
"Kai...!!! Ngapain,kamu masuk ke dalam kamar aku". Elvina, betapa terkejutnya saat melihat Kai sudah ada di dalam kamarnya.
Memang benar,jika ayahnya tidak ada di rumah. Bahkan, pelayan dirumah tidak tahu kemana. "Aku hanya masuk,". Jawab Kai,tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Astaga....kamu tidak takut apa,jika papahku. Tiba-tiba datang,apa katanya dan pikiran papahku. Tidak pantas kai, seorang pria lain masuk ke kamar perempuan. Apa kamu tidak paham,jika seorang pria dan perempuan satu kamar berduaan". Tanya Elvina,ia tidak paham jalan pikir kai.
Elvina, mengira jika Kai langsung pulang saat mengantar dirinya. Dia tak menyangka,jika Kai sampai masuk ke dalam kamarnya.
"Tidak tahu,apa maksud dari perkataan mu". Tanya Kai, sambil berjalan dan melihat foto-foto Elvina.
Elvina, menepuk keningnya karena Kai tidak mengerti maksudnya. "Kai, jika seorang pria dan perempuan. Satu kamar tidur, otomatis orang lain mengira bahwa kita melakukan hubungan terlarang itu. Apa kamu paham,Kai".
"Melakukan hubungan terlarang? Emangnya, hubungan terlarang itu seperti apa. Hemmm...coba jelaskan kepada ku". Tanya Kai, sebenarnya dia pura-pura tidak mengerti.
"Astaga,cepat kita keluar dari kamarku. Aku takut,papah tiba-tiba datang Kai". Elvina,menarik lengan Kai.
Akan tetap Elvian,tak sanggup menyeret paksa keluar tubuh Kai. "Kai,mohon bekerjasama nya. Aku mohon, keluar lah dari kamarku". Rengeknya Elvina,namun Kai malah tersenyum tidak jelas.
"Aku tidak ingin keluar". Kai, melepaskan tangan Elvina. Dia malah menuju ke tempat tidur Elvina dan malah berbaring di atas ranjang.
Elvina, membulatkan matanya dengan sempurna. "kai,keluar dari kamarku. Aku mohon,jangan sampai terjadi kesepahaman nantinya". Elvina, terus-menerus menarik tangan Kai.
"Papahmu,belum pulang Elvina. Santai saja,aaahh... empuk juga ranjang mu". Dengan ide jahilnya, Kai langsung menarik tangan Elvina.
"Aaaakkhhh.....!!". Pekik Elvina,ia sangat terkejut saat kai menariknya.
Sehingga Elvian,jatuh ke atas tubuhnya Kai.
Deggg.....
Seakan-akan waktu berhenti,di saat Elvina jatuh ke atas tubuhnya Kai. Berharap, waktu itu benar-benar berhenti. Inilah yang di impikan selama ini,oleh Elvina.
"Kenapa,hemmm... sangat betah berlama-lama di atas tubuhku". Tanya Kai, tersenyum lebar.
"Kamu...". Elvina, langsung bangkit dari atas tubuh Kai. Namun, secepatnya di tahan Kai dan membalikkan posisi mereka.
__ADS_1
"Kai,apa yang kau lakukan. Pergilah,". Elvina, memalingkan wajahnya karena dia sudah di bawah Kungkungan Kai. Detak jantungnya, berdegup kencang. Susah payah,dia mengatur nafasnya.
Apa lagi hembusan nafasnya, terasa di wajah Elvina. Ia mempererat,remasan di baju Kai. Kenapa kai, seperti ini? Aku kenapa, jadi deg-degan dan takut. Batin Elvina,ia tak bisa bergerak sama sekali.
"kenapa diam,mana Elvina yang agresif dulu. Bukankah,kamu sangat menyukai adegan seperti ini. Hemmm... bukankah,setiap hari mengejar-ngejar diriku dan mengatakan kalau kau adalah calon istri ku". Bisik kai,bulu kuduk seketika berdiri di tubuh Elvina.
"Iya,tapi tidak seperti ini. Kau membuatku,gugup dan gelisah Kai. Menjauhlah,kita keluar dari kamar ini. Sebelum papahku,datang". Pinta Elvina,dia sangat takut jika ayahnya tiba-tiba datang.
"Kalau seperti ini,tentu aku tidak menolaknya". Kai, tiba-tiba mengigit daun telinga Elvian.
Sontak Elvina, langsung membulatkan matanya. "Kai,kenapa kamu gigit"
"Lalu,aku harus gigit yang mana? Apakah, bibirmu". Jawab Kai, tersenyum smrik.
"Elvinaaaa....". Seseorang memanggil namanya, sepertinya sangat dekat dengan kamarnya.
"Kai,papahku pulang. Jangan seperti ini". Elvina, memberontak di bawah Kungkungannya. Mati aku,bisa di nikahin langsung sama papah.
"Bukankah, ini yang kamu inginkan Elvina. Aku hanya mengikuti,alur permainannya". Bisiknya lagi, tentunya Elvina semakin ketakutan.
"Kai,aku minta maaf. Menjauhlah". Bentak Elvina, akhirnya Kai menjauhkan tubuhnya dari Elvina.
Air matanya luruh sudah, ternyata Kai melakukan hal ini. Hanyalah, memberikan dia pelajaran. Tubuh Elvina, merosot ke bawah. "kau jahat kai,sama saja menghinaku ". Kata Elvina, menangis kesegukan.
Saat kai,keluar dari kamar Elvina. Ternyata,tidak ada siapapun. Sepertinya, Abraham sudah masuk ke dalam mobil.
Anehnya lagi,mobil Kai tidak ada di perkarangan rumah orangtuanya Elvina. Kai, langsung berjalan dan menembus hujan deras.
Pantesan saja, Abraham tidak mencurigai kamar anaknya. Yang ada seorang pria, bersama Elvina.
*********
"Baru pulang". Tanya Al, kepada Kai yang baru datang sekolah.
"Uncle,". Anak kembar Al dan Laila, langsung minta gendong kepada Kai.
__ADS_1
"Ehhh... keponakan uncle,sini". Kai, langsung menggendong keponakan saling bergantian.
"Al,adikmu ini. Terlihat, akhir-akhir ini dia sering telat pulang. Entahlah,dia keluyuran kemana dulu". Kata Ayunda,yang baru datang membawa cemilan. Begitu juga Laila,membawa air untuk mereka minum.
"Waw.... tumben Kai,apa kamu memiliki kekasih hemmmm...". Al, menepuk paha adiknya. Lumayan keras, sehingga kai memusut pahanya.
"Apaan sih? Gak ada, males pacaran. Gak guna,ada apa kalian ke sini? Mau nitip anak,Ck". Decak Kai,memang sering Al dan Laila menitipkan anak mereka kepada neneknya.
"Tidak,kami memberikan kabar bahagia". Jawab Al, tersenyum sumringah.
Kai, hanya menatap ke arah kakak iparnya. Yang tersenyum juga, sepertinya hawa yang tidak wajar. "Kabar bahagia,apa coba". Tanya Kai, penasaran.
"Ciyeehh.. penasaran yah,". Goda Al, sambil memainkan kedua alisnya.
"Kakak ipar,apa kabar bahagianya". Tanya Kai,kepada Laila.
"Kabar bahagianya, adalah..... Laila,hamil lagi baru dua bulan". Sahut Ayunda, tersenyum sumringah.
"Apa...??? Hamil lagi,wahhhh....rajin banget,kak. Menghamili istri sendiri,hebat.... selamat kak Laila,aku bakalan jadi seorang uncle lagi". Kai,nampak bahagia mendengar kakak iparnya hamil lagi. "Semoga kembar lagi,dan lahir dua jagoan langsung".
"Hebatkan,kamu kapan. Hemmm...ngasih cucu untuk mamah". Tantang Al, membuat kai mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ngaur,aku masih sekolah. Mau ganti baju, dulu" kai, langsung beranjak pergi meninggalkan mereka.
Ayunda, calingukan melihat anaknya sudah masuk ke dalam kamar. "Al, kamu tidak curiga kan. Kalau adikmu,belok". Ucap Ayunda, dengan setengah berbisik.
"Mamah,gak mungkin Kai belok. Jangan nuduh,kalau gak ada bukti". Sahut Laila, langsung membela adik iparnya.
"Iiissshhh....dia sudah kelas dua SMA,sampai detik ini. Mamah,belum pernah melihat Kai jalan sama perempuan lain. Bahkan,ada mata-mata di sekolahan. Mamah,dapat kabar. Kalau adikmu, tidak pernah berbaur dengan anak sekolah lain". Kata Ayunda, sambil melirik ke arah kamar Kai. Takut anaknya, tiba-tiba keluar.
"Semoga saja, tidak mah. Mana mungkin,Kai belok. Dia saja bilangnya, normal". Al,juga tak percaya dengan adiknya. Memang kai,tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dia selalu menghindarinya.
"Mamah, cuman takut Kai". Ucap Ayunda, dengan geram.
"Kalian sedang membicarakan tentang apa". Tanya Kai,yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
Deeeggg...
seketika mereka semua,terdiam saling melirik untuk mencari alasan. agar Kai,tidak curiga bahwa mereka tengah menggosip dirinya.