ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Ulat Bulu (2)


__ADS_3

Ayunda, sudah sampai di perusahaan milik anaknya. Akan tetapi, di pimpin oleh Dion.


Ayunda,tak lupa membawa pasukannya. Pasukannya terdiri,dua menantunya Laila dan Rea. Ada juga istri dari temannya,Tasya istri Dion. Chaca, istrinya Zakir dan Shelly istrinya Herman.


Ayunda, sengaja membawa mereka untuk memberikan pelajaran para wanita-wanita yang suka menggoda suami orang.


Saat Ayunda,masuk ke dalam perusahaan. Semua staf kantor, memberikan hormat kepada Ayunda.


Ayunda dan pasukannya, tersenyum dan mengangguk kepala.


Hingga akhirnya, Ayunda sudah sampai di ruang kerja Dion. Tepatnya,di lantai atas.


"Joy, panggilkan Lauren. Aku,ada urusan penting dengannya". Perintah Ayunda, kepada manager keuangan itu.


"Baiklah, Nyonya. Akan saya panggilkan,mohon di tunggu". Joy,pamit dan keluar dari ruang kerja Dion.


Tasya, terlihat jelas wajah menahan rasa amarah dan cemburu. "Tenanglah,biar mamah Ayunda menghadapi ulat bulu itu. Bisa-bisanya,mau menggoda suami orang". Decak Ayunda,dia memang membenci seorang wanita kegatelan.


"Tapi,mah....". Ucap Tasya, langsung di hentikan Ayunda.


"Jangan khawatir,mamah juga akan membasmi kuman itu. Bahkan, Dion akan mamah kasih pelajaran. Bukan suami kamu saja, melainkan suami mereka juga". Kata Ayunda, tersenyum puas.


Ceklekk....


Pintu terbuka lebar, terlihat Lauren masuk kedalam dan menundukkan kepalanya.


Tasya,ingin menghampiri Lauren. Akan tetapi, Laila dan Rea menghentikannya. Biarlah,ibu mertuanya menyelesaikan terlebih dahulu.


"Duduk". Perintah Ayunda, dengan tegas.


Lauren, langsung duduk. Tangannya, sudah gemeteran saat ini. Tak berani, menatap ke arah mereka.


Mati aku..kenapa seperti ini,batin Lauren. Jantungnya berdegup kencang, seakan-akan dia ingin menghilangkan diri.

__ADS_1


"Lauren, kamu tahu? Apa, kesalahan mu ha". Tanya Ayunda, matanya yang tajam ke arah Lauren.


Lauren,hanya mengangguk pelan dan tak bersuara sedikitpun.


"Ck,kenapa diam? Mana,suara mu yang mengejek-ejek Tasya ha? Sok-sokan ngatain Tasya, dengan suara keras mu itu. Sekarang,kenapa malah diam ha? Ck,ulat bulu keket. Lauren,asal kamu tahu. Aku dan keluarga Dion, sangatlah dekat. Begitu juga Dion, sudah aku anggap anak sendiri. Setelah Dion, menikah. Aku juga menganggap istrinya sebagai menantuku juga. Tidak akan aku biarkan,ulat bulu keket seperti mu berkeliaran bebas". Tegas Ayunda, membuat Lauren terperanjat kaget.


"Lauren,aku selama ini diam. Atas kelakuan mu, selalu menghinaku dalam fitnah yang kamu ucapkan kepada suamiku. Teman macam apa, kamu? Masih untung,aku memberikan pekerjaan di perusahaan ini. Nyatanya,kamu malah menusukku dari belakang. Tapi, sayangnya semua tidak berlaku untuk Suamiku. Walaupun,dia sok perhatian kepadamu". Tasya, sudah marah dari tadi.


"Tidak tahu, di untung. Di kasih hati,malah minta jantung". Sahut Rea, tersenyum smrik.


"Maafkan aku, Tasya. Aku salah,tentang kemarin. Itu,hanya salah paham saja. Aku,yang sengaja memeluk Dion. Maafkan aku,tolong jangan pecatku Nyonya". Pinta Lauren, bersimpuh di hadapan Ayunda.


"Ckckck.... sekarang kamu, bersimpuh di hadapan ku ha? Lalu,mana nyalimu kemarin". Tanya Ayunda, sebenarnya dia tidak tega melihat Lauren. Yang sudah menangis kesegukan, mengingat perlakuannya menjadi risih.


"Aku sabar, Tasya. Selama ini,sabar. Tapi,kali ini tidak. Kamu, malah menantang untuk merebut Dion dariku. Itu, sudah melewati batas". Ucap Tasya,dia menghapus air matanya dengan kasar. "Kamu kira,aku takut dengan ancamanmu itu? Sama sekali,tidak Lauren. Dion, beberapa kali meminta ku untuk memecatmu. Akan tetapi,aku selalu sabar dan memberikan mu kesempatan lagi. Aku juga tidak,takut. Kehilangan Dion, walaupun dia tidak memihak kepada mu. Aku seorang wanita cantik, berpendidikan tinggi. Tentulah, Dion sangat takut kehilangan ku. Apa lagi,kamu memiliki dua buah hati". Tasya, tersenyum sumringah. Dia, mengeluarkan unek-uneknya selama ini.


"Ck, dengar baik-baik Lauren. Sadar dirilah,kamu jauh berbeda dengan Tasya. tidak seperti mu,hanya remahan rengginang saja". Sahut Chaca, ikut-ikutan kesal.


"Lauren,kamu seorang wanita cantik. Banyak pria lain,selain suami orang. Seandainya,kamu di posisi Tasya. Bagaimana, Lauren? Aku hanya bisa, menasehati mu. Jangan sampai, menghancurkan segalanya. Bagaimana, perasaan mu ha? Jika, suamimu di rebut oleh seseorang. Lalu, wanita itu mengatakan bahwa dia akan merebut suami mu. Sakit,bukan? Sangat sakit,kau renungkan kesalahan mu". Ayunda, mencoba menyadarkan hati dan perasaan Lauren.


Ayunda,juga pergi dan membawa pasukannya. Lalu,menuju ke rencana selanjutnya lagi.


*************


Ayunda dan pasukannya. Masuk ke dalam perusahaan,yang di pimpin oleh Zakir. Yang masih,di bawah naungannya Al.


Ayunda,juga meminta seseorang untuk memanggil Yun Yin.


Yun Yin, bekerja di perusahaan yang di pimpin oleh Zakir. Yun Yin, memiliki jabatan cukup tinggi. Terbilang, sangat cerdas dalam urusan apapun.


Saat Yun Yin, masuk kedalam. Hawa dingin memasuki kulitnya, bulu kuduk seketika berdiri.


Ayunda, menyuruh Yun Yin duduk di sofa. Tak luput,dari tatapan tajam ke arahnya. Seakan-akan, Yun Yin siap di makan hidup-hidup secara bersamaan.

__ADS_1


"Mamah, Yun Yin memiliki suami. Dia, mantan kekasih Zakir. Waktu sekolah, Zakir membantunya karena waktu itu suaminya kecelakaan dan dia memerlukan uang. Akan tetapi, sekarang suaminya juga bekerja di perusahaan temannya. Tapi,sang istri malah menggoda suami orang". Ucap Chaca, dengan tegas.


"Astagfirullah,". Ucap mereka serempak, memandang ke arah Yun Yin.


"Ck, ternyata kamu bermulut lebar juga Chaca". Decak Yun Yin, tersenyum smrik. Kurang ajar sekali, Chaca. Dia, benar-benar menyebarkan berita ini.


"Kenapa,kamu takut karena kedatangan kami membawa pasukan. Aisss....ulat bulu, seperti mu mana takut dengan kami kan". Sahut Tasya, tersenyum kecil.


"Jadi ini,yang seringkali mengganggu Zakir dan selalu mengirim pesan mesum". tanya Shelly, tersenyum mengejek.


"Bukan hanya,pesan mesum. Bahkan,dia mengirim foto-foto seksinya itu. Yang hanya menggunakan lingerie seksi, terlihat jelas lekukan tubuhnya". Sahut Chaca,yang geram kepada Yun Yin.


"Tenang saja, foto-fotonya akan tersebar di group perusahaan ini. Biar tahu malu, bagaimana harga dirinya itu". Decak Ayunda, sudah geram terhadap pelakor.


"Bagaimana,kita bongkar aibnya dan di arak sampai keluar perusahaan ". Ucap Ayunda, tersenyum smrik.


Glekkk...


Sontak membuat Yun Yin, ketakutan. Bukan hanya dirinya hancur, tetapi akan kehilangan keluarga kecil dan menahan rasa malu.


"Nyonya, maafkan kesalahanku. Maafkan aku,nyonya". Yun Yin, langsung bersimpuh di hadapan Ayunda. Dia, tak menyangka akan berhadapan dengan keluarga Negredo.


"Kenapa, takut ? Bukankah, sudah berani melewati batasan. Yun Yin,asal kamu tahu? Aku dan orangtuanya Zakir, sangat dekat. Bahkan,aku sudah menganggap Zakir seperti anakku sendiri. Begitu juga,di saat dia menikah. Maka istrinya,juga menantuku. Aku, tidak akan membiarkan ulat bulu berkeliaran bebas". Tegas Ayunda, membuat Yun Yin menangis dan memohon-mohon untuk tidak mempermalukan dirinya.


Plakkkk....


Satu tamparan mendarat, di pipi mulusnya Yun Yin. Bukan hanya itu saja, rambutnya di tarik paksa oleh Chaca ke belakang.


"Aaaakkhh.... sakkiiiiiit.... Aaaakkhh...". Yun Yin, meringis kesakitan. Kepalanya, mendongak ke atas. Saat rambutnya,di tarik.


"Seret dia,keluar. Kita buat dia,malu". Tegas Ayunda, dengan senang hati. Chaca, seorang istri dari Zakir. Dia, terus-menerus menyeret paksa keluar Yun Yin. Dia, siap-siap untuk di arak sampai keluar dari perusahaan.


Laila dan Rea,hanya bergidik ngeri melihat ketegasan ibu mertuanya. Tak mampu, berkata apa-apa lagi. Hanya ada suara rintihan,dari Yun Yin.

__ADS_1


Orang-orang sekitar tercengang, melihat Yun Yin diseret keluar. Apa lagi,mulut Tasya,Chaca dan Shelly. Terus terang mengatakan, bahwa Yun Yin seorang pelakor dan selalu menggoda atasannya itu.


__ADS_2