ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Ternoda


__ADS_3

Flashback.


"Shelly,aku dan teman-teman lainnya. Sedang merayakan ulang tahun ku,di sebuah klub malam. Kau ikut yah,ayolah". Ajak Claudia,teman satu kampus Shelly.


"Tidak,kau tidak bisa ikut. Apa lagi klub malam,aku tidak pernah kesana" tolak Shelly, langsung. Kenapa mereka merayakan ulang tahun,di tempat itu sih? Apa gak ada tempat lain,dasar.


"kenapa tidak bisa? gak rame,kalau gak lengkap". rengek lainnya,juga ikut-ikutan membujuk Shelly.


"Ayolah, Shelly...ikut yah,masa sih? Kamu takut segala,kan kita berangkat bareng-bareng. Mau yah,kami aja datang waktu acara ulang tahun mu kemarin. Ikut yah,gak rame dong". Rengeknya Claudia, membuat Shelly nampak gelisah.


"Ayolah, Shelly. Barengan sama kita-kita juga kok,gak usah takut. Malah ada cowoknya lo,siapa sih? Cowok yang terpopuler di kampus kita". Ajak lainnya,kini Shelly tidak enak hati terus-terusan menolak ajakan mereka.


Tenang Shelly,hanya merayakan ulang tahun saja. Tidak apa-apa,kau ke sana dan jangan minum atau makan sesuatu.batin Shelly, walaupun ia sudah merasakan sesuatu yang akan terjadi. "Baiklah,aku ikut. Tapi,kita barengan kan" tanya Shelly, tersenyum kecil.


"Pasti dong,kita barengan sama lainnya". Sahut Claudia, tersenyum manis.


Setiba pulang dari kampus, Shelly terlebih dahulu pulang kerumahnya. Untuk bersiap-siap,ia juga tak menghubungi Laila. Apa lagi, Laila juga belum pulang.


Saat sudah siap dengan penampilannya,tak berapa lama kemudian. Temannya,sudah sampai dan menjemput dirinya.


Beberapa mobil,yang mengikuti kemana mereka pergi. Hingga sampai di sebuah klub malam,hati Shelly merasakan sesuatu yang ganjal. Jantungnya berdegup kencang, saat langkah kakinya masuk ke dalam klub.


Teman-temannya, langsung menggandeng tangan Shelly. Takutnya terpisah dan nyasar, begitu ramai sekali di dalam klub malam. Musik menggema di ruangan tersebut,hingga akhirnya mereka menuju lantai atas. Sebuah ruangan VIP, terlihat beberapa botol minuman alkohol yang baunya menyengat di hidung Shelly.


"Hahahaha...jangan bilang,ini adalah pertama kalinya kau ke sini". Tanya Claudia, sambil memainkan kedua alisnya.


"Benar,ini adalah pertama kalinya aku masuk ke dalam klub". Jawan Shelly, sebenarnya dia sangat takut.


Apa lagi, tatapan tajam teman kampus prianya. Mereka langsung merayakan ulang tahun, Claudia. Shelly,tak berani menyentuh minuman alkohol yang di hadapannya. seorang pria, memberikan sebotol air mineral kepadanya yang masih bersegel. itupun Shelly,hanya meletakkan di samping tak berani meminumnya. Claudia,juga memotong kue ulang tahun dan membaginya kepada teman-temannya. Shelly, lagi-lagi tak memakan kue tersebut.

__ADS_1


Satu jam kemudian, akhirnya mereka meminum alkohol hampir beberapa botol dan bersenang-senang.


Ada yang berjoget bersama dan bernyanyi bersama-sama. Namun Shelly, merengek meminta pulang terlebih dahulu. Tapi, Claudia tersenyum dan tertawa lalu melarangnya. Kini teman-temannya,sudah mabuk semuanya.


"Astaga, bagaimana ini? Mereka mabuk semua,aku harus membantu mereka keluar dari klub. Mana sudah jam 11 malam lagi,". Gumam Shelly,ia membangun temannya yang sudah mabuk. Jumlahnya hampir dua puluh orang,ia bingung harus berbuat apa.


Shelly, berinsiatif keluar dari ruangan. Ingat meminta bantuan,kepada penjaga untuk membawa temannya keluar dari sini.


Shelly, calingukan mencari seseorang. Hingga akhirnya,ada tiga pria yang menghampirinya.


"Waw... sedangkan apa kau di sini". Tanya Marchel,dia adalah siswa kampung lainnya.


"Marchel,aku minta bantuan Kepadamu. Lihatlah,di dalam banyak teman-teman ku sedang mabuk. Aku bingung membawa mereka pulang,bisa bantu aku". Pinta Shelly,ia tersenyum manis.


Namun Marchel,malah menyunggingkan senyumnya


Secepatnya, Shelly menepis tangan Marchel. Tiba-tiba saja,pria di hadapannya menyeringai tajam. "Jangan macam-macam,Marchel" bentak Shelly, langsung.


"Kalian pergilah, aku ingin bersenang-senang dulu dengan perempuan cantik ini". Ucap Marchel,kepada temannya. Temannya, langsung mengangguk dan pergi meninggalkan mereka.


Marchel, langsung mencekram lengannya Shelly. Sehingga Shelly, semakin ketakutan saat tangannya di tarik paksa.


"Marchel, lepaskan aku. Aku mohon, jangan lakukan apapun kepadaku. Lepaskan aku, ampunilah aku Marchel". Shelly, memohon iba kepada Marchel. Yang terus-menerus memaksa ikut dengannya.


"Tolooong.... Tolooong, lepaskan aku. Jangan macam-macam Marchel,aku mohon". Shelly, sekuat tenaga memberontak terhadap Marchel.


"Hussssttttt... diamlah, nikmatilah Permainanku. Jangan sok suci kamu, Shelly. Perempuan memang seperti itu, memohon-mohon untuk tidak disentuh nyatanya malah mende-sah...hahaha, dasar perempuan murahan". Marchel, mendorong tubuh Shelly sehingga terjatuh ke lantai.


Shelly, hanya menggelengkan kepalanya saat Marchel tersenyum merekah. Saat ia mulai mendekati Shelly,yang sudah ketakutan.

__ADS_1


"Aku mohon, lepaskanlah aku. Jangan lakukan itu, Marchel". Pinta Shelly, memohon agar melepaskan dirinya.


Marchel, melepaskan baju atasannya dan dan menurunkan resleting celananya. Apa lagi seringai tajam, Marchel membuat tubuh Shelly bergetar hebat. "Ayolah, Shelly...jangan sok suci,jika kau merasakan kehebatan ranjangku. Maka kau sendiri, nantinya merengek meminta lagi".


Hati Shelly,hancur berkeping-keping saat Marchel menganggap bahwa dirinya begitu kotor. Ini adalah pertama kalinya, seorang pria mengatakan bahwa dirinya seorang perempuan kotor.


"Berdiri kau, ayolah...ke atas ranjang,jauh lebih nikmat dari pada di lantai Shelly". Marchel,menarik lengan Shelly secara paksa.


Tidak,aku tidak mau dia sampai menye-ntuh tub-uh ku dan menikmatinya. Aku harus berbuat sesuatu,batin Shelly. Ia langsung mengambil vas bunga kecil,lalu...


Prankkkk...


"Aaarghhh.... perempuan sialan,awas kau. akan aku buat dirimu menyesal, Shelly. kau belum tahu, bagaimana keganasan diriku. aaakkhh.... sakit sekali". Marchel meringis kesakitan sambil memegang kepalanya yang pening.


Shelly, langsung memukul kepala Marchel. Membuat Shelly, semakin ketakutan. Apa lagi,darah mengalir di kening Marchel. baru ji itu, Shelly benar-benar nekat melakukan hal ini. "jangan coba-coba mendekati ku, Marchel. aku bukan perempuan murahan,kau salah menilai diriku". bentak Shelly, matanya sudah berkaca-kaca.


Marchel, tersungkur di lantai dan kepalanya merasakan sangat sakit dan pusing. "Perempuan murahan, ***-***. Kau berani-beraninya memukul ha". Bentak Marchel. "Aaaakkhhh....sakit sekali,awas kamu. ingatlah,aku tak akan melepaskan diri mu". teriak Marchel.


Shelly, langsung berlari ke arah pintu. Namun sayang, pintunya terkunci. "Ponsel,ia ponselku". Ia langsung mengambil ponselnya,yang jatuh di lantai secepatnya dia menghidupkan data dan menelpon Laila. "Tidak,kenapa di kunci? mana kuncinya. Toloooong.... Toooloong....buka pintunya,aku mohon. toooloong....." Shelly, menggedor-gedor pintu dan berteriak-teriak sekuat tenaga.


"Hahahhaahaha...berteriak lah dengan kencang Shelly, percuma kau buang tenaga mu. karena ruangan ini,kedap suara. hahahah... saatnya kita bermain dengan serius". kekehnya Marchel, seakan-akan ingin melahap Shelly.


Shelly,baru berbicara beberapa kata saja. Namun Marchel,sudah merebut ponselnya dan melempar ke sembarang arah.


"Berani sekali,kau menelpon seseorang ha? ingatlah,kau akan habis di tanganku. hahahaha." Marchel, melepaskan celananya hingga menyiksa boxer nya saja.


Shelly, semakin ketakutan bibirnya sudah bergetar hebat. Kedua pipinya, sudah basah karena air matanya mengalir. "Aku mohon, jangan lakukan itu". Isak tangisnya Shelly, tubuhnya sudah mentok di dinding dan tidak bisa kemana lagi. Sedangkan Marchel, terus-menerus mendekati Shelly dengan seringai tajam.


flashback off...

__ADS_1


__ADS_2