
Beberapa hari kemudian, berita pertunangan Al dan Emily tersebar luas. tentu kaum perempuan banyak yang iri kepada Emily,karena dia sudah menjadi Tunangan Al. kamu perempuan,patah hati saat mendengar kabar tersebut.
"Aku tidak menyangka, Jika kau bertunangan dengan Emily? Kau tahu,jika Emily seorang perempuan ular". Senyum smrik Liam, mantan kekasih Emily. Aku harap kau, berhati-hati Al. bahkan aku, tak sanggup melihat nasibmu. jika Emily, sudah mengeluarkan racunnya.
"kau mengkhawatirkan diriku atau cemburu? Aku bukan bocah,yang sok polos". Jawab Al, tersenyum kecil. Jangan kau kira aku bodoh, Liam. saat aku mengambil keputusan ini,aku sudah memikirkan secara matang-matang. Mana mungkin aku, langsung mengambil asal-asalan.
Entah kenapa Al dan Liam, tidak pernah akur. Sedangkan orangtuanya dulu, mereka malah bersahabat. "Benarkah? Sok polos atau benar-benar polos,aisss.... untuk apa aku cemburu kepadamu,satu yang kau ingat berhati-hatilah". Liam, menepuk pundak Al. Liam, beranjak pergi sambil tersenyum mengejek ke arah Al. Setidaknya aku, terbebas dari Emily.
"kenapa dia berbicara seperti itu, kepadamu. kami sangat terkejut,saat mengetahui jika kau dan Emily bertunangan. Kami takut kalau nanti, terjadi sesuatu Al". Dion, memperingati temannya. Sebenarnya teman-temannya,juga mengkhawatirkan keadaan Al. mereka takut, suatu hari nanti akan terjadi apa-apa. mereka tahu, bagaimana watak asli Emily.
"Tenang saja, semuanya sudah ku atur. Emily,maju selangkah aku sudah beberapa langkah". Jawab Al, dengan santainya.
Zakir dan Herman,hanya menggeleng kepala saja. Namun mereka tahu,jika Al tak diam.
"hemmm...kita lihat saja, bagaimana akhirnya. Jangan nangis,kalau ujung-ujungnya Laila. Ia benar-benar menikah dengan ustadz Zulkifli,". Kekehnya Zakir,ia cengengesan.
"Ck,aku bakar pelaminan mereka. Jika itu sampai terjadi, Sekalian aku culik Laila". Sahut Al, langsung.
"Kenapa gak sekalian aja, waktu kalian tinggal bersama melakukan jos jos. Kan beres, kalian tinggal nikah". Ucap Dion, dengan asalnya.
"Ck,otakmu yang di pikirkan hal kotor. Namanya itu, pemaksaan Dion. Gak setulus hati,cari kesempatan dalam kesempitan". Sahut Herman. "Namanya naf-su,bukan cinta".
Mendengar perkataan Herman, Dion hanya berdecak kesal."Siapa tahu,Al mau yang instan. lebih cepat,tanpa ba-bi-bu lagi".
__ADS_1
"Emangnya mie,kaya instan-instan segala". Jawab Al,yang lainnya hanya cekikikan tertawa. "Aku tak mau secara paksa, takutnya Laila tidak menyukai diriku. percuma nikah,tapi hatinya untuk orang lain. biasa untuk ustadz Zulkifli,pengen aku telan tuh ustadz".
"Besok kemana nih? Santai-santai gitu,sudah lama gak kemana. Otak mau refreshing nih,". Herman, mengajak temannya liburan. Mumpung besok hari minggu,kerja juga libur. "lama-lama otakku,bisa keluar asap.mikirin pekerjaan sangat banyak, untung gajih gede".
"No. Aku mau di apartemen saja, soalnya. Besok Laila,datang buat bersih-bersih". Tolak Al, langsung. "apa lagi waktu bersama dengan nya, sangat langka. maka dari itu, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu ini".
"What's.....!!!! Serius lo" Ucap mereka bersamaan, dengan santainya Al mengangguk dan tersenyum.
"Kok bisa, ngapa-ngapain bersih-bersih apartemenmu". Tanya Dion, nampak penasaran. "jangan bilang, untuk menghemat biaya atau memberikan pekerjaan untuk Laila. hanya alibimu saja, biar berduaan dengannya".
"Balas budi, katanya. Karena keluargaku,sudah membantu dia. Makanya mau bersih-bersih apartemenku, lumayanlah bisa berdua dengannya". Kedip mata Al, cengir kuda. "Dia sebenarnya mau bayar dengan uang,aku tolak lah. masa aku menerima uang darinya,emang aku semiskin itu. hilang nantinya harga diri, seorang Al anak pembisnis ternama".
"Kirain Laila,cari pekerjaan tambahan. Jangan sampai dia kelelahan,Al. Kasian Laila, sudah capek kerja. Eeehh...di hari liburnya, malah bersihin apartemenmu". Kata Herman.
"Emmm...tenang masalah itu, apartemenku akan bersih kinclong. Sebelum dia datang,jadi dia banyak santai bersamaku. Di bandingkan bersih-bersih,". Jawab Al, tersenyum kecil. "Kau kira aku, memeras tenaganya. pria apaan aku,".
"Tunggu dulu, bagaimana dengan Emily" kata Herman, membuat mereka terkejut. Begitu juga Al,ia langsung menepuk jidatnya.
"Aiisss...kenapa harus ada yang ganggu,ada ide gak". Tanya Al,ia meminta bantuan kepada temannya."Aku yakin,dia akan datang ke apartemenku. tadi saja dia mau ke sini,aku larang. beralasan banyak pekerjaan,tidak mau di ganggu gugat".
Masing-masing mereka,hanya mengangkat kedua bahunya. Mereka bertanda tidak ada rencana apapun, karena Emily susah di bodohi.
"Sial, bagaimana ini? Bisa gagal total bersama Laila,mana beberapa hari tidak bertemu. Aku sangat merindukannya,". Gerutu Al,ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aaahhh..baru senang,eehh...jadi patah hati lagi,gak bisa berduaan dengan Laila".
__ADS_1
Dion, Herman dan Zakir. Mereka saling menoleh dan memikirkan sesuatu agar temannya bisa lancar bersama Laila.
"Aku punya ide,". Ucap Dion,ia tersenyum kecil. Sontak Herman dan Zakir,nampak bingung. Sedangkan Al,ia langsung tersenyum merekah karena temannya ada ide.
********
Sedangkan di tempat lain, Emily tengah bersenang-senang di apartemen miliknya. Ia merayakan kebahagiaan,yang tiada duanya. Mereka saling tertawa, sambil meminum alkohol dan cemilan.
"Waw, sangat indah cincin tunangan kalian. Aku jadi iri,". Ucap salah satu temannya.
"Benarkah? Aku sampai tidak bisa berkata apa-apa,saat Al memasang cincin ini di jari manisku". Jawab Emily,ia tersenyum merekah sambil memamerkan cincin di jari manisnya.
Sedangkan Putri,hanya tersenyum mengejek. sebenarnya dia, sangat tak suka atas pertunangan mereka. Emily, tahu jika salah satu temannya ada yang tidak suka dengan pertunangan mereka.
Namum Emily,hanya tak acuh saja. " aku tidak sabar lagi, menjadi istri Al. semoga kami berjodoh,doakan yah". pinta Emily, tersenyum sumringah.
"Tentu,kami doakan. kitakan teman,iyakan bestie". sahut temannya,namun di dalam hati beda. masing-masing mengumpat Emily, mereka berdoa agar secepatnya pertunangan mereka putus.
"Selamat yah, Emily. Cincinnya bagus, cocok di jarimu". Kata putri,ia tersenyum manis. cocok darimana? cocok di jari manisku, dibandingkan di jari manisnya.
"Terimakasih,banyak. emang sih, sangat cocok cincinnya di jari manisku". Kata Emily,ia memuji dirinya sendiri.
Membuat putri,ingin muntah saja. "iya, sangat cocok". Uueekkk....sok kepedean banget,sih? Ck, bukankah mereka masih bertunangan. setidaknya aku,masih ada kesempatan untuk mendekati Al.
__ADS_1
"silahkan di minum dan di makan cemilannya,ini adalah perayaan kebahagiaanku. kalian tahu,aku akan mengadakan pesta kecil-kecilan. hanya teman-teman dekat dan teman-temannya Al. tenang kalian akan aku ajak,kita pergi ke villa. siapa tahu,kalian semua bisa dekat dengan temannya". Emily, memiliki ide untuk merencanakan pesta anak muda di villa.
Saat mendengar ucapan Emily, membuat teman-temannya senang. ini adalah kesempatan langka,bisa bergabung bersama Al dan teman-temannya.