tegang.
Ia juga mengesek-gesek, mi-liknya. Laila,merasa geli-geli di bagian bawahnya. Berlahan-lahan Al, melancarkan aksinya. Santai Al,jangan menuruti keegoisan mu. kasian Laila,aku yakin ini adalah pertama baginya.batin Al,ia juga merasa gugup karena pertama baginya. walaupun, perjakanya di ambil oleh Miss lux.
Walaupun, beberapa kali gagal. Sial, sangat susah sekali. Apa aku hen-takan ker-as, biar cepat masuk. Batin Al,ia takut akan menyakiti Laila.
"Sshhh... sakiiitttt, pelan-pelan Al". Laila, meringis kesakitan. Ia juga mencekram pundak Al.
Saat Al, menghentakkan pinggulnya terlalu keras. Ia merasakan ada sesuatu yang robek,hingga Laila mencakar punggung belakangnya. Ada rasa perih, di bagian belakang Al.
Namun tidak memperdulikan, karena di penuhi oleh gai-rah yang memuncak. Buliran air mata Laila, mengalir di sudut matanya.
Ia meringis kesakitan,tubuhnya seakan-akan terbelah dua sangat perih. Al, mendiamkan sementara dulu. Anggap saja, sebuah perkenalan di dalam sana.
__ADS_1
Terimakasih, Laila. aku yang pertama, melakukan ini. sungguh, aku sangat beruntung sekali. Bertubi-tubi Al, menciumi seluruh wajah Laila. "Maaf,aku menyakiti mu". Ucap Al, menghapus air mata sang istri. "Terimakasih,kau menjaganya hanya untuk ku".
"Hemmmm...tidak apa-apa". Jawab Laila,ia tersenyum kecil dan mulai membuka matanya. Alhamdulillah,aku memberikan mahkota milikku. untuk suami halalku sendiri,yang selalu aku jaga.